Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Tetap Menjadi Sebuah Rahasia


__ADS_3

Semenjak jiwaku tertukar dengan bocah Li Zeyan, Yuna. Semenjak itulah aku melakukan semua ini karena aku begitu merindukan kalian, Istriku. Aku sangat merindukanmu, merindukan si kembar Kenzi dan Kenzou. Dan aku juga merindukan adikku Christal dan juga Yosuke. Aku juga begitu merindukan papaku, Yuna. Maka dari itu aku melakukan semua hal ini. Andai kamu tau ... betapa beratnya 4 bulan ini aku lalui di China dan jauh dari kalian ... orang-orang yang aku sayangi. Andai saja kamu tau, Yuna ... betapa aku merindukan dirimu. Apakah aku harus mengatakan semuanya kepadamu agar kau tak lagi membenciku?


Batin Zen yang terlihat sedikit murung dan bersedih karena ucapan dari Yuna.


Aku tak pernah merasa begitu sedih dan berat seperti ini sebelumnya. Selama ini aku tak pernah untuk tidak mendapatkan semua yang aku inginkan. Selama ini aku begitu dengan mudahnya meraih apapun itu, tapi tidak untuk cintamu, Yuna. Kaulah yang membuatku untuk pernah merasakan sebuah perjuangan. Dan kali ini aku juga akan berjuang untuk memperbaiki semuanya! Aku akan berjuang dan akan segera kembali pada ragaku! Hingga saat itu tiba ... aku juga akan melakukan yang terbaik sebagai Li Zeyan.


Batin Zen lagi yang masih menatap nanar si kembar yang saat ini masih berada pada dekapan Yuna.


Yuna masih menatap tajam Zen lalu tertawa kecil begitu meremehkan, "Lihatlah! Kau tak bisa berkata-kata lagi bukan?! Sebaiknya kau pergi saja dari rumah ini sebelum kau diseret secara tidak hormat!"


Mendengar ucapan Yuna yang terdegar begitu keterlaluan akhirnya Kagami Jiro mulai menghampiri Yuna lalu mulai membangunkannya untuk berdiri dan mulai menggendong si kembar sekaligus.


"Yuna, jangan berbicara seperti itu. Aku tau Zen adalah pemuda yang baik. Mungkin saja dia pernah membuatmu begitu kesal padanya. Tapi lihatlah kedua anak ini ... si kembar Kenzi dan Kenzou sangat nyaman saat berada di dekat Zen. Apa kau tidak merasakan sesuatu? Bukankah selama ini kau selalu berkata padaku, jika Kenzi dan Kenzou tak akan mudah untuk dekat dan berbaur dengan orang lain?" ucap Kagami Jiro dengan begitu lembut menatap Yuna.


Untuk sesaat Yuna terdiam dan terlihat sedang berpikir keras dan mengusap lembut pipi Kenzi. Tiba-tiba saja raut wajah ayu itu terlihat sedikit murung hingga membuat sepasang alis indahnya juga sedikit berkerut.

__ADS_1


Itu memang benar sekali. Selama ini putraku Kenzi dan Kenzou memang tak mudah untuk dekat dengan orang asing. Dan sebenarnya aku juga sedikit merasa aneh dengan hal ini. Uhm ... bukan ... sebenarnya ada beberapa hal yang memang cukup aneh yang terjadi selama ini. Berawal dari Li Zeyan yang tiba-tiba datang ke rumah besar Kagami dan tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia adalah suamiku. Lalu brankas itu ... Li Zeyan juga mengetahui isi brankas yang hanya diketahui oleh suamiku. Dan beberapa hal pribadi tentangku, bocah itu juga mengetahuinya. Hal pribadi yang hanya diketahui olehku dan suamiku saja, dia juga mengetahuinya. Sebenarnya siapa Li Zeyan itu?


Batin Yuna lalu mendongak menatap suaminya dengan senyum tipis. Sepasang manik-manik itu terlihat bergetar menatap wajah pria yang begitu disayanginya itu. Jemarinya juga mulai mengusap lembut sisi wajah bagian kiri Kagami Jiro.


"Yuna!!" tandas Zen dengan tegas, reflek karena menyaksikan semua itu di hadapannya secara langsung.


Sepasang mata bak okavango blue diamond itu kini mulai menatap tajam Yuna. Meskipun raga yang mendapat perlakuan manis dari Yuna adalah raganya sendiri, namun jiwa dari raga itu adalah orang lain! Dan hal itu tentu saja tak bisa diterima oleh jiwa Kagami Jiro.


"Hhm?" Yuna mulai berbalik dan menatap Zen dengan kening berkerut lalu mulai melenggang dengan anggun mendekati Zen yang masih terus menatapnya.


"Ada apa?" ucap Yuna begitu datar setelah kini dia berdiri tepat di hadapan Zen.


Zen masih terdiam selama beberapa saat dan menatap wanita berwajah cantik nan tegas itu dengan tatapan nanar. Rasa rindu yang begitu besar yang tak bisa dia ungkapkan saja sudah membuatnya merasa begitu tersiksa, ditambah lagi saat dirinya menyaksikan istrinya sedang bertingkah manis dengan pria lain. Tentu saja itu sangat membuat jika seorang Kagami Jiro begitu frustasi.


"Kau ... kau tak bisa melakukan itu semua, Yuna ..." ucapan yang terdengar begitu lirih mulai Zen lontarkan begitu saja tanpa sadar.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Zen membuat Yuna berdecit dan tertawa begitu geli, "Katakan padaku, mengapa aku tidak boleh melakukan hal itu?! Kami berdua adalah pasangan suami istri! Apa kau lupa itu?!"


Kalimat tanya retoris itu mulai dilontarkan begitu saja oleh Yuna, dan membuat Zen tak berkutik lagi. Karena secara nalar dan akal sehat, Yuna dan Kagami Jiro adalah pasangan yang resmi secara hukum dan agama.


"Yuna, sudah cukup. Hentikkan semua ini." ucap Kagami Jiro menyela mereka, karena dia begitu tak enak jika melihat Zen mendapatkan perlakuan seperti itu dari Yuna.


"Mengapa, Suamiku? Bocah ini sudah begitu kurang ajar selama ini. Seharusnya kau membereskan dan memberinya pelajaran agar dia tak bisa berbuat sesuka hatinya lagi." ucap Yuna menatap Kagami Jiro. "Bahkan bocah ini sudah melecehkanku saat itu! Aku benar-benar tak mau melihatnya lagi! Sekarang cepat pergi dari rumah ini!" Yuna menandaskan dan mulai beralih menatap tajam Zen.


"Yuna. Hentikkan!" potong Kagami Jiro yang sudah terlihat begitu tak tega melihat Zen yang mendapatkan perlakuan buruk dari Yuna. Bayangkan saja jiwa seorang Kagami Jiro harus mendapatkan perlakuan seperti itu, tentu saja itu sangat kurang pantas.


"Andai saja kamu tau semuanya, Yuna. Andai saja kau memahami situasi yang sedang terjadi saat ini ... pasti kamu akan sangat menyesal telah melakukan semua hal ini ... jika sebenarnya ..." ucap Kagami Jiro dengan sepasang matanya yang sudah menjadi sedikit berair saat ini.


Namun belum sempat Kagami Jiro menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, Zen sudah memotong ucapannya begitu saja.


"Tuan Kagami Jiro!" Zen berkata dengan penuh penekanan dan menatap Kagami Jiro dengan tegas lalu mulai melenggang untuk mendekati Kagami Jiro. "Sudahlah, tidak masalah dengan semua kesalah pahaman yang sudah terjadi saat ini. Dan aku sangat memahami jika nyonya Yuna begitu marah, kesal, dan membenciku saat ini. Aku sangat memahami akan hal itu." Zen berkata dengan nada rendah dan tersenyum tipis menatap Kagami Jiro.

__ADS_1


"Jangan katakan hal apapun kepada Yuna, sebelum kita bertukar tubuh kembali!" ucap Zen begitu pelan agar Yuna tidak mendengarnya.


__ADS_2