Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Rencana Buruk


__ADS_3

Di sebuah restauran ala Jepang di daerah Beijing yang begitu mewah dan berkelas, terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam dan begitu rapi. Mereka berdiri berjejer di luar sebuah ruangan dan terlihat sedang berjaga disana.


Yeap, restoran ini didesign dengan beberapa ruangan di dalamnya. Kira-kira ada sekitar 50 ruangan. Karena setiap ruangan adalah untuk setiap reservasi tamu. Setiap rungan dilengkapi dengan design klasik Jepang.


Di sebuah ruangan terlihat empat orang pria yang begitu bersinar sedang duduk mengitari sebuah meja yang berbentuk persegi dan cukup besar. Mereka terduduk di atas karpet. Di atasnya sudah ada beberapa makanan yang begitu menggiurkan saliva. Ada juga beberapa sayuran dan daging yang masih mentah.


Yeap, saat ini mereka tidak hanya sedang menikmati makanan lezat, tetapi juga pengalaman makan yang luar biasa. Restoran ini fokus pada makanan yakiniku. Salah satu jenis BBQ khas Jepang.


Daging tidak dimasak di dalam dapur, melainkan setiap meja memiliki area panggang kecil di atas meja, di mana kita dapat memasak bahan makanan segar sesuai selera.


"Zen, Kai ... terima kasih sudah memenuhi undangan kami. Kalian pasti sudah melihat berita di media bukan?" tanya Jihyun, manager dari Lu Yuan dengan berhati-hati.


"Hhm ... tentu saja aku tau! Lu Yuan sedang menjadi tranding topic saat ini bukan? Selamat ya ..." timpal Zen dengan senyum lebar menatap Lu Yuan.


Ucapan selamat dari Zen untuk Lu Yuan seperti sebuah ejekan untuk seorang Lu Yuan. Dan tentu saja Lu Yuan merasa sangat kesal dan merasa harga dirinya sudah dijatuhkan dan diinjak-injak begitu saja, hingga dia meletakkan gelasnya dengan cukup keras di atas meja.


BBRRAAKK ...


Kak Kai terdiam dan masih berusaha untuk memilih dalam mengambil sikapnya. Sementara Lu Yuan terlihat mengepalkan kedua tangannya dan menatap Zen dengan tatapan tajam.


"Lu Yuan. Tenanglah ... kita datang kemari untuk meminta maaf dan meluruskan semua ini. Jagalah sikapmu ... dan jangan membuat masalah lagi." ucap Jihyun menasehati Lu Yuan dengan pelan.


"Baiklah ..." ucap Lu Yuan begitu berat. Lu Yuan mengambil napas dalam lalu melepaskannya secara perlahan. "Aku memang salah, Zen. Dan aku minta maaf. Mungkin aku melakukan semua itu juga karena aku sedang mabuk."


"Permintaan maaf diterima!" jawab Zen dengan begitu entengnya.


Jawaban itu sungguh membuat Lu Yuan terkejut dan terdiam cukup lama menatap Zen dengan mulut yang sedikit terbuka.


Mengapa Zen bisa dengan mudah memaafkannku? Padahal dia mengetahui jika aku sudah berusaha menjatuhkannya saat itu? Cih ... naif sekali dia! Dia baik apa bodoh?! Baiklah! Rasakan saja pembalasanku! Malam ini habislah riwayatmu! Nama dan karir yang sudah kau perjuangkan selama ini, malam ini akan hancur begitu saja. Ckk ... rasakan!!

__ADS_1


Batin Lu Yuan yang lagi-lagi Lu Yuan masih tidak bisa berfikir dengan jernih. Dia malah menganggap remeh dan begitu senang karena Zen begitu mudahnya dibodohi.


"Hhm ... lumayan juga masakan disini. Tidak salah kau merekomendasikan restauran ini, Kai." ucap Jihyun, manager dari Lu Yuan sambil memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.


Kak Kai tersenyum samar dan sedikit melirik Zen, dia melihat Zen sedang menikmati makan malamnya dengan begitu lahap.


"Ini karena akhir-akhir ini Zen sangat menyukai masakan Jepang. Jadi ... aku merekomendasikan restauran ini kepada kalian, sekalian mengajak Zen untuk makan malam disini." jawab kak Kai lalu menuangkan teh oca-nya dari sebuah teko berwarna keemasan dengan ukiran bunga tulip pada sisi luar teko berukuran sedang itu. Kemudian kak Kai menyeduh teh oca-nya yang masih hangat.


"Hhm. Kamu memang sangat pengertian, Kak Kai. Aku sangat merindukan masakan Jepang!" jawab Zen dengan mulut yang penuh makanan.


Kak Kai tersenyum lebar mendengar ucapan Zen dan terlihat begitu bahagia, "Malam ini makan saja sepuasmu. Kakak tidak akan membatasinya. Tapi hanya untuk malam ini saja ..." kak Kai mengangkat kedua alisnya dan tersenyum tipis melirik Zen.


"Yeap. Aku akan menghabiskan semua daging ini." jawab Zen sambil mengambil sepotong daging yang baru saja dipanggangnya.


"Bagaimana kalau kita sambil minum whisky?" usul Lu Yuan tiba-tiba.


"Baiklah. Kak Jihyun, tolong pesankan 5 botol whisky ..." perintah Lu Yuan kepada managernya.


"Lima botol? Kita semua bisa mabuk nanti." ucap Jihyun begitu keberatan.


"Pesan saja 10 botol! Biar kita bersenang-senang malam ini!" tandas Zen dengan senyuman lebar.


"Zen ... kita bisa mabuk." ucap kak Kai yang terlihat juga begitu keberatan.


"Biarkan saja kita mabuk, Kak. Di luar masih ada pengawal yang akan selalu menjaga kita." jawab Zen dengan sangat santai.


"Tapi, Zen ..." sergah kak Kai.


"Vann, Nokto, Jin Heng, dan Yunxi tidak akan membiarkan kita dalam masalah. Mereka akan selalu menjaga kita. Bukankah tidak apa-apa jika sekali-kali kita bersenang-senang?" ucap Zen yang membuat kak Kai tak berkutik lagi.

__ADS_1


"Zen benar sekali! Mari kita bersenang-senang malam ini!" ucap Lu Yuan begitu bersemangat.


"Baiklah jika kalian memaksa ..." ucap Jihyun akhirnya.


Jihyun mulai memanggil seorang waiter dan memesan 10 botol whisky sesuai permintaan dari Zen dan Lu Yuan. Setelah mengisi dengan beberapa perbincangan ringan, akhirnya dua orang waiter datang dengan membawa pesanan mereka.


DDRRKK ...


Pintu itu terbuka dan kedua waiter itu segera memasuki ruangan itu lalu mulai menyajikan beberapa botol whisky itu di atas meja lengkap dengan gelas-gelasnya. Setelah itu mereka segera undur diri kembali.


Lu Yuan mulai membuka sebuah botol whisky lalu menuangkan pada beberapa gelas berukuran kecil.


"Baiklah ... mari bersenang-senang!" ucap Zen begitu bersemangat.


"Bersulang!!" ucap mereka bersamaan sambil melakukan cheers.


Hanya menghabiskan 5 gelas saja kak Kai dan Jihyun sudah mabuk dan mulai tak sadarkan diri. Kini keduanya sudah tertidur dengan menyandarkan kepalanya di atas meja.


Lu Yuan yang masih sedikit sadar tersenyum lebar dan mulai menuangkan kembali whisky itu ke dalam gelas untuk dirinya sendiri dan juga Zen.


"Ayo, Zen! Jika kau sanggup menghabiskan semua ini ... aku akan mengakui kehebatanmu! Aku akan mengaku kalah darimu ..." ucap Lu Yuan yang sudah mulai teler.


"Tentu saja aku akan menghabiskan semua ini ..." setelah menghabiskan whisky yang ada di dalam gelasnya, kini Zen langsung meneguk whisky itu langsung dari botol.


"Wow ... kau sungguh keren sekali!" ucap Lu Yuan yang sudah meletakkan kepalanya di atas meja karena sudah terlalu pusing. "Habiskan 2 botol lagi ... maka kau benar-benar keren ... ugh ..." kini Lu Yuan memejamkan matanya dan tiba-tiba tertidur begitu saja.


Zen masih berusaha untuk menghabiskan 2 botol whisky yang tersisa itu. Setelah isi dari 2 botol itu habis, Zen ambruk begitu saja di atas karpet. Wajah dan lehernya terlihat sedikit memerah karena sudah terlalu banyak meminum whisky itu.


Perlahan Lu Yuan mulai membuka matanya. Lu Yuan yang melihat Zen sudah ambruk begitu saja, kini menyeringai menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2