Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kembali Ke Rumah Besar Kagami


__ADS_3

Kagami Jiro mulai diperbolehkan untuk pulang kembali setelah dirawat di rumah sakit selama 2 hari. Kini dia sedang duduk termenung di depan sebuah taman di samping rumahnya.


Li Zeyan akan mengadakan konser tour dalam beberapa hari lagi di Tokyo. Kasihan sekali tuan Kagami Jiro harus melakukan semua hal itu. Pasti dia sangat kesulitan. Andai saja ada yang bisa aku lakukan untuknya. Huft ...


Batin Kagami Jiro yang masih menatap beberapa tanaman hias di halaman samping rumahnya itu.


"Bocah!!" tiba-tiba saja Yukimura sudah datang dan mulai duduk di sebelah Kagami Jiro.


"Ya. Ada apa, Paman?" tanya Kagami Jiro menatap Yukimura penuh tanda tanya.


"Lusa konser live Li Zeyan akan mulai dilangsungkan di Saitama super arena Tokyo. Aku sangat khawatir terhadap Jiro. Dia akan melakukan sebuah konser besar yang akan dihadiri oleh ribuan dari penggemar Li Zeyan yang sedang berada di Jepang. Dan itu adalah konser secara langsung menyanyi dan menari di atas panggung. Aku khawatir sekali padanya, Bocah! Dia yang selama ini terbiasa dengan baku hantam dan senjata api, tiba-tiba harus menari dan menyanyi di atas panggung di depan ribuan orang." ucap Yukimura yang terlihat begitu khawatir.


"Aku juga sedang memikirkan hal itu, Paman. Pasti tuan Kagami Jiro begitu kesulitan saat ini." sahut jiwa Zen yang sedang bersemayam di dalam tubuh Kagami Jiro.


"Tapi Jiro mengatakan padaku jika dia akan melalukan lip sync, dan dia akan memilih beberapa lagu yang tenang sehingga tidak akan membutuhkan tarian."


"Pilihan yang bagus! Dengan lip sync, maka itu akan mempermudah tuan Kagami Jiro!" sahut Kagami Jiro yang mulai sedikit tenang setelah mendengar ucapan dari Yukimura.


"Bagaimana dengan lukamu, Bocah? Apa kau sudah pulih sepenuhnya?" Yukimura sedikit meraba perut Kagami Jiro yang masih terlilit dengan perban.


"Sudah lebih baik, Paman. Asalkan beberapa hari diganti perban dan diberikan salep saja, luka ini akan segera kering." jawab Kagami Jiro dengan seulas senyum.


Tiba-tiba Kagami Jiro mulai teringat dengan ucapan seorang pria yang malam itu sudah menusuknya.


"Paman, sepertinya ada orang lain yang menyadari pertukaran jiwa antara aku dan tuan Kagami Jiro." ucap Kagami Jiro begitu berhati-hati dan mulai menatap Yukimura.

__ADS_1


"Apa yang kau bilang, Bocah?" Yukimura mengkerutkan keningnya seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari Li Zeyan.


"Benar, Paman. Pria yang menusukku malam itu mengatakan semua hal itu. Dia mengatakan jika aku bukanlah Kagami Jiro. Dan suatu saat boss dari mereka-lah yang akan menghabisiku denga kedua tangannya sendiri. Dengan perlahan, dan dengan caranya yang begitu membuatku akan merasa begitu tersiksa." ucap Kagami Jiro menceritakan semua kepada Yukimura. "Aku tidak tau maksud pria itu, Paman!"


Yukimura terdiam beberapa saat dan berusaha untuk mencerna ucapan dari Kagami Jiro.


"Apakah mereka memiliki dendam kepada Jiro? Hingga mereka sampai mau melakukan hal itu kepada Jiro? Sebenarnya siapa dibalik semua penyerangan ini?" Yukimura mulai bangkit dan berdiri.


Pandangannya menatap lurus ke depan dan menerawang jauh memikirkan semua ini.


Jiro, siapa yang memiliki dendam yang begitu besar kepadamu? Apakah itu dendam ataukah sebuah rasa iri? Semua bukti yang mengarah pada Yosuke juga belum menemukan titik terang hingga saat ini. Sebaiknya aku mulai menyelidiki kembali keaslian surat yang berada di ruang kerja Yosuke itu. Apakah Yosuke benar-benar sudah menjalani sebuah oprasi untuk menghilangkan tato pada lehernya? Atau semua itu hanyalah untuk mengkambing hitamkan Yosuke saja?


Batin Yukimura yang masih menerawang jauh.


"Ya, Christal? Ada apa?" sahut Kagami Jiro dengan negitu hangat.


"Bisa carikan sebuah tiket VIP untuk melihat konser Li Zeyan lagi, Kak?" ucap Christal dengan wajah begitu memohon menatap kakak tersayangnya.


"Bukankah kakak ipar Yuna sudah memberikan 2 tiket VIP untukmu, Christal?" celutuk Kagami Jiro masih dengan senyum tipisnya menatap Christal.


"Ya sih, Kak. Tapi ada satu temanku yang tidak memdapatkan tiket VIP. Tolonglah adikmu ini, Kak Jiro! Temanku itu selalu saja baik padaku. Kali ini aku juga ingin berbuat baik kepadanya!" bujuk rayu Christal dan memperlihatkan mata kucingnya kepada Kagami Jiro.


"Itu tidak mungkin, Christal. Semua tiket biasanya akan segera habis terjual, bahkan dalam hitungan detik saja semua tiket itu biasanya seketika habis terjual begitu saja." ucap Kagami Jiro dengan jujur.


"Huft ... jadi gimana dong?!" dalam sekejap wajah mungil Christal terlihat begitu murung dan malah membuat jiwa seorang Li Zeyan tertawa kecil karena gemas.

__ADS_1


"Baiklah, kakak akan mencobanya nanti untuk mencarikan satu tiket lagi. Semoga masih ada." ucap Kagami Jiro menatap Christal dengan begitu hangat, bahkan Kagami Jiro juga mengusap lembut kepala Christal


"Wah! Serius, Kakak? Terima kasih, Kak Jiro! Kakak memang yang terbaik dan tak ada yang bisa menandingi!!" ucap Christal jingkrak-jingkrak lalu memeluk Kagami Jiro.


Yukimura hanya mengamati mereka berdua saja dan mulai memicingkan sepasang mata berpupil kecoklatan itu. Sementara kedua tangannya saling disilangkan di depan dadanya.


Hhm ... jangan-jangan bocah itu sudah mulai menyukai Christal? Mengapa dia bersikap seperti itu kepada Christal? Atau memang karena dia ramah? Lalu apa yang akan Jiro lakukan jika memang bocah Li Zeyan itu benar-benar menyukai Christal? Selama ini Jiro menyuruh Cristal untuk mencari pria kuat untuk pendampingnya, agar selalu bisa melindunginya. Hhm ... lucu juga melihat mereka berdua. Apalagi bocah Li Zeyan juga begitu baik, bahkan sangat baik!


Batin Yukimura yang masih terlihat mengamati Kagami Jiro dan Christal.


...⚜⚜⚜...


Di sebuah kamar di rumah besar Kagami, terlihat seorang pria dewasa sedang bertelanjang dada dan sedang mendapatkan perawatan khusus dari istri tercintanya. Yeap, siapa lagi mereka kalau bukan Kagami Jiro dan Yuna. Pasangan fenomenal yang begitu menggemparkan seluruh klan Dorangonshadou 3 tahun yang lalu.


Bagaimana tidak menggemparkan? Saat itu mereka bagaikan kucing dan anjing yang tak bisa akur dan rukun. Dan tiba-tiba saja mereka malah menikah setelah Kagami Jiro mengalami sebuah kecelakaan akibat penyerangan kecil dan sempat membuatnya dirawat di rumah sakit saat itu.


"Argghh ... pelan-pelan, Yuna! Itu perih sekali!" Kagami Jiro memejamkan sepasang matanya saat Yuna mulai mengganti perban dan memberikan salep dan obat merah pada luka pada perut Kagami Jiro karena luka tusuk beberapa hari yang lalu.


Yuna tertawa kecil melihat tingkah konyol dan lucu dari suaminya yang mendadak berubah menjadi sangat menggemaskan untuknya.


"Sayang, kau lucu sekali!" ucap Yuna saat tawanya mulai reda kembali. "Aku hanya memberikan obat merah dan salep saja!" imbuh Yuna yang mulai kembali melanjutkan Yuna mengolesi salep itu pada luka di perut Kagami Jiro.


"Tenang saja, aku akan melakukannya dengan pelan dan sangat berhati-hati." ucap Yuna lagi seakan sedang mengatakannya kepada seorang anak kecil yang sedang terluka saat ini.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2