
Sky Restaurant 634, sebuah restoran yang berada di Tembo Deck Floor 345. Pastinya para pengunjung akan mendatangi tempat ini bersama dengan orang terkasihnya ataupun dengan keluarga tercintanya.
Namun tidak untuk Yukimura yang datang bersama dengan Xia Feii. Keduanya datang bersama, bahkan tanpa memiliki ikatan apapun dan hanya sebatas teman.
Jika dipikir-pikir, keduanya memiliki jalan hidup yang hampir sama. Sebatang kara dan tanpa keluarga yang mendampingi. Bahkan mereka memiliki kisah hidup yang begitu pedih dan memilukan di dalam hubungan keluarga masing-masing.
Disinilah yang membuat keduanya merasa nyaman dan nyambung ketika berbincang bersama. Yukimura memang buta akan hal romantis, namun dia begitu paham akan sebuah ketulusan.
Begitu juga dengan Xia Feii, dia sudah terbiasa hidup bersama dengan ayahnya dan sering sendirian ketika ayahnya harus bekerja pagi hingga pagi lagi. Xia Feii juga sudah terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah untuk membantu ayahnya saat Xia Feii masih kecil. Hal itu salah satu yang membuatnya memiliki kedewasaan meski saat itu dia masih begitu muda.
Memang benar, sebuah kedewasaan bukanlah soal umur. Namun kedewasaan adalah merupakan sebuah fase untuk menyesuaikan diri dengan pola kehidupan baru yang lebih luas. Daan keadaan itulah yang menjadikan mereka seperti itu.
"Xia Feii, setelah makan malam ini selesai ... aku ingin menyampaikan sesuatu padamu." ucap Yukimura memecah keheningan karena dari tadi hanya terdengar suara garpu, sendok, maupun pisau yang saling beradu dengan pelan.
"Hhm. Iya." sahut Xia Feii yang kebetulan sudah menyelesaikan makan malamnya.
Dokter cantik itu mulai mengambil sebuah serbet makan yang sudah disiapkan untuk membersihkan sisa makanan pada mulutnya.
"Kau sudah selesai?" tanya Yukimura sedikit terkejut, karena itu artinya dia harus mengatakannya sekarang.
"Sudah, Tuan. Makanan disini sangat lezat. Aku jadi terlalu bersemangat. Ahaha ..." sahut Xia Feii dengan tawa kecil.
Yeap, Xia Feii begitu bersemangat menikmati makan malamnya. Tak seperti Yukimura yang mendadak menjadi kenyang saat melihat semua makanan itu, karena terlalu gugup.
"Oh iya. Memang sangat lezat." ucap Yukimura yang menyusul menyudahi makan malamnya dan mulai membersihkan sisa makanan pada mulutnya dengan sebuah serbet yang sudah disiapkan oleh waitress.
"Mengapa tidak dihabiskan? Bukannya tuan mengatakan jika makanannya lezat?" tanya Xia Feii tak mengerti karena makanan Yukimura masih cukup banyak.
__ADS_1
"Aku sudah kenyang, Xia Feii. Tidak baik jika makan secara berlebihan." kilahYukimura.
"Hhm. Benar sekali, Tuan." sahut Xia Feii. "Jadi apa yang mau tuan katakan padaku?" Xia Fei mulai menatap Yukimura dan bersiap untuk mendengarkannya.
"Hhm. Baiklah. Aku akan mengatakannya. Jadi ... begini ... apa kau tau mengapa Li Zeyan mengajakmu untuk pergi ke Jepang?"
"Karena Zen ingin mengenalkanku dengan temannya. Dan orang itu adalah tuan Yukimura. Namun kita kan sudah saling mengenal sebelumnya. Apa ini tidak sedikit lucu?" ucap Xia Feii sambil menahan tawa dan menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya.
"Benar. Sebenarnya bukan hanya itu." sahut Yukimura dengan pelan.
"Hhm? Lalu?" kali ini Xia Feii mulai lebih serius menatap dan mendengarkan Yukimura.
"Begini ..." Yukimura mengambil napas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Xia Feii, maukah kau menjadi teman tid ... "
Xia Feii sedikit membuka sepasang matanya dan mendengarkan Yukimura dengan seksama.
Huftt ... meskipun tidak sesuai dengan latihan selama ini. Namun aku sudah berhasil mengucapkan kalimat intinya. Aku hatap Xia Feii bukan gadis yang ribet. Setelah ini terserah dia mau menjawab apa. Aku pasrah saja.
Batin Yukimura yang terlihat begitu lega.
"Maafkan aku, Tuan Yukimura ..." ucap Xia Feii tiba-tiba.
Mendengar ucapan dari Xia Feii seketika membuat Yukimura seakan lupa untuk bernapas. Pria bertubuh besar dan berwajah sangar itu seketika terdiam dan membatu karena ucapan Xia Feii. Namun ...
Begitu ya ... tidak masalah. Di dunia ini memang tak akan ada gadis yang menyukaiku. Mereka pasti akan takut saat melihatku. Aku menghargai keputusan Xia Feii. Aku tau diri. Mungkin aku memang ditakdirkan untuk hidup seorang diri.
Batin Yukimura menunduk dan memijat keningnya. Sementara kotak kecil berisi cincin berlian itu masih digenggamnya dengan tangan yang lainnya.
__ADS_1
"Hhmpp ... tidak masalah, Xia Feii. Aku menghormati dan menghargai keputusanmu." ucap Yukimura melapangkan dadanya.
"Maaf. Tapi aku menerimamu, Yukimura-sama." potong Xia Feii tiba-tiba, dan ucapannya ini sukses membuat Yukimura begitu terkejut bukan main.
"Apa? Apa yang kau katakan, Xia Feii?" tanya Yukimura mendongak menatap Xia Feii karena tak yakin dengan apa yang baru saja dia dengar. "Jangan bercanda dan jangan berusaha untuk menghiburku, Xia Feii. Aku baik-baik saja. Sesuai dengan yang kau katakan, semua yang terjadi adalah yang terbaik untukku. Dan aku akan menerimanya dengan hati yang besar." imbuh Yukimura dengan senyum tipis yang menghiasi wajah sangarnya.
"Tidak, Tuan Yukimura. Aku serius dengan ucapanku." ucap Xia Feii tersenyum ramah menatap Yukimura. "Aku menerima lamaran tuan Yukimura!" imbuh Xia Feii tanpa rasa canggung, justru Yukimura-lah yang terlihat begitu gugup.
"Tap-tapi, Xia Feii ... mengapa kau menerimaku?" ucap Yukimura masih tak mengerti mengapa Xia Feii mau menerima dirinya (meskipun memang sedikit ada harapan untuk Yukimura untuk menjadikan Xia Feii sebagai istrinya).
"Apa tuan berharap agar aku menolak tuan Yukimura?" ucap Xia Feii membulatkan sepasang matanya menatap Yukimura. Namun sebenarnya Xia Feii hanya sedang menggodanya saja.
Mendengar pertanyaan dari Xia Feii semakin membuat Yukimura merasa tidak enak dan menjadi kikuk kembali.
"Tentu saja tidak, Xia Feii. Hanya saja ... aku masih sedikit bingung. Apa kau tak takut padaku?"
"Jika aku takut kepada tuan Yukimura, maka aku tak akan pernah mau bepergian dan tidak akan menerima ajakan dari tuan." jawab Xia Feii dengan jujur.
"Oh ... terima kasih, Xia Feii." ucap Yukimura dengan tulus.
"Hhm. Yukimura-sama, aku sudah pernah mengatakan sebelumnya, jika paras, jabatan, dan dunia bukanlah menjadi sebuah prioritas untukku. Yang terpenting untukku adalah hati. Aku hanya membutuhkan seorang pria yang tulus menyanyangi dan mencintaiku, selalu ada bersamaku di segala jalan yang aku lalui, dan tak akan pernah meninggalkan aku hanya karena ada wanita lain yang lebih baik dariku."
"Ten-tentu saja, Xia Feii!" sahut Yukimura dengan begitu bersemangat. "Di dalam hidupku, aku belum pernah mencintai seorang gadis. Dan aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Namun aku juga minta maaf, jika nanti caraku sedikit kolot dan membuatmu bosan. Karena aku bukanlah seorang pria yang romantis dalam ucapan maupun perbuatan."
"Romantis itu bukanlah dari ucapan, namun romantis itu bisa dibuktikan dengan sebuah perbuatan dan cara kita untuk menyayangi pasangan kita. Itu adalah romantis di dalam kamusku, Tuan."
Yukimura tersenyum tipis setelah mendengarkan ucapan dari Xia Feii. Dan hatinya kembali terlihat begitu berbahagia saat ini.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...