Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Bersama Yuna


__ADS_3

Yuna mulai menggiring Kagami Jiro ke sebuah tempat yang sedikit sepi dan jauh dari keramaian. Yeap, kini mereka berada di pojok ruangan yang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang disini.


Sepertinya Kagami Jiro sedikit kebingungan, mengapa Yuna mengajaknya pergi ke tempat itu. Apakah karena dia yang sudah menolak bejana emas itu? Atau karena apa? Ya sudah, mari kita simak lagi saja.


"Sayang, jangan menolak pemberian dari mereka seperti itu ... karena itu akan membuat mereka merasa seperti tak dihargai. Dan ... itu sama saja seperti kita sudah menginjak-injak harga diri mereka." ucap Yuna menjelaskan dengan begitu ramah dan lembut.


"Maaf, Yuna ... aku hanya merasa benda itu terlalu mahal saja. Dan aku tidak bermaksud untuk tidak menghargai niat baik mereka. Maafkan aku, Yuna. Aku benar-benar sudah melupakan semua etika, aturan dan tata cara di dalam rumah besar Kagami. Maafkan aku ..." ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu menyesal dan sedikit murung.


Yuna yang mendengar ucapan dari suaminya, kini tersenyum begitu hangat lalu meraih jemari Kagami Jiro, "Tidak apa-apa kok. Igor akan mengurus semuanya dengan baik, agar asisten presdir Lu tidak salah paham dengan semua ini."


"Hhm. Terima kasih, Yuna. Maaf jika aku selalu membuat masalah dan mempersulit kalian semua." ucap Kagami Jiro yang masih terlihat begitu murung.


"Apa yang kau katakan, Sayang? Selama ini kamulah yang selalu menjaga dan melindungi kita semua. Kamu sedikit melupakan sesuatu, itu karena ada yang menyerangmu dan menjadikanmu koma, bahkan amnesia. Kamu tidak pernah menyusahkan sama sekali! Justru aku sangat bahagia kamu bisa kembali lagi ..." ucap Yuna dengan begitu hangat.


"Oh ... iya ... aku juga merasa sangat beruntung bisa kembali lagi dan melihat kalian ..." ucap Kagami Jiro dengam senyum tipisnya.


"Hhm ... terima kasih sudah berjuang dan melawan maut itu dan kembali lagi ... aku sungguh merasa sangat bahagia kau kembali." Yuna mengusap hangat bagian wajah kiri Kagami Jiro.


"Hhm ..." Kagami Jiro membalas senyuman Yuna dan meraih jemari Yuna yang masih mengusap sisi kiri dari wajahnya.


"Hhm. Baiklah, mari kita menjamu para tamu lainnya." ajak Yuna lalu segera menggandeng lengan Kagami Jiro.


"Hhm ..."


Keduanya kini melenggang dan mulai kembali dan berbaur bersama para tamu lainnya. Pesta perayaan yang cukup mewah dan dihadiri oleh lebih dari ratusan orang penting ini terlihat begitu fantastis. Bahkan jika semua klan dari Doragonshadou menghadiri pesta ini, bisa ribuan orang yang akan berada disini saat ini. Fantastis dan sangat mengagumkan!


...⚜⚜⚜...


Di akhir perayaan, Yuna terlihat mulai memasuki kamarnya bersama Kagami Jiro. Wajah Yuna terlihat begitu berseri-seri malam ini, karena dia tak sabar menantikan hadiah dari suami tercintanya.

__ADS_1


"Sayang, sekarang mandilah dulu. Setelah mandi, aku akan berikan kejutan itu untukmu." ucapan maskulin itu terdengar begitu dekat dan membuat Yuna tersenyum merona.


Kedua jemari mereka masih saling bertaut satu sama lain. Seperti tak terpisahkan saja.


"Baiklah. Aku akan mandi dulu." senyum terindahnya kini dilemparkannya untuk suami tercintanya sebelum dia beranjak dan meninggalkannya.


Kagami Jiro masih menatap kepergian Yuna dan tersenyum hangat hingga punggung Yuna mulai menghilang dari hadapannya.


Kini Kagami Jiro mulai menanggalkan jaz super mewahnya dan berniat untuk mandi di kamar mandi sebelah. Setelah beberapa saat pria dewasa itu terlihat sudah kembali ke kamar dengan memakai handuk baju dan membawa sebuah red wine dan juga sebuah kotak kecil kemerahan.


"Ternyata wanita sangat lama saat mandi ya ..." gumam Kagami Jiro sambil menunggu Yuna di atas pembaringannya. Sementara kotak kemerahan dan red wine yang dia bawa tadi sudah diletakkannya di atas meja di samping ranjang.


Beberapa saat menunggu, akhirnya Yuna sudah datang dengan memakai handuk baju juga. Wajahnya masih terlihat begitu cantik dan segar meskipun tanpa polesan make up.


Yuna mulai berjalan mendekati ranjang, dan duduk di sebelah suami tercintanya. Bahkan kedatangannya mendapat sambutan hangat dari Kagami Jiro.


"Hhm ..." Yuna mengangguk dan hanya tersenyum menatap pria di sebelahnya itu.


"Aku bawakan red wine untukmu, Sayang ..." kini Kagami Jiro mengambil segelas red wine itu lalu memberikannya untuk Yuna.


"Terima kasih ..." ucap Yuna lalu meneguk minuman itu, sementara Kagami Jiro hanya tersenyum dan menatap lekat Yuna. "Kau mau?" ucap Yuna tiba-tiba.


"Tidak, terima kasih. Aku memberikannya untukmu, sebelum aku memberikan hadiah yang sudah kujanjikan padamu."


"Oh, baiklah." kini Yuna mulai menghabiskan minuman berwarna merah seperti darah segar itu.


Setelah beberapa saat akhirnya Yuna berhasil menghabiskan segelas red wine itu. Sementara Kagami Jiro mulai mengambil kotak kemerahan di atas meja.


"Ini untukmu, Sayang." Kagami Jiro memberikan sebuah kotak kecil kemerahan itu untuk Yuna.

__ADS_1


Dengan senyum mengembang, Yuna mulai membuka kotak itu. Senyumnya kini semakin merekah setelah melihat isi di dalam kotak itu. Sebuah kalung keluaran terbaru dari salah satu barang branded kesukaan Yuna, Tiffany & Co.


"Terima kasih, Sayang. Kamu memang begitu memahamiku!" ucap Yuna begitu kegirangan.


"Mau aku pakaikan?" Ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan semakin mendekati Yuna dan menjadikan Yuna sedikit terpaku olehnya.


"Hhm." Yuna mengangguk disertai senyuman manis. Kini dia mulai membelakangi Kagami Jiro dan menyibak rambutnya ke samping.


Kagami Jiro mulai memakaikan kalung itu dengan hati-hati hingga terpasang dengan sempurna. Melingkar manis pada leher indah Yuna. Setelah itu dia berbalik kembali menatap suaminya.


"Bagaimana?" tanya Yuna begitu bersemangat.


"Cantik ..." jawab Kagami Jiro dengan jujur. Kagami Jiro mulai menyibak rambut Yuna ke belakang telinganya, menjadikan Yuna sedikit merona kembali. Karena saat ini jarak antara keduanya sangatlah dekat.


"Malam ini ... kita akan tidur bersama. Kamu mau kan menemaniku malam ini, Sayang?" ucapan Kagami Jiro begitu lirih dan mengalun dengan tenang. Sepasang mata kecoklatannya juga terlihat begitu menyihir kali ini.


"Ah ... oh ... iya. Tentu saja aku akan dengan senang hati menemanimu, Sayang." Yuna menyauti dengan wajah yang begitu merona.


Mengapa rasanya begitu tegang? Padahal ini yang sangat aku harapkan. Rasanya jantungku sudah derdegup seperti drum saja. Seperti saat baru menikah saja ... begitu gugup sehingga lupa untuk bernafas ...


Batin Yuna yang masih menatap lekat manik-manik indah di hadapannya itu. Dan tiba-tiba saja mata indahnya sudah sedikit berair karena terharu.


"Terima kasih ..." ucapan lembut dari Kagami Jiro lagi-lagi membuat Yuna semakin gugup bukan main.


Kini Kagami Jiro semakin mendekati Yuna dan perlahan membaringkan Yuna di atas pembaringan bernuansa putih itu.


Disaat Kagami Jiro semakin mendekati Yuna, Yuna mulai memejamkan matanya.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2