
Sebuah taxi berwarna kuning lembut mulai berhenti di depan kawasan Danenchofu, sebuah lingkungan elit yang bisa menandingi sebuah pinggiran kota bergaya Eropa kelas atas dengan taman yang begitu indah dan jalan-jalan yang mewah tentu saja. Wow! Kediaman siapa kalian pasti tau bukan? Yeap, Danenchofu adalah kediaman keluarga besar Kagami.
Denenchofu merupakan tempat yang tepat tinggal di Tokyo yang memiliki tata kota persis dan begitu menyerupai London. Di lingkungan ini tidak hanya ada perumahan saja, namun juga merupakan lokasi bagi perusahaan-perusahaan besar di Jepang. Keren!!
Di kawasan Denenchofu, akan menemukan rumah-rumah orang-orang besar dan juga sangat berpengaruh untuk kota dan negara, seperti rumah beberapa pengusaha, olahragawan profesional, bintang film, dan orang-orang penting lainnya.
Terlihat seorang pemuda bertopi hitam dan mengenakan sebuah masker hitam dengan pakaian hangatnya berwarna pastel yang begitu lembut, mulai melenggang menyebrangi jalan dan mulai memasuki sebuah rumah yang begitu besar dan megah.
Sepanjang perjalanan pria yang tak lain adalah Zen itu selalu ternyum samar karena membayangkan akan segera bertemu dengan keluarga besarnya kembali. Senyuman menawan itu selalu menghiasi wajah tampannya. Walaupun wajah bagian bawahnya tertutup oleh masker, namun senyum itu sangat tergambar dengan jelas dari sepasang mata bak okavango blue diamond itu.
Sementara di belakangnya sudah ada 3 pria yang selalu mengekorinya dengan setia. Mereka adalah ketiga pengawal Idol besar Li Zeyan! Vann, Nokto, dan Yunxi.
Kini keempat pria yang begitu bersinar itu mulai memasuki gerbang utama rumah besar keluarga Kagami. Seorang pengawal yang bekerja untuk berjaga di gerbang utama mulai membukakan dan menyambut mereka dengan baik, karena sebenarnya Kagami Jiro sudah berpesan kepadanya jika akan kedatangan tamu besar hari ini.
"Selamat pagi, Tuan Li Zeyan!" sambutan hangat dari penjaga gerbang sambil membungkukkan badannya menyambut Zen dan ketiga pengawalnya.
"Hhm. Selamat pagi, Bryan!" sahut Zen dengan senyum mengembang penuh kerinduan. "Bryan! Ini untukmu!" imbuhnya lalu melemparkan sebuah kotak kecil berwarna hitam ke arah Bryan, si penjaga gerbang utama dan mulai menurunkan masker hitamnya.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan Li Zeyan. Tapi apa ini?" ucap Bryan tak mengerti karena tiba-tiba mendapatkan sebuah hadiah dari seorang idol besar.
"Itu hanyalah cincin kuno yang aku beli saat di China! Bukankah kau sangat menyukai mengoleksi beberapa cincin kuno? Di dalam kotak itu ada 2 buah cincin kuno. Berikan satunya untuk paman Kaze!" imbuh Zen dengan seulas senyum dan terlihat begitu ramah.
Sebenarnya ini cukup membuat Bryan begitu merasa bingung dan terkejut. Bagaimana bisa seorang idol besar seperti Li Zeyan mengetahui jika salah satu bawahan dari keluarga besar Kagami memiliki hobi mengoleksi sebuah cincin kuno. Terlebih Zen juga mengetahui ayah Bryan yang bernama Kaze juga memiliki hobi yang sama seperti Bryan.
Sungguh membuat sebuah tanda tanya yang cukup besar untuk Bryan saat ini. Namun dia tak mengeluarkan dan menanyakan semua kebingungannya saat ini, karena baginya untuk berbincang atau menyambut seorang Li Zeyan saja adalah sudah menjadi sebuah penghormatan untuknya.
"Terima kasih, Tuan Li Zeyan." hanya ucapan terima kasih-lah yang akhirnya Bryan lontarkan kepada Li Zeyan, karena sepertinya Zen juga terlihat begitu terburu-buru saat ini.
Yeap, Zen mulai melenggang kembali menyusuri sebuah jalan diantara tanaman di halaman rumah besar Kagami. Dengan bersemangat Zen segera memencet bel rumah itu beberapa kali hingga akhirnya seorang pria paruh baya mulai membukakan pintu untuknya.
"Hallo, Paman Wu! Apa kabar?" sapa Zen dengan senyum lebarnya dan memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.
"Kabarku baik, Tuan Zen. Silakan masuk! Tuan Kagami Jiro akan segera menemui tuan." sahut paman Wu dengan ramah, salah satu asisten rumah tangga keluarga besar Kagami yang bahkan sudah puluhan tahun bekerja untuk keluarga Kagami.
"Okay, Paman Wu! Oh ya. Aku bawa oleh-oleh untuk paman. Kata orang China ini sangat bagus untuk tetap menjaga kesehatan tubuh." ucap Zen sambil mempersilakan Vann untuk memberikan sebuah bingkisan untuk paman Wu.
__ADS_1
"Ini adalah Tian Wang Bu Xin Wan, ini adalah rekomendasi dari temanku Xia Fei yang begitu paham soal pengobatan herbal. Tian Wang Bu Xin Wan ini akan mengatasi dan mengobati insomnia paman Wu dengan baik. Selain ini obat ini banyak digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu menyehatkan fungsi ginjal, dan membantu menenangkan pikiran. Obat ini banyak digunakan juga untuk orang yang mengalami gangguan kesehatan seperti insomnia, jantung berdebar, pelupa dan gelisah." ucap Zen menjelaskan sedikit yang dia tau dari Xia Feii.
"Tian Wang Bu Xin Wan sudah digunakan sejak zaman Dinasti Ming. Obat ini terbuat dari berbagai macam bahan-bahan herbal yang aman dikonsumsi tanpa adanya efek samping. Paman Wu tidak udah khawatir saat mengkonsumsinya." imbuh Zen lagi dengan senyum lebarnya yang terlihat begitu bersemangat hari ini. "Baik, aku akan menunggu tuan Kagami Jiro di dalam."
Zen mulai melenggang kembali memasuki dan menyusuri rumah besar itu. Kini Zen mulai pergi ke ruangan bermain Kenzi dan Kenzou, dan ternyata kedua anak kembar itu sedang di dalam ruangan itu dan terihat sedang asyik bermain mobil dan juga kereta. Ada juga 2 orang baby sitter yang bertugas menjaga mereka berdua sedang berdiri tak jauh dari Kenzi dan Kenzou yang sedang bermain.
Dengan begitu bersemangat Zen mulai melenggang dan memasuki ruangan itu dengan langkah kakinya yang begitu lebar. Wajah tampannya terlihat semakin bersinar saat melihat kedua bocah kembar itu.
Rasa rindu setelah sekian lama tidak bertemu membuatnya begitu terharu dan bersemangat kembali setelah sekarang melihat kedua bocah kembar itu berada di hadapannya saat ini.
Oh, putraku! Ayah rindu sekali dengan kalian!
Batin Zen yang sudah semakin berjalan mendekati si kembar Kenzi dan Kenzou, hingga akhirnya Kenzi dan Kenzou mulai menyadari kehadiran seseorang dan segera menoleh ke arah Zen.
"Kakak ganteng!!" teriak Kenzi dan Kenzou bersamaan dan segera bangun lalu berlari ke arah Zen dengan tawa bahagia.
Zen segera duduk bersimpuh dan menyambut si kembar dengan merentangkan kedua tangannya lebar. Dengan cepat Kenzi dan Kenzou segera berlari ke pelukan Zen begitu saja.
__ADS_1
Seperti pertemuan seorang ayah dengan kedua putra kembarnya. Suasana yang tergambarkan terlihat begitu mengharukan, terlebih si kembar Kenzi dan Kenzou yang juga terlihat begitu lengket dan menyukai sosok Zen.
Tak henti-hentinya Zen mengusap kepala dan menciumi pipi Kenzi dan Kenzou yang masih begitu wangi dengan aroma seperti bayi.