
"Oh ya. Siapa dia, Senior?" kini Thunder mulai beralih menatap Christal dan terlihat begitu tertarik ketika melihat Christal. Bahkan Thunder cukup lama menatap Christal dengan senyuman manisnya.
"Hhm? Oh iya, kenalkan. Ini adalah Christal." ucap Zen mulai memperkenalkan Christal kepada Thunder. "Dan dia adalah Thunder." imbuh Zen memperkenalkan Thunder kepada Christal.
Christal dan Thunder mulai berjabat tangan. Dan sebernarnya cukup lama mereka berdua berjabat tangan, karena Thunder tak segera melepaskan jemari Christal dan malah terus menatap Christal dengan senyum manisnya.
"Ehem ..." Zen mulai berdehem dan membuat Thunder segera menoleh ke arah Zen. "Mau sampai kapan kalian berjabat tangan seperti itu?" imbuh Zen yang reflek membuat Christal segera menarik tangannya dan meringis.
"Haishh ... senior Li Zeyan ini tak bisa ya sedikit saja membiarkanku melihat gadis manis dan cantik!" celutuk Thunder sedikit mendengus karena kesal.
"Apa kau bilang, Thunder?!" ucap Zen terdengar sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Hehe, aku tidak bilang apa-apa kok." Thunder meringis lebar dan terlihat sangat bersinar. "Bukankah senior bilang tadi senior harua segera berlatih? Kalau begitu ayo segera ke ruang berlati! Aku akan ikut pergi melihat senior Li Zeyan berlatih!! Mumpung hari ini aku tidak memiliki jadwal!! Ayoo!!" dengan sangat bersemangat Thunder segera merangkul Zen dan mulai melenggang begitu saja.
Sementara Christal hanya tersenyum lebar ketika melihat Zen dan Thunder yang sudah melenggang menuju salah satu ruang latihan. Dan Christal juga mulai mengikuti kedua pemuda yang sangat menawan itu.
Miku!! Andai saja kamu berada disini saat ini!! Aku sedang melihat Li Zeyan dan juga Thunder saat ini!! Mereka berdua sungguh tampan dan sangat bersinar!! Bahkan sebentar lagi aku juga akan melihat dan bertemu denganTiffany secara langsung!! Oh my!! Ini semua sungguh seperti mimpi saja!! Mereka semua, para manusia cantik dan tampan yang seperti boneka itu benar-benar sangat menawan. Oh my!! Bagaimana jika aku tiba-tiba saja pingsan. Ini tidak lucu jika aku sampai pingsan!!
Batin Christal yang merasa begitu gemas sendiri saat berada di sekeliling para idol itu yang sudah seperti patung-patung manekin yang begitu sempurna dan mulus, seperti tak memiliki kekurangan sedikitpun dari segi visual.
Kini mereka bertiga mulai memasuki salah satu ruang latihan menari. Dan disana sudah ada seorang gadis dengan gayanya yang sedikit tomboy sedang berlatih menari dengan hitungan verbal dan tanpa musik.
Namun saat gadis tomboy itu mulai menyadari kehadiran Zen, Thunder dan Christal, gadis tomboy itu mulai menghentikan latihannya dan mulai menyambut Zen, Thunder dan Christal.
"Hallo, Senior Li Zeyan! Hallo, Senior Thunder!" sapa Tiffany dengan sedikit membungkukkkan badannya.
"Hallo, Tiffany!" balas Zen dan juga Thunder bersamaan.
Lagi-lagi Christal terlihat begitu takjub saat melihat Tiffany secara langsung. Ekspresi Christal terlihat begitu menggemaskan saat melihat Tiffany, dan hal itu sangat disadari oleh Zen dan juga Thunder.
__ADS_1
"Oh iya, Tiffany. Kenalkan ini Christal." kali ini Zen mulai memperkenalkan Christal kepada Tiffany.
"Hallo, Christal!!" sapa Tiffany dengan sangat ramah dan tersenyu manis menatap Christal.
"Uhm ... ha-hallo ..." balas Christal yang sedikit merasa kikuk.
"Baiklah. Sebaiknya senior Li Zeyan dan Tiffany segera berlatih saja sana!! Jangan khawatirkan Christal, aku akan menemaninya dan menjaganya. Ahaha ..." Thunder tertawa kecil dan mulai mendorong tubuh Zen menuju ke tengah tempat berlatih.
"Apa??!!" sungut Zen sedikit tidak terima.
"Tenang saja. Aku akan menemani Christal agar dia tidak merasa bosan. Lebih baik senior Li Zeyan berlatih dengan baik dulu." ucap Thunder lagi semakin mendorong tubuh Zen menjauh dari Christal.
Zen sedikit menoleh ke arah Christal sebelum Zen benar-benar meninggalkan Christal untuk berlatih bersama Tiffany. Sementara Christal hanya tersenyum manis menatap Zen dan melambaikan tangannya, seakan-akan mengatakan Fighting, Li Zeyan. And do your best!
Zen hanya tersenyum dan mulai mengangguk menatap Christal. Kini Zen dan Tiffany mulai berlatih bersama di tengah ruangan berlatih menari ini. Sementara Thunder mulai menghampiri Christal dan mulai mengajak Christal untuk duduk bersama di pinggir ruangan sambil menyaksikan Zen dan Tiffany yang sedang berlatih.
Christal yang sedari tadi menatap Zen dari kejauhan dengan senyum manisnya, kini tiba-tiba senyuman itu seperti membeku seketika ketika Christal mulai beralih menatap Thunder yang sedang duduk di sampingnya dengan bertopang dagu dan tersenyum manis.
"Uhm ... ha-halo, Thunder ..." balas Christal yang merasa begitu kikuk.
Ternyata Thunder juga begitu ramah ya? Padalah saat melihat dari media dia terlihat begitu dingin, namun rupanya aku salah mengira. Dia bahkan sangat ramah dan tidak sombong. Wah, Miku harus tau soal ini!!
Batin Christal yang malah teringat dengan sahabatnya, Miku.
"Apa kamu sudah lama mengenal senior Li Zeyan? Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya Thunder yang terlihat begitu penasaran.
"Uhm ... aku ... sebenarnya kakakku yang mengenal dekat Li Zeyan. Hingga akhirnya kita malah saling mengenal." jawab Christal dengan jujur.
"Oh, begitu ya. Soalnya senior Li Zeyan sangat jarang terlihat dekat dengan seorang gadis." ucap Thunder masih dengan ekspresi yang sama. "Oh iya ... apa kamu sudah memiliki kekasih, Christal? Dan berapa umurmu saat ini?"
__ADS_1
"Uhm ... umurku 18 tahun. Dan aku baru mau memasuki universitas." sahut Christal dengan jujur.
"Wah ... umur kita sama!!" sahut Thunder dengan sangat bersemangat.
"Hehe iya ... aku tau kok." jawab Christal yang memang mengetahui sedikit tentang Thunder.
"Benarkah itu? Kamu mengetahui tentangku, Christal? Ahh ... aku sangat terharu sekali!!" ucap Thunder dengan bersemangat dan meraih kedua jemari Christal.
Tentu saja hal ini membuat Christal membeku seketika dan tak bisa berkata-kata lagi.
"Sebenarnya 2 bulan lagi umurku sudah 19 tahun sih. Tapi anggap aja kita seumuran. Dan kita bisa berteman baik. Hehe ..." celutuk Thunder sangat ceria.
Wah. Ternyata Thunder adalah anak yang sangat ceria ya ... aku juga baru mengetahui sisi manisnya. Padahal selama ini terlihat begitu dingin. Hehe ...
Batin Christal mulai menyimpulkan sesuatu lagi.
"Oh iya. Bolehkah aku memiliki nomor ponselmu Christal?" tanya Thunder sambil menyodorkan sebuah ponsel mewah keluaran terbaru kepada Christal.
"Tap-tapi ..." sela Christal terlihat begitu ragu-ragu.
"Please, Christal! Aku janji aku tidak akan menyebarkannya. Hanya aku saja!!" pinta Thunder dengan memperlihatkan wajah memelasnya yang tampan dan sungguh menggemaskan.
Dan tentu saja hampir dari semua orang tak akan bisa menghadapi dan menolak permintaan Thunder jika Thunder sudah meluncurkan serangannya dengan wajah tampan nan imut itu
Hingga akhirnya dengan ragu-ragu Christal mulai menerima ponsel itu dan memasukkan beberapa angka yang merupakan angka dari nomor ponselnya. Setelah memasukkan nomor ponselnya di ponsel mewah milik Thunder, kini Christal mulai mengembalikan ponsel itu kepada Thunder.
Thunder terlihat begitu senang saat berhasil mendapatkan nomor ponsel dari Christal. Lalu mulai menyimpan nomor ponsel Christal.
"Terima kasih, Christal!!" ucap Thunder begitu bersemangat.
__ADS_1