Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Usai Konser


__ADS_3

Di sebuah rumah besar di kawasan Danenchofu yang begitu mewah dan bergaya bak perumahan Eropa, terlihat dua orang pria dewasa yang sedang duduk bersama di ruang keluarga.


Mereka berdua saling terdiam karena keduanya terlihat sedang fokus dan menikmati sebuah siaran langsung di Tv yang saat ini sedang menampilkan sebuah konser tur dari seorang idol besar dari China di Saitama super arena hall.


Kedua pria dewasa itu seakan begitu tersihir saat menyaksikan siaran itu.


"Wah-wah ... benarkah dia adalah Kagami Jiro? Seorang pemimpin dari Doragonshadou yang selama ini aku kenal?" ucap salah satu dari mereka yang tak lain adalah Yukimura.


"Luar biasa! Tuan Kagami Jiro benar-benar melakukannya dengan baik! Ini keren sekali!" sahut salah satu dari dewasa yang lainnya lagi, yang tak lain adalah Kagami Jiro.


"Yeap. Jiro melakukannya dengan begitu baik dan totalitas sekali! Bahkan dia sudah terlihat seperti dirimu saja, Bocah!" sahut Yukimura dengan tawa kecil, karena selain takjub, sebenarnya Yukimura juga begitu geli jika membayangkan seorang Kagami Jiro menyanyikan sebuah lagu yang begitu menyayat hati.


Tiba-tiba saja Yukimura tertawa lepas karena tak bisa lagi menahannya saat ini.


"Sungguh ini lucu sekali! Seorang Kagami Jiro melakukan hal seperti itu di atas panggung? Gyahahah ..." kini Yukimura semakin tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya karena sakit.


Kagami Jiro hanya sedikit meringis menyaksikan tingkah dari Yukimura dan tak berani mengatakan sepatah kata apapun.


"Wah ... wah ... wah ... apa yang sedang kalian berdua lakukan?" tiba-tiba saja seorang wanita cantik dengan pakaian formalnya, terlihat sudah berada di sisi samping Kagami Jiro. "Jangan katakan jika kalian sekarang juga mengidolakan Li Zeyan!" selidik Yuna mulai mencurigai Yukimura dan Kagami Jiro.


"Tentu saja tidak, Yuna! Mana mungkin aku mengidolakan bocah Li Zeyan! Gyahaha ..." lagi-lagi Yukimura mulai tertawa terbahak-bahak.


"Jangan-jangan suamimu yang malah mengidolakannya, Yuna?" celutuk Yukimura sambil melirik Kagami Jiro sambil menahan tawanya kembali.


"Tidak mungkin suamiku mengidolakan bocah aneh dan mesum itu!" celutuk Yuna lalu mulai menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan mulai bergabung bersama mereka.


Kagami Jiro seketika dibuatnya membeku setelah mendengar ucapan dari Yuna.


"Yuna ... Li Zeyan tidak seburuk yang kau bayangkan, Yuna. Dia begitu baik dan sopan." ucap Kagami Jiro berusaha untuk membela dirinya sendiri.


"Sopan? Sopan dari mana, Sayang" Yuna tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya dan menatap Kagami Jiro yang saat ini sedang duduk di selahnya.

__ADS_1


"Yah ... anak itu adalah anak yang baik ... dan sangat sopan ..." sepasang mata kecoklatan itu sedikit bergetar menatap Yuna.


"Hhm? Jangan tertipu olehnya, Sayang! Dia itu licik, mesum, aneh dan sangat berbahaya! Kalau bisa jangan lagi dekat-dekat dan berhubungan dengannya! Kau ingat kan, jika dia pernah menggodaku? Dia hanya berpura-pura saja jika di depan kamera menjadi sosok figur yang sempurna! Cihhh ... pembodohan masa!" celutuk Yuna yang terlihat begitu kesal lalu menyandsrkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.


Kagami Jiro begitu terkejut setelah mendengarkan cercaan-cercaan dari Yuna untuk jiwanya. Kini wajahnya terlihat begitu murung dan sedih karena Yuna yang begitu membencinya.


"Yuna. Mungkin memang benar Li Zeyan seperti itu, tapi dia memang baik sesuai yang dikatakan oleh media. Dia baik di depan maupun di belakang kamera. Mungkin suatu saat kau juga akan mengakui kebaikannya." ucap Yukimura pada akhirnya juga ikut membela Zen.


"Haishh ... apa yang terjadi dengan kalian berdua? Mengapa begitu membela anak itu?!" celutuk Yuna semakin kesal. "Ya sudah, aku mau mandi saja!" imbuhnya lalu mulai melenggang meninggalkan mereka berdua.


"Paman, jadi kapan paman akan melamar Xia Fei?" tanya Kagami Jiro ingin tau.


"Lusa!!"


"Aku doakan semoga semua berjalan dengan lancar dan Xia Feii juga menerima paman." ucap Kagami Jiro dengan tulus.


"Terima kasih, Bocah!" sahut Yukimura dengan seulas senyum.


"Hhm. Sama-sama, Paman." sahut Kagami juga tersenyum menatap Yukimura."


...⚜⚜⚜...


Kak Kai yang sedang mengemudikan mobilnya sedikit meliriknya dan tersenyum manis.


"Baiklah. Konser tur sudah selesai dilangsungkan dengan lancar. Kita masih punya waktu 3 hari di Jepang. Katakan saja kalian mau jalan-jalan kemana besok?" ucap kak Kai yang masih mengemudikan mobil putih itu.


"Aku hanya ingin beristirahat di hotel. Kalian bertiga saja yang jalan-jalan." celutuk Zen sambil meraih ponsenya dan mulai berseluncur di media sosial.


"Ah ... dasar, Zen! Kau yang mengajakku ke Jepang, namun kau malah mau bersantai di hotel saja dan menyuruh kita berjalan-jalan sendiri!" Xia Feii mendengus kesal menatap sisi belakang Zen yang saat ini duduk di depannya.


"Aku mengajakmu karena ada temanku yang mau berkenalan denganmu, Xia Feii. Dan dia sedang mencari seorang istri." sahut Zen apa adanya.

__ADS_1


"Apa? Istri?" Xia Feii membulatkan matanya dengan sempurna menatap sisi belakang Zen. Karena dia hanya mengira, jika Zen hanya akan mengenalkannya saja dengan temannya dan tidak akan ada lamaran dalam waktu dekat ini.


"Tentu saja, Xia Feii. Jika kalian cocok, maka lebih baik menikah saja! Percayalah padaku, meskipun dia terlihat menyeramkan, tapi dia pria yang sangat baik dan setia. Bahkan dia belum pernah memiliki seorang kekasih dan dia juga belum pernah melakukan hal apapun dengan seorang gadis! Dia masih perjaka!"


Ucapan Zen kini tak hanya membuat Xia Feii diam tak berkutik karena malu, namun kak kak Kai dan Amee juga dibuat sedikit terkejut mendengar ucapan Zen yang terlalu ceplas-ceplos dan sangat detail hingga mengatakan pria itu masih perjaka!


Kini suasana di dalam mobil beberapa saat menjadi hening seketika. Hanya ada suara deru mobil dan terdengar lantunan sebuah lagu yang sedang dimainkan oleh kak Kai.


Lamborghini putih itu terus melaju membelah jalanan kota Yokohama dengan kecepatan lajunya yang begitu pelan dan diikuti oleh semua BMW hitam metalik yang melaju di belakangnya.


Salju tipis dan berkilau itu menyelimuti Yokohama. Meskipun masih awal musim dingin, namun udara sudah terasa begitu dingin, hingga membuat mereka berempat juga menggenakan pakaian hangat saat ini.


...⚜⚜⚜...


BBRRUUKK ...


Zen yang baru saja menyelesaikan ritual mandi dan sudah mengenakan sebuah sweater berwarna caramel kini menghempaskan tubuhnya di atas pembaringan berukuran medium itu.


Dengan posisi tengkurap dia mulai membuka ponselnya kembali dan melihat foto candid seorang wanita dewasa yang begitu cantik yang sedang mengenakan sebuah pakaian formal.


"Ahh ... istriku. Aku sudah sangat lelah menjalani hidup sebagai seorang Li Zeyan selama 4 bulan ini. Dan aku sangat merindukanmu. Sangat sangat sangat merindukanmu." gumamnya pelan dengan wajah yang begitu murung.


Setelah itu Zen mulai menulis sebuah pesan untuk Yukimura.


Kirimkan lebih banyak lagi foto Yuna! Kagami Jiro.


Setelah mengirim pesan itu untuk Yukimura, kini Zen mulai berselancar di media sosial untuk melihat dan mencari tau beberapa postingan terbaru dari Yuna.


Ada sebuah foto Yuna bersama Kagami Jiro dengan memakai pakaian resmi. Mereka berdua tersenyum lebar dan terlihat begitu serasi.


Ada sebuah senyum yang begitu hangat menyembul menghiasi wajah tampan itu, "Aku ingin sekali berada di dekatmu lagi. Aku begitu merindukan semuanya tentangmu, Yuna ..."

__ADS_1


Dalam kerinduan yang begitu besar, Kagami Jiro terlelap begitu saja saat memandangi foto bersama itu.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2