Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Kedua Sahabat Dengan Raga Yang Berbeda


__ADS_3

Perlahan Kagami Jiro mulai sedikit memiringkan wajahnya dan semakin mendekati wajah ayu Yuna. Dan Yuna juga mulai memejamkan sepasang matanya dan sudah bersiap untuk menyambut sesuatu dari suaminya. Hingga perlahan Kagami Jiro mulai mengecup bibir Yuna dengan begitu lembut.


Namun tiba-tiba saja pintu kamar rawat itu terbuka begitu saja tanpa ketukan ataupun sebuah kata permisi.


"Hentikkan semua ini!!" tandas suara seorang pria yang terdengar begitu menggelegar seisi ruangan. Suaranya begitu tegas, berat, menggelegar dan mencekam.


Kagami Jiro dan Yuna mulai menghentikan semua itu, lalu mereka berdua mulai menoleh ke arah sang pemilik suara. Terlihat seorang pria dewasa yang memiliki bekas luka pada wajahnya sudah berdiri dengan tegap di dekat pintu dan menatap tajam Kagami Jiro.


Kakinya mulai dilangkahkan dengan begitu cepat dan tegas, raut wajahnya begitu menakutkan dan sudah menjadi merah padam. Bak seekor serigala yang sudah bersiap untuk menerkam mangsanya. Menyeramkan!


"Kagami Jiro!" tandasnya dengan suara besarnya. "Beraninya kau melakukan semua ini!" geram pria dewasa itu yang tak lain adalah Yukimura, yang tentunya Yukimura masih belum mengetahui dan menyadari jika ternyata Kagami Jiro dan Zen sudah bertukar tubuh kembali.


Dan tentunya semua yang disaksikannya itu sudah begitu membuat Yukimura sangat marah dan emosi tingkat tinggi karena berpikir jika Zen sudah bertindak di luar batasannya kepada Yuna.


Sungguh bocah kurang ajar dan tak tau diri! Berani-beraninya bocah itu melakukan hal sekotor seperti ini?! Aku akan membuatmu menyesali semua perbuatanmu, Bocah! Beraninya dia berusaha mencari kesempatan di dalam kesempitan seperti ini!


Geram Yukimura di dalam hati.


"Kau sudah melampaui batasanmu, Bocah! Jaga sikap dan tingkah lakumu! Jangan berbuat sembarangan!" ucap Yukimura menandaskan kembali dan sudah bersiap untuk melayangkan sebuah tinju ke arah Kagami Jiro.


Namun serangan itu bukanlah apa-apa untuk seorang Kagami Jiro. Dengan begitu cepat dan gesit, Kagami Jiro sudah berhasil untuk menangkap dan menahan serangan dari Yukimura. Beberapa saat Yukimura masih menatap tajam Kagami Jiro. Sementara Kagami Jiro hanya berwajah datar saja saat menatap Yukimura.

__ADS_1


Yuna juga terlihat begitu bingung ketika melihat sikap Yukimura yang mendadak menjadi begitu aneh kembali. Apanya yang salah? Melampaui batas bagaimana? Bahkkan itu hanya sebuah ciuman saja? Sangat biasa dan wajar untuk pasangan suami istri! Mungkin seperti itulah yang Yuna pikirkan saat ini. Namun Yuna lebih memilih untuk diam dan membiarkan Kagami Jiro untuk mengatasi Yukimura kali ini.


"Yukimura-sama! " Kagami Jiro yang masih menahan kepalan tangan dari Yukimura tersenyum misterius dan sedikit meremas kepalan tangan itu.


Dan mungkin dari situlah Yukimura mulai menyadari sesuatu, jika jiwa di dalam raga Kagami Jiro saat ini sudah bukan Li Zeyan lagi, melainkan jiwa itu adalah jiwa seorang Kagami Jiro.


"Apa kabar, Sahabatku? Sudah lama aku tak bertemu denganmu? Dan sudah lama kita tak melakukan latihan bersama." sebuah senyuman masih menghiasi wajah Kagami Jiro. Dan sesekali dia mengangkat kedua alisnya menatap lekat Yukimura.


Sepasang mata Yukimura sedikit membelakak menatap Kagami Jiro. Antara percaya dan tidak percaya, dan dia masih begitu ragu untuk mempercayai semua ini.


"Ji-Jiro ... kau kah ini?" ucap Yukimura dengan suara yang begitu bergetar.


Seakan masih tak percaya, kedua tangan Yukimura mulai meraba wajah Kagami Jiro dan tubuh Kagami Jiro yang lain, "Jiro ... ini adalah kamu? Kamu sudah kembali?" sepasang mata Yukimura semakin membelalak mengamati wajah sahabatnya itu.


Sebuah kehidupan untuk menjadi seorang idol nomor 1, dan tentunya sangat tidak akan mudah untuk dilakukan oleh seorang pemimpin yakuza nomor 1! Sebuah tantangan yang begitu berat.


Namun Kagami Jiro mampu untuk melewati itu semua dengan baik. Bahkan Kagami Jiro sudah cukup sukses untuk melakukan sebuah konser tur yang cukup besar di Saitama Super Arena.


"Jiro ... apakah ini benar-benar kamu?" ucap Yukimura kembali masih terasa bagaikan sebuah mimpi untuknya.


"Hhm. Ini aku, Yukimura." Kagami Jiro mengangguk dan tersenyum hangat menatap Yukimura. "Apa kau mau mencoba super punch-ku agar kau mempercayainya?" Kagami Jiro berkata dengan nada jenaka.

__ADS_1


"Aahhh ... akhirnya kau kembali, Jiro!! Aku turut berbahagia atas semua kejadian ini." Yukimura begitu terharu dan langsung memeluk Kagami Jiro begitu saja.


Yuna mengernyitkan keningnya dan merasa kebingungan karena melihat tingkah mereka yang begitu aneh. Apalagi setelah mendengar ucapan dari mereka berdua yang sungguh membuatnya merasa aneh!


"Percakapan macam apa ini? Memang selama ini siapa yang menempati raga suamiku?" celutuk Yuna yang akhirnya melontarkan pertanyaan yang menurutnya cukup konyol itu.


Namun mau tak mau Yuna harus menanyakan hal itu karena tingkah dan perbuatan dari kedua pria dewasa itu sungguh sangat tak wajar dan sangat aneh!


Seketika Kagami Jiro dan Yukimura dibuat seolah membeku setelah mendengar pertanyaan dari Yuna. Mereka yang masih berpelukan tiba-tiba saja terdiam beberapa saat dan bingung untuk memberikan jawaban untuk pertanyaan dari Yuna.


Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai melepas pelukan itu dan tersenyum menatap Yuna.


"Sayang, maksud Yukimura adalah dia begitu merindukanku dan Yukimura juga sangat senang ketika menyadari aku masih baik-baik saja setelah kembali dari markas Death eyes di kota Fujinomiya. Begitu maksud Yukimura, Istriku." ucap Kagami Jiro berusaha untuk mencari alasan dan berharap Yuna akan mempercayai ucapannya.


"Oh ... begitu ya." sahut Yuna yang sepertinya percaya begitu saja tanpa mencurigai mereka berdua.


Setelah beberapa saat mulai terdengar ritme teratur kembali yang berasal dari arah pintu. Setelah beberapa saat, pintu ruangan rawat VIP ini mulai terbuka. Terlihat seorang gadis dengan pakaian terusan berwarna putih yang memiliki panjang sedikit di atas lutut dan memakai sebuah bandana ala perawat mulai melenggang memasuki ruangan.


Perawat itu datang membawakan beberapa makan siang dengan sebuah nampan stainles dan membawa beberapa obat untuk pasien.


"Selamat siang, Tuan, Nyonya. Saya membawakan makan siang untuk tuan Kagami Jiro dan juga beberapa obat. Tolong dimakan dan diminum ya. Semoga lekas sembuh." ucap perawat itu dengan ramah lalu meletakkan nampan yang berisi dengan beberapa makanan di atas nakas.

__ADS_1


"Hhm. Terima kasih, Suster." sahut Yuna dengan tulus lalu mengambil sebuah mangkok yang masih berisi dengan bubur yang masih begitu hangat.


"Sama-sama, Nyonya. Kalau begitu saya permisi." ucap perawat itu dengan ramah lalu segera melenggang dan meninggalkan ruangan rawat ini.


__ADS_2