Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
A Painful Truth


__ADS_3

Seorang pemuda dengan penampilan yang begitu cool dan mempesona terlihat sedang melenggang bersama seorang gadis cantik dan begitu anggun. Pemuda itu memasang wajah yang begitu serius, sementara gadis itu itu terlihat begitu menghkawatirkan sesuatu.


Keduanya melenggang bersama dan memasuki sebuah kantor polisi. Setelah menunggu beberapa saat di ruangan kunjungan, kini terlihat seorang nara pidana yang masih cukup muda dan dikawal oleh seorang polisi mulai memasuki ruangan itu.


Gadis yang tak lain adalah Amee itu terlihat sedang membungkam mulutnya dengan jemarinya dan seperti sedang menahan tangis, sementara di sebelahnya sudah ada Zen yang menatap nanar nara pidana itu. Antara rasa sedih dan kecewa bercampur di hati Amee dan juga Zen saat ini.


Sementara nara pidana muda yang tak lain adalah kak Kai menatap Zen dan Amee dengan tatapan penuh duka dan terlihat tak kuasa untuk bertemu dengan mereka berdua.


Namun, mau tak mau kak Kai harus menemui mereka berdua. Kini kak Kai mulai duduk di hadapan mereka.


Beberapa saat suasana menjadi begitu hening, mereka bertiga hanya terdiam dan tak berkata-kata untuk beberapa saat. Zen, masih menatap dengan tatapan yang sama, begitu juga dengan Amee.


Kak Kai mulai tersenyum tipis, "Bagaimana kabar kalian?"


"Kabarku sangat tidak baik!" jawab Zen dengan begitu tegas.


Kak Kai mengambil napas panjang lalu melepaskan perlahan.


"Zen, Amee ... kakak minta maaf ... kakak sudah berbuat sangat jahat selama ini terhadap kalian berdua. Kini kakak akan menebus semuanya disini. Kalian hiduplah dengan baik dan tidak perlu mengingatku lagi ..." ucap kak Kai yang terdengar begitu memilukan, apalagi untuk Amee yang sekarang benar-benar sudah mulai membuka hatinya untuk kak Kai.


Disaat Amee sudah mempercayai kak Kai, dan berusaha untuk menerima kak Kai dengan sepenuh hati, namun kini sebuah kenyataan yang begitu menyesakkan tiba-tiba saja terjadi.


Zen, salah satu orang yang sangat disayangi oleh Amee, disakiti dan dijatuhkan oleh orang yang sangat kita percaya. Bahkan semua itu dilakukan oleh kak Kai, manager sekaligus kakak dari Zen sendiri. Dan itu sungguh membuat Amee begitu terpukul.


"Tidak usah berpura-pura lagi, Kak Kai!" tandas Zen sangat tegas. "Aku sudah mengetahui semua ini! Dan aku memaafkanmu! Tapi mengapa kau yang sedang sakit dan dirawat malah memaksakan diri dan malah menyerahkan diri kepada polisi? Bagaimana jika kesehatanmu memburuk?! Bagaimana kakak bisa menjagaku, jika kesehatan sendiri saja seringkali diabaikan. Lihatlah betapa pucatnya kakak!"

__ADS_1


"Zen ... apa maksudmu? Kakak memang harus menerima hukuman ini. Dan lagi ... kaka memang tidak pantas menjadi kakakmu. Seorang kakak tidak akan mencelakai adiknya sendiri ..." ucap kak Kai begitu lirih dan seperti tidak mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri.


"Tapi seorang kakak akan melindungi adiknya sendiri! Dan itulah yang kamu lakukan padaku hingga kamu dirawat dirumah sakit!!" tandas Zen begitu tegas.


Kak Kai tersenyum tipis mendengarkan ucapan Zen, "Itu tak sebanding untuk menebus semua dosaku padamu, Zen. Sudahlah. Mulai sekarang kalian hiduplah dengan baik dan lupakan kakak saja. Kakak akan menebus kesalahan kakak di penjara, setelah itu kakak akan meninggalkan Beijing."


"Sudah cukup!" tandas Zen begitu kesal. "Sudah aku bilang aku sudah memaafkan kakak! Sekarang ayo kita kembali bersama!"


Amee dan kak Kai begitu tercengang mendengar ucapan Zen, kini mereka berbua menatap Zen begitu bingung.


"Pulanglah bersama kami dan mari kita buka lembaran baru, Kak Kai ... kakakku." ucap Zen yang membuat Amee dan kak Kai begitu terharu.


Aku yakin bocah ini juga akan melakukan hal yang sama. Dia pasti akan memaafkan kakaknya dan akan mengajaknya kembali bersama. Zen sangat baik dan berhati besar. Semoga saat kita bertukar tubuh kembali nanti, kalian bisa hidup bersama dengan baik. Tanpa ada lagi dendam maupun kebencian.


Batin Zen dengan senyum tipisnya.


Batin Amee yang masih menatap Zen dari sisi samping.


"Tuan Kai, anda sudah bebas. Anda bisa meninggalkan penjara dan kembali pulang bersama mereka." tiba-tiba seorang petugas kepolisian datang dan menghampiri mereka.


Hal itu sungguh membuat kak Kai begitu terkejut dan sedikit terperanjat.


"Tapi bagaimana bisa?" sahut kak Kai begitu bingung.


"Tentu saja karena aku tak mau memperpanjang masalah ini. Dan aku sudah mengatakannya tadi, aku sudah memaafkan kakak." sahut Zen dengan wajah datarnya. "Ayo pulang bersama. Besok kita harua mengadakan jumpa pers dan mengadakan klarifikasi mengenai hal ini."

__ADS_1


"Zen ... tapi kalau kamu seperti ini, itu akan semskin membuat kakak terlihat begitu buruk dan tak pantas untuk selalu bersamamu. Bagaimana kakak bisa menebus semua kesalahan kakak jika bukan dengan cara seperti ini?"


"Kalau kakak ingin menebusnya, maka selalu bersamalah denganku selamanya. Jadilah kakak sekaligus manager untukku. Dan mari kita memulai lembaran yang baru! Apa kakak bisa?" Zen menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan duduk bersandar di kursi dengan gaya santainya.


Beberapa saat kak Kai sempat terdiam dan terlihat sedang berpikir keras lalu mulai menjawabnya, "Baiklah, Zen. Kakak akan melakukan semua itu dengan baik. Kakak akan menjadi kakak sekaligus managermu dengan sepenuh hati mulai saat ini. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini untuk kakak. Kakak berjanji tidak akan mengecewakanmu." ucap kak Kai dengan seulas senyum, namun tiba-tiba saja tubuh kak Kai terlihat begitu tidak bertenaga hingga akhirnya tubuhnya ambruk begitu saja.


"Kak!!" ucap Amee yang kini terlihat begitu panik dan segera berdiri lalu mendekati kak Kai yang sudah ambruk di atas lantai.


Zen juga segera beranjak dari tempat duduknya dan mulai menghampiri kak Kai. Dengan cepat Zen segera meraih ponselnya dan mulai menghubungi Vann. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya panggilan itu segera diangkat oleh Vann.


"Hallo, Tuan Zen." sapa Vann dari seberang.


"Vann, tolong segera siapkan mobil!" perintah Zen dengan tegas.


"Baik, Tuan Akan segera kusiapkan." jawab Vann dengan patuh.


"Hhm. Aku akan segera keluar!"


Zen segera mengakhiri panggilan itu dan segera menghampiri Amee dan kak Kai lagi.


"Amee, kita akan membawa kak Kai ke rumah sakit lagi."


"Baik, Zen."


Zen segera mengankat dan membopong tubuh kak Kai seorang diri. Dan ini sungguh membuat semua orang yang sedang berada di tempat ini begitu keheranan. Mengapa idol Li Zeyan bisa mengangkat tubuh seseorang yang sedang pingsan seorang diri? Rasanya itu sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan! Betapa kuatnya dia!

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2