
"Ma-maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Namun ... aku ... tidak bermaksud seperti itu ... aku hanya ..." ucap sutradara A Meng sedikit terbata dan sudah berkeringat dingin.
"Tidak masalah. Terima kasih juga karena sudah menjaga kedua putraku dengan baik. Kalian lanjutkan saja syuting ini. Aku harus segera menemui istriku." ucap Kagami Jiro mulai menggendong Kenzi dan Kenzou sekaligus.
Sutradara A Meng merasa begitu lega saat mendengar ucapan dari Kagami Jiro, namun tiba-tba salah satu dari putranya seperti masih tidak terima dengan kemurahan hati dari Kagami Jiro saat ini.
"Papa! Mereka tidak menjaga kita dengan baik! Kita bermain sendiri kok! Malah mereka berniat untuk menyingkirkan kita!! Benar begitu kan, Kak Kenzie?" ucap Kenzou mulai mengajak Kenzie untuk bersekongkol dengannya.
"Benar sekali, Papa. Mereka mengatakan jika kita berisik dan mengganggu!" sahut Kenzi yang tentu saja akan lebih membela Kenzou.
Hiks ... dasar bocah-bocah lucu ini ternyata sangat pendendam ya. Kali ini habislah riwayatku. Aku akan mati di tangan seorang petinggi utama dari Doragonshadou. Ahh ... maafkan istriku dan anak-anakku. Mungkin aku tidak akan pulang malam ini ke rumah. Hiks ...
Batin sutradara A Meng yang sudah terlihat begitu pasrah akan mendapatkan hukuman dari Kagami Jiro karena sudah menyinggung hati kedua buah hatinya.
"Baiklah, Sayang. Kalian kembalilah bersama paman Igor dulu. Mama kalian sudah menunggu kalian dan menangis karena sangat kehilangan kalian. Ayah akan memberikan hukuman untuk kakek ini terlebih dahulu." kali ini Kagami Jiro mulai mengalihkan Kenzi dan Kenzou kepada Igor agar segera kembali bersama Yuna.
Setelah Igor berlalu bersama kedua buah hatinya, kini Kagami Jiro mulai berbalik dan menatap tajam sutradara A Meng.
Kali ini aku akan benar-benar berakhir. Huft ... tidak disangka akhir dari hidupku akan menjadi begitu tragis seperti ini.
Batin sutradara A Meng yang sudah terlihat semakin pasrah dan hanya menuntuk menatap sepatu bot ski berwarna putih milik Kagami Jiro. Dan rasanya sutradara A Meng sudah tidak memiliki keberanian sama sekali untuk menatap wajah Kagami Jiro.
__ADS_1
Tangan kanan Kagami Jiro mulai diangkatnya ke udara dengan tinggi, lalu tangan kanan yang cukup besar dan kuat itu mulai dihempaskan ke udara dan semakin mendekati tubuh sutradara A Meng. Sutradara A Meng mulai memejamkan matanya dengan samgat kuat karena begitu ketakutan.
Suasana menjadi begitu tegang saat ini. Zen, maupun semua kru juga terlihat begitu tegang dan tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi untuk menahan dan menghentikkan seorang Kagami Jiro. Sepertinya di dunia tak akan ada yang bisa menghentikannya.
Tangan besar itu semakin mendekati tubuh pria paruh baya itu hingga akhirnya mulai mendarat pada bahu sutradara A Meng.
GREEPP ...
Setelah beberapa saat akhirnya sutradara A Meng mulai memberanikan dirinya untuk mulai membuka sepasang matanya dan mulai mendongak menatap Kagami Jiro.
Kini sutradara A Meng mulai menatap wajah sangar itu yang sudah dihiasi dengan sebuah senyuman tipis. Sementara tangan kanan dari Kagami Jiro rupanya hanya menepuk dan mengusap pelan bahu kiri sutradara A Meng.
"Biar bagaimanapun aku mengucapkan terima kasih kepadamu karena sudah menjaga kedua putraku dan membiarkan mereka untuk tetap berada disini selama beberapa saat." ucap Kagami Jiro dengan tulus.
"Dan aku juga akan membayar kerugian waktu dan keterlambatan waktu syuting kalian yang sudah disebabkan oleh kedua putraku. Aku akan segera mentrasfernya uang itu." ucap Kagami Jiro lagi yang lagi-lagi membuat semua orang melongo.
Tidak disangka seorang Kagami Jiro yang terkenal kejam dan bengis ternyata sangat bermurah hati dan sangat bertanggung jawab seperti ini.
"Ti-tidak perlu membayar apapun, Tuan Kagami Jiro. Aku tidak merasa dirugikan kok." jawab sutradara A Meng dengan cepat meskipun masih begitu terbata.
"Jangan sungkan. Aku sangat tau jika setiap detik waktu kalian adalah sangat berharga." kini Kagami Jiro mulai mengeluarkan sebuah benda pipih dari saku pakaiannya.
__ADS_1
Sebuah aplikasi yang berada di dalam ponsel itu kini mulai Kagami Jiro buka dan mulai memasukkan beberapa angka pasword. Setelah itu Kagami Jiro terlihat mulai melakulan sesuatu lalu mulai menyimpan ponselnya kembali pada pakaiannya.
"Aku sudah mentransfer sejumlah uang. Jangan lupa untuk mengajak seluruh kru untuk makan bersama setelah syuting. Aku harus segera kembali bersama dengan keluargaku. Sampai jumpa." ucap Kagami Jiro dengan suaranya yang besar, namun terdengar begitu ramah.
"Terima kasih banyak, Tuan Kagami Jiro!" ucap sutradara A Meng sambil sedikit membungkukkan badannya menghadap Kagami Jiro.
"Hhm. Sama-sama.Sampai jumpa juga, Calon adik iparku!" kini Kagami Jiro mulai beralih menatap Zen.
"Oh ... iya, Kakak." sahut Zen dengan seulas senyum.
Kini Kagami Jiro mulai berbalik dan mulai melenggang dengan langkah lebarnya yang begitu tegas untuk segera meninggalkan lokasi khusus ini yang mereka gunakan sebagai lokasi untuk syuting.
Sebenarnya mendengar Kagami Jiro memanggil Zen dengan panggilan calon adik ipar dan Zen yang memanggil Kagami Jiro dengan panggilan kakak, sempat membuat semua orang yang sedang berada di dalam lokasi syuting ini sangat terkejut luar biasa.
Karena selama ini belum ada salah satu dari mereka yang mengetahui hubungan Zen dengan Christal. Selama ini semua masih tersimpan dengan apik dan tertutup dengan rapat.
"Zen, apa maksud dari semua ini? Mengapa tuan Kagami Jiro memanggilmu dengan panggilan calon adik ipar? Dan kamu juga memanggil tuan Kagami Jiro dengan panggilan kakak?" setelah Kagami Jiro meninggalkan tempat ini sepenuhnya, kini sutradara A Meng mulai bertanya langsung kepada Zen karena sangat penasaran.
Zen tidak segera menjawab pertanyaan dari sutradara A Meng, namun Zen malah tersenyum lebar dan malah semakin membuat sutradara A Meng semakin penasaran.
"Sutradara A Meng, kita sudah cukup membuang banyak waktu hari ini. Mari kita lanjutkan syuting kita hari ini dengan baik ..." ucap Zen dengan bijak lalu mulai berbalik dan bersiap untuk melakukan scene berikutnya.
__ADS_1
"Cih ... sejak kapan anak itu menjadi begitu dewasa? Dan sejak kapan anak itu menjadi begitu dekat dengan tuan Kagami Jiro? Seorang petinggi utama dari Doragonshadou? Selama ini aku tak pernah mengetahui dan melihat jika mereka berdua sangat dekat. Dan sejak kapan Zen dekat dengam adik dari tuan Kagami Jiro? Anak ini sungguh sangat gesit dalam bergerak akhir-akhir ini." gumam sutradara A Meng yang masih memiliki bertubi pertanyaan yang memenuhi kepalanya saat ini.
...⚜⚜⚜...