Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Amarah Yuna


__ADS_3

Yukimura, tuan besar Kagami Gumi bahkan Kagami Yosuke pulang ke rumah dalam keaadaan yang sudah mabuk. Hanya Kagami Jiro yang masih bisa menjaga kesadarannya, karena dia hanya meminum seteguk ataupun dua teguk red wine-nya.


Para pengawal membantu mereka untuk memasuki ke kamar mereka masing-masing. Dan Kagami Jiro juga mulai terlihat memasuki kamarnya.


Perlahan Kagami Jiro mulai membuka pintu kamarnya setelah menempelkan sebuah card keemasan dan memasukkan beberapa angka sandi.


Dia mulai memasuki kamar yang cukup luas dan bernuansa putih itu. Dan dia melihat seorang wanita cantik dengan pakaian tidur model dress berwarna sweet lilac sudah berdiri di dekat jendela balkon dan menatap ke luar jendela.


"Aku pulang ..." ucap Kagami Jiro sambil melepas jaz super mewahnya dan menggantungnya di tempat penggantungan. Lalu dia juga melepas sepatu dan kaos kakinya.


Yuna masih terdiam saja dan menatap keluar jendela. Kedua tangannya saling disilangkan di di bawah dadanya. Ini sungguh tidak seperti biasanya, dan tentu saja membuat Kagami Jiro sedikit merasa aneh. Karena biasanya Yuna akan selalu menyambut Kagami Jiro dan selalu tersenyum manis serta bermanja ria di hadapan dirinya.


Ada apa ini? Apa aku sudah membuat kesalahan? Mengapa kak Yuna terlihat begitu marah padaku?


Batin Kagami Jiro yang kini masih melepas dasinya dan tak berani untuk membuka pembicaraan kembali. Karena aura Yuna saat ini benar-benar terlihat begitu menakutkan. Rasanya sangat kikuk sekali Kagami Jiro saat ini. Bagaimana mengatasi seorang wanita dewasa yang sedang memiliki mood yang sedang tidak baik? Tentu saja jiwa seorang Zen juga sedikit kebingungan.


"Mengapa pulang terlambat? Aku kan sudah bilang agar pulang cepat ..." ucap Yuna membuka pembicaraan.


"Papa dan Yosuke tiba-tiba mengajak kita ke club malam. Dan ... aku tidak bisa menolaknya ... maaf." ucap Kagami Jiro begitu pelan dan lembut.


"Dan kau juga tidak bisa menolak wanita itu?!" ucap Yuna tiba-tiba dan tentu saja membuat Kagami Jiro terkejut bukan main.


"Wanita yang mana?" tanya Kagami Jiro mengkerutkan keningnya.


Kini Yuna berbalik dan menatap Kagami Jiro dengan ekspresi wajah yang tak bisa digambarkan. Di wajah cantik itu ada raut sedih, kecewa namun juga ada kemarahan. Semua itu terlihat pada wajah cantik itu dan sangat sulit untuk Kagami Jiro menangani situasi saat ini. Karena dia memang belum pernah memiliki ikatan dengan seorang gadis.


"Mengapa kau membiarkan Jessy menempel begitu saja padamu?!" semprot Yuna kembali dan mulai melenggang beberapa langkah mendekati Kagami Jiro.


"Jessy?" lagi-lagi Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan berusaha mengingat-ingat sesuatu.

__ADS_1


Apakah yang kak Yuna maksud adalah wanita dengan rambut blonde yang ada di bar itu?


Batin Kagami Jiro menerka-nerka.


"Apa kau masih menyukai dia? Apa kau segitu tak tahan menghadapi godaan dan rayuannya? Apa aku saja masih kurang?!" ucap Yuna dengan nada yang terdengar begitu sedih dan marah, dan mata indahnya kini sudah memerah menatap suaminya.


"Bukan seperti itu ... aku hanya bertemu secara tidak sengaja dengannya. Lalu dia memaksaku untuk menari bersamanya ..." ucap Kagami Jiro berusaha untuk membela diri.


"Dan kau mau begitu saja? Kau tidak kuasa menolak ajakannya?" Yuna memelankan intonasinya dan berjalan semakin mendekati Kagami Jiro. Sepasang matanya kini sudah sedikit berair dan menatap lekat Kagami Jiro.


"Yuna ... bukan seperti itu ... percayalah padaku ..."


"Bagaimana aku bisa percaya jika aku melihat semua ini?" kini Yuna menyodorkan sebuah amplop kecoklatan kepada Kagami Jiro.


Kagami Jiro menerima amplop kecoklatan itu, lalu mulai membukanya. Kemudian dia mulai mengeluarkan isi dari amplop itu. Ada beberapa foto yang sangat membuatnya terkejut.


Yeap, foto saat Kagami Jiro dan wanita bernama Jessy di lantai dansa bahkan saat di luar ruangan. Foto itu diambil dari angle yang sangat jahat, sehingga akan memberikan kesan jika keduanya memang sedang saling bermesraan.


"Aku juga merasakan jika akhir-akhir ini kau sangat berubah ... kau bahkan tidak mau lagi menyentuhku. Ternyata inilah alasannya ..." Yuna mengusap air matanya yang kini telah membasahi pipinya yang begitu putih dan halus. Yuna juga berusaha untuk tersenyum kembali walaupun mungkin saat ini hatinya sangat sakit mengetahui kenyataan ini.


Eh? Tentu saja bukan begitu ... aku tidak menyentuhmu karena kau adalah istri dari tuan Kagami Jiro, yang saat ini dia sedang bersemayam di dalam ragaku. Bagaimana mungkin aku menyentuh istri kesayangannya? Dia bisa saja membunuhku jika aku menyentuh istri kesayangannya. Sekarang apa yang harus aku katakan pada kak Yuna? Bagaimana ini ya?


Batin Kagami Jiro menyentuh dagunya sendiri dan menggigit bibir bawahnya. Sementara keningnya juga masih berkerut menatap Yuna kebingungan.


"Ternyata kau lebih memilih Jessy dibanding aku, istrimu sendiri ... hiks ..." ucap Yuna kembali terisak.


"Tidak ... ini tidak seperti yang kau bayangkan, Yuna. Percayalah padaku ... aku sangat mencintaimu. Dan tentu saja kau adalah satu-satunya untukku. Aku tidak akan mungkin mengkhianatimu ..." ucap Kagami Jiro berusaha untuk meyakinkan Yuna.


Yeap, Yukimura sudah sedikit menceritakan kisah masa lalu antara Kagami Jiro dan Yuna. Perjuangan seorang casanova Kagami Jiro dalam memperjuangkan cintanya. Benar-benar penuh perjuangan! Karena seorang sosok legendaris Kagami Jiro yang biasanya digandrungi dan dikejar-kejar oleh para wanita malah ditolak mentah-mentah oleh Yuna.

__ADS_1


Yuna masih menangis sesegukan di hadapan Kagami Jiro, membuat jiwa seorang Li Zeyan bergejolak dan segera meraih dan memeluk Yuna dengan hangat.


"Jangan menangis lagi ... semua yang kau bayangkan tentangku adalah tidak benar. Aku hanya mencintaimu ... dan seorang pria sejati akan selalu memegang ucapannya ..."ucap Kagami Jiro dengan lembut dan mengusap kepala Yuna.


Yeap. Tuan Kagami Jiro akan selalu mencintai istrinya. Dan dia tidak akan mungkin mengkhianati istrinya ...


Batin Kagami Jiro dengan seulas senyum dan kembali mengusap kepala Yuna dengan lembut.


"Lalu ... mengapa kau selalu menghindariku? Bahkan kau tidak pernah berinisiatif lagi untuk mengajakku melakukannya?" ucap Yuna tiba-tiba lalu sedikit mendorong tubuh besar suaminya dan mendongak menatap pria di hadapannya itu.


"Eh ... it-itu karena ..." jawab Kagami Jiro mulai gelisah kembali dan mengusap tengkuknya karena kebingungan.


"Karena aku sudah tidak cantik lagi? Apakah karena aku semakin gendud? Apa karena kau bosan padaku?" ucap Yuna sedikit cemberut.


"Tentu saja bukan!" jawab Kagami Jiro dengan cepat.


"Lalu?" Yuna masih mendongak dan menunggu dengan sabar jawaban dari suaminya.


"Eh ... itu karena ... karena ..."


...⚜⚜⚜...


Bersambung ...


...Sambil menunggu Never Say Good Bye up mampir yuk ke novel Casanova In Love yang nggak kalah seru dan menarik....


...Novel ini menceritakan tentang masa muda seorang Kagami Jiro, pemimpin dari Doragonshadou yang begitu legendaris. Yakuza nomor satu di dunia yang terkenal dengan kekejaman dan kebengisannya....


...Jangan lupa mampir ya ......

__ADS_1


...Salam sayang dan hangat dari author Anezaki ......



__ADS_2