
Sore itu Zen mulai mendatangi kediaman keluarga besar Kagami di Danenchofu. Terlihat Vann dan kak Kai yang mulai membantu Zen untuk turun dari mobil dan berpindah ke kursi roda.
Setelah itu kak Kai mulai mendorong kursi roda itu bersama Amee di sebelahnya. Sementara para pengawal lebih memilih untuk menunggu sambil berjalan-jalan di sekitar. Xia Feii sedang bertemu dengan keluarga barunya karena permintaan dari suami ibunya.
Terlihat seorang gadis manis dengan penampilan casual sudah menunggu di dekat pintu utama rumah besar bergaya Eropa modern itu. Senyum manisnya menghiasi wajah mungilnya dan terlihat begitu menggemaskan.
"Hallo, Kak Kai. Hallo, kak Amee. Dan hallo, Zen!" sapa gadis itu yang tak lain adalah Christal.
"Haloo, Christal!" balas kak Kai dan Amee bersamaan.
"Ayo masuklah! Hari ini hanya ada aku dan si kembar. Mereka semua sedang pergi bekerja dan ke rumah sakit." celutuk Christal lalu sedikit membuka pintu lebih lebar.
"Ke rumah sakit? Apa luka tuan Kagami Jiro masih belum pulih sepenuhnya?" tanya kak Kai yang masih mendorong kursi roda Zen dan sekarang mereka sudah mulai memasuki rumah besar itu.
"Kak Jiro sudah pulih kok. Tapi kakak ipar Yuna baru saja melewati masa kritisnya." jelas Christal lalu mempersilakan mereka untuk duduk. "Silakan kak ..."
"Kak Yuna kritis?" ucap Zen sangat terkejut, karena Zen sama sekali tak mendengar berita soal kecelakaan yang telah menimpa Igor dan Yuna malam itu.
"Hhm. Dua malam yang lalu mobil yang dikendarai paman Igor dan kakak ipar Yuna mengalami kecelakaan. Sampai saat ini mereka masih di rawat di rumah sakit. Aku di rumah karena aku menemani si kembar." jelas Christal seadanya.
"Lalu bagaimana keadaan mereka saat ini, Christal?" tanya Zen yang terlihat begitu khawatir.
"Paman Igor mengalami cedera pada lehernya dan saat ini masih memakai gips pada lehernya. Sedangkan kakak Ipar Yuna mengalami benturan yang cukup keras pada bagian kepalanya. Namun keadaan keduanya sudah semakin membaik kok. Dan semoga saja mereka segera diijinkan pulang. Kasihan si kembar sangat merindukan ibunya." ucap Christal menjelaskan.
Setelah beberapa saat seorang asisten rumah tangga mulai mengantarkan matcha hangat untuk mereka. Dan tiba-tiba saja si kembar Kenzi dan Kenzou terlihat berlarian ke ruangan itu.
__ADS_1
Kedua anak kembar itu memakai setelan yang sama persis. Hanya saja warna kaos yang sedang mereka pakai berbeda warna. Kenzi memakai kaos berwarna merah, sementara Kenzou memakai kaos berwarna biru.
Bahkan tak ada yang membedakan kedua anak kembar itu secara fisik, semuanya sama dan identik. Hanya orang-orang terdekatlah yang mungkin bisa membedakan mereka berdua.
Kini mereka berdua mulai berlarian mendekati Zen yang sedang berada di kursi roda. Mungkin agak merasa sedikit berbeda, karena kali ini Zen adalah Zen yang sebenarnya. Jiwa dan raganya kali ini adalalah benar-benar Zen.
Namun hal itu tak merubah sedikitpun kedekatan antara si kembar Kenzi dan Kenzou dengan raga seorang Li Zeyan. Si kembar tetap menyukai Zen dan masih terlihat begitu dekat.
"Hallo, jagoan! Apa kabar?" sapa Zen sambil memberikan sebuah bingkisan yang berisi coklat dan kue untuk mereka. "Ini untuk kalian!" ucap Zen dengan senyum lebar menatap kedua anak kembar itu.
"Terima kasih, Kakak ganteng." sahut mereka berdua bersamaan lalu kedua anak kembar itu mulai naik di atas pangkuan Zen.
Christal yang menyaksikan semua ini tentu saja akan merasa sangat khawatir, terlebih kondisi kaki Zen saat ini belum pulih sepenuhnya.
"Kenzi, Kenzou ... jangan seperti itu sayang ..." kini Christal mulai mendatangi kedua anak kembar itu yang sudah duduk dengan manis di pangkuan Zen sambil memakan coklatnya.
"Wah ... apa ini? Kalian lebih suka bersama dengan kakak itu daripada bersama denganku?" celutuk Christal menggoda kedua anak kembar itu.
Semua orang yang menyaksikan semua itu tertawa kecil.
"Sudah, Christal. Biarkan saja. Aku juga kangen kok sama mereka." ucap Zen sambil mengelus kepala kedua anak itu.
"Tapi kakimu masih sakit loh. Bagaimana kalau nanti semakin bertambah parah?" ucap Christal yang kini sudah duduk bersimpuh di hadapan Zen dan masih berusaha untuk membujuk si kembar untuk kembali untuk ikut bersamanya.
"Tidak kok. Kakiku sudah lebih baik sekarang. Mungkin dalam beberapa hari ini aku tak akan menggunakan kursi roda ini lagi." ucap Zen dengan seulas senyum.
__ADS_1
"Hhm. Baiklah kalau begitu ..." sahut Christal yang masih terlihat sesekali menggoda si kembar.
Kak Kai dan Amee yang sedang duduk di sisi samping mereka, tertawa kecil dan terlihat begitu gemas melihat si kembar. Tiba-tiba saja Kenzi mulai turun dari pangkuan Zen dan mulai berlari ke arah Amee.
Tak lama kemuadian Kenzou juga mulai memerosotkan dirinya dari pangkuan Zen, lalu mulai menyusul dan mengejar Kenzi. Akhirnya Amee mulai menggendong Kenzi dan mendudukkannya pada pangkuannya.
Sementara kak Kai mulai menggendong Kenzou dan mendudukkannya pada pangkuannya. Kedua anak kembar itu kini bermain dan bercanda ria bersama kak Kai dan Amee.
"Lucu sekali ..." gumam Amee begitu gemas melihat kedua bocah itu.
"Padahal kalian baru saja bertemu, tapi sepertinya Kenzi begitu menyukaimu, Amee." ucap kak Kai.
"Hhm. Iya, Kak ..." sahut Amee yang masih begitu gemas saat melihat keduanya.
"Li Kai! Buatlah yang seperti itu bersama Amee! Mudah sekali kok ..." tiba-tiba terdengar suara seorang pria dewasa yang cukup besar.
Rasanya seperti dejavu. Aku pernah mendengar perkataan seperti itu. Namun bedanya saat itu Zen yang mengatakannya padaku. Namun gaya bicaranya sangat sama persis, bahkan ... seperti satu orang saja. Namun kali ini yang mengatakannya adalah tuan Kagami Jiro. Bagaimana ini bisa terjadi?
Batin kak Kai yang mulai menyadari jika ucapan itu berasal dari Kagami Jiro yang baru saja datang bersama Yuna dan Yukimura. Yuna masih di duduk di atas kursi roda dan beberapa perban masih terlilit dengan rapi pada kepalanya.
Kak Kai meringis dan mengusap tengkuknya mendengar ucapan dari Kagami Jiro. Sementara wajah Amee terlihat sedikit merona karena ucapan itu.
"Apa yang kamu bicarkaan, Sayang? Jangan menggoda mereka ... mereka pasti akan merasa sangat canggung." Yuna menyauti dengan pelan dan tersenyum samar.
Kenzi dan Kenzou yang menyadari kedatangan kedua orang tuanya, kini segera memerosotkan diri dari pangkuan kak Kai dan Amee lalu berlari ke arah Yuna dan Kagami Jiro.
__ADS_1
"Ayah ... ibu ..." ucap kedua bocah kembar itu yang terlihat begitu merindukan Yuna.
Yuna sedikit menunduk dan mulai merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk menyambut kedua putranya.