Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
My Girl, My Velvet Sun


__ADS_3

"Oh iya! Aku sudah membawakan gitar untukmu! Ayo sekarang mainkan lagu baru itu!" pinta Christal mulai bersemangat kembali dan mengukurkan gitar yang sudah dia ambil untuk Zen.


Setelah terdiam dan hanya menatap Christal selama beberapa saat, akhirnya Zen mulai menerima gitar berwarna kecoklatan itu.


Zen mulai berbalik dan duduk kembali di atas ayunan itu, Christal juga mulai mengikuti Zen dan duduk di sampingnya.


"Darimana kamu mendapatkan gitar ini, Christal?" tanya Zen mulai mengecek dan menyetem gitar itu, apakan gitar itu sudah bisa digunakan untuk memainkan sebuah musik atau belum.


"Ada tim orkestra yang membawanya. Dan aku meminjamnya." jawab Christal seadanya.


Menyetem gitar adalah proses dimana seseorang mengenali bunyi nada-nada dasar pada senar-senar gitar. Dan kini Zen mulai melakukannya dari urutan nomor senar yang paling bawah.


Sedangkan Christal masih terlihat begitu antusias dan sudah tidak sabar untuk segera mendengarkan nyanyian langsung dari Zen. Terlebih Zen mengatakan jika lagu ini Zen ciptakan untuk Christal.


Senyuman itu masih melekat manis menghiasi wajah mungilnya. Salah satu tangannya menahan dagu tirusnya, sementara sepasang manik-manik bening itu terus menatap wajah Zen tak sabaran namun sesekali Christal mengamati pergerakan tangan Zen saat memetik senar demi senar dari gitar itu.


"Lagu ini berjudul, My Girl, My Velvet Sun." ucap dengan senyum tipisnya dan masih fokus untuk mulai memainkan lagu itu.


Mendengar judul lagunya saja sudah membuat Christal merasa begitu bahagia tak terkira. Lalu bagaimana setelah mendengar lirik-lirik dari lagu itu? Tidak bisa membayangkan betapa senangnya Christal saat ini.


Mendapat sebuah lagu spesial dari seorang kekasih yang selama ini sangat dia Kagumi!! Pastinya akan merasa bahagia luar biasa!!


Zen mulai mengambil beberapa kunci dan memetik senar-senar itu hingga menghasilkan sebuah melodi yang begitu lembut nan manis. Melodi-molodi itu terdengar begitu menenangkan hati dan hangat. Seperti matahari yang bersinar dengan begitu hangat di musim dingin. Seperti dengan judul lagu itu sendiri.


"When you catch me staring, i can't help it. I just can't believe you are mine. When you see me smilling, i can't hide it, want to take you out all the time. I just want to show you off, show you off, show you off, show you off."

__ADS_1


Zen mulai melantunkan lagu barunya dengan suaranya begitu merdu dan terdengar lembut, karena lagunya memang sangat manis dan lembut.


"How did someone like me, get someone like you? Damn it feels like i won a lottery. Don't know if i'am awake or if i'am dreaming."


Zen masih menyanyikannya dengan begitu menyentuh dan sesekali pemuda tampan bermata biru ini menatap Christal yang sedang sangat berbunga-bunga saat ini.


"Sometimes i got to pinch my self to see. Damn, all the dude will be staring. Baby twisting and next. No matter what you're wearing. Girl, you still look the best. With or without make up, it's don't matter to me. You are the most beautiful girl in my heart."


Zen masih terus melantunkan lagu itu dengan suara emasnya yang sangat memukau. Lirik demi lirik dari lagu itu sukses membuat Christal tersipu malu hingga wajahnya mulai merona.


"You're like a rainbow painting my days. You're like the sun keeping me warm. You are like a light in my darkness. You're beautiful like your name, Christal. So sparkly and so beautiful."


Permainan manis dari gitar mulai diakhiri Zen untuk menutup lagu itu. Dan lirik terakhir benar-benar semakin membuat Christal begitu tersipu malu karena pada lirik terakhir ada nama Christal.


Christal menunduk dan menyeka air matanya sendiri, karena tanpa sadar Christal sudah menangis karena begitu terharu.


Aduh, kenapa Christal malah menangis? Apa dia sangat tidak menyukai lagu yang sudah aku ciptakan untuknya? Bagaimana jika tuan Kagami Jiro melihatnya dan berfikiran yang buruk dan mengira aku sudah menyakiti Christal?


Zen merasa sangat kebingungan dan mulai mengusap tengkuknya sendiri.


"Christal ... maaf ... tapi aku mohon jangan menangis lagi." ucap Zen mulai kebingungan karena Christal benar-benar sudah menangis.


Zen terlihat sedikit ragu untuk meraih bahu Christal untuk memeluknya. Namun akhirnya Zen berhasil melakukannya setelah mengalahkan keraguan di dalam hatinya itu, hingga akhirnya Zen mulai meraih Christal dan membenamkan pada pelukannya.


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis seperti ini. Maaf jika lagu ciptaanku sangat buruk hingga kamu tidak menyukainya. Maafkan aku ..." ucap Zen mengusap lembut kepala Christal dan merasa begitu menyesal dan merasa bersalah.

__ADS_1


Aroma sampo Christal menggelitiki indra penciuman Zen, membuatnya tak sadar membuat Zen mulai menciumnya dengan pelan. Harum dan segar ...


"Bukan ... bukan seperti itu, Li Zeyan." ucap Christal mulai menyeka air matanya kembali dan melepaskan pelukan Zen.


"Aku sungguh minta maaf, Christal. Jika kamu tidak menyukainya maka akan membatalkan untuk launching album itu." ucap Zen terlihat begitu murung.


Namun Christal segera menggeleng dengan tegas, "Aku sangat menyukainya, Li Zeyan. Lagu ini sangat manis dan juga lembut. Aku sangat menyukainya! Jangan membatalkannya!!" ucap Christal begitu bersemangat dan berusaha untuk meyakinkan Zen, bahkan Christal mulai meraih jemari Zen dan berharap Zen tidak akan serius dengan ucapannya untuk membatalkan untuk launching album barunya.


"Apa kamu serius Christal? Apa kamu menyukai lagu baruku?" ucap Zen lagi karena masih belum yakin.


Christal mengangguk dengan tegas dan menatap Zen lurus-lurus, "Ya!! Aku sangat menyukainya. Lagu itu begitu manis dan lembut. Semua orang pasti akan jatuh cinta dengan lagu barumu!"


Mendengar jawaban dari Christal, Zen tersenyum manis hingga memperlihatkan deretan giginya yang selalu putih dan rapi. Sebenarnya Zen merasa bahagia karena Christal menyukai lagu itu. Apalagi disaat Christal memujinya, hal ini semakin membuat Zen merasa bahagia.


"Syukurlah jika kamu menyukainya. Aku sempat khawatir kamu tidak akan menyukainya."


"Mana mungkin aku tidak menyukainya, Li Zeyan?! Jangan bercanda ... aku sangat sangat sangat menyukainya!!" ucap Christal sangat bersemangat dan tersenyum lebar dengan sepasang manik-maniknya yang bergetar menatap Zen.


"Hhm ... terima kasih." ucap Zen lalu mulai mengangkat gitar itu dan memeluknya dalam posisi gitar itu berdiri.


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, Li Zeyan. Aku merasa sangat terharu saat kamu menciptakan sebuah lagu untukku. Aku terharu hingga aku menangis." ucap Christal dengan sepasang manik-manik yang masih berkaca-kaca karena terharu. "Terima kasih ..."


"Uhm ... Christal aku mohon jangan menangis lagi ya ..." pinta Zen memohon.


"Lagunya benar-benar sangat indah. Dan sangat menyentuh hati ... terima kasih ... aku tidak pernah mengira akan mendapatkan sebuah lagu seindah ini darimu." ucap Chistal penuh haru.

__ADS_1


__ADS_2