Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kondisi Yang Membaik


__ADS_3

"Yuna sayang ... maafkan aku ... seharusnya aku tak membiarkanmu pergi ... seharusnya aku selalu menemanimu ..." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu parau. "Aku mohon cepatlah bangun kembali ... buka kembali matamu ... aku tak sanggup melihatmu seperti ini, Sayang ..." ucap Kagami Jiro begitu parau dan masih menggenggam jemari Yuna lalu mengecupnya dengan lembut.


Sesak, sesak, dan sesak! Itulah yang sedang dialami dan dirasakan oleh pria dewasa yang selama ini terlihat selalu kuat namun kini dia terlihat begitu rapuh.


Semalaman Kagami Jiro berada di dalam ruangan IGD, dan akhirnya dia tertidur begitu saja dengan posisi duduk dan tangan kanan memeluk tubuh Yuna yang masih belum tak sadarkan diri.


Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai terbangun ketika seorang perawat datang untuk memeriksa keadaan Yuna yang ternyata belum ada perubahan.


Bahkan janji bertemu dan rapat dengan beberapa klien, semua diwakilkan kepada Yosuke dan Wilson under boss dari Doragonshadou. Karena Kagami Jiro benar-benar ingin menunggu dan menjaga Yuna saat ini.


Penjagaan untuk semua anggota keluarganya semakin diperketat saat ini, terutama untuk papanya, Christal dan juga Yosuke. Karena berakhirnya Kin Izumi di dalam jeruji sel, sepertinya belum cukup puas untuk membuatnya mundur untuk mencelakai aggota keluarga Kagami dan Doragonshadou.


"Jiro, sopir dari mobil kontainer itu berhasil melarikan diri. Namun saat anggota Doragonshadou menemukan tempat persembunyiannya, dia malah melakukan tembakan bunuh diri. Dan mereka dicurigai salah satu anggota Death eyes yang belum tertangkap." ucap Yukimura yang menyusul Kagami Jiro ke ruangan VIP.


Karena dari tadi malam, Kagami Jiro belum keluar dari ruangan itu sama sekali. Dan sebenarnya Yukimura juga sangat mengkhawatirkan Kagami Jiro.


"Hhm. Baguslah jika dia sudah mati. Maka tak perlu lagi untuk kita berupaya untuk melenyapkannya." jawab Kagami Jiro pelan sekali dan tak bertenaga.


"Jiro, pergi ke kantin dan makanlah dulu. Kamu dari kemarin bahkan belum memakan apa-apa. Jangan sampai kau juga sakit. Pergilah dulu! Aku akan menjaga Yuna saat kamu pergi. Jangan khawatir." bujuk Yukimura agar Kagami Jiro mau untuk memakan sesuatu.


"Namun saat ini aku tidak lapar, Yukimura. Tenang saja, jangan khawatirkan aku. Aku akan makan saat aku lapar." sahut Kagami Jiro yang kini mulai mengelus pelan kepala Yuna yang masih belum sadarkan diri.


"Jangan makan saat kamu sedang lapar saja! Tapi pola makanmu juga harus kamu jaga, Jiro! Jika Yuna sampai tau kau mogok makan hanya karena sedang mengkhawatirkan Yuna, maka itu akan membuat Yuna begitu bersedih." tandas Yukimura lagi.


"Hhm. Sebentar lagi aku pasti akan makan."

__ADS_1


"Ya sudah, aku keluar sebentar ya."


"Hhm ..." sahut Kagami Jiro pelan.


Yukimura mulai keluar dari riangan ICU dan akhirnya berinisiatif untuk pergi ke kantin rumah sakit untuk membelikakan beberapa makanan untuk Kagami Jiro.


Setelah beberapa saat akhirnya Yukimura sudah kembali lagi dengan membawa beberapa bingkisan yang berbau gurih dan manis.


Bingkisan-bingkisan itu diletakkannya di atas kursi tunggu di luar ruangan ICU. Dan disana juga sudah ada beberapa pengawal Kagami, bahkan sudah dari malam mereka berjaga di luar.


Yukimura kembali memasuki ruangan ICU dan berniat untuk memanggil Kagami Jiro lagi untuk makan siang.


"Jiro, aku sudah membelikan takoyaki untukmu. Ayo, makanlah sedikit dulu!" ajaknya kembali, dan berharap kali ini Kagami Jiro akan menurutinya.


Kagami Jiro mengelus pelan kening Yuna lalu mengecupnya lembut, "Sayang, aku akan keluar sebentar untuk makan sesuatu. Nanti aku akan segera kembali lagi untuk menjagamu."


CUP ...


Jemari Yuna yang masih berada pada genggaman Kagami Jiro itu, tiba-tiba saja seakan mendapat balasan dari yang Yuna. Dan Kagami Jiro merasakan sedikit adanya pergerakan dari jemari Yuna.


Dengan cepat Kagami Jiro menatap Yuna kembali dan berharap Yuna juga akan segera terbangun dan membuka matanya. Bahkan Yukimura yang sudah melenggang 2 langkah saja kini berbalik kembali karena melihat Kagami Jiro yang tertahan kembali.


"Yuna ... sayang ... apa kamu mendengarku? Sayang ... bangunlah ..." Kagami Jiro kembali mengusap pelan jemari Yuna yang masih begitu hangat, menandakan masih ada kedidupan disana.


Lagi-lagi Kagami Jiro merasakan jemari Yuna yang sedikit bergerak lalu perlahan sepasang matanya juga mulai terbuka. Rasa bahagia tentu saja menyelimuti diri Kagami Jiro saat ini saat melihat Yuna sudah sadar kembali.

__ADS_1


"Yukimura, tolong panggilkan dokter! Cepat ..." titah Kagami Jiro sedikit panik namun juga bahagia. Karena seumur hidupnya, baru kali ini dia melihat istri kesayangannya terluka separah ini.


Tak bisa dibayangkan, bagaimana perasaan Yuna ketika dirinya koma selama 3 bulan saat itu. Pasti rasanya juga begitu sakit dan sesak. Bahkan seperti tak memiliki semangat hidup lagi.


Sepasang mata Yuna masih menatap langit-langit dan masih terlihat sedikit buram, bahkan kepalanya masih merasakan begitu pusing sehingga Yuna mulai memegangi kepalanya dengan tangan kirinya.


Keningnya berkerut, dan wajahnya masih terlihat begitu pucat. Namun semua monitor itu menunjukkan jika detak jantung, kadar oksigen di dalam darah, atau tekanan darah semuanya adalah normal dan stabil.


Setelah beberapa saat akhirnya seorang dokter sudah mulai memasuki ruangan ini dan segera mendekati brankar. Kagami Jiro sedikit minggir untuk memberikan ruang untuk sang dokter melakulan pemeriksaan kepada Yuna.


Meskipun rasanya tak sabar untuk segera mendengarkan kondisi Yuna saat ini dari sang dokter, namun Kagami Jiro tetap menunggunya sambil memperhatikan dari kejauhan pemeriksaan itu.


Hingga akhirnya dokter itu mulai menyudahi pemeriksaanyya dan mulai menghampiri Kagami Jiro lagi.


"Bagaimana kondisinya, Dokter?" todong Kagami Jiro tak sabaran.


"Nyonya Yuna sudah melewati masa kritis. Dan akan segera dipindahkan ke ruangan rawat. Detak jantung, kadar oksigen, serta tekanan darah semuanya sudah normal dan stabil kembali." jawab dokter itu yang juga terlihat begitu bahagia setelah mengetahui kondisi pasiennya membaik.


Senyuman penuh haru menghiasi wajah Kagami Jiro, dan perasaannya menjadi begitu lega saat ini, "Terima kasih, Dokter! Terima kasih sudah menyelamatkan istriku ..." ucapnya penuh haru dan sangat bersemangat.


"Sama-sama, Tuan Kagami Jiro. Sebenarnya ini bukan sepenuhnya karena saya. Namun salah satunya adalah, setiap sentuhan, dan setiap tuan mengajaknya berbicara saat nyonya Yuna belum sadarkan diri, itu juga sangat mempengaruhi alam sadarnya. Hingga memberikan rangsangan dan semangat untuk tetap bertahan dan kembali lagi. Dan yang utama adalah karena Tuhan yang menolong kita." ucap dokter itu lagi. "Baiklah, kalau begitu saya permisi. Sebentar lagi akan ada beberapa perawat datang untuk memindahkan nyonya Yuna ke ruangan rawat."


"Baik, Dokter." sahut Kagami Jiro tersenyum begitu lega.


Dokter itu mulai meninggalkan ruangan ini, sementara Kagami Jiro mulai mendekati brankar itu kembali.

__ADS_1


__ADS_2