
Seorang pria terlihat sedang mengamati sebuah rekaman yang terjadi di ruang medis keluarga besar Kin yang memperlihatkan Amane sedang mengobati luka pada wajah Kagami Jiro. Lalu pria ini juga memutar rekaman saat sebuah panah dart hampir saja mengenai wajah Kagami Jiro.
Lagi-lagi pria ini terlihat dibuat bingung dengan apa yang sudah terjadi di hadapannya. Bahkan rekaman itu terus saja diulanginya untuk dia perhatikan lagi.
"Jika dia memang Kagami Jiro, bukankah dia adalah seorang pria yang cukup arogan dan pantang mengucapkan kata maaf? Apakah ini karena pengaruh amnesia?" gumam pria berkacamata dan berambut keemasan itu yang sesekali memejamkan matanya dan terlihat sulit untuk membaca ini semua.
"Dan jika memang dia adalah Kagami Jiro, seharusnya dia menyadari ada panah dart yang sedang mengarah padanya. Kagami Jiro tidak akan mudah lengah, terlebih hanya serangan kecil seperti itu, harusnya dia bisa menghindari atau menghentikannya. Harusnya dia bisa membaca semua itu. Hhmm ... memang ada yang aneh." pria yang tak lain adalah Kin Izumi itu mengetuk-ngetukkan telunjuknya beberapa kali di atas meja.
"Hhm. Hanya bisa melakukan satu hal lagi untuk memastikan, apakah dia benar-benar Kagami Jiro atau bukan." ucap Kin Izumi lalu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Albert! Lakukan rencana B sekarang juga! Gerakkan sebagian dari Death Eyes untuk menyerang mereka!" tandasnya memerintahkan salah satu kaki tangannya.
"Siap, Tuan!"
...⚜⚜⚜...
Sementara itu ...
Di dalam sebuah mobil yang membelah jalanan kota yang sudah semakin sepi, Yukimura terlihat sedang menyetir di dalamnya. Sementara Kagami Jiro duduk di sebelah kursi kemudi.
Malam ini mereka hanya bergi berdua tanpa seorangpun pengawal bersama mereka. Pandangan Yukimura menatap curiga melihat melalui kaca spion mobil ada beberapa mobil yang mulai mengikutinya dan semakin mendekati mobil yang sedang dikemudikan oleh Yukimura.
"Bocah, ada yang mengikuti kita!" ucap Yukimura yang kini sengaja berbelok pada sebuah gang lalu menghentikkan mobilnya. "Kamu tetaplah di dalam! Aku akan menghadapi dan membereskan mereka dengan cepat! Apa kau mengerti?!"
"Baiklah, Paman. Aku mengerti." jawab Kagami Jiro dengan mantap, namun sebenarnya dia juga begitu ketar-ketir saat ini. Apalagi akan melihat sebuah pertempuran di depan matanya langsung.
Dan benar saja, ketiga mobil BMW itu memang benar-benar sedang mengikuti mereka. Ketiga mobil BMW itu melakukan parkir tak jauh dari mobil Kagami Jiro.
Beberapa pria bertubuh kekar mulai turun dari ketiga mobil BMW itu dan sudah membawa beberapa senjata seperti tongkat pemukul besi, pisau lipat, dan senjata api.
__ADS_1
Yukimura berdiri dengan begitu gagah dan tegap berhadapan dengan 11 pria yang begitu sangar itu. Pandangannya selalu mengawasi 11 pria itu.
Seorang preman memberikan kode isyarat untuk salah satu dari mereka, dan pria yang diberikan isyarat mengangguk tanda dia paham.
"Siapa kalian? Dan apa yang kalian inginkan?!" ujar Yukimura yang masih mengawasi 11 pria di hadapannya itu.
"Tanganku hanya sedang gatal saja. Dan aku ingin sekali menghabisi beberapa orang saat ini." celutuk salah satu dari mereka.
"Aku tidak percaya! Katakan, siapa yang menyuruh kalian!" ucap Yukimura dengan begitu menggelegar.
"Aku paling benci disaat seseorang memintaku berbicara untuk kedua kalinya!" geram pria pria itu dengan wajah yang begitu menakutkan menatap Yukimura. "Semuanya serang!!" perintahnya.
Sepuluh orang dari mereka mulai mengkeroyok Yukimura sekaligus. Sementara satu orang mulai mengendap-endap dan mendekati mobil yang sedang dinaiki oleh Kagami Jiro.
"Kau, keluarlah jika tidak ingin aku menghabisi Yuna! Istrimu Yuna sedang dalam pemantauan kami, jika kamu tidak mau keluar, maka jangan harap kau bisa bertemu dengan istrimu lagi!" ucap pria yang mendatangi Kagami Jiro yang masih berada di dalam mobil.
Kak Yuna? Kak Yuna akan dalam bahaya jika aku tidak segera keluar dari dalam mobil ini, meskipun aku tidak yakin apakah aku bisa melawan mereka, namun setidaknya aku tidak boleh membuat kak Yuna dalam bahaya. Benar, Zen! Keluarlah! Jangan takut untuk menghadapi mereka!
"Cepat keluar atau aku akan benar-benar membuatmu menjadi duda!" tandas pria yang masih menunggu Kagami Jiro di sisi luar mobil itu.
Akhirnya Kagami Jiro mulai memantapkan hatinya kembali dan mulai membuka pintu mobil itu, dan segera turun dari mobil.
"Gyahaha. Akhirnya kau keluar juga Kagami Jiro!" pria itu berkacak pinggang dan tertawa terbahak-bahak.
Kagami Jiro menggunakan kesempatan ini untuk melakukan penyerangan terlebih dulu. Dia melayangkan tinjunya untuk menyerang ulu hati dari pria itu.
BBUUGGHH ...
"Argghh ..." rintihnya sambil memegangi dadanya.
__ADS_1
Setelah mengatur napasnya kembali pemuda itu berusaha untuk menyerang Kagami Jiro lagi dengan melayangnya jab lurus ke depan, namun Kagami Jiro segera menunduk untuk menghindari serangan dari berandalan itu.
Pada kesempatan itu Kagami Jiro melayangkan pukulan lurus ke depan dan mengenai perut preman itu hingga preman itu terdorong ke belakang dan menabrak sebuah pohon.
"Wah, keren! Kekuatan dari tubuh ini sungguh begitu kuat! Padahal aku hanya belajar sedikit teknik saja bersama paman Yukimura, namun jika kolaborasi dengan menggunakan tubuh tuan Kagami Jiro. Semua menjadi begitu sempurna! Luar biasa!" gumam Kagami Jiro terkesiap sambil melihat jemarinya sendiri.
JLLEEBB ...
Sebuah pisau menancap pada bagian perut Kagami Jiro, ternyata seorang pria tiba-tiba datang dari sisi belakangnya lalu memeluk tubuh Kagami Jiro dan melakukan penusukan itu.
"Kau mengapa begitu lengah, Kagami Jiro? Mengapa tidak bisa membaca pergerakan kami dengan baik? Apa jangan-jangan kamu bukanlah Kagami Jiro?" bisikan yang begitu halus dan pelan terdengar memasuki ruang telinga Kagami Jiro.
Dan tentu saja ucapan itu membuat Kagami Jiro begitu terkejut dan membelalakkan sepasang mata kecoklatannya.
"Gyahahaha ... tapi tenang saja. Kami tak akan mengakhirimu malam ini. Kau akan berakhir di tangan bossku sendiri kelak dengan sakit yang begitu menyiksa!" ucap preman yang menusuk Kagami Jiro itu lagi lalu melepaskan pelukannya.
BRRUUKK ...
Tubuh Kagami Jiro kini ambruk dan terduduk di atas lantai, darah segar itu mulai mengucur dan merembes pada pakaiannya. Bahkan begitu banyak darah segar itu keluar.
Yukimura yang menyadari akan hal itu segera berusaha untuk menyelesaikan 9 pria yang sedang dihadapinya saat ini dengan begitu cepat. Namun belum sempat Yukimura menyelesaikannya, salah satu dari mereka mulai mengistruksi untuk meninggalkan tempat itu.
Dengan cepat Yukimura mulai menghampiri Kagami Jiro yang masih terduduk dan memegangi luka pada perutnya.
"Sial! Bukankah sudah aku katakan padamu untuk tetap di dalam mobil, Bocah?!" sungut Yukimura terlihat sedikit kesal.
Kagami Jiro tak bisa menjawab ucapan dari Yukimura lagi, bahkan dia langsung ambruk begitu saja.
"Li Zeyan!!" suara yang begitu menggelegar dan menggema memenuhi sunyi malam ini memecah keheningan.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...