Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Sebuah Lagu Untuk Christal


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar appartemen yang begitu mewah di Beijing, terlihat seorang pemuda tampan yang tengah duduk diatas sebuah karpet rool witton dengan warna yang begitu cerah di depan sebuah meja. Rambut silvernya disibak ke belakang dengan menggunakan sebuah bandana yang begitu lucu.


Jemarinya mulai menari-nari di atas sebuah lembaran putih yang perlahan mulai terisi dengan coretan-coretan entah itu tentang isi hatinya, atau entah sebuah inspirasi untuk sebuah karya barunya.


Di sebelahnya ada sebuah gitar akustik yang menyandar dalam posisi berdiri pada sofa. Sebuah gitar berwarna hitam dan memiliki desain yang unik, dan itu adalah gitar kesayangan Zen dan Zen memberikan nama untuknya Black Lize.


Sesekali pemuda yang tak lain adalah Zen itu mulai memainkan beberapa nada dengan menggunakan gitarnya, lalu mulai mencatatnya pada lembaran itu kembali


Sesekali Zen juga terlihat memandangi sebuah figura kecil di hadapannya, sebuah figura kecil yang berisikan seorang gadis yang memiliki bentuk wajah yang begitu mungil dan manis sedang tersemyum manis. Dan di sebelahnya ada seorang pemuda tampan yang sedang merangkul gadia itu. Mereka adalah Christal dan Zen yang malam itu sedang berfoto bersama di Tokyo Skytree.


Sudut-sudut bibirnya yang tipis dan berwarna kemerahan mulai ditariknya membentuk sebuah senyuman manis karena mengingat sang gadis. Kata demi kata yang merupakan ungkapan isi hatinya mulai dituangkan ke dalam lembaran-lembaran di hadapannya.


Bisa dipastikan, jika saat ini Zen sedang berusaha untuk membuat sebuah lagu. Dan mungkin kali ini Christal adalah seseorang yang sudah menjadi inspirasinya.


Ketika kamu menangkap diriku menatap sedang menatapmu, aku tidak bisa menahannya. Aku tak percaya jika kau adalah milikku. Ketika kamu melihat aku tersenyum, aku tidak bisa menyembunyikannya darimu.


Aku ingin membawa kau keluar dan pergi bersamaku sepanjang waktu. Aku hanya ingin pamer, pamer, pamer, pamer kepada dunia, dan ingin mengatakan kepada dunia jika kau adalah milikku.


Bagaimana seseorang seperti aku, bisa mendapatkan seseorang seperti kamu? Sialan, rasanya seperti aku yang sudah memenangkan sebuah lotre. Tidak tahu apakah aku sedang terjaga atau jika aku sedang bermimpi.

__ADS_1


Terkadang aku harus mencubit diriku untuk melihat dan menyadari semua kenyataan ini. Sialan, semua orang akan menatap kita dengan penuh rasa iri. Si cantik bermutar dan berikutnya terlihat begitu cantik.


Tidak peduli apa yang kamu kenakan. Gadis, kau masih terlihat yang terbaik di mataku. Dengan atau tanpa make up, itu tidak masalah bagiku. Kau adalah gadis tercantik di hatiku.


Kau seperti sebuah pelangi yang mewarnai hari-hariku. Kau seperti mentari yang selalu menghangatkanku. Kau seperti cahaya yang menerangi kegelapanku.


Kamu yang terindah seperti namamu, Christal. Bersinar dengan penuh gemerlapan dan begitu indah.


When you catch me staring, i can't help it. I just can't believe you are mine. When you see me smilling, i can't hide it, want to take you out all the time. I just want to show you off, show you off, show you off, show you off.


How did someone like me, get someone like you? Damn it feels like i won a lottery. Don't know if i'am awake or if i'am dreaming.


Sometimes i got to pinch my self to see. Damn, all the dude will be staring. Baby twisting and next. No matter what you're wearing. Girl, you still look the best. With or without make up, it's don't matter to me. You are the most beautiful girl in my heart.


Kira-kira seperti itulah lirik dari lagu Zen yang baru saja dibuatnya dalam beberapa hari ini. Dan hari ini Zen baru saja menyelesaikan lagu barunya. Beberapa kali Zen mencoba menyanyikannya dengan diiringi permainan gitarnya sendiri.


Dan kali ini Zen berniat untuk merekamnya dengan ponselnya. Suaranya terdengar begitu indah dan menawan. Petikan demi petikan permainan dari gitarnya juga terdengar begitu indah, romantis dan sungguh menenangkan hati.


Namun masih hanya Zen yang mengetahui lagu baru ini, karena lagu itu belum rilis secara resmi. Dan Christal juga sama sekali belum pernah mendengar saat Zen menyanyikan lagu yang dibuat khusus untuk Christal.

__ADS_1


"Hhm ... kira-kira terlalu berlebihan tidak ya, jika aku menyebutkan nama Christal di dalamnya." gumam Zen di saat menghentikkan permainan gitarnya. "Ah ... biarkan saja, lagipula apa salahnya kalau aku menuliskan secara blak-blakan seperti itu? Hmm ... kak Kai harus mendengarkannya! Aku harua meminta pendapatnya sebelum lagu ini benar-benar rilis."


Zen mulai meraih ponselnya untuk menghubungi kak Kai, namun tiba-tiba saja kak Kai sudah datang dan memasuki kamar apartemen Zen begitu saja.


Pria dewasa yang selalu memakai kacamata minus itu mulai menyapa dan tersenyum hangat hingga akhirnya mulai duduk di sebuah kursi.


"Hallo, Zen. Tumben sekali sudah bangun di akhir pekan?" ucap kak Kai.


Zen tersenyum lebar mendengar ucapan dari kak Kai dan mulai memetik gitarnya lagi. "Hanya sedang ingin bangun pagi, Kak. Oh iya, Kak. Aku buat lagu baru." ucap Zen penuh binar.


"Oh ya? Coba mainkan! Kakak mau dengar!" pinta kak Kai terlihat sedikit rak sabaran.


Karena ini terlalu cepat, biasanya Zen akan butuh waktu selama beberapa saat untuk membuat sebuah lagu. Sedangkan ini hanya dalam hitungan hari saja, tiba-tiba Zen sudah mengatakan punya lagu baru. Lalu kapan membuatnya?


Dan itu membuat kak Kai juga begitu penasaran karya baru dari idol yang sekarang masih sepenuhnya berada di dalam tanggung jawabnya.


"Hhm. Aku akan menyanyikannya. Kakak dengarkan baik-baik ya ..." Zen mulai merubah posisi duduknya dan mulai memetik gitar itu dengan menggunakan beberapa kunci yang sudah dia susun untuk menciptakan sebuah melodi yang begitu indah.


Zen mulai menyanyikan lagu barunya dengan begitu menghayati. Terkesan begitu lembut, romantis Lagu itu menceritakan tentang seorang pemuda yang begitu beruntung karena mendapatkan cinta dari seorang gadis yang begitu disukainya. Namun gadis itu begitu bersinar dan juga banyak pria yang menyukainya.

__ADS_1


Bahkan sebenarnya tidak mudah untuk meraih cinta dari gadis itu. Karena memiliki jalan yang sedikit berliku untuk meraihnya, seperti sebuah mawar indah yang dikelilingi oleh banyak duri.


Kak Kai terlihat begitu menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Zen, dan juga terlihat begitu menyukainya.


__ADS_2