Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Sebuah Kesempatan


__ADS_3

Miles Wei terlihat begitu takjub atas kecerdasan dan ketelitian dari Wang Jun yang saat ini hanya bekerja sebagai seorang buruh bangunan saja, namun otak yang begitu menakjubkan.


"Katakan siapa kamu sebenarnya? Mengapa kamu bisa memahami semua ini dengan baik, cepat, dan teliti? Kamu bahkan terlihat bukan seorang buruh bangunan biasa saja. Siapa kamu?" ucap Miles Wei begitu takjub dan tentu saja sangat penasaran.


"Aku adalah Wang Jun. Aku baru bekerja disini satu pekan yang lalu, Tuan." jawab Wang Jun dengan jujur dan dengan nada bicara yang begitu rendah.


Miles Wei menatap Wang Jun selama beberapa saat dan terlihat sedang berfikir dan mempertimbangkan sesuatu. Sebenarnya Miles Wei terlihat cukup ragu untuk mengatakan hal ini, namun karena melihat kecerdasan dan ketelitian dari Wang Jun yang luar biasa, akhirnya Miles Wei mulai mengatakan sesuatu.


"Sebenarnya perusahaan ini sedang membutuhkan posisi seorang Architect enginering. Apakah untuk sementara waktu ini kamu bersesia untuk membantu kami dengan menduduki posisi itu terlebih dahulu sebelum kami menemukan orang yang tepat?" ucap Miles Wei masih menatap Wang Jun lekat. "Kamu tidak akan sendirian, akan ada beberapa orang yang membantumu juga. Dan kamu juga hanya memeriksa desain dari drafter saja sebelum beberapa proyek dijalankan. Jika dalam beberapa proyek bisa kamu analisis dengan baik, maka aku akan mempertimbangkan untuk mempertahankanmu." imbuh Miles Wei mulai menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursinya yang empuk.


Mendapatkan tawaran tak terduga seperti ini tentu saja membuat Wang Jun terkejut bukan main, hingga sepasang mata kebiruan itu sedikit membelalak saking tidak percayanya.


"Aku? Benarkah aku bisa mencobanya, Tuan Miles Wei?" tanya Wang Jun yang masih saja belum mempercayai semua itu.


Pria dewasa berkacamata itu tersenyum ramah dan mengangguk pelan. Sepasang matanya teihat semakin menyipit disaat dia tersenyum. Senyumannya juga terlihat tulus.


"Benar Wang Jun. Kamu bisa mencobanya. Untuk masa percobaan ini aku akan mengawasi dan memperhatikanmu." sahut Miles Wei mulai membuka lacinya dan mengambil sesuatu.


Beberapa tumpukan berkas itu kini mulai diambilnya dari dalam laci itu dan Miles Wei juga memberikan berkas itu kepada Wang Jun.


"Apa ini, Tuan?" tanya Wang Jun tak mengerti menatap tumpukan berkas itu.


"Ini adalah beberapa desain dari Leo untuk rencana pembuatan beberapa gedung rumah sakit, mall, dan hotel yang akan segera dilakukan oleh perusahaan ini dalam waktu dekat ini. Periksalah kembali dan jika menemukan sesuatu segera temui aku. Periksa semua berkas ini sebelum akhir pekan. Apa kamu bisa melakukan ini, Wang Jun?


Rasa bahagia dan haru menyelimuti diri Wang Jun saat ini hingga membuat sepasang mata kebiruan itu menjadi sedikit berkaca-kaca karena melihat salah satu bosnya yang kini begitu mempercayainya dan malah memberikan tugas-tugas itu begitu saja tanpa memandang rendah seorang Wang Jun yang tak memiliki latar belakang dan sekolah yang tinggi sebelumnya.


"Baik, Tuan Miles Wei. Aku akan melakukannya dengan baik." ucap Wang Jun dengan suara yang sedikit bergetar dan mulai menerima tumpukan berkas yang sebenarnya cukup banyak itu. "Aku akan memeriksanya saat istirahat bekerja dan sisanya akan aku periksa setelah pulang bekerja, Tuan. Karena setelah ini aku harus ikut bersama buruh lainnya ke Shibuya untuk pembangunan sebuah pusat perbelanjaan." ucap Wang Jun apa adanya.


"Oh tidak, Wang Jun." ucap Miles Wei dengan cepat. "Saat ini kamu sudah aku tarik ke dalam posisi yang baru. Jadi kamu tidak akan bekerja menjadi buruh bangunan lagi selama masa percobaan. Kamu hanya boleh fokus dengan pekerjaanmu saat ini. Dan jangan kecewakan aku ..." ucap Miles Wei lalu mulai meraih gagang telponnya untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


Wang Jun hanya terdiam dan tidak menjawab sang bos, karena sang bos sedang melakukan sebuah panggilan di depannya.


"Wong! Datang ke ruanganku sekarang juga!" titah sang bos kepada seseorang lalu mulai menutup gagang telpon itu lagi.


"Hari ini Wong akan membantu dan memandumu sedikit. Bekerja samalah dengan baik dengan dia." ucap Miles Wei kembali menatap Wang Jun.


"Baik, Tuan."


Setelah beberapa saat akhirnya mulai datang seorang pria dengan setelen jas yang begitu rapi mulai mendatangi ruangan itu. Seseorang yang berwajah dingin dan datar dengan gaya rambutnya yang disisir rapi ke sisi samping dengam sedikit minyak rambut.


"Tuan Miles Wei memanggila saya?" ucap pria yang baru datang itu.


"Ya. Tolong bantu Wang Jun untuk posisi barunya sebagai Architect enginering. Antarkan dia le ruangannya!" titah Miles Wei yang sebenarnya cukup membuat anak buahnya seketika melongo.


"Architect enginering ? Dia?" Wong mulai menatap Wang Jun dengan kening yang berkerut seakan tidak mempercayai jika ada seorang Architect enginering yang berpenampilan lusuh dan sangat sederhana seperti Wang Jun.


"Ba-baik, Tuan ..."


Wong mulai meninggalkan ruangan itu dan segera diikuti oleh Wang Jun setelah pria bermata kebiruan itu membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada sang bos.


"Mengapa paras Wang Jun terlihat sangat familiar ya? Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat." gumam Miles Wei berusaha untuk mengingat sesuatu.


Namum pria dewasa yang cukup cerdas dalam hal proyek dan bisnis itu tentu saja tidak akan mengingatnya dengan baik, jika dirinya pernah melihat sebuah poster raksasa di kamar adik bungsunya yang begitu mengidolakan sosok Li Zeyan!


Meskipun Miles Wei mengingatnya, tapi dia juga tidak akan mengira jika Wang Jun dan Li Zeyan adalah ayah dan anak. Terlebih Wang Jun adalah pria miskin yang baru saja datang ke kota setelah meninggalkan desa Atule'er, Sichuan.


Sementara Li Zeyan adalah seorang mantan idol nomor 1 dan merupakan cucu tersayang dari Li Feng, seorang pengusaha sukses yang juga memiliki kerjasama yang sangat baik dengan perusahaan China State Construction Engineering dimana Miles Wei bekerja.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Bonus part bersama para tokoh Never Say Good Bye.


Tidak terasa sudah mencapai bab 358. Ini adalah novel terpanjang dari Anezaki. Bagaimana tanggapan dari para tokoh setelah melakukan perjalanan novel sepanjang ini? Mari kita simak.


Zen : Hingga bab ini, aku merasa sangat bersyukur. Karena aku bisa berubah menjadi lebih baik lagi tiap bab ke bab berikutnya. Menjadi lebih kuat secara mental maupun fisik. Terima kasih atas dukungan kalian semua selama ini. Aku sangat menyayangi kalian!


Christal : Aku merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia ini. Karena bisa bertemu bahkan bisa menjdi kekasih seorang yang selama ini aku kagumi. Terima kasih Anezaki, terima kasih reader tercinta yang sudah selalu hadir dan mengikuti Never Say Good Bye!!


Kagami Jiro : Tak ada yang terjadi tanpa suatu maksud. Dan semua yang terjadi adalah untuk kebaikan untuk semuanya. Dari Never say good bye aku belajar untuk lebih menghargai orang dan juga belajar untuk menahan amarahku. Aku yang biasanya memimpin Doragonshadou dan selalu kejam dan temperamen, harus bisa mengatur dan membatasi semua emosiku saat menempati tubuh seorang idol muda untuk menjaga reputasinya. Namun aku sangat bersyukur aku bisa kembali pada ragaku kembali dan berkumpul bersama orang-orang yang aku kasihi. Terima kasih semuanya!!


Luo Kai : Aku merasa senang karena akhirnya aku bisa diterima dengan baik di dalam keluarga Li. Dan aku juga menyesal sudah pernah menyakiti Zen. Maafkan aku, Zen ...


Yuna : No comment. Hanya saja aku pernah merasakan suamiku pernah berubah selama 4 bulan? Adakah yang bisa menjelaskan sesuatu kepadaku?


Yukimura : Aku bahagia akhirnya aku bisa memiliki teman hidup dan teman tidur. Terima kasih, Jiro! Terima kasih, Anezaki. Dan terima kasih semua pembaca tercinta yang selalu hadir!! Gyahaha ... akhirnya aku menikah!! Dan istriku adalah seorang dokter yang sangat cantik!


Ley Bixing : Aku tidak bersalah sama sekali! Semua tuduhan aku adalah pengkhianat adalah tidak bemar. Semua ini karena Kin Izumi yang berusaha untuk memecah belahkan Doragonshadou dan menjadikan Kagami Yosuke sebagai kambing hitam.


Yosuke : Ya ... semua adalah karena Kin Izumi yang begitu licik. Namun ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada Anezaki. Dimana jodohku???


Wang Jun : Dimana putraku Zen saat ini? Dimana istriku saat ini? Dan berada dimana rumah besar itu? Adakah yang bisa memberitahuku?


Kin Izumi : Jika kalian masih penasaran dimana aku, Kin Rui, dan Light saat ini. Baca juga The Godeess Of War ya. Ceritanya nggak kalah seru dan tentunya sangat menarik!!


Sekian dari beberapa tokoh Never Say Good Bye ...


Reader : Wah bau-bau mau tamat ini. Hiks ...


Anezaki : Mengapa rasanya sedih sekali saat mau mengakhiri novel ini ya ... 🤧🤧 semoga Anezaki masih bisa berkarya lagi dengan novel-novelnya yang lebih seru dan lebih disukai. Peluk cium dari jauh dari Anezaki ...

__ADS_1


__ADS_2