Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Photoshoot Bersama Amee


__ADS_3

Zen mulai bersiap di ruangan untuk pemotretan kali ini. Kali ini dia mengenakan pakaian formal dan terlihat begitu manawan dan berkharisma, sesuai dengan pakaian favorit Kagami Jiro. Dan tentu saja tema kali ini menjadikannya begitu bersemangat.


"Kenapa belum dimulai pemotretan kali ini?" tanya kak Kai keheranan karena mereka semua terlihat sedang menunggu seseorang.


"Iya, Kak Kai. Kita sedang penunggu model wanitanya. Dia sedang berganti pakaian saat ini." sahut seorang asisten fotografer.


"Model wanita? Jadi kali ini pemotretan bersama model wanita ya?" tanya kak Kai yang mulai mengkerutkan keningnya.


"Iya, Kak Kai."


Tak lama kemudian, seorang gadis yang sangat cantik dan begitu anggun dengan memakai dress panjang peach dan press body memasuki ruangan pemotretan.


Semua mata kini beralih menatapnya. Bahkan kak Kai juga mematung melihat kehadiran gadis yang begitu cantik dan anggun itu. Kecuali Zen, dia terlihat masih begitu sibuk merapikan pakaiannya yang bahkan sudah sangat rapi. Memang dasar Jiro kalau sudah memakai pakaian formal selalu saja seperti ini. Hehe ...


"Cantik sekali ..." ucapan salah satu kru pemotretan yang berada tak jauh dari Zen seolah menggelitiki telinga Zen untuk juga memandang gadis itu. Dan kini akhirnya dia juga memandang gadis itu dari kejauhan.


"Amee ... " ucap Zen pelan. Jadi dia benar-benar akan melakukan photo shoot bersamaku ya? Hhm ... batin Zen memicingkan matanya menatap Amee dari kejauhan.


Sedangkan Amee mulai melenggang dan menuju panggung pemotretan. Namun kak Kai menahan tangannya saat Amee berjalan di depan kak Kai.


"Amee! Kau akan photo shoot sekarang?" tanya kak Kai seolah tak percaya.


"Hhm. Iya, Kak. Nyonya Yang memintaku datang saat sore. Dan ternyata model yang akan melakukan photo shoot bersamaku adalah Zen." ucap Amee pelan dan sangat berhati-hati. Dia bahkan sedikit menunduk dan tidak berani memandang kak Kai dengan tegas. Ada sedikit rasa takut jika kak Kai tiba-tiba akan marah dan tidak mengijinkannya, bahkan dia takut jika tiba-tiba kak Kai membatalkan job Amee kali ini.


Kak Kai terlihat menatap Amee dengan serius dan mengeraskan rahangnya, "Baiklah! Lakukan semuanya dengan baik! Setelah selesai pemotretan tunggu kakak! Kakak akan mengantarmu pulang." imbuh kak Kai dengan pelan namun begitu tegas.


"Ba-Baik, Kak ..." ucap Amee yang terlihat sedikit bergetar. "Kalau begitu aku permisi dulu, Kak." imbuh Amee lalu menunduk dan meninggalkan kak Kai.


Sementara kak Kai hanya terdiam memandangi punggung Amee yang semakin menjauh darinya.


"Hallo. Kamu terlihat begitu cantik dan sangat luar biasa, Amee!" ucap Zen yang begitu takjub setelah melihat Amee dari dekat. Menurutnya itu pernyataan yang sangat wajar jika dikatakan oleh seorang om kepada keponakannya. Bahkan Zen juga tersenyum lebar menatap Amee.

__ADS_1


Sedangkan Amee hanya tersenyum malu dan sedikit menunduk, "Terima kasih, Zen."


"Tidak perlu berterima kasih. Aku berkata apa adanya kok." sahut Zen masih dengan senyum lebar.


"Apa kalian sudah siap?" tanya seorang cameramen yang sudah bersiap.


"Oh. Iya. Sudah!" jawab Zen dengan begitu cepat.


"Baiklah. Sekarang kalian berdiri berdekatan dan berpose seperti layaknya seorang kekasih!" perintah cameramen itu sambil menggerakkan tangan kirinya untuk memberi isyarat kepada Amee dan Zen untuk saling mendekat.


Amee sedikit melangkah ke arah Zen dengan kikuk. Sedangkan Zen masih saja santai ditempatnya dengan gaya super cool dan tersenyum melirik Amee.


"Sedikit lagi, Amee! Mendekatlah lagi!" perintah cameramen itu lagi.


Lagi-lagi Amee hanya mendekat satu langkah ke arah Zen masih dengan senyum kikuk.


"Sedikit lagi, Amee! Apa kau tidak pernah memiliki pengalaman melakukan photo shoot dengan seorang model pria sebelumnya?" tanya cameramen itu lagi.


Dengan cepat Zen meraih tubuh ramping gadis itu dan menangkapnya. Tangan kirinya menahan punggung Amee yang mau terjatuh, sementara tangan kanannya masih memegang tangan Amee. Kini pose mereka seakan seperti di dalam drama-drama TV.


Para kru dan cameramen tentu saja dengan cepat segera memanfaatkan kejadian tak terduga ini untuk mulai mengambil beberapa gambar.


Sementara kak Kai hanya berdiri dari kejauhan dan masih menatap tajam Amee dan Zen. Namun dia selalu saja bisa menutupinya dengan baik saat seseorang melihatnya.


"Kau baik-baik saja, Amee?" tanya Zen yang masih menatap lurus gadis di hadapannya yang hampir saja terjatuh itu.


"I-Iya. Aku baik-baik saja. Terima kasih, Zen." Amee menyauti dengan sangat kikuk dan berusaha untuk melepaskan diri dari Zen.


"Bagus. Pose berikutnya!" perintah cameramen itu lagi sambil bersiap untuk mengambil beberapa gambar lagi.


Zen mulai meraih pinggang Amee dengan tangan kanannya, "Amee, letakkan kedua tanganmu pada bahuku!" bisik Zen.

__ADS_1


Dengan pelan dan hati-hati Amee mulai mengikuti instruksi yang diberikan oleh Zen.


"Tersenyumlah ... anggap saja ini diriku di masa lalu!" bisik Zen lagi yang tentu saja membuat Amee sangat terkejut bukan main. "Anggap saja aku adalah teman kecilmu saat itu. Bukan orang asing yang sama sekali tidak kau kenal!"


"Eh? I-Iya ..."


Amee mulai menarik sudut-sudut bibirnya dan mulai menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat manis.


Melihat itu semua tiba-tiba saja kak Kai bergegas untuk meninggalkan ruangan pemotretan. Wajahnya terlihat begitu kesal dan sedikit dingin saat ini.


Sementara Amee dan Zen masih terlihat melanjutkan sesi pemotretan ini. Bahkan sampai berganti pakaian juga. Zen malah terlihat mengajari Amee dengan sangat baik.


Bayangkan saja, seorang Kagami Jiro sedang menggurui seorang gadis muda untuk melakukan pemotretan. Konyol sekali bukan. Tapi sebenarnya dia melakukan itu untuk sedikit menolong Amee. Setelah apa yang dia lihat tadi, seorang staff terlihat begitu meremehkan Amee. Maka Zen ingin memperlihatkan kepada semua orang, jika Amee bisa melakukannya dengan baik.


"Terakhir! Kalian duduklah di sofa belakang kalian! Dan lakukan seperti kalian seolah-olah sedang mau berciuman! Tapi tidak berciuman beneran ya!" perintah photographer itu seenak jidatnya.


Namun tentu saja Zen dan Amee tidak menjawab apapun, mereka berdua mulai duduk bersama di atas sofa itu.


"Sedikit mendekatlah, Amee! Tidak mungkin kita duduk terlalu jauh untuk terlihat seolah-olah kita akan berciuman." celutuk Zen pelan. Zen duduk dengan membuka lebar-lebar kakinya. Sementara Amee mulai menggeser duduknya agar semakin dekat dengan Zen.


"Baiklah. Sekarang raih dan tarik kemejaku bagian atas dengan tangan kananmu! Dan fokuslah menatapku!" perintah Zen lagi.


Tanpa berkata apapun, Amee segera melakukan sesuai dengan instruksi Zen. Mereka berdua kini bertatapan sangat dekat. Bahkan Zen juga semakin mendekatkan wajahnya dan memiringkannya mendekati wajah cantik Amee. Hanya tersisa beberapa inchi saja untuk benar-benar terlihat seperti akan berciuman.


"Bagus! Bagus! Cepat ambil beberapa gambar!" perintah seorang photographer.


...⚜⚜⚜...


Maaf ya, baru meng-insert penampakan Kagami Jiro saat muda. Author fikir sudah diinsert di bab kemarin. Ternyata masih tertinggal. Hehehe ...


Seperti apa masa muda Kagami Jiro? Ternyata sangat imut dan tampan! Sangat berbeda dengan dia yang sekarang ya.

__ADS_1



__ADS_2