Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Amnesia?


__ADS_3

"Uhm ... maaf ... Christal. Bolehkah aku meminta tolong padamu? Bawakan aku sebuah cermin?" ucapnya dengan begitu sopan dan dengan nada rendah. Tidak seperti seorang Kagami Jiro yang sesungguhnya.


Christal sedikit mengernyitkan kening karena melihat tingkah dan cara berbicara kakaknya yang sedikit berbeda. Namun akhirnya Christal mencari sebuah cermin di dalam ranselnya. Kemudian dia menyerahkan cermin itu kepada Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai menerima sebuah cermin lucu berbentuk kotak kecil dan memiliki sebuah penutup berbahan plastik bergambarkan sebuah karakter anime lucu.


Kagami Jiro sempat tersenyum melihat tokoh anime yang menghiasi penutup cermin milik Christal itu, "Kamu suka Love and Producer?"


"Darimana kakak tau jika itu adalah karakter dari Love And Producer?" tanya Christal yang terlihat begitu bingung menatap kakaknya.


Kagami Jiro menatap Christal dan tersenyum begitu hangat, "Tentu saja aku tau. Aku juga suka memainkan game itu. Dan juga pernah menonton film versi Jepangnya."


"Oh ya? Kapan kakak mulai menyukai bermain game dan menonton anime? Mengapa aku tidak pernah melihat sebelumnya?" tanya Christal seolah tidak percaya. "Sungguh hampir tidak bisa dipercaya! Kakakku yang selama ini sangat kejam dan hanya mengetahui dunia politik, penjahat dan negara ternyata memiliki sebuah kesamaan denganku ... menyukai film anime bahkan memainkan gamenya!" ucap Christal yang terlihat begitu antusias.


"Mengapa kakak tidak pernah memberitahuku? Apa kakak takut kharisma kakak akan turun jika diketahui oleh orang lain?" selidik Christal.


"Eh ... itu ... uhm ..."


"Tenang saja, Kak! Ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua! Aku janji!" Christal mengulurkan jari kelingkingknya untuk membuat sebuah janji persetujuan dari sang kakak.


Dengan ragu-ragu Kagami Jiro mulai mengulurkan jari kelingkingnya untuk menyambut hangat permintaan dari Christal.


"Dan ... aku juga sudah berjanji kepada kakak. Jika kakak sudah sadar, aku akan menerima pilihan kakak!"


"Pilihan?" ucap Kagami Jiro mengernyitkan keningnya menatap Christal.


"Yeap. Aku hanya akan menikah dengan pria pilihan kakak!" ucap Christal dengan wajah begitu berbinar menatap kakak tersayangnya. "Tapi tentu saja tunggu hingga aku menyelesaikan kuliahku dulu ya!" imbuh Christal dengan nada manja.


"Ah ... begitu ya ..." sahut Kagami Jiro mengusap tengkuknya karena masih belum mengerti tentang situasi yang sedang terjadi saat ini. Bahkan dia lupa dan belum sempat melihat wajahnya melalui cermin itu.

__ADS_1


"Kak ... aku bisikin?" ucap Christal sembari mendekatkan dirinya di telinga kakak tersayangnya dan mulai membisiki sesuatu. "Tolong dapatkan 2 tiket VIP untuk konser Li Zeyan bulan depan saat di Tokyo!"


Sepasang mata coklat yang selalu menyorot dengan tajam itu kini membulat sempurna setelah mendengar permintaan dari gadis yang baru saja ditemuinya itu.


"Bantu aku untuk membujuk kak Yosuke! Karena dia yang memegang semua kendali semenjak kakak koma!" rengek Christal dengan memeluk lengan kakaknya dengan manja.


"Li Zeyan? Akan Konser tour ke Jepang?" ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu shock.


Ini tidak mungkin! Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Li Zeyan akan konser tour ke Jepang? Bukankah ragaku sudah tiada semenjak aku bunuh diri saat itu? Lalu siapa dia? Siapa Li Zeyan yang Christal maksud?


Batin Kagami Jiro yang terlihat begitu bingung.


"Iya, Kak! Dia akan datang ke Jepang bulan depan!" sahut Christal dengan sangat bersemangat.


"Dia masih hidup?" pertanyaan yang terdengar begitu konyol bagi Christal terlontar dari pria dewasa itu begitu saja.


"Tentu saja dia masih hidup, Kak! Dan dia semakin bersinar saat ini! Pokoknya kakak harus dapatkan tiket VIP untukku! Oke?!"


"Kakak ipar ..." ucap Christal meringis menatap kehadiran wanita itu.


"Aku akan urus semuanya nanti. Tapi tolong jangan bebani kakakmu dulu saat ini!" ucap wanita itu dengan pelan namun tegas.


Kini pandangannya beralih menatap Kagami Jiro. Tergambar dengan jelas pada wajah ayunya, sebuah haru dan kerinduan yang sangat mendalam.


Dia segera melenggang mendekati brankar. Suara hentakan dari high heelsnya terdengar begitu teratur dan jelas.


Sepasang matanya menatap pria dewasa yang masih terduduk di atas brankar itu dengan haru. Manik-manik indah itu kini sudah terlihat seperti kristal yang begitu indah.


Perlahan wanita itu duduk di atas brankar dan mereka berdua sempat melakukan kontak mata beberapa saat. Wanita yang tak lain adalah Yuna itu masih menatap lekat pria yang berstatus suaminya itu. Sepasang matanya yang sudah sedikit berair bergetar menatap Kagami Jiro, sudut-sudut bibirnya mulai ditarik dan menyembulkan sebuah senyuman manis.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Kagami Jiro. Dia terlihat begitu kebingungan menatap Yuna.


Hingga akhirnya beberapa saat, tiba-tiba Yuna memeluk tubuh besar Kagami Jiro. Tangis haru kini tak bisa lagi dia bendung saat ini. Pecah begitu saja ketika mengetahui kini suaminya sudah sadar kembali. Sementara yang dipeluk hanya terdiam karena begitu bingung.


"Kenapa baru bangun? Aku sungguh merindukanmu, Sayang." ucap Yuna yang masih memeluk tubuh besar itu.


"Sayang?" ucap Kagami Jiro kebingungan. Dia mengkerutkan keningnya. Kedua alis tegasnya saling berdekatan.


Yuna segera melepas pelukannya dan menatap pria di hadapannya itu dangan seksama.


"Iya, Sayang. Kamu tau betapa khawatirnya aku selama ini. Aku takut jika kamu tidak bangun lagi. Hiks ..." ucap Yuna yang kembali terisak dan membungkam mulutnya dengan punggung telapak tangannya.


Siapa lagi wanita ini? Mengapa dia memanggilku sayang? Dan mengapa dia sampai menangis haru seperti ini saat melihatku tersadar?


Batin Kagami Jiro yang belum memahami situasi saat ini.


"Kamu tau ... betapa tersiksanya aku saat itu? Hiks ..." ucap Yuna lagi dalam isaknya.


"Maaf ..." ucap Kagami Jiro pelan. "Tapi ... aku sungguh tidak mengenalmu. Kamu siapa ya?" imbuh Kagami Jiro dengan sangat hati-hati.


"Kamu tidak mengingatku, Sayang?" tanya Yuna sambil membulatkan matanya tak percaya setelah mendengar ucapan dari suaminya sendiri. Ada sedikit rasa sakit karena suaminya telah melupakannya.


Kagami Jiro menggeleng pelan dengan raut wajah meminta maaf, "Maaf ..."


"Kakak ipar. Kemarilah ..." ucap Christal lalu mulai menarik pelan tangan Yuna. Christal sedikit menggiring Yuna untuk menjauh dari brankar.


"Kak Jiro mengalami amnesia." ucap Christal dengan suara lirih dan terlihat sangat bersedih.


"Apa? Amnesia?" tanya Yuna sangat terkejut bukan main. Sepasang matanya membulat sempurna dengan kedua alis indahnya yang sedikit berkerut.

__ADS_1


Selama dua bulan lebih suaminya mengalami koma. Namun ketika terbangun dari koma, takdir mengatakan bahwa seluruh memory dari suami tercintanya kini telang hilang. Ada rasa bahagia karena mengetahui Kagami Jiro sadar, namun juga ada rasa sedih saat mengetahui Kagami Jiro mengalami amnesia.


"Hhm." Christal mengangguk pelan. "Jadi kita harus membantunya untuk mengingat semuanya pelan-pelan."


__ADS_2