
Dengan langkah pelan Christal mulai mendekati brankar dimana sang kakak terbaring. Ada rasa rindu yang begitu besar di dalam hati Christal. Kebersamaan dengan sang kakak, bahkan tingkah berlebihan dari sang kakak dalam menjaga dirinya tentunya juga sangat Christal rindukan.
"Kak Jiro ... bangunlah ... mau sampai kapan kakak akan tertidur seperti ini?" ucap Christal dengan wajah yang begitu cemberut. "Aku berjanji, aku tidak akan sembarangan lagi mengenalkan teman lelaki kepada kakak. Aku akan menerima laki-laki pilihan kakak ... dan suatu saat nanti ... aku hanya akan menikah dengan laki-laki pilihan kakak. Tapi kakak harus cepat bangun!" imbuhnya lalu sedikit menyeret kursinya agar semakin dekat dengan brankar sang kakak.
"Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk kakak. Lagi dari seorang Idol China yang sangat aku sukai. Lagu tentang sebuah impian yang tiada pernah berakhir dan siapapun bisa menggapainya. Kakak dengar ya ..." ucap Christal sambil mulai mengatur nafasnya dan bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu karya dari Idol favoritnya itu.
"Cause every day I lie in my life. The brightest colors fill my head. A million dreams are keeping me awake. I think of what the world could be. A vision of the one i see. A million dreams is all it's gonna take. A million dreams for the world we're gonna make." Christal melantunkan lagu karya seorang Idol China dengan sangat baik dan begitu menyentuh hati.
"Life is like a piano, white and black. If God play it, all will be a beautiful melody. Haa~ Never lose hope, because it is the key to achieve all your dreams." Chistal terus melantunkan lirik demi lirik.
"Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world." suara indah Christal menghiasi seisi ruangan ini. Begitu merdu dan mempesona.
Dan tiba-tiba secara ajaib tubuh Kagami Jiro memberikan respon yang tidak terduga setelah mendengar lantunan dari Christal. Jemarinya mulai bergerak, berawal dari jari telunjuk dan menyusul jari-jari yang lainnya.
Namun Christal tidak menyadari semua itu. Dia terus melantunkan lagu itu hingga selesai.
Sepasang mata dari Kagami Jiro kini mulai terbuka perlahan. Masih terlihat begitu berat dan sangat lemah.
"Argghh ..." rintih Kagami Jiro sambil memegang kepalanya dengan tangan kirinya.
Christal mulai menghentikan nyanyiannya setelah menyadari kakaknya yang sudah tersadar.
"Kak ..." ucap Christal begitu terharu dan langsung memeluk tubuh besar kakaknya yang masih terbaring itu saking terharunya. Dia juga menangis saat ini. "Kakak ... mengapa tertidur begitu lama? Hiks ..."
"Siapa kamu?" ucap Kagami Jiro dengan pelan namun suaranya terdengar begitu besar. "Ehem ... ada apa dengan suaraku? Ehem ..." ucap Kagami Jiro sambil mendengarkan suaranya sendiri yang menurutnya sangat berubah.
Christal melepas pelukannya dan menatap lekat kakak tersayangnya itu.
"Kakak tidak mengenaliku?"
Pria bertubuh besar itu hanya menggelengkan kepalanya dan terlihat begitu kebingungan.
"Aku Christal! Adik kesayanganmu, Kak!" ucap Christal dengan wajah yang sedikit cemberut.
__ADS_1
"Christal?" ucap Kagami Jiro sambil mengkerutkan kening menatap gadis berwajah mungil itu.
"Hhm." Christal mengangguk dengan sangat tegas. "Aku akan memanggil dokter Yu sebentar!" ucap Christal lalu bangkit dan meninggakan ruangan itu.
"Aku mendengar seorang gadis menyanyikan salah satu laguku. Apakah itu Christal? Dan ... kini aku terbangun setelah terjatuh dari lantai 5? Apakah itu berarti aku masih hidup?" gumam pria itu lalu mulai memperhatikan jemarinya.
"Mengapa tanganku sangat berubah? Sangat besar dan terlihat sangat kuat." pria itu kini memperhatikan susunan badannya yang lainnya. Tangan, lengan, tubuh, kaki, bahkan warna kulitnya.
"Sejak kapan aku mempunyai tato di seluruh tubuhku? Dan mengapa badan ini begitu besar dan perkasa? Otot-otot ini ... sejak kapan aku memilikinya? Lalu ... luka-luka tusuk di tubuh ini? Siapa yang melakukan? Dan kapan terjadi? Mengapa aku tidak bisa mengingat semuanya dengan baik?" beribu pertanyaan terlintas di kepala pria dewasa itu yang bahkan dia sendiri tak mengetahui jawabannya.
"Seluruh badanku masih terasa begitu sakit dan ngilu. Kepalaku juga masih sangat berat." gumam Kagami Jiro sambil memegang kepalanya lagi.
DDRRKK ...
Beberapa saat pintu terbuka. Terlihat seorang pria bermata sangat sipit dengan menggunakan almamater putih kebanggaanya mulai memasuki ruangan diikuti oleh Christal.
Dokter Yu segera melakukan pemeriksaan terhadap Kagami Jiro. Sementara Christal mulai menghubungi kakak iparnya Yuna untuk memintanya segera datang ke rumah sakit.
"Kakak ipar! Cepat datang ke rumah sakit!" ucap Chistal melalui telpon.
"Pokoknya kakak cepat datang saja. Okay!"
"Kakak masih ada yang harus diselesaikan. Tapi kakak akan usahakan segera datang ke rumah sakit. Kira-kira satu jam lagi kakak akan segera sampai."
"Baiklah. Kalau begitu sampai nanti ..."
"Okay ..."
Tut ... tut ... tut ...
Christal mengakhiri panggilan itu dan segera mendekati brankar yang mendapati dokter Yu sudah menyelesaikan pemeriksaannya.
"Bagaimana, Dok?"
__ADS_1
"Tuan Kagami Jiro mengalami amnesia. Dia tidak mengingat apapun soal dirinya dan keluarganya."
"Kak Jiro amnesia?"
"Benar ..."
"Lalu apakah ada kemungkinan kak Jiro akan sembuh kembali dan mengingat semuanya, Dok?"
"Ada kemungkinan. Kalian juga sangat berperan untuk kesembuhannya agar tuan Kagami Jiro mengingat semua kenangannya."
"Hhm. Baiklah, Dok."
"Ajak mengobrol dengan obrolan ringan dulu. Jangan terlalu menekan ingatannya."
"Baik, Dokter Yu."
"Baikalah. Saya harus melakukan oprasi terhadap seorang pasien. Saya permisi."
"Baik, Dokter Yu."
Dokter Yu mulai meninggalkan ruangan ini dan kini hanya ada Christal bersama Kagami Jiro.
"Siapa yang dimaksud Kagami Jiro?" tanya pria dewasa yang sekarang sudah dalam posisi duduk bersandar di atas brankarnya.
Christal tersenyum manis menatap kakaknya dan mulai duduk di brankar bersama kakaknya.
"Kagami Jiro adalah kakak. Seorang pemimpin Yakuza terbesar di dunia ... Doragonshadou." ucap Christal dengan senyum mengembang.
Sementara pria dewasa itu terlihat begitu shock setelah mendengar ucapan dari Christal. Sepasang mata coklatnya membulat dengan sempurna.
Aku adalah seorang pemimpin dari Yakuza terbesar di dunia? Doragonshadou? Sebenarnya ada apa ini? Apa yang sudah terjadi setelah aku mencoba untuk mengakhiri hidupku? Aku adalah Li Zeyan! Hanya seorang pecundang sampah dan seorang penipu! Aku hanya orang lemah dan tidak berguna! Mengapa aku masih saja hidup? Bahkan sekarang aku menempati tubuh orang lain? Atau sebenarnya apa? Aku tidak mengerti ...
Batin Kagami Jiro yang masih memperhatikan jemarinya dan membolak-balikkannya lagi.
__ADS_1
"Uhm ... maaf ... Christal. Bolehkah aku meminta tolong padamu? Bawakan aku sebuah cermin?" ucapnya dengan begitu sopan dan dengan nada rendah. Tidak seperti seorang Kagami Jiro yang sesungguhnya.
Christal sedikit mengernyitkan kening karena melihat tingkah dan cara berbicara kakaknya yang sedikit berbeda. Namun akhirnya Christal mencari sebuah cermin di dalam ranselnya. Kemudian dia menyerahkan cermin itu kepada Kagami Jiro.