
Sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro kini sedikit membulat karena melihat darah segar yang mulali mengalir dari lengan kirinya yang terluka karena sayatan dari pisau lipat itu. Dan sepertinya Kagami Jiro masih terlihat sedikit shock saat ini.
Darah ... ini adalah darah ... tenang, Zen. Tenanglah ... kau pasti bisa menghadapi semua ini dengan baik!
Batin Kagami Jiro mulai gemetaran kembali karena melihat darah segar itu, namun dia segera berusaha untuk menenangkan dirinya kembali dan mulai mengambil napas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan.
Preman itu berniat untuk melayangkan kembali serangannya dengan pisau lipat itu. Kagami Jiro yang menyadarinya dengan cepat segera menghindari serangan itu dan kembali mengatur napasnya kembali, karena dia masih begitu shock.
Tak jera dengan hal itu saja, kini preman itu mulai berusaha kembali untuk menyerang Kagami Jiro. Dia kembali mengayunkan pisau lipat itu ke arah Kagami Jiro. Namun kali ini Kagami Jiro berhasil menahan serangan itu dengan menggunakan pisau lipatnya juga.
Gesekan diantara kedua pisau lipat itu terasa membuat hati menjadi ngilu dan nyeri karena suaranya. Dengan mengarahkan seluruh kekuatan dan tenaganya, akhirnya Kagami Jiro mampu untuk menahan serangan itu. Lalu mulai menyerang balik dengan sekali dorongan hingga tubuh preman itu terhempas sedikit ke belakang.
PRROOKK ...
PRROOKK ...
PPROOKK ...
Pria berjubah itu kini kembali bertepuk tangan dan melenggang beberapa langkah ke depan dan semakin mendekati Kagami Jiro.
"Lima menit dua puluh delapan detik." ucap pria berjubah itu masih dengan suara besarnya yang terdengar seperti suara robot. "Waktu yang sangat buruk untuk seorang Kagami Jiro! Kau bukanlah Kagami Jiro!" tandasnya dengan suaranya yang sangat lantang.
"Katakan padaku yang sebenarnya! Siapa kamu dan dimana dia berada saat ini!" geram pria berjubah itu dengan sangat menyeramkan bahkan dia sudah berhasil mencengkeram pakaian Kagami Jiro saat ini.
__ADS_1
Kagami Jiro memang sengaja membiarkan pria berjubah itu untuk mendekatinya karena Kagami Jiro sedang berusaha untuk mencari tau siapa sebenarnya pria berjubah itu. Kagami Jiro mengamati dan melihat bagian wajah pria berjubah itu, namun rupanya dia mengenakan sebuah penutup pada wajahnya.
"Katakan padaku! Dimana dia berada saat ini! Dan siapa kau sebenarnya!" pria berjubah itu kembali menandaskan dengan suaranya yang begitu menggelegar.
"Aku adalah aku! Kagami Jiro hanya ada satu di dunia ini! Jangan banyak omong kosong lagi padaku!" geram Kagami Jiro, dengan cepat dia juga berusaha untuk meraih dan membuka penutup wajah dari sang pria berjubah.
Namun belum sempat Kagami Jiro menyelesaikan aksi dan niatnya, si pria berjubah itu dengan cepat menghempaskan tubuh Kagami Jiro ke sisi samping dan membuatnya terjatuh tak jauh dari ruangan penyekapan Christal. Dan disaat itulah Christal mulai tersadar dan melihat kakak tersayangnya jatuh tersungkur tak jauh dari hadapannya.
"Christal ... Christal ... apa kau baik-baik saja?" melihat sosok Christal dalam keadaan yang sedang terikat dan dibungkam seperti itu, membuat hatinya menjadi begitu terasa nyeri.
Tanpa sadar Kagami Jiro mulai bangkit kembali dan malah mendekati Christal dan membuka sebuah ikatan kain yang digunakan untuk membungkam Christal hingga melupakan jika saat ini masih ada beberapa musuh yang begitu membahayakan mereka berdua.
"Christal, apa kau baik-baik saja?" Kagami Jiro yang masih duduk bersimpuh di hadapan Christal terlihat sangat khawatir saat ini.
"Tenanglah, kita akan segera kembali ke rumah bersama. Jangan takut lagi, Christal! Ada kakak disini. Jika masih takut, pejamkan saja matamu dan jangan lihat semua ini!" Kagami Jiro mengusap pelan jemari Christal berusaha untuk menenangkan gadis yang selama ini selalu terlihat begitu ceria itu, namun kali ini pertama kalinya Zen melihatnya menangis dan ketakutan.
DDUUAAKK ...
BRRUUGGHH ...
Sebuah tendangan yang cukup keras kini berhasil membuat Kagami Jiro jatuh tersungkur kembali di atas lantai hingga menabrak sebuah meja kayu.
"Kak Jiro!!" teriak Christal begitu histeris dan begitu sedih saat menyaksikan kakak tersayangnya yang biasanya selalu kuat dan tak terkalahkan kini tampak tak berdaya. "Kakak ..."
__ADS_1
Sang pria berjubah itu kembali melenggang dan mendekati Kagami Jiro dengan membawa sebuah pisau lipat dan menimang-nimangnya. Kakinya dia pijakkan si atas dada Kagami Jiro yang bahkan belum terbangun setelah terjatuh karena tendangan itu.
Perlahan sang pria berjubah itu menambah kekuatan pijakannya dengan wajah yang menyeringai menakutkan.
"Baiklah jika kau adalah memang Kagami Jiro! Namun sebelum aku mengakhiri hidupmu kali ini, aku ingin membuatmu merasa begitu menderita. Atau lebih tepatnya aku ingin kau merasakan sebuah penderitaan karena melihat orang yang sangat kau sayangi hancur karena perbuatan bodoh orang lain! Aku ingin tau, apa yang akan kau lakukan setelah itu ... " seringai menakutkan kembali menghiasi wajah pria berjubah itu.
Yeap, meskipun hampir semua wajahnya tertutup oleh penutup wajahnya, namun seringai itu masih terlihat begitu nyata dan terlihat melalui sepasang mata yang menatap tajam ke arah Kagami Jiro saat ini.
Rupanya aku salah lihat ya. Pria itu tidak berkaca mata ya? Namun mengapa aku melihat kilauan seperti pantulan saat pertama tadi? Apa dia sudah melepas kaca mata miliknya? Dan ... sepasang pupil itu rasanya seperti tak asing untukku? Aku seperti pernah melihatnya sebelumnya. Namun siapa dan dimana?
Batin Kagami Jiro mulai berpikir keras kembali untuk mengingat-ingat sesuatu.
Namun belum sempat menemukan jawaban dari pertanyaannya yang membuatnya puas, kini sang pria berjubah mulai mengangkat tangan kirinya ke udara dan mulai memberikan instruksi kepada kaki tangannya untuk melakukan seauatu.
Setelah beberapa saat, akhirnya dua orang pria mulai datang kembali dan mendekati Christal.
"Apa yang sedang kalian rencanakan? Jangan sentuh Christal!" ucap Kagami Jiro berusaha untuk bangun kembali, namun pria berjubah itu malah semakin memperkuat injakannya dan mengakibatkan Kagami Jiro tertahan kembali.
"Di depan matamu sendiri, kau akan melihat adik kesayanganmu hancur!" ucap pria berjubah itu yang tentu saja membuat Kagami Jiro, Zen yang sedang berada di seberang dan juga Christal sedikit membelalak. "Dia akan hancur, sama seperti yang sudah pernah kau lakukan kepada seorang gadis baik 7 tahun yang lalu!"
"7 tahun yang lalu?" ucap Kagami Jiro mengkerutkan keningnya menatap pria berjubah itu tak mengerti.
"Yeap. 7 tahun yang lalu kau melakukan sebuah kesalahan yang begitu fatal! Seorang gadis yang begitu baik kau hancurkan hidupnya begitu saja hanya dalam satu malam! Hidupnya begitu terpuruk karena perbuatanmu yang tak berpikir panjang saat itu. Bahkan gadis itu berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri saat itu! Namun kau ... dengan mudahnya kau menjalani kehidupanmu hingga sekarang dan mendapatkan semua yang kau inginkan dengan begitu mudahnya! Bahkan kau tak pernah meminta maaf kepadanya saat itu. Padahal kau sudah merenggut kesuciannya begitu saja! Aku akan membuatmu membayar semuanya! Aku akan membuatmu membayar setiap luka yang pernah kau goreskan di hati dan kehidupannya. Itu adalah janjiku kepada diriku sendiri!" kini pria berjubah itu mulai membuka penutup wajah serta penutup kepalanya dan memperlihatkan wajahnya.
__ADS_1