Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Bayaran Dari Li Kai


__ADS_3

Setelah mengikuti beberapa instruksi dari Zen, kini Christal sudah sedikit bisa mengendalikan dirinya dan melakukan pemotretan dengan baik bersama Zen. Senyumannya kini terlihat begitu alami dan sudah tidak kaku dan tegang. Malah terlihat sangat cantik dan manis!


"Christal tetaplah tersenyum seperti itu saat ini ..." ucap Zen mulai mengistruksi kembali. "Ini adalah pose pemotretan terakhir untuk pakaian pasangan qipao dan juga cheongsam yang sedang aku pakai saat ini. Tersenyum dan menghadaplah ke depan." imbuh Zen lalu mulai memeluk tubuh ramping Christal dari arah belakang.


Zen juga mendaratkan dagu indahnya yang berbentuk V shape sempurna di atas bahu kiri Christal. Sebenarnya pose terakhir ini cukup membuat Christal cukup terkejut, namun Zen kembali mengingatkannya melalui sebuah bisikan pelan.


"Christal, tetap rileks dan santai saja. Tersenyumlah seolah kamu sedang melihat ibumu di hadapanmu." ucap Zen setengah berbisik dan lagi-lagi cara itu kembali berhasil untuk mengatasi kegugupan dan rasa kikuk Christal.


Zen dan Christal mulai tersenyum hangat dan terlihat begitu bersinar seakan photo shoot kali ini adalah sebuah pra-wedding untuk mereka berdua. Sangat serasi! Tampan dan cantik!


CEKKREEK ...


CEKREEKK ...


Beberapa foto mulai diambil kembali oleh Li Kai dan Li Kai juga terlihat cukup puas tanpa ada komplain yang dia layangkan untuk Zen dan Christal.


"Baik, ganti dengan pakaian selanjutnya." ucap Li Kai yang mulai melenggang dan duduk di atas sofa tunggal untuk melihat kembali hasil potretannya.


Amee menemani Christal kembali untuk mempersiapkan Christal dengan pakaian berikutnya. Zen juga sudah terlihat mengambil pakaian yang lainnya dan segera menuju kamar lain untuk berganti pakaian.


Kali ini Zen dan Christal mengenakan pakaian dengan konsep yang cukup simpel dengan tema hitam. Kali ini Zen terlihat tampil elegan dan mamukau dalam balutan setelan jas berwarna hitam. Menjadikannya terluhat semakin tampan, bersinar dan lebih dewasa.

__ADS_1


Sementara Christal mengenakan balutan gaun hitam tanpa lengan yang begitu indah dengan manik-manik indah dan berkilauan di beberapa bagiannya.


"Wah wah wah ... kalian berdua terlihat begitu serasi. Terlihat tampan dan cantik sekali. Malah kalian terlihat seperti sedang melakukan foto pra-wedding saja." Amee tersenyum tulus menatap Christal dan Zen secara bergantian.


"Kak Amee bisa saja." Christal menyautinya dengan malu-malu dan tertawa kecil.


"Hhm. Benar juga. Anggap saja ini untuk belajar sebelum kita benar-benar melakukan beberapa foto untuk pra-wedding kelak, Christal." ucap Zen tersenyum hangat menatap Christal.


Christal hanya tersenyum menatap Zen lalu mengangguk pelan.


"Baiklah. Ayo kita lanjutkan saja, Kak Kai!" ucap Zen kembali yang terdengar cukup bersemangat.


Pemotretan itu kembali dilanjutkan, hingga Zen dan Christal berganti pakaian beberapa kali. Namun rasa lelah tak dirasakan oleh Zen dan juga Christal, karena mereka berdua melakukannya dengan begitu penuh suka dan cita.


"Zen kakak akan mentransfer sejumlah uang.ke rekeningmu sebagai upah untuk kalian berdua. Terima kasih ya sudah membantu kami." ucap Li Kai dengan tulus.


"Sama-sama, Kak. Tapi kakak tidak perlu mentransfernya. Karena aku dan Christal tulus ingin membantu kakak dan kakak ipar Amee kok." ucap Zen menyauti dengan cepat. "Benar begitu kan, Christal?" kali ini Zen mulai beralih menatap Christal untuk meminta persetujuan dari Christal.


"Hhm. Li Zeyan benar, Kak. Kami tulus melakukannya kok. Dan kami juga merasa sangat senang bisa mendapatkan kesempatan seperti itu. Terutama aku, Kak. Aku sangat senang sekali, karena ini adalah pertama kalinya aku melakukannya." sahut Christal dengan wajah mungilnya yang sudah dihiasi oleh senyum manisnya.


"Wah. Jika kalian berdua menolaknya, kakak jadi merasa sangat tidak enak dan sungkan." ucap Li Kai sedikit menggaruk pelipisnya karena kebingungan. "Emm. Begini saja, sebagai gantinya kakak akan memberikan 2 buah tiket untuk pergi ke Shanghai. Sebelum kalian berpisah kembali dan disibukkan dengan rutinitas masing-masing, berliburlah bersama." ucap Li Kai menyarankan.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sih mau saja, Kak. Dan tentunya aku sangat senang jika memang bisa berlibur bersama dengan Christal. Tapi aku khawatir jika kak Jiro tak akan memberikan ijin untuk kami pergi." sahut Zen mulai berfikir ke arah sana.


"Soal kak Jiro biar aku yang berbicara padanya nanti, Li Zeyan. Lagipula bukankah aku sudah mengatakannya padamu, jika aku juga ingin berlibur di China sebelum aku kembali ke Jepang?" sela Christal dengan senyum tipisnya.


"Tidak, Christal. Meskipun kamu yang mengatakannya dan sudah meminta ijin kepada kak Jiro, tapi aku juga harus meminta ijin sendiri kepadanya secara langsung. Karena Sebagai seorang laki-laki, maka aku juga harus gentle dan bertanggung penuh terhadapmu. Apalagi saat ini kamu berada di sini adalah karena aku." ucap Zen begitu dewasa dan menatap gadis yang masih berusia 18 tahun itu.


Christal tersenyum lebar menanggapi ucapan dari Zen, "Baiklah ... baiklah ..."


Li Kai dan Amee juga hanya tersenyum saja melihat pasangan Zen dan Christal yang terlihat begitu manis dan menggemaskan itu.


"Baiklah. Mintalah ijin kepada tuan Kagami Jiro terlebih dulu. Jika sudah mendapatkan ijin, maka kakak akan memberikan voucher liburan untuk kalian berdua." ucap Li Kai lagi.


"Hhm. Baiklah. Sekarang kita pulang dulu. Bye ..." kini Zen dan Christal mulai melenggang dan meninggalkan kediaman Li Kai dan segera memasuki Ferrary merah menyala itu.


...⚜⚜⚜...


"Apa?! Ke Shanghai berdua?!" semprot Kagami Jiro dengan nada bicaranya yang tegas dan suaranya begitu besar seperti biasanya melalui line telpon.


"I-iya, Kak. Aku ingin mengajak Christal berjalan-jalan sebelum Christal kembali ke Jepang. Dan itu jika kak Jiro memberikan ijin untuk kita." sahut Zen mulai melempem dan nyalinya seketika menjadi ciut kembali.


"Aku akan mengijinkan kalian, tapi kalian harus pergi bersama dengan para pengawal!" ucap Kagami Jiro menandaskan dengan sangat tegas. "Dan kamu juga tidak boleh melakukan sesuatu di luar batas dengan Christal! Jika sampai kamu berani melewati batasanmu dan melanggar aturan dariku, maka aku tak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran untukmu, Bocah!!" geram Kagami Jiro begitu mencekam.

__ADS_1


"Ba-baiklah, Kak Jiro. Aku akan selalu mengingat pesan dan aturan itu dengan dengan baik. Dan kita juga akan pergi bersama dengan para pengawal." ucap Zen tak ada pilihan lain, meskipun mereka harus pergi bersama dengan para pengawal keluarga Kagami maupun pengawal Zen.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2