Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kedatangan Kagami Gumi Dan Yosuke


__ADS_3

"Amane yang mengobati lukamu, Sayang?" ucap Yuna mulai mengkerutkan keningnya kembali karena Yuna sedikit tau jika Kagami Jiro pernah begitu dekat dengan Amane, dan berita itu dia dengar dari mendiang Aiko, ibu Kagami Jiro sendiri.


"Karena tuan Kin Izumi yang ingin memberikan kenyamanan dan segala hal yang terbaik untuk para tamu undangannya, Yuna." jawab Kagami Jiro berusaha untuk meyakinkan Yuna, karena takut Yuna akan berpikiran yang tidak-tidak soal Amane dan dirinya.


"Oh, iya. Aku paham itu kok." jawab Yuna dengan seulas senyum dan terlihat begitu hangat.


Beberapa saat terdengar ritme teratur dari arah pintu, dan seorang perawat mulai memasuki ruangan dengan membawa sebuah nampan yang berisikan benerapa makanan dan obat.


"Selamat pagi, Tuan, Nyonya." sapa perawat itu dengan begitu ramah. "Nyonya, tolong usahakan tuan Kagami Jiro segera menghabiskan sarapannya dan juga segera minum obat ya agar segera pulih kembali."


"Tentu saja, Suster. Aku akan memastikan makanan ini akan dimakan habis oleh suamiku." jawab Yuna dengan begitu ramah.


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi, Nyonya, Tuan." ucap suster itu lalu mulai berlalu dan meninggalkan mereka berdua.


"Sayang, aku suapi ya. Ayo aku bantu duduk dulu." kini Yuna mulai membantu Kagami Jiro untuk dan meletakkan bantal di sisi belakangnya agar bisa sedikit untuk bersandar.


"Aarrgghh ..." rintih Kagami Jiro begitu pelan dan menahan bagian perutnya yang sedang terluka dengan tangan kirinya.


"Apa sakit sekali, Sayang? Aku akan panggil dokter dulu." Yuna mulai bangkit dan berniat untuk segera memanggil seorang dokter, namun Kagami Jiro segera menahan lengan Yuna dengan tangan kanannya.


"Tidak, Yuna. Aku baik-baik saja. Hanya masih terasa sedikit ngilu dan perih karena dipakai untuk bergerak."


"Baiklah, pelan-pelan saja ..." Yuna membantu membenarkan Kagami Jiro untuk mendapatkan posisi dengan nyaman tanpa rasa sakit, wajah ayunya juga masih terlihat begitu khawatir melihat kondisi suaminya yang seperti itu.


"Baiklah, mari makan terlebih dahulu." ucap Yuna sambil mengambil semangkok sup dari nampan itu dan mulai menyuapi Kagami Jiro.

__ADS_1


"Aku akan melakukannya sendiri, Yuna." jemari besar itu berniat untuk meraih semangkok sup yang masih hangat itu dari tangan Yuna.


"Aku istrimu, mengapa kamu harus melakukan semuanya seorang diri disaat seperti ini?" ucap Yuna memperlihatkan wajahnya yang sedikit kecewa. "Apakah kamu menganggapku orang lain?"


"Tidak, Yuna. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu. Kamu semalaman sudah menjagaku hingga tertidur di kursi. Pasti badanmu akan terasa begitu sakit." ucapan lembut itu hanya membuat Yuna menjadi semakin merasa bersalah.


"Rasa sakit yang aku rasakan tak sebanding dengan luka pada tubuhmu, Sayang. Biarkan aku merawatmu ... biarkan aku mengurusmu di segala apapun yang sedang kau alami."


Pandangan hangat antara keduanya saling bertaut dan menatap dengan begitu hangat.


"Hhm. Baiklah ..." ucap Kagami Jiro yang membuat Yuna kembali menyunggingkan sebuah senyuman yang begitu hangat dan manis.


Kini dia mulai menyuapi Kagami Jiro dengan begitu telaten, bahkan tak terasa sup itu habis dalam sekejap. Setelah itu Yuna mulai mengambil beberapa pil yang sudah disiapkan oleh perawat itu dan mulai memberikannya untuk Kagami Jiro.


"Minumlah dulu ..."


"Sebenarnya siapa yang menyerang kalian malam itu?" tanya Yuna begitu ingin tau.


Namun sepertinya Kagami Jiro tak mendengarkan ucapan Yuna, dia malah terdiam dan teringat kembali dengan ucapan pria yang menusuknya malam itu.


"Kau mengapa begitu lengah, Kagami Jiro? Mengapa kau tidak bisa membaca pergerakan kami dengan baik? Apa jangan-jangan kamu bukanlah Kagami Jiro?"


Ucapan dari pria penusuk itu seakan memenuhi indra pendengarannya dan selalu menggema hingga membuatnya begitu bingung dan gelisah.


Mengapa? Mengapa pria itu mengatakan hal seperti itu? Apa dia mengetahui sesuatu bahwa aku bukanlah tuan Kagami Jiro ... namun bagaimana dia bisa tau? Dan siapa sebenarnya mereka? Apakah mereka juga pelaku penusukan sebelumnya?

__ADS_1


Batin Kagami Jiro yang tak sadar sudah semakin membuat Yuna begitu khawatir.


"Sayang. Ada apa denganmu? Katakan apa yang kau rasakan saat ini? Mengapa kau terdiam dan tak mendengarkanku?" Yuna terlihat begitu panik dan meraih lengan kuat Kagami Jiro.


Sepasang alis indahnya saling berkerut menatap suaminya dengan begitu gelisah.


"Uhm ... maaf ... aku rasa aku masih begitu lelah hingga kurang berkonsentrasi. Maaf, Yuna ..." Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan sedikit menunduk lalu memijit keningnya pelan.


"Benarkah tidak ada yang sakit lagi?" Yuna meraih sisi kanan wajah Kagami Jiro dan menghadapkan padanya dan tampaknya Yuna masih belum puas mendengarkan jawaban dari Kagami Jiro.


Kagami Jiro menanggapinya dengan seulas senyum dan terlihat begitu terharu melihat Yuna yang begitu mengkhawatirkan Kagami Jiro.


"Aku baik-baik saja. Kau tau kan aku adalah Kagami Jiro! Dan aku sangat kuat dan tak mudah untuk dikalahkan!" seorang Li Zeyan kini sedang berakting dan mencoba untuk menghibur Yuna.


Yuna tersenyum penuh haru dan mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali setelah mendengar ucapan dari suaminya. Sementara Kagami Jiro mulai mengelus kepalanya dengan begitu lembut.


Tiba-tiba mulai terdengar ritme teratur dari pintu. Tak lama kemudian pintu terbuka dan mulai terdengar derap langkah dua orang yang mulai melenggang memasuki ruangan rawat VIP itu.


"Kakak ..." seorang pria mulai mendekati brankar dan segera mendekati Kagami Jiro. "Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa lagi yang melakukan semua ini?" imbuhnya yang terlihat begitu khawatir.


"Yosuke. Kakak belum tau siapa dalang di balik penyerangan ini." ucap Kagami Jiro sedikit ragu, karena sebenarnya ucapan dari sang pria penusuk masih begitu menjadi misteri untuknya. "Namun pasti kakak akan segera menemukan dan memberikan balasan yang setimpal!" tandasnya lagi dengan memperlihatkan wajah tegasnya.


"Iya, Kak! Sudah terjadi dua kali hal semacam ini! Kakak harus segera memberikan hukuman untuknya!" ucap Yosuke menandaskan dan terlihat begitu tak terima melihat Kagami Jiro yang kini kembali terbaring di rumah sakit karena hal yang sama.


"Papa yakin mereka adalah orang yang sama! Kalaupun jika mereka adalah orang yang berbeda, tapi papa sangat yakin jika mereka masih satu komplotan! Karena lagi-lagi papa tak bisa menemukan rekaman CCTV pada tempat itu. Bahkan rekaman pada mobilmu saja sudah berhasil dihapus tanpa meninggalkan jejak." ucap Kagami Gumi terlihat begitu serius.

__ADS_1


"Jika seperti ini terus, aku khawatir jika lama-lama Doragonshadou akan menjadi semakin lemah. Karena mereka bermain dengan begitu halus dan mulus bahkan tanpa meninggalkan jejak." imbuh Kagami Gumi mengkerutkan keningnya dan menatap nanar putra pertamanya yang selalu menjadi sasarannya para berandalan itu.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2