
"Yukimura, apa kau tau ... aku hampir saja mati untuk yang kedua kalinya! Aku hampir saja tidak bisa bertemu dengan istriku lagi maupun dengan kalian ..."
"Apa maksudmu, Jiro?"
"Seseorang menyerangku dengan menggunakan pisau parysatis yang memiliki racun yang begitu mematikan. Penyerangan itu terjadi satu minggu yang lalu. Aku hampir saja tak tertolong saat itu. Namun seorang gadis menyelamatkanku dengan teknik akupunturnya. Aku begitu beruntung bisa selamat ..." ucap Zen bercerita dengan datar. Namun raut wajahnya terlihat sedikit murung.
"Jadi inilah alasan kau mengambil cuti satu minggu karena pemulihan?"
"Hhm ... kau benar sekali, Yukimura."
"Gila!! Siapa yang melakukan semua itu padamu?! Mengapa ada juga yang berusaha untuk melenyapkan Li Zeyan? Dia anak yang baik dan tidak neko-neko. Meskipun nama dan karirnya begitu melejit, namun dia tetap rendah hati. Hhm ... benar-benar orang yang sangat jahat jika mau mencelakai Li Zeyan!" geram Yukimura mengepalkan kedua tangannya.
"Benar. Banyak sekali yang berusaha untuk menjatuhkan bocah itu." gumam Zen pelan. "Dan aku hampir tidak percaya orang itu menyewa pembunuh bayaran untuk menyerangnya."
"Pisau parysatis sangat berbahaya! Racun yang dikeluarkan dari pisau itu belum pernah ditemukan penawarnya selama ini. Siapa gadis yang sudah menyelamatkan hidupmu?" ucap Yukimura penasaran.
"Seorang dokter ahli bedah dan ahli akupuntur. Aku tidak begitu mengenalnya. Hanya mengenalnya ketika dia menyelamatkanku saja."
"Hhm ..." Yukimura mengangguk-angguk dan menekuk tangan kirinya di depan dada, sementara tangan kanannya mengusap dagunya.
"Sekarang aku punya pekerjaan untukmu! Periksa ini, maka kau akan menemukan pelakunya!" Zen yang masih berbaring kini merogoh sesuatu dari saku pakaiannya lalu melempar sebuah USB flash drive untuk Yukimura.
"Pelaku melarikan diri melewati ruang bawah tanah. Maka dari itu para pengawal tidak menemukannya saat memeriksa CCTV di dalam bar itu." ucap Zen lagi.
"Baiklah. Aku akan segera menemukannya dan segera menghubungimu." sahut Yukimura dengan tegas. "Jiro ..."
"Hhm ... bereskan saja semua sekalipun tanpaku!"
"Baiklah! Namun, apa kau tidak ingin tau siapa yang menyewa pembunuh bayaran dan berusaha untuk melenyapkan Li Zeyan?"
"Hhm, tentu saja aku ingin tau! Segera hubungi aku jika sudah menemukan pelaku utama!"
__ADS_1
"Baiklah, Jiro. Oh iya, aku sudah melihat episode drama terbarumu. Dan aku benar-benar hampir saja tidak mengenalimu. Gyahahahaha ... kau sungguh sangat cantik luar biasa! Sudah seperti seorang gadis tulen saja! Gyahahaha ..." Yukimura tertawa terbahak-bahak dan memegani perutnya.
"Tertawalah sepuasmu jika sudah tidak sayang dengan nyawamu!"
Perlahan Yukimura mulai menghentikkan tawanya namun masih saja tersenyum geli.
"Yukimura, jika kamu tidak bisa tertawa janganlah tertawa! Kau jelek adalah bukan salahmu, tapi tertawa adalah salahmu! Jangan tertawa seperti itu ..." ucap Zen seenak jidatnya sendiri.
"Sialan kau Jiro!" Yukimura melempar sebuah bantal dan mengenai tubuh Zen yang masih berbaring di atas ranjang.
"Yeap. Aku harus segera kembali, tolong bereskan masalahku dan Yuna!" kini Zen mulai bangkit dan mulai mengenakan masker serta topi hitamnya.
"Haishh ... kau selalu saja berbuat sesuka hatimu dan membuat orang lain yang menanggungnya." celutuk Yukimura dengan wajah kesal.
"Sebenarnya aku belum menyalurkan hasratku sepenuhnya dengan sempurna ..."
"Haishh ... dasar mesum! Tunggu sampai kau kembali ke dalam tubuh aslimu atau kau bisa menodai tubuh bocah itu!"
"Gyahahaha ... baiklah. Aku pergi. Jaga keluargaku baik-baik!"
Sementara Zen mulai melenggang meninggalkan kamar itu dan segera menyusuri sebuah lorong untuk memakai sebuah lift VIP.
Di dalam lift VIP itu, dia hanya seorang diri menuju lantai dasar. Tepat sebelum Zen keluar dari lift itu, terlihat seseorang yang tak lain adalah Kagami Jiro bersama Igor mulai menaiki lift satunya dan membuat mereka saling berselisih dan tak bertatap muka.
...⚜⚜⚜...
"Sayang, bagaimana pertemuan hari ini?" ucap Yuna yang menyambut kedatangan suami tercintanya yang baru datang.
"Ehm ... iya. Semua berjalan lancar. Dan mereka sangat ramah dan baik. Hanya saja ... aku tak bertemu dengan ..." ucap Kagami Jiro belum menyesaikan ucapannya karena Yuna memotongnya.
"Sayang! Tadi bocah itu datang kesini dan berbuat kurang ajar padaku!" Yuna mulai mengadukan perbuatan Zen dengan menunjukkan mata kucingnya yang begitu memelas. Sedangkan tangannya masih membantu Kagami Jiro melepaskan jaznya.
__ADS_1
"Bocah? Maksudmu siapa Yuna?" Kagami Jiro mulai mengkerutkan keningnya karena bingung.
"Li Zeyan! Dia datang kesini dah membuat masalah!" celutuk Yuna yang kini membantu Kagami Jiro melepaskan dasi berwarna kebiruan itu.
Li Zeyan? Jadi itu dia alasan mengapa dia tidak datang dan menemuiku saat di restaurant, rupanya dia pergi kesini dan menemui Yuna ya. Hhm ... pasti tuan Kagami Jiro sangat merindukan kak Yuna. Kasihan sekali kisah mereka berdua. Saling merindu tapi tak bisa saling bersama dan menggapai.
Batin Kagami Jiro dengan wajahnya yang terlihat begitu murung.
"Sayang ... lihatlah ini!" kini Yuna sedikit membuka beberapa kancing pakaiannya bagian atas hingga terlihat sedikit belahan indah itu. Dan lagi-lagi ini membuat jiwa Zen begitu gugup kembali.
"Lihatlah apa yang sudah dia lakukan padaku! Kiss mark ini adalah karena perbuatan dari bocah gila itu! Kau harus memberikan hukuman untuknya! Ini sama saja sudah pelecehan! Dan aku tidak terima!" ucap Yuna dengan sangat tegas.
"Yuna ..." tiba-tiba terdengar suara yang begitu besar dan berat mulai mendekati mereka dan membuat mereka berdua melengos ke arah sang pemilik suara.
"Yukimura? Mengapa kau sembarangan masuk le kamar orang?!" ucap Yuna dengan wajah yang sedikit kesal.
"Mungkin kalian lupa menguncinya. Bahkan pintu kamar kalian masih terbuka lebar. Karena aku aku takut sesuatu yang buruk sedang terjadi, makanya aku segera masuk." jelas Yukimura begitu santai.
Yuna segera menatap Kagami Jiro dengan tatapan sedikit mencurigai dan Kagami Jiro hanya meringis lebar dan berusaha menjelaskan, "Mungkin aku terburu-buru dan lupa menutupnya kembali. Maafkan aku, Sayang."
"Hhm. Dan kau Yuna. Untuk masalah Li Zeyan, aku sudah mengatasinya dengan baik. Jadi Jiro tak perlu lagi mengotori tangannya hanya untuk bocah lemah seperti dia. Aku sudah memberinya pelajaran, bahkan aku sudah mematahkan tangannya." ucap Yukimura dengan mengangkat satu alisnya naik.
"Baguslah! Seharusnya kau melenyapkan dia sekalian, Yukimura!" celutuk Yuna yang masih sedikit emosi.
Ucapan Yuna sukses membuat Kagami Jiro membelalak lebar. Bagaimana mungkin Yuna menginginkan kematian dari Li Zeyan? Padahal selama ini dirinya tak suka membuat keributan atau masalah dengan orang lain.
Sungguh malangnya nasibku. Menerima label buruk karena tindakan orang lain yang sedang memakai tubuhku. Mengapa tuan Kagami Jiro begitu tega melakukan semua itu? Padahal selama ini aku selalu berusaha menjaga cinta mereka. Hiks ...
Batin Kagami Jiro dengan ekspresi wajah yang sudah terlihat begitu murung saat ini.
"Jiro! Tenang saja! Jangan kau pusingkan masalah ini lagi. Semua akan baik-baik saja! Semua akan aku atasi dengan baik. Sekarang kalian beristirahatlah, karena besok kita akan menemani Christal untuk menghadiri acara itu di Oakwood Residence Damei.
__ADS_1
Yeap, kebetulan acara Koi To Love Anniversary ke-4 akan diadakan di aula besar appartement dimana Li Zeyan tinggal.
...⚜⚜⚜...