
"Sayang ..." ucap Kagami Jiro tiba-tiba yang seketika membuat Yuna membuka matanya kembali. Lalu memandangi bergantian manik-manik kecoklatan di hadapannya itu. Sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya dan mulai menyembulkan sebuah senyuman yang begitu manis.
"Ya ..." Yuna menyauti dengan hati-hati dan senyum yang mengembang saking terharu dan bahagianya. Karena sejak terbangun dari koma, inilah pertama kalinya Kagami Jiro memanggilnya sayang.
"Aku ... aku punya sesuatu untukmu nanti malam." ucap Kagami Jiro dengan seulas senyum dan sedikit menyibak anak rambut Yuna ke belakang telinganya.
"Apa?" wajah cantik itu kini terlihat begitu berbinar dan dipenuhi oleh rasa ingin tau yang begitu besar.
"Nanti malam kau akan mengetahuinya." jawab Kagami Jiro dengan begitu lembut dan juga mengusap kepala Yuna pelan. "Sekarang temuilah para tamu terlebih dahulu, dan aku akan menyusulmu nanti. Karena sekarang ada yang harus aku lakukan terlebih dahulu."
"Melakukan apa?" tanya Yuna ingin tau.
"Ehm ... toilet ..." jawab Kagami Jiro dengan asal, karena bingung harus mencari alasan apa. Dan saat ini hanya itulah yang sedang terlintas di dalam benaknya.
"Ahh ... baiklah. Aku akan menunggumu di bawah." ucap Yuna dengan senyuman manis dan begitu manja.
"Iya ..."
Yuna melemparkan senyum terbaiknya sebelum dia melenggang meninggalkan kamar yang begitu luas itu.
Setelah Yuna sudah keluar dari kamar, dengan langkah yang terburu Kagami Jiro melenggang dan berniat untuk meninggalkan kamar ini juga untuk pergi ke kamar Yukimura.
Namun, baru saja Kagami Jiro membuka pintu kamarnya, dia sudah melihat sosok Yukimura di balik pintu. Dengan cepat Yukimura sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro masuk kembali ke dalam kamar itu dengan terburu-buru.
Yukimura dengan cepat menarik kerah baju Kagami Jiro, dan wajahnya begitu memanas saat ini. Auranya begitu menakutkan.
"Bukankah sudah aku peringatkan untuk menjaga sikapmu?!" tandas Yukimura dengan aura seperti ingin membunuh.
"Paman ... aku sudah berusaha untuk selalu menghindari kak Yuna. Tolong aku paman! Aku tidak tau harus bagaimana? Aku serba salah mengambil keputusan ... dan aku sangat bingung, Paman ..." ucap Kagami Jiro memohon dan terlihat sedikit ketakutan setelah melihat amarah dari Yukimura.
Yukimura masih menatap tajam Kagami Jiro dengan tangan yang masih menarik kerah bajunya. Beberapa saat akhirnya Yukimura melepaskan cengkeramannya lalu menghempaskan tubuh besarnya di atas sofa.
__ADS_1
Kedua lututnya dia gunakan sebagai tumpuan untuk kedua sikunya. Dan jemarinya mulai mengusap rambut jabriknya yang sedikit gondrong itu. Wajahnya tergambar dengan sangat jelas, jika dia sedang kebingungan saat ini.
"Tolong aku, Paman. Malam ini aku sudah berjanji akan memberikan kak Yuna sesuatu untuk menghentikkan ciuman itu. Sekarang apa yang harus aku berikan padanya?" ucap Zen begitu kebingungan.
Yukimura segera menatap Kagami Jiro dengan kening yang berkerut.
"Bodoh!" umpat Yukimura begitu menggelegar. "Jika kau berkata seperti itu, maka Yuna akan mengira kau akan mengjaknya berhubungan badan!" imbuhnya yang masih menatap tajam Kagami Jiro.
"Lalu aku harus bagaimana, Paman?! Jika aku bisa kembali ke dalam ragaku yang sebenarnya sekarang, maka itu akan aku lakukan ..." ucap Kagami Jiro yang tak kalah bingung.
"Kalau itu aku juga tau! Masalahnya tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana dan seperti apa ..." gumam Yukimura yang kini menautkan kedua jemarinya di hadapan dagunya yang sedikit berbulu. "Untuk sementara masalah nanti malam aku yang akan menanganinya. Aku yang akan menyiapkan hadiah untuknya."
"Baiklah, Paman. Terima kasih, Paman!" ucap Kagami Jiro begitu berbinar.
"Misalkan saja ... ini hanya misalkan saja!" ucap Yukimura setengah berteriak.
"Misalkan apa, Paman?" potong Kagami Jiro sangat ingin tau.
Dengan patuh, Kagami Jiro segera mendekat ke arah Yukimura dan mendengarkan dengan seksama rencana yang dibuat oleh Yukimura.
Setelah beberapa saat keduanya saling tersenyum dan terlihat begitu sepakat dengan sebuah rencana itu.
"Bagaimana? Apa kau bisa melakukan semua itu, Bocah?" pertanyaan yang terlontar dari Yukimura kini terdengar sedikit ramah bahkan dia juga sedikit tersenyum tipis.
"Baiklah, Paman! Aku akan mencobanya dan melakukannya dengan baik!" Kagami Jiro juga kini menyauti dengan senyum lebar.
...⚜⚜⚜...
Dua orang pria yang sudah berpakaian rapi dan terlihat begitu tegas dan berkharisma terlihat melenggang bersama dan mulai menuruni sebuah tangga yang sudah beralaskan dengan karpet merah.
Para tamu undangan menyambut hangat kedua pria itu dan penuh rasa hormat.
__ADS_1
"Selamat malam, Tuan Kagami Jiro! Senang melihat tuan sudah kembali dan terlihat begitu sehat." sapa seorang pria paruh baya salah satu dari tamu itu.
"Terima kasih sudah menghadiri pesta malam ini, Tuan. Ini adalah sebuah kehormatan untukku." Kagami Jiro menjawab dengan begitu ramah dan tersenyum lebar.
"Tuan begitu rendah hati ..." jawab tamu undangan itu kembali dengan ramah.
"Tuan, saya mewakili perusahaan Nippon Telegraph And Tel. Karena presdir Lu berhalangan hadir, dia menitipkan hadiah ini untuk tuan." seorang pria yang berusia kira-kira 28 tahun sedikit membungkukkan badannya lalu mempersilakan dua orang di belakangnya untuk memberikan sebuah bejana keemasan di dalam sebuah kaca bening.
"Benda ini adalah bejana emas tripod Dinasti Ming." ucap pria itu menjelaskan barang itu. "Ini adalah salah satu koleksi dari presdir Lu yang begitu antik. Karena presdir Lu berhalangan dan tidak bisa menghadiri pesta ini maka presdir Lu mengirimkan hadiah ini, Tuan. Tolong diterima, Tuan ..."
Wow!! Bejana Emas Tripod Dinasti Ming tentu saja masuk daftar barang antik termahal. Barang yang satu ini bentuknya unik dengan 3 kaki. Berlapis emas 18 karat, bejana ini dibuat pada Dinasti Ming selama periode Xuande.
Kecantikan bejana ini terpancar dari hiasan permata cabochon, rubi, mutiara alami, safir, dan mata kucing chrysoberyl yang melekat pada bejananya. Barang antik yang satu ini diperkirakan memiliki harga kisaran 1.700.000.000 yen ( Rp 190 miliar). Fantastis!! Harga yang begitu fantastis dan akan sangat menguras dompet!
"Bejana emas tripod Dinasti Ming ini begitu mahal. Aku tidak bisa menerima hadiah itu begitu saja." tolak Kagami Jiro dengan sopan.
"Tapi, Tuan ..." sela pria di hadapan Kagami Jiro yang terlihat begitu keberatan.
"Aku sangat menghargai niat baik dari presdir Lu. Tapi aku tidak bisa menerima benda yang sangat berharga ini. Tolong simpan kembali ..." ucap Kagami Jiro masih dengan ramah.
Namun tiba-tiba saja Yuna datang dan dan segera menyapa mereka semua.
"Maaf, Tuan Meiji. Suamiku belum sepenuhnya mengingat ingatannya dengan baik. Kami akan menerima hadiah ini. Terima kasih sudah menghadiri pesta ini." ucap Yuna dengan ramah dan senyum lebar.
"Baik, Nyonya Yuna." sahut pria itu dengan ramah.
"Igor, Sanada ... tolong simpan bejana ini di dalam!" perintah Yuna.
"Baik, Nyonya." sahut Igor dan Sanada bersamaan lalu mengangkat bejana itu berdua.
"Maaf, saya dan suami saya permisi sebentar." ucap Yuna dengan ramah dan segera menggandeng lengan besar Kagami Jiro dan sedikit menggiringnya ke tempat yang sedikit sepi.
__ADS_1