
Yuna tersenyum begitu manis lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Kagami Jiro.
Jujur saja saat ini Kagami Jiro sedikit terperanjat dan begitu bingung. Namun dia hanya tersenyum tipis menatap wanita itu.
Kini Yuna sedikit berjinjit dan semakin mendekati wajah Kagami Jiro dan terlihat sedang menunggu dan menyambut sesuatu dari suaminya.
Aku sudah sering melakukannya, tapi itu semua hanya sebatas akting. Bagaimana ini? Apa aku juga harus melakukannya juga sekarang? Jika aku menolak, pasti Yuna akan sangat curiga padaku. Namun, jika aku melakukannya ... apakah itu benar? Aku merasa sudah sangat menipunya. Bagaimana ini?
Batin Kagami Jiro semakin kebingungan.
Namun kini wajah mereka sudah semakin berdekatan, bahkan nafas keduanya sudah berbaur menjadi satu.
Baiklah. Aku akan melakukannya. Kalau tidak Yuna akan curiga dan semuanya akan berantakan. Lagian ini hanya sekedar ciuman bukan? Semua masih bisa dikendalikan, selagi aku sadar.
Batin Kagami Jiro yang kini mulai pasrah dengan keadaan. Kedua tanganya kini meraih pinggang ramping Yuna dan dia juga sedikit menunduk dan memiringkan wajahnya.
Tok ... tok ... tok ...
Tepat hanya tinggal beberapa inchi saja antara wajah keduanya, tiba-tiba terdengar ritme teratur yang berasal dari arah pintu. Dan keduanya kini mulai menghentikkan hal itu.
Terlihat wajah Yuna yang begitu kesal, namun dia segera tertawa kecil menatap suaminya. Mungkin rasanya sedikit kesal namun juga begitu lucu. Sedangkan Kagami Jiro hanya tersenyum tipis menatap Yuna.
"Aku akan mengeceknya sebentar." ucap Yuna yang kini menurunkan kedua tangannya dan membelai lembut dada Kagami Jiro.
"Hhm. Iya ..." jawab Kagami Jiro seadanya. Namun tentu saja di dalam hatinya dia sangat merasa lega bisa lolos dalam situasi kali ini.
Perlahan Yuna mulai melenggang meninggalkan Kagami Jiro dan membukakan pintu untuk pengganggu itu. Haha ... mungkin seperti itulah Yuna mengatai seseorang yang baru saja menggedor pintu kamarnya.
Rasa kesal mulai hadir kembali ketika Yuna mendapati Yukimura sedang berdiri di balik pintu. Bahkan Yuna juga sedikit mendengus karena begitu kesal.
"Ada apa lagi, Yukimura? Kau tau sudah jam berapa sekarang?" tandas Yuna dengan sangat kesal. "Ini waktunya istirahat."
"Ehm ... begini Yuna ... sebenarnya itu ... anu ..."
"Katakan dengan jelas!" tandas Yuna yang terlihat begitu kesal dan tak sabar.
"Malam ini biarkan Jiro ..."
__ADS_1
PPRRAANKK ...
BYAAARRR ...
Tiba-tiba terdengar ada sesuatu yang pecah dari lantai tiga dan membuat seisi rumah segera berlarian ke arah suara, terutama para pengawal keluarga Kagami. Sebagian dari mereka segera pergi ke lantai 3.
"Aku akan memeriksanya. Kamu tunggu saja disini bersama si kembar dan Jiro!" ucap Yukimura tanpa mendengar jawaban dari Yuna dan langsung melenggang begitu saja ke lantai tiga.
Sementara Yuna segera kembali ke dalam kamar untuk melihat dan menjaga sang buah hati.
"Ada apa? Apa sudah terjadi sesuatu?" tanya Kagami Jiro setelah Yuna masuk ke dalam kamarnya kembali.
"Aku tidak tau. Tapi sepertinya ada yang terjadi di lantai 3." ucap Yuna dengan wajah yang begitu serius.
"Aku akan melihatnya juga ..." ucap Kagami Jiro yang berniat untuk meninggalkan kamar ini. Namun Yuna dengan cepat segera meraih tangan besar Kagami Jiro dan menahannya.
Kagami Jiro menoleh ke arah Yuna, dan Yuna menggeleng pelan, "Kali ini jangan pergi! Serahkan saja kepada para pengawal. Kamu masih belum pulih seutuhnya. Aku tidak mau kamu terluka lagi."
Kagami Jiro terdiam beberapa saat menatap Yuna sendu, "Bukankah aku adalah pemimpin dari keluarga ini saat ini? Bukankah aku adalah pemimpin dari Doragonshadou saat ini? Apakah ini pantas untukku? Aku tidak bisa berdiam diri saja, Yuna. Aku sudah memutuskan untuk merubah hidupku setelah aku mendapatkan anugrah ini. Sebuah anugrah yang diberikan langit untukku. Anugrah untuk hidup kembali." ucap Kagami Jiro dengan pelan namun sangat mantap.
Yuna menggeleng dengan tegas dan malah memeluk tubuh Kagami Jiro.
"Tidak boleh! Kamu tidak boleh pergi!" jawab Yuna dengan kekeh dan semakin memperkuat pelukannya.
"Yuna ..."
DUUAKK ...
Tiba-tiba terdengar seperti sebuah pukulan keras namun pada satu titik kecil pada kaca jendela di kamar ini. Seketika Kagami Jiro dan Yuna melihat ke arah jendela. Ada sebuah bekas seperti tembakan sebuah peluru yang berusaha menembus kaca kaca.
PLETAK ...
Bekas dari sebuah sniper yang melesat itu kemudian diikuti dengan sebuah anak panah yang melesat berusaha menembus kaca anti peluru itu. Anak panah itu terpental dan jatuh area balkon di luar kamar.
Kagami Jiro mulai melepaskan Yuna dan berniat mengecek keadaan di balkon yang saat ini sudah remang-remang.
"Sayang ..." Yuna masih menahan tangan Kagami Jiro dengan ekpresi bak seorang wanita yang akan ditinggal puluhan tahun oleh suaminya. Dia terlihat begitu khawatir untuk melepas suaminya.
__ADS_1
Kagami Jiro mengusap pelan jemari Yuna yang masih menggenggam jemarinya dengan erat dan dia juga tersenyum hangat berusaha untuk menenangkan wanita itu.
"Aku hanya akan melihat dan mengecek sebentar. Jaga Kenzi dan Kenzou!" ucap Kagami Jiro dengan lembut.
"Tapi ..." sergah Yuna dengan begitu berat.
"Aku akan segera kembali." ucap Kagami Jiro berusaha meyakinkan Yuna.
"Baiklah. Cepat kembali ..." ucap Yuna melepas genggamannya dengan begitu berat.
"Hhm ..." Kagami Jiro kini berbalik dan mulai melenggang mendekati pintu keluar menuju balkon yang berada di belakang kamarnya.
Dia menemukan sebuah peluru yang terpental setelah berusaha menembus kaca itu. Dan dia juga menemukan sebuah anak panah. Terlihat ada sesuatu yang sudah diselipkan pada anak panah yang kini terjatuh di atas lantai itu.
Perlahan Kagami Jiro memungut anak panah dan peluru itu. Dan dia menemukan secarik kertas yang digulung dan diikat dengan tali berwarna kuning pada anak panah itu.
Kagami Jiro mengkerutkan keningnya menatap benda itu. Kemudian dia mulai mengambil kertas itu dan mulai membuka ikatan tali itu.
Ternyata itu adalah sebuah pesan rahasia yang dikirimkan oleh seseorang untuknya.
Tuan Kagami Jiro. Aku mendengar tuan sudah sadarkan diri. Aku sangat merasa lega. Dan kini aku juga harus memberitahukan sesuatu kepada Tuan Kagami Jiro. Aku mengetahui dalang dibalik penyerangan terhadap tuan saat itu. Aku mempunyai bukti yang sangat kuat. Temui aku besok pagi jam 10 AM di Paradise Resort. Jangan bercerita dan memberitahu siapapun! Sekalipun Yosuke ataupun nyonya Yuna. Karena ini sungguh sangat rahasia. Hanya tuan-lah yang akan mengerti dengan semua ini. Datang sendiri dan aku akan memastikan semua akan aman.
Ley Bixing
"Ley Bixing?" gumam Kagami Jiro pelan dan masih menatap anak panah serta peluru itu.
"Sayang ..." kini Yuna sudah menyusul Kagami Jiro yang masih berada di balkon.
Dengan cepat Kagami Jiro segera menyimpan surat itu di dalam saku pakaiannya agar Yuna tidak melihatnya.
"Bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu?"
"Hhm ... Ada sebuah peluru dan anak panah ini." ucap Kagami Jiro sambil memperlihatkannya kepada Yuna. Dengan cepat Yuna segera meraih kedua benda itu dan berusaha untuk memastikan sesuatu.
Kali ini aku harus menjadi seorang pria yang berguna untuk orang lain! Aku tidak mau hidup menjadi seorang pria sampah yang tidak berguna untuk kedua kalinya lagi! Aku sudah memutuskan untuk mengubah hidupku! Aku akan membantu mereka menemukan pelaku penyerangan terhadap tuan Kagami Jiro!
Batin Kagami Jiro dengan tatapan nanar menatap Yuna yang masih serius mengecek kedua benda itu.
__ADS_1