
"7 tahun yang lalu kau melakukan sebuah kesalahan yang begitu fatal! Seorang gadis yang begitu baik kau hancurkan hidupnya begitu saja hanya dalam satu malam! Hidupnya begitu terpuruk karena perbuatanmu yang tak berpikir panjang saat itu. Bahkan gadis itu berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri saat itu! Namun kau ... dengan mudahnya kau menjalani kehidupanmu hingga sekarang dan mendapatkan semua yang kau inginkan dengan begitu mudahnya dan penuh kebahagiaan! Bahkan kau tak pernah meminta maaf kepadanya saat itu. Padahal kau sudah merenggut kesuciannya begitu saja! Mahkota yang selalu dia jaga dengan baik, kau renggut begitu saja tanpa ada penyesalan dan rasa bersalah sama sekali! Aku akan membuatmu membayar semuanya! Aku akan membuatmu membayar setiap luka yang pernah kau goreskan di hati dan kehidupannya. Itu adalah janjiku kepada diriku sendiri!" kini pria berjubah itu mulai membuka penutup wajah serta penutup kepalanya dan memperlihatkan wajahnya.
Sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu kini membelalak setelah menatap seorang pria di balik sebuah jubah hitam itu adalah seseorang yang pernah dikenal dan ditemuinya sebelumnya.
Yeap, sebuah identitas dari pria berjubah yang sungguh tak pernah dia duga sama sekali sebelumnya, ternyata adalah Kin Izumi, suami dari Amane.
"Tuan Kin Izumi ..." ucap Kagami Jiro begitu pelan seakan masih tak percaya dengan apa yang sedang lihat saat ini. "Mengapa tuan melakukan semua ini?"
Sebenarnya ini masih sungguh membuat Kagami Jiro begitu terkejut dan tak percaya. Padahal selama ini dia mendengar rumor bahwa Kin Izumi adalah orang genius yang selalu bersikap tenang, dewasa, lembut, ramah dan merupakan owner dari salah satu perusahaan besar di Jepang. Bahkan perusahaannya masuk dalam peringkat 10 besar di dunia. Namun, tiba-tiba kali ini Kagami Jiro seakan melihat sosok lain dari seorang Kin Izumi. Sosok yang begitu gelap dan memiliki aura yang sungguh berbeda.
"Seperti yang sudah aku katakan padamu tadi." sahut Kin Izumi mulai melepaskan pijakan kakinya pada dada Kagami Jiro.
"Si-siapa gadis itu? Dan dimana dia sekarang?" ucap Kagami Jiro mulai duduk dan berusaha untuk berdiri kembali.
"Hhhmpp ..." sebuah tawa kecil yang sedikit tertahan dilakukan oleh Kin Izumi terkesan sedang menertawakan Kagami Jiro. "Dia sudah bahagia saat ini! Namun aku akan tetap membuatmu untuk membayar semua itu!" Kin Izumi mulai mengambil sebuah puntung rokok dan mulai menghimpitnya di antara bibirnya, lalu salah satu anak buahnya mulai membantu menyalakannya dengan menggunakan lighter.
"Tuan Kin Izumi, aku minta maaf soal hal itu. Mungkin aku pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang membuat tuan begitu kesal dan marah padaku. Namun, bukankah manusia adalah tempatnya salah dan khilaf? Namun manusia juga akan bisa berubah menjadi lebih baik dan belajar dari kesalahan, Tuan. Dendam hanyalah akan merusak hati dan membuat kehidupan kita tidak tenang." ucap Kagami Jiro dengan pelan dan berharap Kin Izumi akan memaafkan kesalahan Kagami Jiro di masa lalu.
Kin Izumi tertawa kecil dan mulai mengenakan kacamata minusnya yang baru saja diberikan oleh salah satu anak buahnya.
"Aku bukanlah orang yang bisa kau kenal dan bisa kau pahami dengan baik! Dan lagi ... jika minta maaf berguna, penjara akan sepi!" ucap Kin Izumi dengan seringai menakutkan.
Rambut keemasannya yang sedikit gondrong itu terlihat begitu bercahaya ketika tersorot oleh sebuah cahaya lampu.
__ADS_1
"Albert, Kimi! Lakukan sesuai rencana!" perintah Kin Izumi yang terlihat sudah malas untuk berdebat dengan Kagami Jiro.
"Baik, Tuan Kin Izumi!" sahut kedua anak buahnya dengan patuh, lalu mulai melenggang dan mendekati Christal untuk menjalankan perintah dari tuannya.
Salah satu preman itu kini mulai melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Christal. Lalu salah satu preman itu mulai meraih paksa kerah pakaian Christal dan membuatnya untuk berdiri. Setelah itu kedua preman itu memegangi masing-masing tangan Christal.
Wajah Christal terlihat begitu ketakutan bahkan sudah menjadi sangat pucat saat ini. Sepasang mata beningnya sudah begitu berair saat ini dan hanya bisa menatap Kagami Jiro dari kejauhan. Berharap kakak tersayangnya bisa melindunginya dan bisa segera membawanya kembali pulang ke rumah besar Kagami.
"Aku mohon jangan sangkut pautkan Christal! Dia tidak tau apa-apa! Dan dia tak ada hubungannya dengan kehidupan di masa laluku!" ucap Kagami Jiro berharap mereka akan melepaskan Christal dan Kagami Jiro juga berusaha untuk mendekati Christal, namun ada dua pria lagi yang kini menahan tubuh Kagami Jiro
"Aku akan melakukan apapun asalkan kalian melepaskan Christal!" imbuh Kagami Jiro berusaha untuk bernegosiasi dengan para berandalan itu.
"Apapun? Apa kau juga akan memberikan nyawamu untuk menggantikan adik bungsumu ini?" Kin izumi berbalik menatap Kagami Jiro dan menyeringai menakutkan.
Kin Izumi tertawa lepas dan menggelegar, memenuhi seisi ruangan di dalam rumah tua ini. Tawa yang terdengar begitu menakutkan seperti tawa seorang psolikopat.
Seorang genius seperti Kin Izumi bagaimana bisa dia melakukan semua ini? Dan ... apakah dia adalah orang yang juga menyerang tuan Kagami Jiro saat itu hingga mengakibatkan tuan Kagami Jiro koma? Dan ... apakah dialah pemimpin dari Death Eyes?
Batin Kagami Jiro yang masih dipenuhi oleh beberapa pertanyaan yang mengganggu pikirannya saat ini. Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro melihat sebuah tato sebuah naga dengan sayap kehijauan pada leher Kin Izumi.
"Tato itu ... sepertinya aku pernah mendengarnya dari paman Yukimura. Sebuah tato naga dengan sayap kehijauan pada leher Kin Izumi."
Ucap Kagami Jiro sangat lirih dan kembali berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu.
__ADS_1
"Kau mau aku menghabisimu dengan katana? Senjata api atau apa? Mutilasi? Bom?" seorang Kin Izumi benar-benar terlihat begitu berbeda saat ini!
"Terserah kau saja mau membunuhku dengan cara seperti apa. Tapi lepaskan Christal dan biarkan dia pergi dari tempat ini! Setelah itu aku tak akan melawan kalian lagi." ucap Kagami Jiro memantapkan hatinya.
Karena menurut Kagami Jiro, itulah pilihan terbaik saat ini. Dibanding nyawanya sendiri, Christal jauh lebih berharga. Terlebih jiwa Zen tentu saja membaca dan menangkap niat busuk para berandalan itu untuk menghancurkan hidup Christal karena dendam di masa lalu dari saja boss Kin Izumi terhadap Kagami Jiro!
Christal yang mendengar ucapan dari kakaknya menggeleng pelan dan terlihat begitu lemah tak kuasa untuk membendung tangisnya lagi.
"Tidak, Kak Jiro ... tidak! Aku tidak akan pergi meninggalkan kakak. Aku akan tetap disini bersama kakak." ucap Christal dalam isak tangisnya.
Sesak! Begitulah kira-kira yang sedang dirasakan oleh Kagami Jiro maupun Christal saat ini. Kedua kakak beradik yang tak mau saling mengorbankan satu sama lain. Bahkan mereka saling berebut untuk saling berkorban!
"Pergilah Christal!" ucap Kagami Jiro menandaskan dengan cukup tegas.
"Tidak, Kakak ..." ucap Christal masih terisak dan menggeleng pelan.
"Pergilah, Christal! Ini perintah kakak! Kau harus mematuhinya!" kali ini Kagami Jiro mengatakannya dengan lebih tegas dan menggelegar sehingga akhirnya Christal tak bisa melawannya lagi.
Langkah kaki Christal terlihat begitu berat seakan memiliki beban berton-ton untuk melangkah meninggalkan tempat itu. Tangisnya tak juga berhenti meskipun mengetahui dia sudah berhasil selamat dari para berandalan itu.
Pikirannya saat ini hanyalah dipenuhi oleh kakak pertamanya yang sangat disayanginya, yang sedang bersiap untuk menemui ajalnya karena menggantikan posisinya.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1