Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kebenaran Yang Disimpan Xia Feii


__ADS_3

Seorang pemuda lengkap dengan kostum penyamarannya, dengan menggunakan topi hitam dan masker hitam terlihat sedang menemui seorang gadis yang terlihat cantik dan cerdas dengan rambut di atas bahu.


Mereka bertemu di salah satu restoran di dekat sebuah kampus Wan Chai Unniversity. Dan sepertinya pemuda itu juga baru saja menyelesaikan kelasnya sore ini dan segera mendatangi restoran ini.


"Xia Feii, apa kamu mengingat benda ini?" pemuda yang masih mengenakan topi serta masker hitam itu mulai menyodorkan sebuah gantungan kunci gitar kecil berwarna hitam kepada gadis bernama Xia Feii itu.


Xia Feii mulai menatap gantungan kunci itu dan terlihat begitu terkejut luar biasa. Namun Xia Feii berusaha untuk bersikap kembali tenang.


"I-iya, Zen. Tentu saja aku masih mengingatnya dengan baik. Bukankah kamu sudah memberikannya kepadaku saat itu? Dan mengapa gantungan kunci ini bisa ada padamu lagi, Zen?" tanya Xia Feii yang terlihat masih biasa saja dan begitu alami.


Kali ini Zen mulai menurunkan masker hitamnya dan tersenyum tipis menatap Xia Feii.


"Malam itu, seseorang menemukan gantungan kunci ini 2 bulan yang lalu di dekat gedung apartemen Roynet di dekat sebuah gang buntu. Malam itu, apakah kamu sedang berada di tempat itu dan melihat semuanya, Xia Feii?" tanya pemuda pemilik manik-manik bak okavango blue diamond itu menatap lekat dokter cantik bernama Xia Feii itu.


Kali ini Xia Feii terlihat semakin tercengang, dan tak bisa berkata-kata untuk beberapa saat. Bahkan bibir merah mudanya terlihat sedikit bergetar saat ini. Antara ragu untuk mengatakan sesuatu ataukah Xia Feii sedang merasa ketakutan saat ini.


"Xia Feii, apa kamu mendengarku?" ucap pemuda yang tak lain adalah Zen membuyarkan angan Xia Feii.

__ADS_1


"Zen, apa kamu melihatku saat itu?" Xia Feii kembali bertanya dengan nada yang sedikit bergetar.


"Ya." jawab Zen berbohong, dan sebenarnya Zen hanya ingin mengetahui reaksi dari Xia Feii saja. Apakah Xia Feii benar-benar sudah melihat semua yang terjadi malam itu atau Xia Feii memang tidak melihatnya. "Namun aku ingin mendengarnya sendiri darimu, Xia Feii ..." imbuh Zen lagi.


"Zen, sebenarnya ... sebenarnya ... malam itu aku memang melihat seorang pemuda yang sedang memberikan pelajaran untuk keempat mahasiswa yang rumornya selalu membuat masalah dan onar di kampusnya itu. Dan sebenarnya aku tidak tau siapa sebenarnya pemuda itu. Namun karena saat itu aku penasaran dan merasa jika aku sangat mengenali postur seorang pria berjubah itu, akhirnya aku mengikutinya namun aku kehilangan jejaknya. Karena akhirnya aku melihat dia menghilang di sebuah gang lalu mulai menaiki atap demi atap. Setelah itu aku tidak tau lagi keberadaannya, pergerakannya sangat cepat." ucap Xia Feii yang menceritakan kejadian saat itu. "Namun aku semapat melihat sepasang pupil itu, dan aku juga sangat mengenali siapa pemilik daei pupil itu. Dan pemilik pupil tu adalah kamu Zen." jawab Xia Feii memelankan suaranya.


Zen masih terdiam dan dengan serius mendengarkan cerita dari Xia Feii. Namun Zen cukup terkejut saat Xia Feii mengatakan ucapan terakhirnya. Jiwa Zen yang sebenarnya tidak begitu dekat dengan Xia Feii, namun jiwa Kagami Jiro sudah sedikit mengenal dan memahami jika Xia Feii adalah gadis yang baik.


Maka dari itu Kagami Jiro berusaha untuk membuatnya menikah dengan sahabatnya, Yukimura. Karena selama 4 bulan itu, Kagami Jiro mengetahui jika Xia Feii adalah gadis yang berhati baik dan tulus. Bahkan Xia Feii pernah menyelamatkan hidup raga seorang Zen yang berjiwa Kagami Jiro dari racun mematikan dari pisa parysatis.


Sebenarnya saat ini Zen cukup kebingungan harus menanggapi Xia Feii seperti apa dan bagaimana. Karena jiwanya masih sepenuhnya meragukan Xia Feii.


Sungguh, Zen merasa lega sekali saat mengetahui jika Xia Feii memang gadis yang baik, dan berada pada pihaknya. Zen tersenyu dan mulai beenafas dengan lega.


"Hhm.Yeap. Mereka malah sudah bertunangan kok. Dan gara-gara petaka di labolatorium saat itu, mereka berdua malah bersatu. Zhang Wei pasti begitu kesal dan tidak terima. Dan semoga saja Zhang Wei tidak melakukan hal yang buruk kepada Jancent saat Zhang Wei sudah keluar dari jeruji sel. Karena watak Zhang Wei selama ini sangat keras dan tak mau terkalahkan. Dia selalu berusaha untuk mencelakai orang yang dekat dengan Li Lian. Dan itu membuatku sedikit khawatir." ucap Zen sedikit murung karena mengkhawatirkan Jancent.


"Kita doakan saja, semoga Zhang Wei bisa berubah selama berada di dalam sel jeruji." jawab Xia Feii dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang pria dewasa dengan tubuhnya yang besar dan kekar mulai menghampiri mereka berdua lalu menarik sebuah kursi dan duduk bergabung bersama dengan Zen dan Xia Feii.


"Hallo, Paman Yukimura!" sapaan penuh kerinduan dan rasa hormat terdengar begitu hangat mulai dilontarkan oleh Zen saat menyadari kedatangan pria dewasa yang tak lain adalah Yukimura, orang yang selama 4 bulan itu selalu mengajari Zen untuk menjadi pria yang lebih kuat secara mental maupun fisik.


"Hallo, Bocah Li Zeyan! Apa yang sedang kamu bicarakan dengan calon teman tid ... maksudku calon istriku?" ucap Yukimura hampir saja keceplosan.


Opss ... hampir saja aku salah bicara. Bisa-bisa Xia Feii akan membatalkan pesta pernikahan kita karena marah padaku. Ckk ... dasar mulut ini!!


Batin Yukimura memaki dirinya sendiri dan menggerutu di dalam hati.


"Tidak ada yang serius kok, Paman. Aku hanya sedikit berbincang saja kok sambil menunggu paman datang. Hehe ..." ucap Zen berusaha menyembunyikan sesuatu dari Yukimura.


Padahal sebenarnya Yukimura sudah begitu tau akan semua hal itu, karena tentu saja Kagami Jiro juga sudah menceritakan semuanya kepada Yukimura.


"Bagaimana bela dirimu saat ini, Bocah Li Zeyan? Apa kamu bisa melakukannya dengan baik dengan tubuhmu yang sekarang?" tanya Yukimura yang sebenarnya cukup penasaran akan hal itu.


"Oh ... iya, Paman. Aku masih bisa melakukannya dengan baik dengan tubuh ini. Terima kasih, Paman Yukimura." ucap Zen dengan tulus.

__ADS_1


"Apa maksud kalian?" tanya Xia Feii menyela pembicaraan antara Zen dan Yukimura.


__ADS_2