Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kai's And Amee's Wedding 2


__ADS_3

Satu persatu tamu undangan mulai menghampiri kedua mempelai pengantin untuk mengucapkan beberapa patah kata selamat dan doa serta memberikan hadiah secara bergantian di depan.


Kagami Jiro yang sedang menggendong Kenzou mulai menggandeng Yuna yang juga sedang mengendong Kenzi kini mulai mendatangi kedua mempelai.


"Li Kai ... akhirnya kamu menikah dengan Amee! Selamat!! Setelah jalanan yang begitu berliku, akhirnya kalian bisa bersama! Aku turut bahagia!!" Kagami Jiro memberikan selamat untuk kak Kai dan menepuk bahu kak Kai beberapa kali.


Kagami Jiro terlihat begitu bahagia, karena selama menempati raga Zen, Kagami Jiro sangat mengetahui bagaimana hubungan mereka bertiga saat itu. Begitu rumit dan membingungkan.


"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang ke Beijing hanya untuk menghadiri pesta pernikahanku, Tuan Kagami Jiro." ucap kak Kai penuh hormat dan menatap haru pria dewasa yang sedang berdiri di hadapannya yang sedang menggendong Kenzou.


"Hhm. Semoga kalian bahagia selalu dan segera diberikan momongan!" ucap Kagami Jiro dengan tulus.


Karena selama 4 bulan ini Kagami Jiro sudah merasa begitu menyayangi Li Kai seperti adiknya sendiri. Dan tentu saja melihat Li Kai mendapatkan kebahagiaanya membuat Kagami Jiro juga merasa bahagia. Terlebih hubungannya dengan Zen juga sudah membaik.


"Terima kasih, Tuan." sahut kak Kai dengan ramah.


"Paman Kai!! Bibi Amee!! Bolehkah aku bermain di rumah kalian esok?" celutuk Kenzi yang berada di gendongan Yuna kini mulai melompat untuk di gendong Amee.


"Tentu saja, Sayang. Kenzi dan Kenzou boleh main kok. Nanti bibi buatkan kue yang enak!" sahut Amee menanggali Kenzou.


"Kenzi sayang kemari dulu, Nak. Bibi Amee sedang sibuk saat ini. Jadi belum bisa menemani Kenzou bermain saat ini." Yuna kembali menggendong Kenzi namun bocah berumur 3 tahun itu bersikeras tak mau terlepas dari Amee.


Dan hal itu membuat Kenzou juga ikut melompat pada kak Kai.


"Astaga kedua pria kecil ini ..." gerutu Kagami Jiro tak berkutik lagi.


Karena sekeras apapun Kagami Jiro saat di luar, namun pria dewasa ini tak akan berkutik dan tak akan bisa menolak permintaan sang anak.

__ADS_1


"Tuan Kagami Jiro, Nyonya Yuna ... biarkan saja Kenzou dan Kenzie bersama kami." ucap kal Kai mengusulkan.


"Namun kalian masih harus menemui para tamu undangan." sahut Yuna yang sedikit merasa tak enak.


"Tidak masalah kok, Nyonya. Kami merasa senang saat bersama Kenzi dan Kenzou." sahut Amee dengan ramah.


"Ya sudah, baiklah. Anggap saja ini untuk sedikit melatih kalian jika kelak kalian sudah memiliki seorang anak." celutuk Kagami Jiro dengan tawa kecil.


Dan ucapan dari Kagami Jiro seketika membuat kak Kai dan Amee merona karena malu.


"Sayang jangan menggoda mereka seperti ini!" ucap Yuna mulai menyenggol lengan Kagami Jiro. "Oh iya, hadiah dari kami akan dikirimkan langsung ke rumah kalian nanti."


"Terima kasih banyak, Nyonya ... tuan ..." ucap kak Kai mulai membenarkan letak kacamatanya karena Kenzou yang sedang digendongnya mulai iseng.


"Ya sudah, kami akan kembali ke tempat duduk kami dulu. Kenzi, Kenzou ... jangan nakal ya!" ucap Yuna sebelum meninggalkan kedua putra kembarnya.


Kagami Jiro dan Yuna mulai kembali ke tempat duduk mereka. Beberapa pelayan khusus mulai melayani mereka dan mengantarkan beberapa hidangan.


"Huft ... sepertinya kali ini kita akan berada di Beijing lebih lama. Beberapa hari lagi pernikahan Xia Feii dan Yukimura akan dilangsungkan juga." ucap Kagami Jiro setelah meneguk jus segarnya.


"Hhm. Sekali-kali tidak masalah bukan? Anggap saja kita sedang berlibur di Beijing. Christal juga pasti akan senang, karena konser Li Zeyan juga akan segera diselenggarangan di Beijing Concert Hall." sahut Yuna dengan santai.


"Hhm ... dasar anak gadis itu. Padahal pemuda itu sudah berada tepat di hadapannya, namun masih saja mau datang dan bersusah payah ke tempat konser yang penuh dengan keramaian seperti itu. Berada di atas panggungnya saja sudah membuatku kapok, apalagi mereka yang hanya menonton dan menunggu sang idola dengan berdesak-desakan seperti itu. Cckk ..."


Kagami Jiro mulai menggerutu dan mulai teringat saat dia menempati raga Zen saat melangsungkan sebuah live concert di Saitama Super Hall. Dan hal itu sempat membuat seorang Kagami merasa gugup saat itu.


Meskipun saat itu Kagami Jiro melalukan konser dengan lipsync dan menggunakan lagu yang lembut, tetap saja hal itu adalah sesuatu yang sangat berbeda dari jalur hidupnya selama ini!

__ADS_1


"Sayang, apa yang baru saja kamu katakan? Kamu pernah menyanyi dan menari di atas panggung?" tanya Yuna hampir saja tak percaya setelah mendengarkan ucapan dari Kagami Jiro.


Karena selama ini Kagami Jiro tak pernah mengatakan jika memang pernah mengalami hal semacam itu.


Kagami Jiro yang mendengarkan pertanyaan Yuna mendadak membeku, karena lagi-lagi dia tak sadar telah menceritakan sesuatu pengalaman yang pernah dia alami saat menempati raga Zen.


"Sayang, maksudku adalah saat aku di bangku SMU. Aku pernah bermain band bersama teman-temanku dan pernah berada di atas panggung untuk memainkan sebuah lagu. Dan semenjak itu aku merasa kapok dan tak pernah lagi mau memegang alat musik apapun." ucap Kagami Jiro membuat alasan.


Padahal selama masa muda Kagami Jiro tak pernah mengikuti band apapun. Bahkan sebenarnya Kagami Jiro tak bisa memainkan alat musik apapun. Keahliannya hanyalah kekuatan otot dan juga otaknya saja.


"Wah ... kau memainkan musik apa saat itu, Sayang?" ucap Yuna penuh minat.


"Uhm ... piano." jawab Kagami Jiro dengan asal karena kebetulan saat ini Kagami Jiro sedang melihat seorang pria yang sedang memainkan sebuah keybord untuk mengiringi pesta pernikahan ini.


"Kalau begitu tolong mainkan sedikit untukku, Sayang!" pinta Yuna mulai meraih lengan Kagami Jiro memohon.


"Uhm ... itu sebenarnya sudah sangat lama sekali, Yuna. Dan aku sudah lama tak pernah memainkannya lagi. Akhirnya aku benar-benar lupa cara memainkannya." jawab Kagami Jiro lalu mulai mengambil segelas jus segarnya lalu meminumnya.


"Oh ... begitu ya. Sayang sekali. Pasti kamu sangat keren ya saat itu."


"Tentu saja! Tidak ada yang tidak mengenalku saat itu."


"Ya ya ya ... aku percaya." kini Yuna mulai melihat sekitarnya hingga akhirnya Yuna mulai menangkap seorang gadis cantik dengan rambutnya yang pendek dan sedikit di-curly.


Gadis itu terlihat begitu anggun dengan balutan dress tanggung berwarna cream. Gadis itu sedang melenggang beriringan dengan seorang pria dewasa dengan penampilannya yang cukup rapi.


Mereka berdua juga terlihat begitu serasi. Sang gadis berjalan dengan tangannya yang melingkar pada lengan pria dewasa itu. Langkah mereka berdua semakin mendekati Yuna dan Kagami Jiro.

__ADS_1


__ADS_2