Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Warm Night In Winter


__ADS_3

Suasana malam di musim dingin kali ini seketika menjadi begitu hangat untuk Kagami Jiro. Dunianya menjadi begitu lebih berwarna dan indah setelah menemukan Rui hingga gadis kecil itu memutuskan untuk tinggal bersamanya. Gadis kecil yang begitu manis, cantik, menggemaskan dan sangat cerdas.


Raut wajahnya terlihat begitu berseri-seri setelah kepulangannya ke rumah besar Kagami. Bahkan Kagami Jiro selalu menyapa hangat setiap pengawal dan asisten rumah tangganya yang dia lalui. Tak seperti biasanya yang selalu cuek dan dingin.


Baru dua jam Kagami Jiro berpisah dengan gadis kecilnya, namun rasanya sudah begitu rindu sekali. Tak bosan-bosannya Kagami Jiro menatap beberapa foto di galeri ponselnya.


Dari saat Yuna baru memasuki kamar mandi dan kini Yuna sudah menyelesaikan ritual mandinya, Kagami Jiro masih saja menatapi foto pada galeri ponselnya itu dan terduduk di sofa kamarnya.


Tentu saja Yuna juga merasa begitu bahagia, namun sebenarnya masih ada sedikit sakit dirasakannya. Bahkan sepulang dari mengantar Rui, Kagami Jiro belum melihat si kembar sama sekali.


Biasanya, setiap baru tiba di rumah besar, Kagami Jiro akan selalu melihat si kembar terlebih dahulu untuk mengobati rasa rindu karena seharian atau bahkan terkadang sampai berhari-hari tidak bertemu karena sebuah tugas untuk ke luar kota.


Namun tidak untuk malam ini, dan hal itu sungguh membuat Yuna sedikit bersedih. Namun dengan cepat Yuna segera menyingkirkan semua perasaan itu. Karena itu hanyalah akan menyakiti dirinya sendiri.


Tentu saja saat ini yang akan selalu diingat dan dirindukannya oleh Kagami Jiro adalah putri kecilnya, Rui. Karena sekian lama Kagami Jiro baru saja memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya, dan tentu saja Yuna akan sangat paham akan hal itu.


Enam tahun tak pernah saling bertatap muka, enam tahun Kagami Jiro tak pernah mengetahui akan kebenaran itu. Ya, Yuna akan memahami dan menerima semua itu.


"Sayang, istirahatlah. Ini sudah malam. Besok semua keperluan Rui akan mulai disiapkan oleh asisten rumah tangga kita. Dan setelah semuanya siap, kita akan menjemputnya kembali." ucapan hangat dari Yuna yang sudah duduk di sebelah Kagami Jiro kini membuyarkan angannya tentang gadis kecil itu.


"Oh ... iya ..." sahut Kagami Jiro pendek dan mulai menyimpan kembali ponselnya. "Yuna, terima kasih kamu sudah menerima Rui untuk tinggal bersama kita. Aku sungguh merasa begitu bahagia saat ini ..." kini Kagami Jiro beralih menatap Yuna masih dengan wajahnya yang terlihat begitu sumringah.


"Hhm ..." Yuna tersenyum dan mengangguk pelan.


"Aku tak sabar ingin segera membawanya kesini, Sayang ..."

__ADS_1


"Semoga kamar dan semua keperluannya segera diselesaikan dengan cepat, dan semoga lusa kita sudah bisa menjemputnya." senyuman hangat itu menghiasi dengan apik wajah Yuna, namun sebenarnya masih saja ada sedikit rasa nyeri di hatinya.


"Hhm. Iya. Lusa aku harus segera menjemputnya kembali!" Kagami Jiro menyauti dengan begitu bersemangat.


"Iya, Sayang. Sekarang istirahatlah ... jangan sampai kamu sakit." ucap Yuna memohon.


"Ya ... aku akan segera beristirahat ..." Kagami Jiro menatap Yuna dengan senyum yang begitu hangat dan mengusap lembut kepala Yuna.


Perlahan Kagami Jiro mulai mendekati Yuna dan mengamati setiap detail dari wajah ayu Yuna yang kini begitu polos tanpa polesan make up sedikitpun. Namun biarpun begitu, Yuna masih terlihat begitu cantik dan tetaplah menjadi wanita paling cantik untuk Kagami Jiro.


"Aku akan beristirahat ... namun setelah ..." ucapan Kagami Jiro yang begitu pelan dan semakin mendekati wajah ayu Yuna hingga membuat tubuh Yuna sedikit condong ke belakang.


"Setelah apa?" potong Yuna dengan sepasang manik-manik yang bergetar ketika menatap pria yang sudah menjadi suminya selama 3 tahun ini.


"Setelah membuat adek untuk si kembar." ucap Kagami Jiro sengaja membisikkannya tepat di dekat daun telinga Yuna. "Agar mereka juga memiliki teman baru ..."


"Tidak masalah untukku, Istriku. Intinya aku sangat merindukan istriku saat ini. Dan aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan istriku." Kagami Jiro menyibak lembut beberapa rambut yang menutupi wajah Yuna yang kini sudah begitu merona.


"Apa kau tidak merindukanku sama sekali, Yuna?" ucap Kagami Jiro kembali dan tak pernah sedetikpun melewatkan untuk tak menatap wajah ayu itu.


"Pertanyaan konyol macam apa ini? Tentu saja aku selalu merindukanmu ... bahkan sangat merindukanmu." ucap Yuna sedikit menunduk karena begitu malu, karena terus ditatap begitu dekat oleh suaminya. "Apalagi selama ini ... kamu seakan tak pernah menginginkanku lagi. Bahkan aku mengira kamu sudah bosan padaku dan memiliki wanita lain di luar sana. Apalagi saat itu kau bertemu dengan Jessy dan berdansa bersama dengannya." kini wajah ayu itu terlihat sedikit murung.


Kagami terlihat begitu terkejut setelah mendengar ucapan dari Yuna.


Apa? Beraninya bocah Li Zeyan melakukan semua itu?! Beraninya dia berdansa dengan Jessy dengan memakai tubuhku?!

__ADS_1


Geram Kagami Jiro di dalam hati.


"Maaf, Sayang ... aku ... mungkin ... uhm itu ... mungkin semua hanyalah salah paham saja ..." jawab Kagami Jiro yang terlihat begitu kebingungan untuk menjelaskan kepada Yuna.


"Sayang ..." tiba-tiba saja sepasang jemari lentik sudah mendarat pada masing-masing wajah Kagami Jiro. "Benar sekali itu hanyalah salah paham saja. Dan itu adalah siasat Jessy untuk berusaha menghancurkan hubungan kita."


"Beraninya dia melakukan semua itu!!" geram Kagami Jiro begitu murka. "Aku akan membuat perhitungan kepadanya! Beraninya dia berbuat hal kotor seperti ini!"


"Sudahlah, Sayang. Biarkan saja. Igor sudah mengurusnya dengan baik kok. Dan Igor juga sudah sedikit memberinya pelajaran." sahut Yuna berusaha menenangkan Kagami Jiro yang mulai naik darah.


"Benarkah itu?"


"Hhm." sahut Yuna dengan seulas senyum.


"Syukurrlah, rupanya Igor cerdas juga ya." celutuk Kagami Jiro dengan kekehan kecil.


"Tapi bukankah saat itu kau sendiri yang menyuruh Igor untuk memberinya pelajaran, Sayang?" kini Yuna mengernyitkan keningnya dan sedikit menatap Kagami Jiro dengan aneh.


Ucapan dari Yuna tentu saja dalam sekejap membuat Kagami Jiro sedikit gugup dan kebingungan saat ini.


"Ah ... ahaha ... benar juga. Maafkan aku, Sayang. Sepertinya aku terlalu merindukanmu hingga melupakan beberapa hal. Ahaha ..." tanpa pikir panjang kini Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan langsung menggendong depan Yuna begitu saja.


Perlakuan dari Kagami Jiro tentu saja membuat Yuna merasa sedikit terkejut, namun dia langsung mengalungkan kedua tangannya melingkar pada leher kuat Kagami Jiro.


Langkah demi langkah lebar Kagami Jiro yang begitu tegap dan gagah, kini mulai membawa mereka ke pembaringan berukuran King itu. Perlahan Kagami Jiro mulai menurunkan Yuna di atasnya.

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan dengan begitu hangat dan penuh haru, seakan pasangan itu sudah begitu lama terpisahkan dan saling merindukan satu sama lain.


__ADS_2