
Di dalam sebuah mobil van putih, terlihat Zen yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya. Sementara di sebelahnya sudah ada kak Kai yang terlihat sedang menerima sebuah panggilan telpon.
Seperti biasa, penampilan idol nomor satu ini terlihat begitu santai namun tetap menakjubkan dan menonjol, dan tentu saja akan mengalihkan semua mata untuk mamandanginya dengan takjub.
Hari ini Zen dan rombongannya akan pergi ke studio produksi album rekaman untuk melakukan sebuah rekaman untuk lagu yang baru saja Zen ciptakan.
Sebenarnya ini karena Zen yang sudah begitu tak sabar untuk melakukan rekaman dan ingin sesegera mungkin memperlihatkannya untuk Christal, gadis pujaan hatinya.
Setelah beberapa saat akhirnya van putih itu mulai menepi di depan sebuah gedung studio produksi rekaman Onkyo House, salah satu studio produksi rekaman yang terbaik di Tokyo! Dan selama ini Zen selalu melakukan rekaman lagu-lagunya disini.
Selain tempatnya yang begitu nyaman, beberapa peralatannya juga lengkap dan so amazing! Perangkat untuk proses merekam dan kualitas rekaman yang dihasilkan adalah juga begitu fantastis!
Yeap, Onkyo House adalah sebuah perusahaan rekaman suara, mixing dan mastering studio di Ginza, Tokyo, yang dimiliki oleh Magazine House, Ltd dan lain-lain.
Studio rekaman ini juga menyediakan editing dan pasca produksi layanan video untuk program TV dan proyek film komersial. Studio ini terkenal sebagai salah satu yang terbaik profesional studio rekaman di Jepang, yang digunakan untuk merekam dan mixing lagu-lagu populer Jepang dan musik jazz.
Zen mulai turun dari van putih yang super mewah itu, bahkan bisa disebut sebagai rumah kedua Zen, karena memang fasilitas di dalam mobil van itu sangat lengkap dan mewah. Dan tentu saja mobil van itu sangat nyaman dan tenang untuk sekedar beritirahat ataupun untuk berlatih. Mobil van ini juga dilengkapi dengan alat kedap suara.
Kak Kai mulai mengikuti Zen, begitu juga dengan keempat pengawal setianya juga terlihat mulai memasuki srudio rekaman itu.
Kini mereka mulai menghampiri seorang pria yang sedang mengenakan sebuah head phone besar berwarna hitam. Pria yang memiliki warna rambut pirang itu duduk di depan sebuah midi controller.
__ADS_1
Namun setelah menyadari kehadiran Zen dan kak Kai, pria itu segera melepas head phone-nya dan mulai menggantungkannya pada lehernya. Pria itu segera menyambut hangat Zen dan kak Kai.
"Li Zeyan!!" pria itu berdiri dan melakukan salam dengan menjabat tangan Li Zeyan dan memeluknya dengan senyum lebar.
"Li Kai!!" kini pria itu mulai beralih melakukan salam bersama kak Kai. "Bagaimana kabar kalian?"
"Kabar kami baik. Dan idol kami sedang tak sabar ingin melakukan rekaman!" kak Kai menyauti dengan senyum lebar dan melirik Zen menggodanya.
Pria berambut pirang itu tertawa kecil mendengar ucapan kak Kai, "Ya sudah kita mulai saja kalau begitu."
"Yeaapp ..." sahut Zen dengan semangat lalu mulai melenggang kembali dan mulai memasuki sebuah ruangan khusus dan begitu tertutup. Namun batas ruangan itu dengan ruangan sebelahnya hanya dengan sebuah kaca bening saja.
Di dalam ruangan ini beberapa peralatan untuk melakukan rekaman sudah tersedia dengan begitu lengkap dan tertata dengan rapi. Seperti microphone. Microphone, menjadi alat pertama yang harus disiapkan jika hendak membuat home recording studio.
Di ruangan luar juga ada software dan midi controller. Dalam melakukan rekaman di studio musik, ada dua jenis rekaman yang bisa mereka pilih, yaitu studio rekaman dan rekaman secara langsung/live.
Untuk jenis studio rekaman, dalam prosesnya maka perlu membuat rekaman guide. Dalam pembuatan rekaman guide, maka perlu menggunakan alat metronome. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengiringi ketukan dan membantu orang tersebut untuk mencocokkan ketukan drum agar tidak bergeser. Dan hasil dari rekaman menggunakan metronome dipakai sebagai petunjuk tempo lagu.
Zen mulai duduk dan telihat mulai mengenakan sebuah head phone berwarna hitam. Setelah pria berambut pirang itu memberikan aba-aba, akhirnya Zen mulai melantunkan lagu terbarunya yang sebentar lagi akan rilis.
Kak Kai dan Zen kurang menyukai rekaman secara langsung, karena kurang efisien dan kurang efektif dan dapat memakan waktu lebih lama dibanding studio rekaman. Rekaman langsung sendiri merupakan rekaman ketika semua personel band dan alat musik yang digunakan suaranya tidak bisa diedit.
__ADS_1
Dalam pembuatan rekaman, seringkali terdapat kasus kebocoran suara. Selain itu, sulit untuk menghasilkan suara yang bersih dan jernih ketika membuat rekaman dengan metode ini. Dalam prosesnya juga tidak jauh berbeda jika dibanding dengan melakukan rekaman seperti biasanya menggunakan alat perekam biasa.
Perbedaannya hanya terdapat pada teknis. Secara teknis, semua personel band akan masuk satu per satu di studio dan secara bergantian memainkan perannya, kemudian direkam tanpa ada orang selain operator rekaman.
Tidak hanya personel yang memegang alat musik, Zen juga harus melakukan rekaman sendirian dengan mengikuti nada ketukan. Dan sebenarnya beberapa hari yang lalu sudah ada team panggung Zen yang sudah melakukan rekaman di studio ini untuk merekam permainan piano, gitar maupun alat musik lainnya lagi. Dan Zen adalah yang paling akhir melakukan rekaman.
Setelah semua melakukan rekaman, data rekaman tersebut yang sudah diperoleh akan dimasukkan ke dalam file khusus.
Setelah itu, langkah terakhir sebelum menjadi kaset atau CD, hasil rekaman akan melalui proses mixing dan composing. Dalam proses ini, semua suara pada file digabung dan dijadikan satu dengan ritme yang sesuai.
Sehingga, hasil rekaman sudah menjadi bentuk lagu dan dapat disimpan di media penyimpanan berupa kaset, memory, dan sebagainya. Dan dengan melakukan rekaman, Zen menjadi lebih tahu bagaimana cara membuat lagu hingga bisa didengarkan oleh banyak orang.
Karena pertama kali saat Zen datang ke studio rekaman 2 tahun yang lalu, dia juga terlihat begitu kebingungan dan tidak tau apa-apa saat itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Zen mulai melepaskan head phone itu dan mulai meninggalkan di ruangan itu untuk kembali bersama yang lainnya di ruangan sebelah.
"Bagaimana lagu baruku, Steve?" sebuah senyuman lebar kembali menghiasi wajah Zen setelah kembali bergabung bersama yang lainnya.
"Seperti biasa! Semua karyamu selalu luar biasa!! Lagu kali ini begitu lembut dan menyentuh hati. Aku akan melakukan mixing dan composing terlebih dahulu, jika sudah selesai maka aku akan segera menghubungi kalian." sahut pria yang dipanggil Steve itu.
"Ya, terima kasih sudah bekerja keras." sahut kak Kai lalu mulai berpamitan, karena masih ada beberapa pekerjaan Zen yang sudah menunggu.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...