
Udara pagi musim dingin di Tokyo terasa begitu dingin. Kepingan salju yang tipis dan berkilauan masih terlihat berjatuhan dengan ritme yang pelan dan teratur.
Seorang pria berkacamata sudah terlihat rapi dan harum dengan balutan setelan jaz seperti biasanya, namun dia juga mengenakan pakaian hangatnya kali ini. Dia menyisir dan merapikan rambutnya yang selalu saja bergaya begitu rapi dengan disisir ke arah samping.
Sementara seorang pria yang lebih muda darinya masih terlihat berbaring di atas ranjangnya dengan memeluk erat gulingnya. Matanya masih terpejam begitu rapat. Rambut silvernya yang belum berubah warnanya selama 4 bulan ini terlihat begitu berantakan dan sebagian menutupi wajah tampannya.
"Zen! Sampai kapan kamu akan tidur seperti ini? Ini sudah hampir jam 10 Am. Waktu kita di Jepang tinggal 2 hari lagi. Jangan sampai kau merengek untuk memperpanjang waktu kita untuk stay di Jepang ya!" ucap pria berkacamata itu.
Kalian tau siapa dia? Yeap, siapa lagi kalau bukan kak Kai. Zen yang mendengar ucapan kak Kai seketika membuka sepasang matanya hingga pupil bak okavango blue diamond yang begitu menawan dan mempesona itu mulai terlihat.
Ah!! Benar juga! Waktuku tinggal 2 hari lagi di Jepang! Aku juga harus pergi ke Danenchofu hari ini! Bocah itu pasti sudah menungguku! Haishh sial!! Aku kesiangan!
Batin Zen lalu segera duduk dengan tegap kemudian melompat untuk berrgegas pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri. Kak Kai yang melihat tingkah laku Zen hanya tersenyum tipis dan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.
"Zen! Kakak akan berangkat! Kau yakin tidak ingin ikut berlibur bersama kami?" ucap kak Kai sedikit berteriak.
"Tidak! Aku ingin pergi ke suatu tempat!" sahut Zen yang juga sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.
"Baiklah! Tapi kau harus selalu bersama Vann, Yunxi, dan Nokto. Karena Jin Heng akan ikut bersama kakak dan Amee." ucap kak Kai lagi semakin mengeraskan suaranya, karena suara gemericik air dari dalam kamar mandi mulai terdengar.
"Okay! Bersenang-senanglah bersama Amee, Li Kai! Jangan lupa sedikit bersikaplah manis dan romantis!" teriak Zen lagi.
Kak Kai hanya tersenyum tipis dan mulai meraih sebuah tas pipih dan ponselnya lalu bergegas meninggalkan kamar itu.
...⚜⚜⚜...
Sebuah fakta, ternyata tidak semua wilayah di Jepang akan selalu turun salju yang begitu lebat, seperti di wilayah sekitaran Tokyo. Tetapi hal ini tidak membuat wilayah Tokyo tidak ramai dikunjungi saat musim salju. Karena di area Tokyo akan digelar Winter Illumination setiap tahunnya.
__ADS_1
Salah satunya Winter Illumination yang cukup terkenal dan berlokasi di mall Caretta Shiodome. Dimana di winter Illumination akan melihat keindahan dari sinkronisasi lampu LED yang diiringi dengan musik seusai tema yang akan berganti tiap tahunnya.
Setelah berkeliling di beberapa tempat di Tokyo, saat malam tiba kak Kai mulai mengajak Amee untuk pergi ke Caretta Shidome Winter Illumination untuk melihat keindahan lampu-lampu itu.
Begitu banyak pengunjung yang berdatangan mengunjungi Caretta Shidome Winter Illumination untuk melihat kerlap-kerlip lampu yang begitu memukau dibawah kepingan-kepingan salju yang berjatuhan dengan ritme teratur
Dan kebanyakan dari mereka adalah datang dengan pasangannya masing-masing, karena memang tempat ini begitu romantis.
Kak Kai yang sedang berjalan berdampingan bersama Amee di tengah keindahan Caretta Shidome Winter Illumination, dengan malu-malu mulai memberanikan dirinya untuk meraih dan menggandeng jemari Amee.
Dingin. Ya, jemari Amee terasa begitu dingin malam itu. Dan seketika hal itu membuat kak Kai mulai begitu khawatir.
"Amee, tanganmu begitu dingin. Apa kamu sedang sakit? Jika memang merasa tidak enak badan, kita bisa kembali saja ke hotel." ucap kak Kai yang kini menyentuh kening Amee dengan punggung telapak tangannya.
Yeap. Sangat dingin hingga sebuah embun berwarna putih akan mulai terlihat ketika mereka bercakap maupun bernapas.
"Benarkah itu?"
"Hhm. Aku baik-baik saja kok, Kak." ucap Amee dengan begitu lembut.
"Tapi misalkan kamu merasa lelah, maka kita bisa segera kembali saja ke hotel. Besok kakak akan mengajakmu jalan-jalan lagi." ucap kak Kai yang masih terlihat begitu khawatir.
"Tidak, Kakak. Aku baik-baik saja. Sudah yuk, kita lihat-lihat lagi." ajak Amee dengan senyum manisnya.
Wajahnya yang selalu terlihat kalem dan tenang begitu cantik dan mempesona ketika terkena sorotan dari lampu-lampu LED yang menyala menghiasi tempat ini.
__ADS_1
Dan sepertinya kak Kai juga menyadari akan hal itu, hingga membuatnya tersihir seketika setelah melihat senyuman manis dari Amee, gadis yang akan segera dinikahinya dalam waktu dekat ini.
Lantunan musik yang saling bersahutan dan berkolaborasi dari permainan biola, piano, dan gitar yang terdengar begitu menenangkan hati masih terdengar mengiringi malam yang indah nan dingin ini.
Amee dan kak Kai masih terlihat saling bertatapan dengan hangat dengan jemari saling bertaut satu sama lain. Suasana dan keadaan yang begitu manis, seakan telah menghipnotis dan menyihir mereka berdua hingga kak Kai mulai menunduk dan memiringkan wajahnya mendekati wajah Amee.
Amee terlihat mulai memejamkan sepasang matanya dan menyambut dengan hangat seauatu dari kak Kai. Namun tepat ketika jarak wajah diantara keduanya hanya tinggal beberapa inchi saja, ada seorang anak kecil yang tiba-tiba saja berlari ke arah mereka dan menabrak tubuh Amee hingga Amee hampir saja terjatuh.
Namun dengan sigap kak Kai segera meraih punggung dan lengan Amee dan berhasil menahan tubuh Amee dengan baik. Wajah keduanya seketika memanas ketika teringat dengan hal sebelum ini!
Yeap, hal yang hampir membuat mereka berdua berciuman namun akhirnya tergagalkan begitu saja karena sebuah kecelakaan! Dan tentu saja mereka akan begitu malu! Mereka berdua sungguh manis. Andai saja Kagami Jiro yang sedang berada di posisi ini, pasti dia akan segera melanjutkan hal yang tertunda! Ahaha ... ( kabur sebelum Kagami Jiro yang asli datang 🏃♀️).
Amee segera berdiri kembali dengan tegap dan membenarkan pakaian hangatnya yang sempat tertabrak oleh anak kecil itu.
"Kau baik-baik saja, Amee?" ucap kak Kai berusaha untuk membunuh rasa canggung yang sedang hadir diantara mereka berdua.
"Hhm. Iya, kak. Aku baik-baik saja." jawab Amee yang sebenarnya masih sedikit gugup dan malu.
"Uhm. Bagaimana kalau kita makan ramen saja? Di malam yang dingin seperti ini, menikmati ramen adalah yang terbaik!" ucap kak Kai mengusulkan.
"Boleh. Aku setuju, Kak!" sahut Amee yang mulai terlihat bersemangat kembali
Akhirnya mereka berdua mulai memasuki Caretta Shiodome Mall untuk menikmati ramen di sebuah kefe.
Next bab kita akan mengintip Zen yang sedang mengunjungi rumah besar Kagami di Danenchofu dan juga kita akan mengintip Yukimura dan Xia Feii yang akan pergi bersama ke Tokyo Skytre ya.
Terima kasih ya my beloved reader yang sudah selalu hadir di karya recehku. Salam hangat dari Anezaki.
__ADS_1