
Seorang pria berpakaian dengan setelan jaz yang begitu rapi mulai terlihat sedang melenggang bersama seorang gadis yang berpenampilan sedikit tomboi, dengan T-shirt berwarna baby blue yang berukuran over size dan dipadankan dengan hot pants kain berwarna putih.
Mereka berdua mulai memasuki salah satu ruangan yang cukup luas di dalam gedung ini dan ruangan ini memiliki cermin yang begitu besar di sisi-sisi sampingnya. Atau lebih tepatnya ruangan ini sebuah ruangan latihan dance practice.
Mereka adalah pengawal Vann yang datang bersama seorang idol wanita yang baru saja melakukan debut beberapa bulan yang lalu dan kali ini gadis itu memiliki nama yang sedang naik di dunia hiburan.
Mereka berdua mulai mendatangi seorang pemuda yang sedang duduk di atas lantai dan tengah sibuk dengan ponselnya, dan nampaknya pemuda itu memang sedang menunggu kedatangan Vann dan gadis itu.
"Tuan Zen. Maaf jalanan agak sedikit macet, nona Tiffany sedikit datang terlambat." ucap Vann menjelaskan.
"Hhm. Okay, tidak masalah kok. Hari ini aku sedikit santai." sahut Zen lalu bangkit dan berdiri tegap.
"Iya ... maaf ya, Senior Li Zeyan. Padahal pertemuan pertama, namun aku malah terlambat." ucap Tiffany yang terlihat begitu menyesal.
"Santai saja, Tiffany! Minumlah dulu!" Zen menyodorkan sebuah air mineral untuk gadis itu karena nafas gadis itu terlihat masih tersenggal. Dan mungkin gadis itu datang dengan terburu-buru dan berlarian di sepanjang gedung ini.
"Terima kasih, Senior Li Zeyan!" Tiffany menerima air mineral itu dan segera meneguknya beberapa tegukan.
Di dalam dunia entertaiment, memanggil dengan kata senior untuk kelas atasnya adalah sudah seperti sebuah kewajiban. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati dan menghargai para senior atau yang lebih dahulu belajar dan berlatih dibanding dengan pendatang baru.
__ADS_1
Meskipun masih junior, namun tarian Tiffany sungguh keren. Bahkan dia adalah dancer icon atau mendapat julukan lead dancer / penari utama di dalam girlband-nya. Bahkan Tiffany juga mulai mengeluarkan solo-nya. Dan kini namanya cukup melambung di dunia hiburan. Sangat cocok jika berduet dengan Zen.
"Hhm. Sama-sama, Tiffany!" sahut Zen dengan ramah.
"Kita langsung saja, Senior Li Zeyan ... bagaimana?" tanya Tiffany setelah menutup kembali botol air mineralnya.
"Boleh. Apa kamu sudah mendengar laguku yang akan kita gunakan untuk konser?" tanya Zen.
"Sudah, Senior. Lagu dan musiknya terdengar begitu manis dan lembut." puji Tiffani dengan tulus.
Zen tersenyum tipis mendengar pujian dari Tiffany, "Terima kasih ya."
"Hhm, iya. Aku juga sudah membuat beberapa koreografi. Jika berkenan, maka aku akan memperlihatkan lebih dulu. Jika ada yang menurut senior kurang bagus, maka kita bisa merubah koreografinya." ucap Tiffany dengan serius.
Seorang pria mulai datang menghampiri mereka, lalu Vann mulai memberikan sebuah kaset rekaman untuk pria itu agar segera diputar. Sementara Tiffany mulai melenggang ke tengah-tengah ruangan dan bersiap untuk memperlihatkan tariannya.
Zen juga mulai sedikit berjalan ke tengah untuk melihat tarian Tiffany. Setelah beberapa saat mulai terdengar denting dari permainan piano yang begitu indah diiringi dengan permainan gitar dan drum yang begitu lembut.
Suara nyanyian merdu dari Zen mulai terdengar, dan Tiffany mulai menari dengan menawan menyesuaikan gerakan dengan setiap ketukan demi ketukan.
__ADS_1
Zen masih terlihat mengamati gerakan demi gerakan dari tarian Tiffany yang terlihat begitu serasi dengan lagu miliknya. Setelah menyelesaikannya, kini Tiffany mulai menghampiri Zen lagi.
"Bagaimana, Senior Li Zeyan?" tanya Tiffany meminta pendapat Zen.
"Menurutku tarianmu sudah bagus. Namun karena kamu akan menarikannya bersamaku, jadi aku ingin memasukkan sedikit emosi di dalam tarian itu." ucap Zen mulai melipat lengan kirinya di depan dadanya, dan mengusap dagunya dengan jemari kanannya lalu melenggang dua langkah membelakangi Tiffany.
"Tarian dengan sebuah emosi?" tanya Tiffany mengkerutkan keningnya menatap punggung Zen.
"Yeap. Dan itu akan semakin menjual dan menarik para penggemar. Jadi ... kita bukan hanya akan menari saja. Tarian itu akan memiliki sebuah cerita, nanti kita akan terlihat seperti seorang kekasih. Kamu sedang menungguku dan duduk di sebuah bangku panjang, namun janji bertemu rupanya tak berjalan sesuai rencana karena aku datang terlambat. Saat itu kamu mulai ngambek dan merasa kesal denganku. Aku akan berusaha untuk membujukmu, namun itu tidak mudah, hingga aku bingung dan hampir menyerah. Kamu selalu menghindariku dan tak mau bertemu denganku lagi. Namun pada akhirnya kamu bisa memaafkanku dan kita mulai bersama lagi." ucap Zen mengusulkan.
"Namun aku ingin merangkum semua itu di dalam sebuah sebuah tarian. Dengan kata lain tarian kita akan menggambarkan hal tersebut, dan kita akan menari bersama." imbuh Zen lalu berbalik menatap Tiffany yang masih mendengarkannya dengan serius. "Kamu bisa melakukan salto depan? Aku juga ingin menambahkan sebuah koreografi yang sedikit berbeda, dan tentunya akan sangat menarik untuk para fans."
"Aku bisa, Senior. Dan aku sangat setuju dengan semua itu." jawab Tiffany yang juga terlihat bersemangat.
"Jadi, kamu akan melakukan salto ke depan dan aku akan berdiri kurang lebih satu meter di depanmu. Kamu akan melakukan salto depan dengan kedua tangan yang akan digunakan sebagai tumpuan. Lalu ayunkan kakimu satu persatu ke depan hingga kakimu mulai mendarat pada kedua bahuku. Jika sudah, maka aku akan sediki membantumu untuk kembali berdiri dengan tegap. Dan itu akan kita sampaikan dengan sebuah pelukan, dan keputusan akhir saat hubungan kita sudah membaik. Bagaimana menurutmu?" Zen masih menatap Tiifany untuk meminta pendapat dari idol cantik yang sudah berpengalaman menjadi seorang dancer itu.
Sebenarnya semua itu adalah saran dari kak Kai beberapa hari yang lalu, dan Tiffany adalah rekomendasi dari kak Kai. Karena kak Kai yakin Tiffany akan bisa melakukannya dengan baik.
"Koreogragfi yang keren menurutku. Namun untuk tarian akhir sebaiknya kita harus sering berlatih agar lebih sempurna." sahut Tiffany. "Namun apa senior yakin jika kakiku akan mencapai pada bahu senior yang akan aku gunakan sebagai tempat untuk aku bisa bangun dan berdiri dengan tegap kembali? Senior Li Zeyan sangat tinggi, dan apakah aku bisa melakukannya?" imbuh Tiffany mulai ragu-ragu.
__ADS_1
"Kamu bisa melakukannya. Mari kita coba lakukan." Zen mulai sedit mundur 2 langkah dan berdiri dengan tegap. "Lakukan dengan tenang dan hati-hati. Lakukan salto depan dan fokuskan untuk mendaratkan kedua kakimu pada bahuku ketika posisi kepala dan tanganmu masih di bawah. Hempaskan sekuat tenaga tubuhmu untuk mengikuti alur. Selebihnya serahkan padaku, Tiffany." ucap Zen mulai menginstruksi.
"Baiklah, aku paham. Aku akan mencobanya sebisaku." ucap Tiffany lalu mulai mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan.