Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Li Kai Dengan Wang Jun


__ADS_3

"Halo, Kak Kai." sapa Zen mulai mengangkat panggilan dari Li Kai.


"Zen. Kakak baru saja sampai di bandara Tianjin. Dan saat ini akan segera menuju ke rumah sakit. Tolong kirimkan alamat lengkap, serta nomor kamar rawat kakek Li Feng." ucap Li Kai dari seberang.


"Hhm. Okay, Kak. Aku akan mengirimkannya melalui pesan. Apa kakak datang bersama kakak ipar Amee?" tanya Zen ingin tau.


"Tidak, Zen. Amee masih kurang sehat, dan akhir-akhir ini sering mengalami mual dan pusing." sahut Li Kai dari seberang. "Bagaimana keadaan kakek Li Feng? Apa kakek sudah sadar saat ini?" imbuh Li Kai lagi.


"Iya, Kak Kai. Kakek baru saja sadar. Dan saat ini masih di kamar rawat bersama rekan kerjanya."


"Syukurlah. Kakak sempat khawatir sekali, apalagi kakak datang terlambat karena harus mengantar Amee ke dokter kandungan dulu untuk pemeriksaan." ucap Li Kai yang terdengar begitu menyesal.


"Hhm. Ya sudah aku akan kirim alamat lengkapnya, Kak."


"Okay ..."


Panggilan itu mulai terputus begitu saja, dan Zen mulai mengirimkan titik koordinatnya melalui map. Setelah itu Zen berbalik dan mulai melenggang dengan masih memainkan ponselnya menuju kamarnya.


...⚜⚜⚜...


Seorang pria berkacamata dengan raut wajahnya yang selalu terlihat kalem dan dewasa mulai memasuk sebuah rumah sakit elite di kawasan Tianjin. Pria itu mulai menanyakan pada bagian resepsionis untuk tempat dimana sang kakek dirawat.


Namun tiba-tiba di sebelahnya, pada bagian obat seorang petungas mulai memanggil nama seorang pria.


"Tuan Wang Jun!" panggil petugas itu, dan setelah beberapa saat seorang pria paruh baya mulai datang dan berdiri di samping sang pemuda berkacamata yang tak lain adalah Li Kai.

__ADS_1


"Ini adalah obat penambah darah dan suplemen yang tuan pesan." ucap petugas rumah sakit itu kepada pria paruh baya bernama Wang Jun.


Li Kai yang masih berada di samping Wang Jun sekilas menatap dan memperhatikan Wang Jun. Hingga akhirnya mereka berdua saling bertatapan dan saling menyapa dengan hangat dan menganggukkan kepalanya masing-masing. Karena kedua pria itu adalah memiliki kesamaan, yaitu tipikal pria yang hangat dan dewasa.


Tuan ini memiliki wajah yang sangat tidak asing dan sangat familiar. Dan tuan ini juga sangat terlihat ramah.


Batin Li Kai yang masih bertatapan dengan Wang Jun.


"Tuan Li Kai, pasien bernama tuan Li Feng di rawat di kamar VIP Edelweis di nomor 317 di lantai 3. Untuk elevator berada di samping ruangan tunggu ini." ucap seorang resepsionis yang sedang melayani Li Kai.


Wang Jun yang mendengarkan jika pemuda berkacamata itu juga akan mengunjungi seorang pasien bernama Li Feng itu sempat mengerutkan keningnya, karena pasien bernama Li Feng adalah pasien yang beberapa jam yang lalu sempat mendapatkan donor darah dari Wang Jun.


"Baiklah. Terima kasih, Nona." Li Kai menyauti dengan ramah dan mulai berbalik untuk meninggalkan tempat itu.


"Syukurlah anggota keluarganya sudah ada yang datang. Dan sungguh ini adalah sebuah kebetulan yang luar biasa, karena aku juga memiliki golongan darah yang sama dengan tuan Li Feng. Sehingga aku bisa sedikit menolongnya." gumam Wang Jun tersenyum tipis dan mulai meninggalkan rumah sakit kembali karena Wang Jun hanya datang ke rumah sakit untuk membeli obat saja, karena tiba-tiba saja kepalanya menjadi sedikit pusing.


...⚜⚜⚜...


Tok ... tok ... tok ...


Setelah menemukan dimana kakek Li Feng saat ini dirawat, akhirnya Li Kai mulai mengetuk pintu kamar itu dengan ritme yang pelan dan teratur.


"Masuk ..." terdengar suara seorang pria dewasa dari dalam ruangan itu.


Kini Li Kai mulai membuka pintu berwarna putih itu dan segera memasuki ruangan rawat sang kakek. Terlihat kakek Li Feng sedang duduk dan bersandar dengan bantuan bantal yang empuk.

__ADS_1


Sementara Zen yang sedang duduk di kursi samoing brankar sedang memegang sebuah mangkok stainless yang berisi dengan bubur beras yang masih hangat dan sedikit berasap. Di sebelahnya lagi ada seorang berjas hitam yang masih berdiri, dan sepertinya sudah mau meninggalkan kamar ini.


"Selamat siang." sapa Li Kai dengan ramah dan mulai melenggang dan bergabung bersama mereka semua. "Maaf, Kakek. Aku baru bisa datang karena aku harus menemani Amee ke rumah sakit sebelumnya." imbuh Li Kai menatap kakek Li Feng.


Kakek Li Feng tersenyum hangat menatap cucu tertuanya itu, "Tidak apa-apa, Li Kai. Kamu masih memiliki tanggung jawab lainnya karena kamu adalah seorang suami saat ini."


Ucapan dari kakek Li Feng terdengar begitu tulus dan membuat hati Li Kai begitu tersentuh dan membuat sepasang mata beningnya sedikit berair, "Bagaimana keadaan kakek saat ini?"


"Kakek sudah merasa lebih baik saat ini kok." sahut kakek Li Feng kembali dengan hangat dan menepuk bahu Li Kai. "Tuan, kenalkan. Ini adalah cucu tertuaku." imbuh Li Feng mulai memperkenalkan Li Kai kepada Miles Wei.


"Salam kenal, Tuan. Aku adalah Li Kai." ucap Li Kai memperkenalkan dirinya kepada Miles Wei.


"Salam kenal, Li Kai." sahut Miles Wei tak kalah ramah. "Jadi tuan Li Feng memiliki 2 cucu ya. Wah, maafkan aku karena tidak mengetahui semua ini. Padahal kita sudah cukup lama berkerja sama dan menjadi partner."


"Benar sekali, Tuan Miles Wei. Wajar saja jika tuan Miles Wei tidakmengenali kedua cucuku. Karena mereka berdua adalah orang yang sangat sibuk. Bahkan terkadang mereka berdua sampai tidak memiliki waktu untuk mengunjungi kakeknya." ucap kakek Li Feng menggoda Zen dan Li Kai.


"Maafkan aku, Kakek. Bukan seperti itu ... tapi saat itu aku memang benar-benar disibukkan dengan jadwalku yang sangat padat." ucap Zen penuh dengan penyesalan. "Namun kali ini aku akan selalu memiliki waktu untuk kakek. Aku juga akan kembali ke rumah besar." imbuh Zen lagi masih terlihat murung.


Kakek Li Feng tertawa kecil mendengar ucapan Zen, bahkan Li Kai juga ikut tersenyum tipis melihatnya.


"Baiklah, Tuan Li Feng. Sepertinya aku harus segera pamit sekarang untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Besok aku akan menjenguk tuan dan akan mengajak Wang Jun seperti permintaan dari tuan Li Feng." ucap pria berjas itu mulai berpamitan.


Wang Jun? Pria paruh baya yang aku temui saat berada di resepsionis beberapa saat yang lalu? Siapa pria bernama Wang Jun itu? Dan ada hubungan apa dengan kakek Li Feng? Dan mengapa aku meresa sangat tidak asing dengan pria bernama Wang Jun itu?


Batin Li Kai masih belum bisa memahami semua ini dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2