Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Berkumpul Kembali


__ADS_3

"Mama ..." dua anak laki-laki kembar mulai berlari ke arah seorang wanita yang masih memasang raut wajah yang begitu sedih.


Bahkan sepasang matanya masih terlihat sembab karena terlalu banyak menangis. Wanita itu mulai merentangkan kedua tangannya lebar dan menyambut kedua jagoannya hingga akhirnya mereka mulai berpelukan bersama.


"Hiks ... kalian kemana saja? Mama khawatir sekali saat kalian menghilang. Apa kalian baik-baik saja? Apakah ada yang terluka? Katakan kepada mama, bagian mana yang sakit?" wanita yang tak lain adalah Yuna itu mulai memberikan pertanyaan bertubi saat sang buah hati sudah ditemukan dan bisa berkumpul kembali.


"Maaf, Mama. Kita terlalu asyik bermain ski hingga akhirnya malah nyasar ke lokasi syuting." jawab Kenzou mulai mengusap air mata Yuna setelah mereka saling melepas pelukan.


"Benar, Mama. Dan kita malah keasyikan menonton syuting kakak ganteng." imbuh Kenzi mulai memeluk Yuna kembali.


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya. Jangan pergi kemanapun tanpa mama, ayah ataupun pengawal. Jangan pergi seorang diri lagi seperti ini. Mama sangat khawatir dengan kalian. Mama takut kalian terluka. Hiks .." ucap Yuna mulai menangis kembali.


"Iya, Mama. Maaf ya ..." sahut Kenzi yang terlihat begitu menyesal.


"Kenzou juga minta maaf ya, Mama. Jangan nangis lagi, Ma. Mama paling cantik saat tersenyum." ucap Kenzou menghibur Yuna dan mulai mengusap air mata hangat itu pada pipi Yuna.


"Iya, Sayang. Mama tidak akan menangis lagi." ucap Yuna lalu kembali memeluk kedua putranya lagi penuh haru.


"Kenzi, Kenzou! Kalian bilang kakak tampan sedang syuting disini? Dan kalian bertemu dengannya dan juga melihat dia sedang syuting?" kali ini Christal mulai bertanya setelah suasana berubah menjadi sedikit lebih tenang.


"Hhm. Kakak tampan sangat keren sekali. Dia mengenakan hanfu dan memainkan pedangnya dengan sangat lincah. Kakak tampan juga melakukan adegan pertarungan di udara. Keren sekali!!" ucap Kenzie sangat bersemangat.


"Hhm hmm. Keren sekali!!" Kenzou memejamkan matanya dan mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, sementara kedua tangannya kini mulai disilangkannya di depan dadanya.


"Dimana? Dimana? Bibi juga mau melihatnya!!" ucap Christal mulai berdiri dan terlihat begitu antusias.

__ADS_1


"Tidak boleh!! Kamu tidak boleh pergi kesana, Christal!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dewasa yang baru saja datang dan menghampiri mereka. "Saat ini mereka sedang mengejar ketertinggalan syuting. Jika kamu datang untuk melihat mereka syuting, bisa-bisa Li Zeyan malah akan semakin kurang berkonsentrasi dan syuting akan kembali terhambat. Jika kamu ingin bertemu dengan Li Zeyan, sebaiknya bertemu di luar jam kerja dia saja. Agar tidak mengganggu pekerjaan dia." imbuh pria itu lagi yang tak lain adalah Kagami Jiro yang baru saja kembali dari tempat syuting itu.


"Oh, baiklah kalau begitu." sahut Christal yang terlihat sedikit murung.


Huft ... pantas saja pesanku dari tadi belum dia balas. Tenyaya dia juga sedang syuting di tempat ini ya. Padahal dekat, namun tidak bisa bertemu. Huft ...


Batin Christal mulai menimang-nimang ponselnya kembali.


"Ya sudah kita makan dulu. Kalian pasti juga lelah dan lapar bukan setelah mencari putraku. Ayo sayang ayah gendong kalian!" Kagami Jiro berusaha untuk menggendong Kenzi dan Kenzou sekaligus, namun kedua anak itu menolaknya.


"Aku mau digendong mama!" sahut Kenzou.


"Aku juga! Aku masih ingin menghibur mama." imbuh Kenzie.


Ucapan dari Kenzi dan Kenzou sedikit menghibur Yuna dan membuat Yuna tersenyum penuh haru lalu mulai memeluk kedua anak kembar itu.


Kini mereka mulai melenggang bersama menuju ke sebuah restoran dan diikuti oleh Christal, Igor dan juga beberapa pengawal keluarga Kagami. Restoran itu berada tak jauh dari lokasi wisata kali ini, bahkan sebenarnya cukup dekat.


Mereka menyewa 1 meja yang berukuran cukup besar dan mulai memesan beberapa makanan bersama. Kali ini Igor dan beberapa pengawal Kagami juga ikut bersama di satu meja.


Beberapa menu makanan mulai dipesan. Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya beberapa pelayan laki-laki mulai mengantarkan beberapa makanan itu.


Kini sudah cukup banyak makanan yang sudah disajikan di atas meja berbentuk persegi panjang yang cukup besar itu.


Keluarga Kagami Jiro mulai menikmati makan siangnya bersama. Mereka semua memakan semua masakan itu, kecuali Yuna. Mungkin Yuna masih sedikit teringat dengan kejadian beberapa saat yang lalu, yang membuatnya menjadi begitu bersedih hingga melupakan rasa lapar.

__ADS_1


"Sayang, makankah yang banyak. Tubuhmu masih membutuhkan energi yang cukup." ucap Kagami Jiro mulai mengingatkan Yuna, karena Yuna hanya memakan beberapa suap dan sisanya hanya dimainkan olehnya begitu saja.


Yuna hanya tersenyum menatap Kagami Jiro, lalu mulai memainkan makanannya lagi. Karena sedikit merasa gemas sendiri, akhirnya Kagami Jiro mulai mengambil mangkok Yuna yang masih berisi cukup banyak ramen di dalamnya.


Lalu Kagami Jiro mulai berusaha untuk menyuapi Yuna. Semua yang berada di meja makan sudah terbiasa menyaksikan hal semacam ini, jadi mereka semua hanya terdiam dan melanjutkan aktifitas masing-masing.


"Ayo sayang, buka mulutmu dan segera habiskan ramen ini selagi masih hangat." bujuk Kagami Jiro berharap Yuna akan menurutinya dan mau memakan beberapa suap lagi.


Yuna mulai tersenyum kembali dan berniat untuk meraih kembali makanannya dari Kagami Jiro dan berniat untuk memakannya sendiri. Namun Kagami Jiro malah dengan sengaja menjauhkannya dan kekeh mau menyuapi Yuna.


"Aku suapi saja ya." ucap Kagami Jiro dengan hangat dan mulai menyodorkan kembali sesuap ramen itu untuk Yuna.


Yuna mulai membuka mulutnya dan akhirnya mulai menerima suapan demi suapan dari suami tercinta. Rasanya kebahagiaan dan kehangatan sudah menyelimuti mereka berdua hingga sudah tak melihat orang-orang di sekitarnya lagi.


Christal juga terlihat sibuk menghabiskan makanan ya sendiri dan sesekali juga mengecek ponselnya, seolah-olah sedang ada yang sedang Christal nantikan saat ini.


"Sebegitunya kamu menantikan sebuah pesan dari Li Zeyan, Christal?" Kagami Jiro yang masih menyuapi Yuna dan tak sengaja melihat tingkah dari Christal kini malah mulai menggodanya.


"Siapa yang sedang menantikan sebuah pesan dari Li Zeyan, Kakak?!" Christal berusaha untuk mengelak, karena saat ini Christal juga masih merasa sedikit kesal dengan Zen, karena pesannya sama sekali belum dibalas sejak dari tadi pagi oleh Zen.


TRINGG ...


Setelah mendengarkan sebuah bunyi notifikasi yang berasal dari ponselnya, Christal dengan bersemangat mulai meraih kembali benda pipih itu untuk melihat pesan itu.


Namun wajah mungilnya kembali terlihat murung saat pesan itu ternyata berasal bukan dari orang yang sedang dia nantikan saat ini untuk segera menghubunginya. Pesan itu malah datang dari Thunder.

__ADS_1


Kagami Jiro mulai tertawa melihat tingkah dari Christal yang sangat terlihat jika Christal sedang berbohong saat mengatakan sedang tidak menunggu Li Zeyan untuk menghubunginya. Padahal sebenarnya Christal memang sedang menantikannya, dan malah sangat menantikannya.


__ADS_2