Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Hukuman Untuk 4 Sekawan


__ADS_3

"Serahkan diri kalian atau akan aku buat kalian cacat seumur hidup! Seperti apa yang sudah kalian lakukan untuk Li Lian dan Jancent! Aku ingin kalian merasakan apa yang mereka rasakan!" ucap pria bertopi itu yang terdengar begitu menakutkan.


Pria bertopi itu mulai melenggang dan semakin dekat dengan mereka berempat.


"Sampai kapanpun kita tidak akan menyerahkan diri!" tandas Lee dengan kekehnya.


Kini Lee menjadi sangat emosi karena pria bertopi yang sedang menggertaknya dan mencoba untuk menakut-nakutinya. Lee mulai berjalan beberapa langkah dan mendekati pria bertopi itu.


Dengan asal dan tanpa teknik, Lee mulai melayangkan tinjunya ke udara. Niat hati ingin meninju wajah pria bertopi itu, namun tinjunya ditangkap dengan mudah oleh pemuda bertopi itu.


Bahkan dengan mudah pria bertopi itu segera memplintir dan membalik tubuh Lee dengan posisi sekarang Lee membelakangi sang pria bertopi. Pria bertopi itu menarik tangan Lee dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menarik dan mencengkeram kepala Lee.


"Aku tidak bermain-main dengan ucapanku!" tandas pria bertopi itu dengan begitu tegas. "Aku akan memberikan kesempatan terakhir untuk kalian memilih! Sekarang pilihlah dengan benar dan jangan sampai kalian menyesali pilihan yang sudah kalian ambil!"


Seketika suasana berubah menjadi begitu hening. Mereka bertiga masih terlihat begitu kebingungan untuk mengambil keputusan, karena khawatir pria bertopi itu akan mencelakai Lee.


"Kalian jangan diam saja! Serang saja cecunguk sampah ini! Jangan takut dan termakan dengan gertakannya!" celutuk Lee yang masih dalam cengkeraman pria bertopi itu.


Disaat Sang Yuan Yi, Zhang Wei, dan Lin Fang mulai melangkah untuk menyerang pria bertopi itu, tiba-tiba saja terdengar ucapan yang begitu menggelegar dari pria bertopi itu. Dan mungkin itulah sesuatu yang akan paling disesali oleh empat sekawan itu. Asal mula Lee kehilangan semangatnya untuk tetap hidup.


"Baiklah jika kalian lebih memilih untuk hidup cacat! Aku akan mengabulkannya! Jangan pernah menyesali pilihan yang telah kalian ambil!" tandas sang pria bertopi itu lalu mulai memplintir leher Lee hingga terdengar bunyi sesuatu.


KKRREEKK ...


"Arrghh ... sakit sekaliii ..." Lee melolong panjang karena rasa sakit yang baru saja dia rasakan. Rasa sakit luar biasa yang tak bisa digambarkan lagi.


Ketiga temannya membelalak menyaksikan semua ini, dan terlihat begitu kebingungan untuk menghadapi pria bertopi itu.


"Teman kalian yang bernama Lee akan mengalami patah tulang leher. Dan dia akan berada di kursi roda seumur hidupnya! Bagaimana, siapa lagi selanjutnya yang ingin aku buat cacat?" ucap pria bertopi itu sambil menghempaskan dengan kasar tubuh Lee hingga terjatuh di atas tanah.

__ADS_1


BBRUUGGHH ...


Kini pria bertopi itu mulai berjalan beberapa langkah mendekati Zhang Wei, Sang Yuan Yi, dan juga Lin Fang. Sedangkan mereka bertiga terlihat mulai ketakutan dan sedikit mundur.


"Ayo, siapa lagi selanjutnya? Kalian mau aku bikin patah tangan? Kaki? Impoten? Dan tentunya semua cedera itu akan permanen! Ayo! Pilihlah sesuka hati kalian!" ucap pria bertopi itu dengan begitu santai.


"Dasar bajingan gila! Kau tidak tau siapa aku?! Ayahku akan membunuhmu jika berani menyentuhku walau hanya sehelai rambutku saja!" ucap Zhang Wei mulai menggertak pria bertopi itu lagi.


"Cckk ... sebelum ayahmu datang, kau mungkin sudah mati dalam tanganku! Dan saat ayahmu tiba, maka dia hanya akan menemukan jasadmu!" pria bertopi itu menyauti dengan begitu santai.


"Dasar berandalan gila tak tau diri!" Zhang Wei kini melempar sebotol baijiu ke arah pria bertopi itu.


Namun lagi-lagi pria bertopi itu bisa menghindarinya dengan baik dan semakin melenggang mendekati Zhang Wei dan kini berhasil meraih kerah baju Zhang Wei.


"Katakan padaku! Mau bagian yang mana?!" ujar pria bertopi itu sedikit menunduk agar Zhang Wei tidak menangkap sepasang mata biru itu dan mengenalinya.


"Baiklah kalau tidak bisa memilih, maka aku yang akan memilihkan untukmu!" ucap pria bertopi itu yang masih begitu tenang. "Bagaimana jika kubuat kau impoten? Sepertinya menarik ya ... ahaha ..." tawa renyah keluar begitu saja dari pria bertopi itu.


"Aku tidak yakin kau bisa melakukannya!"


"Mengapa tidak? Itu sangat mudah untuk aku lakukan ... aku hanya akan membuat cedera, trauma atau benturan pada tulang belakangmu dan itu akan dapat menimbulkan gangguan sarafmu. Kerusakan saraf itu akan menimbulkan disfungsi ereksi. Hehe ... bagaimana?" ucapan pria bertopi itu sedikit tertawa namun terdengar begitu menakutkan dan akan membuat bergidik ngeri.


"Aku tidak mau cacat! Ja-jangan lakukan itu padaku!" ucap Zhang Wei yang terlihat mulai ketar-ketir.


"Kau harus menyerahkan diri dan tidak boleh dibebaskan dengan jaminan apapun! Kau harus menghabiskan masa hukumanmu di dalam penjara! Apa kau siap?!" ucapan halus namun terasa begitu tajam yang melebihi tajamnya sebuah senjata itu dalam sesat membuat lidah Zhang Wei terasa begitu kelu untuk mengambil sebuah keputusan.


Bagaimana tidak? Dua-duanya adalah pilihan yang begitu buruk! Cacat seumur hidup atau mendekam di penjara hingga beberapa waktu tertentu! Dan tentu saja Zhang Wei sangat kebingungan untuk memilih salah satunya. Namun akhirnya dia lebih memilih untuk menyerahkan dirinya.


"Baiklah! Aku akan menyerahkan diri dan akan dipenjara tanpa jaminan apapun!" ucap Zhang Wei memutuskan dengan begitu berat.

__ADS_1


"Baiklah. Dan setelah masa tahananmu berakhir, kau harus berubah menjadi pemuda yang baik! Jika saja aku melihatmu masih tidak berubah, maka disaat itulah aku tidak akan pernah memberimu kesempatan lagi! Aku akan benar-benar melenyapkanmu saat itu! Apa kau paham?!"ucap pria bertopi itu dengan begitu menakutkan.


"I-iya ... aku paham!" jawab Zhang Wei terbata.


"Jawab dengan tegas! Kau seorang pria bukan?!" tandas pria bertopi itu menegaskan.


"Ah ... iya! Aku sangat paham! Aku akan membayar semua kesalahanku dan aku akan berubah menjadi pemuda yang baik!" ucap Zhang Wei mengeraskan suaranya.


"Baiklah! Aku pegang ucapanmu!" sahut pria bertopi itu lalu melepaskan Zhang Wei dengan kasar hingga Zhang Wei terjatuh di atas tanah. "Bagaimana dengan kau Lin Fang dan Sang Yuan Yi? Apa yang kalian pilih?" kini pria bertopi itu menatap tajam mereka berdua.


"Kami akan menyerahkan diri kepada polisi!" jawab mereka berdua bersamaan.


Pria bertopi itu kini menyeringai dan terlihat begitu puas mendengar ucapan dari mereka. Meskipun masih memakai masker, namun seringai manis itu begitu terlihat dari sepasang mata kebiruan itu.


"Sekarang antar Lee ke rumah sakit, setelah itu kalian bertiga harus menyerahkan diri kepada polisi! Jika ada yang berani berbicara tentangku, maka aku tak akan segan-segan melakukan hal yang lebih buruk lagi!" tandas pria bertopi itu dengan begitu tegas.


"Baiklah. Kami tidak akan berbicara apapun tentangmu ..." sahut Zhang Wei yang sudah kembali berdiri namun masih terlihat begitu ketakutan.


Sementara Sang Yuan Yi dan Lin Fang terlihat sudah membantu Lee untuk berdiri.


"Sekarang kalian enyahlah dari hadapanku!" tandas pria bertopi itu begitu menggelegar.


Akhirnya mereka mulai pergi meninggalkan pria bertopi itu. Mereka segera menghadang sebuah taxi di ujung gang dan segera meninggalkan tempat itu.


Kini sang pria bertopi mulai melepaskan masker dan topi hitamnya. Pemuda itu mulai menarik sudut-sudut bibirnya dan memperlihatkan wajah tampannya yang sudah dihiasi oleh senyum penuh dengan kemenangan.


"Li Zeyan! Maafkan aku jika aku melakukan semua ini dengan tubuhmu! Aku tidak tahan melihat tingkah keempat cecunguk itu! Aku ingin mereka merasakan apa yang sudah dirasakan oleh Jancent! Semoga mereka bisa segera sadar dan berubah kelak ..." gumam pemuda tampan yang memiliki sepasang mata bak okavango blue diamond yang begitu menawan itu.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2