Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Berpisah Kembali


__ADS_3

Start Entertaiment, sudah seperti rumah untuk Zen, maupun beberapa idol, girlband, maupun boyband lainnya yang cukup terkenal ini menduduki peringkat pertama di daftar yang memiliki gedung agensi idol dengan desain terbaik menurut Beijing News.


Selain desainnya yang mewah, isi gedung ini memiliki lengkap dengan fasilitas yang dipenuhi oleh supermarket, ruang produksi musik personal, restoran dan masih banyak lagi.


Setelah mengurus beberapa urusan pekerjaan di Start Entertaiment, Zen mulai meninggalkan agensinya dan mulai mendatangi sebuah lokasi syuting kembali.


Keseharian Zen begitu sibuk dan padat dengan segala rutinitasnya yang cukup membuatnya begitu lelah. Sepanjang perjalanan hanya Zen gunakan untuk beristirahat dan mengistirahatkan otaknya.


Bahkan Zen tak sempat untuk bermain dengan ponselnya, dan tak sempat menghubungi Christal. Padahal esok Christal sudah harus segera kembali ke Jepang.


...⚜⚜⚜...


Daxing International Airport Beijing, China.


Seorang gadis berwajah mungil yang begitu manis kini terlihat begitu murung dan sedang duduk di ruangan tunggu untuk menanti kedatatangan dari sebuah pesawat untuk membawanya terbang dan kembali ke Jepang.


Sementara didekatnya juga sudah ada beberapa anggota keluarganya yang sedang duduk bersama dengannya. Tidak seperti beberapa anggota keluarganya yang terlihat begitu berbahagia karena akan segera kembali ke Jepang. Gadis itu sangat terlihat murung, seakan begitu berat untuk meninggalkan Beijing.


Setelah beberapa saat, kini mulai terdengar suara interkom yang memberitahukan jika sebuah maskapai Air China dengan tujuan Narita Airport sudah tiba dan siap untuk segera dimasuki oleh penumpang.


Hati gadis yang tak lain adalah Christal itu kini semakin menjadi gundah tak karuan, karena saat ini Christal terlihat sedang menantikan kehadiran seseorang. Sesekali Christal juga mengecek ponselnya kembali untuk mengecek sesuatu. Namun tak ada satupun pesan yang masuk, bahkan satupun panggilan masuk juga tidak ada


Rombongan keluarga Kagami Jiro kini mulai bangkit dan bersiap untuk meninggalkan ruang tunggu dan memasuki maskapai tersebut melewati jalur VIP.


Langkah Christal terasa begitu berat saat melangkah, seakan ada beberapa beban yang membuatnya melangkah dengan berat dan tidak rela untuk meninggalkan Beijing.

__ADS_1


Christal berjalan dengan begitu pelan, hingga akhirnya Christal mulai tertinggal oleh rombongannya, dan hanya tinggal bersama pengawal Key yang masih menemaninya dengan langkah kakinya yang pelan.


Li Zeyan ... apakah kamu sesibuk itu? Bahkan kamu tidak berusaha untuk menyempatkan sedikit waktu untuk mengirimkan sebuah pesan untukku atau kamu tak berusaha untuk menghubungiku? Kini aku benar-benar akan meninggalkan Beijing. Entah kapan kita akan bertemu kembai ... entah kapan kita bisa bertegur sapa kembali. Apakah dihari itu nanti, perasaanmu kepadaku akan tetap sama? Atau apakah kamu akan perlahan melupakanku? Hiks ... mengapa rasanya begitu sakit seperti ini? Aku kira jatuh cinta itu indah ... tapi ternyata ada rasa sakitnya karena hal semacam ini.


Batin Christal yang masih saja melangkah dengan langkahnya yang berat.


GREEPP ...


Tiba-tiba ada yang menarik tangan Christal dengan cepat dan mengakibatkan Christal terjatuh di dalam pelukannya. Christal masih cukup bingung dan tidak mengetahui siapa yang baru saja menariknya.


Namun Christal sangat mengenali aroma parfum yang begitu khas dari pemuda yang sedang mengenakan sebuah jaket denim itu. Aroma tubuh dari seseorang yang sedang sangat dinantikan oleh Christal saat ini.


"Li Zeyan ..." ucap Christal begitu lirih dan masih berada pada dekapan Zen yang begitu hangat.


Kali ini Zen mengenakan setelan pakaian berbahan denim dan mengenakan sebuah swag berwarna putih. Zen masih memeluk erat Christal dengan erat dan mencium rambut Christal yang begitu harum.


"Li Zeyan ... rasanya aku tak mau meninggalkan tempat ini ... hiks ..." Christal kembali menangis dan rasanya dadanya begitu sesak karena kenyataan hari ini, bahwa takdir akan kembali memisahkan mereka berdua.


"Christal. Jujur saja aku juga sangat bersedih saat harus berpisah denganmu. Tapi aku ingin kamu selalu mengingatnya, bahwa aku akan selalu menjaga hati ini untukmu. Kamu harus selalu percaya padaku dan jangan pernah meragukanku ... sesibuk apapun aku, meskipun aku tak sempat untuk menghubungimu, jangan pernah berfikiran buruk lagi ... aku tak akan berubah. Aku akan selalu sama, dan hati ini akan selalu sama. Hanya kamu dan tidak ada orang lainnya lagi yang menempati hati ini. Apakah kamu bisa mempercayaiku, Christal?" ucap Zen dengan sepenuh hati.


"Meskipun terkadang terasa berat, namun aku akan berusaha untuk selalu mempercayaimu, Li Zeyan. Maafkan aku juga, jika terkadang aku selalu berburuk sangka padamu dan sedikit tidak sabar." sahut Christal begitu lirih.


"Hhm. Tidak masalah kok. Itu adalah hal yang wajar. Tapi ingatlah selalu pesanku, agar membuatmu menjadi lebih tenang." sahut Zen yang terdengar begitu lembut dan hangat.


"Hhm. Iya, Li Zeyan ..." sahut Christal yang merasa lebih tenang saat ini.

__ADS_1


"Belajarlah dengan rajin, baik dan raih mimpimu, Christal. Setelah kamu menyelesaikan study-mu aku akan datang ke Jepang dan menemui seluruh keluargamu. Apa kamu mau bersabar hingga waktu itu tiba, Christal?" ucap Zen sedikit menunduk dan berharap Christal akan bersabar untuk menantikan waktu itu.


"Tentu saja, Li Zeyan. Aku akan selalu menantikan hingga waktu itu tiba." sahut Christal semakin membenamkan kepalanya pada dada bidang Zen.


"Terima kasih, Christal. Sekarang berangkatlah. Semoga perjalananmu menyenangkan. Jangan lupa untuk memberikan kabar untukku saat sudah sampai di Jepang." ucap Zen begitu hangat.


"Hhm. Aku akan langsung memberikan kabar untukmu saat pesawatku melakukan pedaratan di Narita Airport." sahut Christal mulai mendongak menatap lekat wajah sang kekasih yang selama ini selalu dikaguminya.


Zen menunduk dan tersenyum hangat menatap Christal lalu mulai mengecup kening Christal, "Selalu makan dengan benar dan juga ... jangan terlalu memusingkan kata-kata dari temanmu yang terkadang membuat mood kamu menjadi buruk. Tetap jalani hidupmu saja dengan baik. Karena penilaian dari orang lain tak akan pernah ada habisnya."


Ucap Zen mulai teringat saat Christal yang pernah bercerita kepadanya jìka teman-temannya sering mengolok-oloknya karena Christal tidak memiliki seorang kekasih saat itu. Padahal saat itu jiwa Zen sedang menempati raga Kagami Jiro.


Sebenarnya Christal cukup dibuat bingung karena ucapan dari Zen. Namun sepertinya kebingungannya itu hanya bisa dia pendam saja, karena pengawal Key kini mulai menghampiri mereka berdua.


"Nona Christal. Tuan Kagami Jiro meminta kita untuk segera menyusulnya memasuki pesawat. Karena pesawat akan segera take off sebentar lagi." ucap pengawal Key yang seakan membuat Christal kembali bersedih.


Christal hanya terdiam menatap pengawal Key dan tidak menjawabnya sama sekali, lalu Christal mulai beralih menatap Zen dengan wajahnya yang terlihat begitu murung.


Namun Zen dengan senyuman hangatnya mulai mengusap lembut rambut Christal, "Pergilah ... semua akan baik-baik saja. Dan kelak, takdir akan segera mempertemukan kita kembali."


Christal mulai membungkam mulutnya dengan salah satu jemarinya dan terlihat sedang menahan tangisnya agar tidak pecah kembali. Christal hanya mengangguk pelan dan mulai meninggalkan Zen begitu saja.


Senyuman Zen kini mulai memudar seiring berlalunya Christal hingga akhirnya punggung Christal sudah mulai menghilang dari pandangan Zen.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2