Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kecelakaan


__ADS_3

Seorang wanita dewasa dengan balutan dress hitam selutut yang memiliki lengan panjang berbahan brokat terlihat sudah bersiap di depan cermin riasnya. Sebuah lipmatte berwarna natural mulai dia poleskan dengan irama yang indah pada bibir tipis nan mungil itu.


Tak lupa juga wanita berwajah cantik nan tegas itu mulai menyemprotkan parfum kesayangannya pada tubuhnya. Senyum menawannya kini mulai menghiasi wajah ayunya ketika dia melihat seorang pria dewasa mulai melenggang dengan langkahnya yang tegap, pelan, namun tegas.


Pria dewasa itu mulai mendekati wanita yang sudah 3 tahun dinikahinya itu lalu mulai melingkarkan kedua tangan kuatnya pada tubuh wanita cantik itu.


Lalu pria dewasa itu sedikit membungkukkan badannya dan mulai mendaratkan dagunya yang sedikit berbulu pada bahu wanita itu. Sesekali pria itu terlihat menghirup aroma wangi yang sangat khas dari wanita itu yang tentunya sudah sangat dirindukan selama 4 bulan ini.


Siapa lagi mereka berdua kalau bukan pasangan fenomenal, Kagami Jiro dan Inukai Yuna. Pasangan yang sudah terpisah selama 4 bulan. Dan pastinya Kagami Jiro akan sangat merindukan istrinya saat ini.


"Aroma ini ... aku rindu sekali, Sayang." gumam Kagami Jiro mulai mencium dan menghirup rambut wanita cantik itu yang begitu wangi.


"Padahal setiap hari kau kan mencium aroma ini, Sayang." sahut Yuna yang mulai mendaratkan tangannya di atas tumpukan tangan Kagami Jiro yang masih memeluk tubuh ramping itu.


"Apa?!" ucap Kagami Jiro terlihat sedikit shock. Dan pikirannya saat ini sudah melayang entah kemana-mana, bahkan kini pria dewasa itu sudah membayangkan ketika Zen yang sedang menempati raganya selama ini sudah berbuat yang tidak-tidak kepada istrinya. "Apa aku selalu memelukmu seperti ini setiap hari akhir-akhir ini?"


Pertanyaan yang terdengar cukup konyol untuk Yuna. Bahkan Yuna sampai kebingungan harus menjawab apa saat ini. Namun setelah beberapa saat akhirnya Yuna mulai menjawab pertanyaan itu.


"Tidak kok." sahut Yuna sedikit cemberut. "Akhir-akhir ini kau bahkan selalu kaku dan sangat datar. Kau bahkan tidak romantis seperti dulu lagi."


Mendengar ucapan dari istri tercintanya kini membuat Kagami Jiro mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga akhirnya mulai membentuk sebuah senyuman yang begitu hangat dan manis.


"Sudahlah, Yuna. Kamu tidak usah pergi untuk menghadiri perayaan itu. Wakilkan saja kepada bawahanmu dan mari kita bersama malam ini!" pinta Kagami Jiro semakin mempererat pelukannya.


"Tidak bisa, Sayang. Aku harus datang. Karena asistenku juga berhalangan untuk hadir. Lagipula ini hanya akan sebentar saja kok. Aku akan segera pulang setelah makan malamnya selesai." sahut Yuna yang kini sedikit merapikan rambutnya yang tergerai dengan indah.


"Tapi aku sangat merindukanmu, Yuna!" ucap Kagami Jiro yang perlahan melepas pelukannya dan mulai memutar tubuh Yuna untuk menghadap padanya. "Mulai sekarang serahkan saja sepenuhnya bisnismu kepada asistenmu Mayu, Sayang. Kau cukup memantaunya saja."


"Tidak bisa. Tidak semuanya bisa di-cover oleh Mayu, Sayang. Ada beberapa pekerjaan yang hanya bisa aku lakukan." ucap Yuna mendongak menatap suaminya, berharap suaminya mau mengerti dengan keadaan saat ini.

__ADS_1


"Huuftt ... padahal setelah menikah aku sudah menyuruhmu untuk tidak bekerja lagi. Kau hanya cukup melayaniku dengan baik saja." Kagami Jiro terlihat begitu sedih dan kecewa.


Untuk beberapa saat Yuna terdiam mendongak menatap Kagami Jiro lalu meraih kedua jemarinya, "Maafkan aku. Tapi aku harus pergi. Aku berjanji aku akan segera pulang setelah makan malam perayaan itu."


"Baiklah." ucap Kagami Jiro akhirnya. "Aku akan menunggumu!" jemari yang masih saling bertaut itu kini mulai diangkatnya, dan perlahan Kagami Jiro mulai mengecupnya dengan lembut.


"Terima kasih atas pengertiannya. Kau memang yang terbaik, Suamiku!" Yuna sedikit berjinjit hingga akhirnya mengecup singkat Kagami Jiro.


"Hhm. Baiklah. Jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan jangan pernah jauh dari Igor! Aku akan mandi dan akan bermain dengan kedua jagoan kembarku!" ucap Kagami Jiro mengusap lembut kepala Yuna.


"Baiklah. Kalau begitu aku berangkat! Bye!" sahut Yuna lalu menyamber sebuah winter jacket berwarna sweet caramel dan juga sebuah sling bag hitamnya.


...⚜⚜⚜...


Usai acara makan malam perayaan cabang baru Yuna's Fashion di sebuah restoran, Yuna terlihat keluar dari restoran itu dan sudah disambut oleh asisten pribadinya, Igor.


"Silakan, Nyonya Yuna." Igor mulai membukakan pintu untuk Yuna.


"Terima kasih banyak, Nyonya." ucap Igor sedikit terharu.


Yuna memang sering sekali membelikan sesuatu untuk Igor, terutama ketika Igor sedang menunggunya seperti saat ini.


Kini Yuna mulai memasuki mobil itu dan duduk di kursi belakang. Igor segera menutup pintu itu kembali dan segera memasuki mobil itu melewati pintu samping kemudi.


Suara mesin mobil yang terdengar masih begitu halus itu kini mulai terdengar dan setelah beberapa saat mobil itu mulai melaju dengan kecepatan standar.


TRIINGG ...


Sebuah bunyi notifikasi mulai terdengar dan berasal dari ponsel Yuna. Yuna segera meraih benda pipih yang berada di dalam sling bag-nya lalu mulai membaca pesan yang ternyata dari suaminya.

__ADS_1


Apa makan malam perayaannya sudah selesai, Istriku yang cantik? Cepatlah pulang, Sayang. Aku sudah sangat merindukanmu! Kagami Jiro.


Sebuah pesan yang pada dasarnya hanyalah merupakan sebuah tulisan begitu saja, namun ketika membacanya seketika bisa membuat suasana hati Yuna menjadi begitu berbunga-bunga, dan wajahny mulai tersenyum dan sedikit tersipu.


Karena selama Kagami Jiro terbangun dari komanya, pria dewasa itu menjadi begitu berbeda. Datar, cuek, tidak romantis, bahkan tak pernah berinisiatif untuk melakukan hubungan suami istri dengan Yuna.


Namun kini tiba-tiba saja Kagami Jiro kembali bersikap manis, lembut dan romantis setelah mengalami kecelakaan malam itu. Terkadang Yuna merasa begitu bingung dengan perubahan yang selalu saja dialami oleh suaminya.


Kini Yuna mulai membalas pesan itu dan terlihat seperti seorang gadis yang tengah dilanda kasmaran saja. Selalu tersenyum ketika menatap ponsel itu.


Aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Sebentar lagi akan sampai kok. Jangan tidur dulu ya ... Yuna.


Setelah mengetik pesan balasan itu, Yuna mulai menekan tombol send dan kembali menyimpan benda pipih itu di dalam tasnya.


"Igor, apa malam ini kamu akan pulang lagi? Apa tidak lebih baik kamu menginap saja di rumah kami? Ini sudah cukup malam lo." ucap Yuna yang terkadang melihat Igor harus pulang begitu larut, dan kembali lagi ke rumah besar Kagami ketika pagi hari.


"Tidak, Nyonya. Istriku sedang hamil muda saat ini. Aku tak tega meninggalkan dia sendirian di rumah. Apalagi putri pertamaku sedang masa aktif-aktifnya saat ini." sahut Igor seadanya.


"Benar juga ya. Wanita yang sedang hamil muda seharusnya selalu ditemani. Sosok seorang suami akan benar-benar dia butuhkan disaat-saat seperti itu." gumam Yuna kini mulai mendongak dan menatap jalanan di depan.


Tiba-tiba saja saat di persimpangan, ada sebuah mobil kontainer yang cukup besar melaju dari arah lain dengan kencang dan sudah hampir menabrak mobil yang sedang dinaiki oleh Yuna dan Igor.


"Igor!! Awas!!" teriak Yuna begitu histeris.


Igor berusaha untuk membanting setirnya ke arah lain dan berusaha untuk menghindari agar tidak bertabrakan dengan mobil kontainer itu. Dan akhirnya ...


CCKKIITT ...


BRRAKKK ...

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2