Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Sebuah Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Seorang pria dewasa terlihat sedang mengendap-endap memasuki sebuah ruangan di salah satu rumah besar Kagami, dia selalu berwaspada dan mengamati sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang sedang melihatnya memasuki ruangan itu.


Pria dewasa itu terlihat begitu terburu-buru dan segera mencari beberapa berkas di dalam rak buku, meja, maupun laci meja. Beberapa saat dia masih terlihat begitu fokus menggeledah beberapa berkas itu. Pergerakan jemarinya yang begitu cepat, dan sorot matanya yang selalu menatap lekat dokumen-dokumen itu akhirnya membuahkan hasil.


Dengan cepat pria dewasa itu mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil sebuah foto dengan ponselnya untuk memotret dokumen itu.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari, dengan cepat pria dewasa itu segera merapikan kembali beberapa dokumen itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Setelah itu dia segera meninggalkan ruangan itu dan bergegas untuk pergi ke kamarnya.


"Ternyata memang benar! Petunjuk cincin itu adalah membuktikan pelaku penyerangan terhadap Jiro." pria dewasa yang tak lain adalah Yukimura itu mengambil napas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. "Jiro ... pasti semua ini terasa begitu berat untukmu. Disaat orang terdekatmu tega melakukan semua itu terhadapmu."


Yukimura mulai meraih ponselnya dan mengirimkan foto itu untuk Zen yang sedang berada di China.


"Semoga kau bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Dan semoga kau baik-baik saja ..." gumamnya pelan.


...⚜⚜⚜...


TRRIINNG ...


Suara notifikasi terdengar dari ponsel Zen, menandakan ada sebuah pesan masuk. Zen yang sedang beristirahat di tengah kesibukannya kini meraih benda pipih itu dan segera melihat pesan itu.


Ternyata pesan itu berasal dari Yukimura, Yukimura mengirimkan sebuah foto yang berisikan informasi dan laporan dari sebuah rumah sakit. Informasi tentang oprasi penghapusan tato yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarganya hampir 4 bulan yang lalu.


"Pantas saja ketika ketiga pria yang sedang melakukan oprasi itu melakukan penghilangan tato itu terbukti tidak bersalah ketika sedang diselidiki. Rupanya memang bukan mereka pelakunya!" ucap Zen lirih dan mengeraskan rahangnya menatap nama salah satu anggota keluarganya di dalam dokumen yang sudah difoto dan dikirimkan oleh Yukimura padanya.

__ADS_1


"Namun, bagaimana aku membuka dan membongkar semua kedoknya ini? Sementara aku masih berada di raga Li Zeyan? Itu berarti aku harus bekerja sama dengan bocah itu. Beberapa pekan lagi aku akan melaksanakan concert tour ke Jepang. Aku harus menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Tujuannya adalah melenyapkanku, aku sedikit khawatir dengan bocah itu. Semoga Yukimura bisa melindunginya dengan baik." gumam Zen lalu mengetik sebuah pesan untuk Yukimura.


Yukimura, tolong selalu jaga dan lindungi keluargaku. Terutama bocah bernama Li Zeyan itu, tolong selalu jaga dia. Tidak menutup kemungkinan, pelaku akan berusaha untuk mencelakaiku dan berusaha untuk melenyapkanku lagi. Jalin hubungan yang baik dengan Ley Bixing tanpa sepengetahuan siapapun! Dia tidak bersalah sama sekali! Justru dia yang sudah berusaha untuk tetap menjaga keutuhan Doragonshadou! Aku sangat pecaya kepadamu, Yukimura. Kagami Jiro.


Begitulah pesan Zen yang dikirimkan untuk Yukimura.


"Biarpun dia adalah salah satu dari anggota keluarga besar Kagami, namun perbuatannya ini sudah sangat keterlaluan. Dan dia sangat tidak pantas untuk menjadi salah satu bagian dari Doragonshadou!" gumam Zen sambil mengepalkan kedua tangannya.


...⚜⚜⚜...


"Christal. Aku punya sesuatu untukmu." ucap Kagami Jiro mulai menghampiri Christal yang sedang berada di ruang tengah dengan wajah yang begitu bersinar dengan membawa tiga tote bag berukuran sedikit besar berwarna hitam.


Christal menyambut hangat kakaknya dengan senyum lebar dan begitu manis "Apa itu, Kak Jiro?" ucapnya begitu bersemangat.


"Ini. Bukalah ..." ucap Kagami Jiro sambil menyodorkan tiga buah tote bag berwarna hitam itu untuk Christal.


Ada miniatur manekin dari semua karakternya, jam tangan, kaos, sling bag, DVD , headphone lucu, earphone, pouch, bantal karakter dan masih banyak lagi. Dan tentunya semua benda-benda itu ada ciri khas gambar beberapa karakter dari Koi to Producer.


"Whoa ... kak Jiro. Darimana kakak mendapatkan semua barang limited edition ini?"


"Dari teman kakak yang tinggal di Beijing. Dan dia memberikan secara sukarela karena sudah bosan. Dan kakak juga sudah berjanji padamu bukan, akan mendapatkan semua ini." Kagami Jiro menyauti dengan lembut dan tersenyum lebar.


"Ini sungguh keren sekali, Kak! Semua limited marchandise dari Koi to Producer lengkap dari tahun pertama hingga tahun ketiga! Ini keren sekali kak, Jiro! Bahkan saat itu aku saja tidak bisa memilikinya karena sudah terjual habis. Aku sungguh menyayangimu, Kak! Kau memang yang paling memahamiku di dunia ini! Kau memang yang terbaik, Kak!" ucap Christal jingkrak-jingkrak dan berakhir memeluk kakak tersayangnya.

__ADS_1


"Manis sekali!" gumam Kagami Jiro pelan tanpa sadar.


"Tentu saja! Adik siapa dulu dong! Hehe ..." sahut Christal masih dengan senyuman lebarnya yang begitu manis. "Tapi ... aku masih heran. Mengapa teman kakak bisa menyerahkan semua benda-benda berharga ini? Kakak tau untuk mendapatkan semua benda-benda ini sangat butuh perjuangan dan harus rela mengantri belasan jam lho! Jika tidak maka tidak akan kebagian." Christal mendongak dan menatap kakaknya sedikit curiga.


Ahh, memang benar sekali Christal. Pengawal Jin Heng dan pengawal Nokto bahkan mengantri dari dini hari hanya untuk mendapapatkan semua barang-barang itu untukku, Christal.


Batin Kagami Jiro sambil nyengir dan mengusap tengkuknya.


"Atau jangan-jangan kakak mengancam teman kakak ya agar menyerahkan semua benda-benda ini? Ayo cepat katakan padaku!" ucap Christal yang masih begitu curiga dan memicingkan matanya menatap Kagami Jiro.


"Ahh ... tentu saja tidak seperti itu, Christal!" ucap Kagami cepat-cepat dan sedikit membelalak serta melambaikan kedua tangannya di depan Christal.


"Hhm. Syukurlah jika memang seperti itu. Karena aku tidak suka kakak melakukan kejahatan untuk mendapatkan sesuatu, sekalipun untuk membahagiakanku." celutuk Christal sambil merapikan kembali barang-barang langka itu lalu memasukkan satu per satu ke dalam tote bag hitam itu.


"Hhm. Tentu saja, Christal!" sahut Kagami Jiro seadanya. "Uhm, Christal ..."


"Ya ..."


"Kau begitu mengidolakan idol Li Zeyan? Benar begitu?"


"Ya. Hehe ... kakak jangan marah ya." ucap Christal sambil meringis lebar.


"Bisa nyanyikan salah satu lagu darinya untuk kakak? Lagu yang kau nyanyikan saat kakak terbangun dari koma itu ..."

__ADS_1


"Hhm ... tentu saja." Christal mulai mengambil napas panjang dan mulai mengeluarkannya perlahan.


Sementara Kagami Jiro terlihat sudah mulai menantikan Christal untuk menyanyikan sebuah lagu dari idol Li Zeyan. Wajahnya tersenyum tipis dan terlihat begitu hangat saat ini.


__ADS_2