
Perlahan Lu Yuan mulai membuka matanya kembali. Lu Yuan yang melihat Zen sudah ambruk begitu saja, kini menarik sudut-sudut bibirnya dan membentuk sebuah seringai yang begitu menakutkan.
Lu Yuan segera bangun dan mulai mendekati tubuh Zen yang sudah terbaring tak sadarkan diri itu. Tak lama kemudian pintu terbuka begitu saja. Dua orang berpakaian rapi segera memasuki ruangan itu dan mulai meraih tubuh Zen dan membawanya pergi.
"Kalian urus semuanya dulu! Aku akan menyusul sebentar lagi!" perintah Lu Yuan kepada kedua pria itu yang mungkin saja adalah bawahannya.
"Baik, Tuan." kedua pria berpakaian rapi itu menyauti bersamaan.
...⚜⚜⚜...
Dua orang pria berpakaian rapi terlihat sedang membopong tubuh Zen dan memasuki sebuah kamar hotel.
Mereka mulai membaringkan tubuh Zen begitu saja di kamar hotel itu yang ternyata sudah ada seorang gadis yang sudah tak sadarkan diri di sebelahnya. Entah siapa gadis itu.
"Hehehe ... setelah malam ini semuanya akan hancur. Riwayatmu akan habis, Zen. Nama dan prestasi yang selama ini kau raih dengan susah payah semua akan sirna. Dan kau akan menjadi seorang sampah dan pecundang lagi seperti dirimu di masa lalu." Lu Yuan berkacak pinggang dan menyeringai menakutkan menatap Zen yang sudah tak berdaya itu.
"Bagaimana dengan media?" tanya Lu Yuan kepada pengawalnya yang masih berdiri di belakangnya.
"Aku sudah menghubungi beberapa wartawan. Mereka akan tiba dalam waktu 30 menit lagi, Tuan." jawab pengawal itu.
"Bagus!" Lu Yuan menyauti dengan penuh kepuasan. "Suap divisi keamanan! Periksa semua rekaman CCTV! Dan hapus bagian saat kita memasuki kamar ini!" perintah Lu Yuan yang begitu licik.
"Baik, Tuan!" sahut seorang pengawal lalu pergi untuk segera melakukan tugasnya.
"Nyalakan dupa pembangkit gairah dan penguat hasrat! Saat ini Zen sedang mabuk. Dengan rangsangan dupa pembangkit gairah dan penguat hasrat dia pasti akan memakan gadis ini." perintah Lu Yuan kepada pengawalnya.
"Baik, Tuan." sahut pengawal itu lalu mulai mengambil sebuah benda yang berbentuk kecil dan panjang menyerupai sebuah ranting pohon lalu pengawal itu mulai menyalakan dupa itu.
Aroma Sandalwood / cendana mulai tercium begitu lembut. Menyeruak dengan begitu lembut memasuki indra penciuman mereka. Aroma ini sangat bisa memberikan efek hangat, seksi, romantis, dan relaks secara bersamaan sekaligus. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa aroma sandalwood atau cendana ini merupakan aroma yang sangat mengundang gairah. Sehingga, sangat cocok untuk pasangan yang ingin menghabiskan waktu cukup lama di sesi foreplay.
Selain itu, aroma cendana juga kerap digunakan untuk mengobati impotensi dan membantu menghilangkan kecemasan.
"Periksa kembali Jihyung dan kak Kai! Apa mereka masih tak sadarkan diri di restauran!" perintah Lu Yuan dengan begitu tegas.
__ADS_1
"Baik, Tuan!" sahut pengawal itu lalu mulai bergegas meninggalkan kamar hotel ini.
Lu Yuan melenggang mendekati gadis yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu, atau mungkin gadis itu memang sengaja sudah diberi obat tidur olehnya. Perlahan Lu Yuan mulai membuka beberapa kancing pakaian gadis itu hingga memperlihatkan belahan itu.
"Kau akan berakhir malam ini, Li Zeyan!" Lu Yuan menyeringai kembali penuh kemenangan kemudian dia berbalik berniat untuk segera meninggalkan Zen bersama gadis itu.
KKLLIIKK ...
Lu Yuan mematikan lampu kamar dan mulai melenggang kembali. Langkah kakinya semakin mendekati pintu keluar, namun tiba-tiba terjadi sesuatu ...
BUUGGHH ...
Tiba-tiba ada yang memukul tengkuk Lu Yuan dengan begitu kuat, hingga akhirnya dia pingsan seketika.
BRRUUGGHH ...
Seorang pria terlihat sudah berdiri tegap di belakang Lu Yuan. Dia menatap tajam Lu Yuan yang sudah tergeletak di atas lantai dan tak sadarkan diri, kemudian seringai manis mulai menghiasi wajahnya.
"Rasakan! Kita lihat ... siapa yang akan berakhir!"
...⚜⚜⚜...
Sebenarnya Zen sudah meminta Vann, Yunxi, Nokto dan Jin Heng untuk sedikit ber-akting kemarin malam. Yeap, Zen meminta mereka untuk sengaja mengalah dari para pengawal Lu Yuan, agar Zen bisa membalas perbuatan dari Lu Yuan yang berniat untuk mencelakai Zen saat Zen mabuk.
"Kau tidak tau siapa aku?! Maka jangan coba-coba bermain-main denganku! Minum whisky segitu saja tak akan menghilangkan kesadaranku! Bocah tengik mau mencoba mengelabuhiku. Cckk ..." Zen tersenyum kecut sambil menikmati berita pagi hari ini dengan ditemani segelas Americano Coffe.
Yeap, Zen sedang menikmati sebuah berita pagi yang sedang menjadi hot news saat ini. Seorang Idol besar dipergoki sedang menginap bersama dengan seorang gadis di sebuah hotel. Bahkan mereka dipergoki sudah dengan kondisi dan pakaian yang berantakan.
Zen terlihat begitu menikmati berita itu dan tersenyum begitu puas hingga tak menyadari kehadiran kak Kai.
"Zen ..." ucap kak Kai lalu duduk di sebelah Zen dan mulai menonton berita itu juga.
"Hhm ..." Zen menyauti dengan wajah berbinar namun masih fokus melihat berita itu. Mungkin baginya terlihat begitu lucu saat melihat seorang Lu Yuan yang tertangkap oleh kamera dalam keadaan seperti itu.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa malam itu? Bukankah Lu Yuan ada bersama kita malam itu?" tanya kak Kai begitu kebingungan.
"Mungkin saja setelah minum bersama kita, dia menemui gadis itu di hotel. Kita tidak akan pernah tau karakter seseorang. Aku baru tau ... ternyata Lu Yuan orang yang sangat licik!" ucap Zen lalu menyeduh kembali Americano coffe-nya.
"Licik?" tanya kak Kai semakin kebingungan.
Yeap. Dia adalah orang yang sangat berbahaya dan sangat licik. Namun tentu saja aku begitu mudah membaca pergerakannya.
Batin Zen dengan seulas senyum.
"Benar, Kak. Lu Yuan bahkan tidak pernah dengan tulus untuk meminta maaf kepadaku. Aku tau itu ..."
"Ya. Kakak juga tau ... oh iya. Siapa Yukimura itu?"
"Yukimura?" Zen mengulang nama itu dan sedikit mengernyitkan keningnya menatap kak Kai. "Memang ada apa dengan, paman Yukimura?"
"Dia menghubungimu saat kita sedang di Nahui Guizhou. Dan kakak mengangkat panggilan itu ... malam itu dia memanggilmu Jiro."
Zen semakin membulatkan matanya setelah mendengar ucapan dari kak Kai.
"Ah ... paman itu memang suka bercanda! Ahahaha ..." Zen tertawa kecil untuk mengelabuhi kak Kai. "Paman Yukimura adalah orang yang kita temui di kediaman rumah besar Kagami saat kita pergi ke Jepang. Orang yang sangat menyeramkan, berbadan besar dan memiliki bekas luka pada wajahnya. Kakak ingat?" Zen menatap lekat wajah kak Kai memastikan kak Kai juga mengingatnya.
Setelah terdiam beberapa saat dan mencoba mengingatnya akhirnya kak Kai mengangguk pelan, "Ya ... kakak ingat. Jadi selama ini kalian masih saling berkomunikasi ya?"
"Hhm ... mungkin karena putri bungsu keluarga Kagami yang begitu mengidolakanku dan mencari tau tentangku." kilah Zen asal, karena tiba-tiba saja hanya ada alasan itu yang sedang terlintas di dalam benaknya.
"Begitu ya ..."
"Hhm ... tentu saja. Memang apa lagi?" jawab Zen sedikit mengangkat salah satu alisnya dan melirik kak Kai berharap kak Kai percaya begitu saja.
Dan tampaknya memang kak Kai mempercayainya begitu saja dan tidak memperpanjangnya lagi.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1