
Kak Kai terlihat begitu menikmati lagu yang bari saja dinyanyikan oleh Zen, dan Kak Kai juga terlihat begitu menyukainya. Sesekali telapak kaki kanannya dihentak-hentakkannya di atas lantai dengan pelan mengikuti ritme dari lagu yang sedang dinyanyikan oleh Zen.
"Luar biasa!" kak Kai berkata dengan sumringah saat Zen menyudahi nyanyiannya. "Bagus sekali dan begitu menyentuh hati, Zen! Kakak yakin lagu ini akan sukses seperti album-album sebelumnya!" imbuh kal Kai penuh binar.
Zen yang menerima pujian dari kak Kai tersenyum lebar dan masih memeluk gitar akustik kesayangannya.
"Ya! Kakak sangat yakin album ini akan sukses! Tapi saat pertama kamu akan menyanyikannya di atas panggung, kamu harus berduet dengan idol wanita." usul kal Kai menatap Zen dengam serius.
"Tapi mengapa? Lagu ini bisa aku bawakan seorang diri. Dan lirik lagunya hanya cocok diungkapkan oleh seorang pria, Kak." sahut Zen tak mengerti, mengapa kak Kai bisa menyarankan untuk berduet dengan seorang idol wanita.
"Yang menyanyikan tetap kamu, Zen. Namun saat di panggung kamu akan sedikit menari bersama idol wanita itu. Sebuah tarian yang mengisahkan hubungan anatara dua kekasih yang begitu manis. Semua penggemarmu pasti akan menyukainya. Dan kali ini pasti akan meledak!" kak Kai masih terlihat begitu bersemangat.
"Namun kita butuh seorang idol wanita yang cukup energik dan bisa melakukan gerakan seperti salto. Hmm ..." kak Kai mulai membayangkan seorang idol wanita yang tepat untuk berduet dengan Zen di atas panggung untuk membawakan lagu baru Zen.
"Kak, kenapa harus ada salto? Mengapa idol wanita itu harus melakukan salto?" tanya Zen yang sungguh merasa kebingungan.
Ini adalah lagu romantis dan menyentuh, tapi mengapa harus ada tarian dari sang gadis dengan melakukan salto ke depan? Tentu saja Zen cukup merasa kebingungan.
Kak Kai yang sedari tadi terlihat sedang memikirkan sesuatu, kini mulai beralih menatap adiknya yang masih memasang wajah bingung dan tak mengerti.
PPUUKK ...
Kak Kai mulai menepuk bahu Zen dan tersenyum penuh keyakinan, "Koreografi itu pasti akan sangat keren! Percaya saja sama kakak! Tugas kamu hanya mulai rekaman untuk album baru kamu ini. Kakak akan mencarikan seorang idol wanita yang tepat untuk berduet denganmu."
__ADS_1
"Hhm. Baiklah. Aku juga akan membuat beberapa lagu lagi." sahut Zen seadanya.
"Yeap. Sekarang cepatlah bersiap, kamu harus melalukan beberapa pemotretan hari ini."
"Hhm. Aku hanya tinggal ganti baju saja kok. Tunggu sebentar, Kak!" Zen mulai meletakkan Black Lize kesayangannya di atas sofa dan melenggang begitu saja untuk berganti pakaian.
Seperti biasa, Zen mengenakan pakaian kasual yang terlihat begitu santai namun tetap tak mengurangi tingkat ketampanan dan kerennya. Bahkan jika Zen hanya mengenakan sebuah kaos oblong saja sudah begitu keren luar biasa!
Setelah bersiap dan sudah begitu rapi, kini mereka berdua mulai melenggang bersama dan mulai meninggalkan apartemen itu. Kali ini mereka menaiki sebuah mobil van putih yang baru saja dibeli kak Kai untuk Zen.
Jika menggunakan mobil van ini, maka keempat pengawal pun akan berada di mobil yang sama. Dan kak Kai bisa beristirahat di belakang bersama Zen. Sedangkan yang mengemudi bisa pengawal Vann atau pengawal lainnya lagi.
Hari ini Zen akan melakukan pemotretan beberapa pakaian dari sebuah brand yang Zen telah menjadi brand ambasador dari produk tersebut.
Seperti biasa, seorang make up artist mulai merias Zen dengan memberikan sentuhan ajaibnya. Wajah yang memang sudah terlahir tampan itu, semakin memukau setelah mendapatkan sentuhan ajaib dari proffesional make up artist itu.
Setelah itu Zen mulai berganti pakaian dan dibantu oleh seorang asisten fashion stylish. Kali ini Zen mengenakan sebuah pakaian yang begitu rapi, sebuah setelan jaz yang merupakan produk terbaru pada sebuah brand itu.
Berpakaian seperti membuatnya teringat dengan Kagami Jiro. Dan selama 4 bulan ini, Zen hampir mengenakan pakaian resmi seperti ini di setiap harinya. Sebuah senyuman mulai terukir dengan manis ketika Zen mengingat saar-saat itu. Saat dirinya menempati raga seorang petinggi utama Doragonshadou.
Rasanya rindu sekali, bahkan waktu yang berlalu baru 1 bulan ini membuatnya merasakan waktu yang cukupa lama. Apakah itu karena hubungan percintaannya yang terjalin dengan Christal yang membuatnya merasakan hal seperti itu? Sepertinya memang iya.. sati bulan terasa seperti 1 tahun.
Zen mulai memasuki sebuah ruangan yang akan digunakan untuk pemotretan hari ini. Di ruangan yang cukup besar, bersih, dah sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pemotretan.
__ADS_1
Beberapa staff, fotografer juga sudah bersiap di ruangan itu. Seorang model wanita yang mengenakan pakaian yang begitu rapi, dengan balutan blazer merah maroon dan rok span berwarna putih juga sudah terlihat menunggu Zen saat ini.
Gadis itu rupanya adalah Du Huanran, salah satu teman Zen dan juga teman dekat Jia Li. Seorang model profesional yang masih cukup muda dan berumur sepantaran dengan Zen.
Zen yang mulai melenggang mendekati Du Huanran, mendapat sambutan hangat dari gadis cantik itu. Parasnya menang sangat cantik jelita dan gadis itu termasuk jangkung dan memiliki tinggi 170 cm.
"Hai, Zen! Apa kabar? Aku dengar kamu mengalami cedera saat di Jepang? Apakah sekarang sudah lebih baik?" Du Huanran mulai melihat kedua kaki panjang Zen yang saat ini terlihat sudah cukup sehat.
"Aku baik-baik saja, Du Huanran. Dan kakiku juga sudah pulih saat ini. Bagaimana denganmu? Lama tak bertemu denganmu!" sahut Zen dengan berdiri tegap dan memasukkan kedua jemarinya pada saku celananya yang berbahan super drill.
Dan sepertinya Zen masih terbawa suasana, karena sudah selama 4 bulan Zen berusaha untuk menjadi seperti Kagami Jiro. Hingga pembawaannya saat ini masih seperti itu.
"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja, Zen!" senyuman lebar menghiasi wajah bak bidadari itu.
"Okay, Zen ... Du Huanran, ayo kita mulai!" seru salah satu fotografer yang sudah bersiap dengan sebuah kamera yang menggantung pada lehernya dengan tali penggantung.
Beberapa fotofrafer lainnya juga mulai bersiap untuk memotret mereka berdua. Zen mulai sedikit mundur dan semakin mendekati sebuah kain background yang berwarna putih bersih.
Sementara Du Huanran mulai sedikit mendekat ke arah Zen, dan keduanya mulai melakukan beberapa pose untuk melakukan pemotretan kali ini seperti seorang kekasih. Namun kali ini dengan tema formal.
Pemotretan itu berhasil diselesaikan dengan cepat dan memberikan hasil yang luar biasa. Karena Zen dan Du Huanran memang sudah begitu profesional di dunia entertaiment.
Disela-sela waktunya yang begitu sibuk, Zen tak lupa untuk selalu mengirimkan sebuah pesan untuk Christal, meskipun hanya sekedar untuk menayakan sedang apa atau sudah makan?
__ADS_1
Sebuah senyuman manis mulai tersembul pada wajah tampan itu saat Zen melakukan percakapan dengan Christal melalui salah satu media sosial. Hingga akhirnya seseorang mulai datang dan duduk menghampirinya, karena sedikit mencurigai Zen. Atau lebih tepatnya orang itu begitu ingin mengetahui, dengan siapa Zen sedang bercakap melalui pesan saat ini hingga membuat Zen terlihat begitu bahagia.