Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kebersamaan Keluarga Li


__ADS_3

"Jadi sebenarnya siapa Luo Yan itu, Kak?" seorang pemuda berambut silver dan memiliki sepasang mata yang begitu indah bak okavango blue diamond terlihat sedang merapikan pakaiannya di depan sebuah cermin rias.


"Paman Luo Yan adalah kakak angkat dari ibuku. Meskipun mereka saudara tiri, namun paman Luo Yan pernah menyukai ibuku. Karena tidak bisa bersatu, maka paman Luo Yan berjanji akan selalu menjaga dan melindungi ibuku dengan baik. Mengetahui jika ibuku dikecewakan dan disakiti oleh kekasihnya Li Zhi saat itu, itu membuat paman Luo Yan begitu murka. Bahkan dia mengajakku untuk melakukan semua balas dendam ini ketika kakak sudah beranjak dewasa. Maafkan kakak, Zen. Kakak begitu bodoh hingga mau menuruti ajakannya." ucap kak Kai yang terlihat sedikit murung dan menimang-nimang ponselnya.


"Hhm sudahlah, Kak. Jangan meminta maaf terus seperti itu." Zen menyauti dengan santai dan kali ini Zen mulai memasang sebuah dasi warna coklat lembut. "Oh iya, bagaimana dengan Amee? Pernikahan kalian akan dilaksanakan kapan?"


"Pernikahan akan dilangsungkan setelah mengurus semua surat-suratnya dan setelah merubah nama kakak juga. Karena kakek Li Feng menginginkan kakak juga merubah nama marga kakak. Kemungkinan bulan depan semuanya sudah beres, Zen." ucap kak Kai seadanya.


"Oh, aku turut bahagia akhirnya kalian akan hidup bersama." ucap Zen dengan tulus dan mulai mengenakan sebuah jaz hitam.


"Hhm ... terima kasih, Zen." kak Kai tersenyum tulus dan mulai menatap Zen yang sedang merapikan bajunya.


Kak Kai mengkerutkan keningnya menatap sisi belakang Zen yang tiba-tiba saja menjadi sedikit berbeda dari biasanya. Dan sebernarnya bukan itu yang membuat kak Kai keheranan, melainkan pakaian Zen terlalu formal untuk acara hari ini!


"Zen, apa kau akan memakai setelan jaz seperti itu? Kita hanya akan pergi berwisata bersama kakek saja lo. Dan bukankah kali ini kita akan pergi ke pantai Repulse Bay?" celutuk kak Kai membulatkan matanya menatap Zen.


Astaga ... bagaimana mungkin aku sampai tidak sadar dan malah mengenakan setelas jaz seperti ini? Sadarlah, Jiro! Kamu adalah seorang Li Zeyan yang suka dengan pakaian casual, cool, dan selalu bersinar.


Batin Kagami Jiro yang sedikit meringis. Lalu mulai melepas satu persatu pakaiannya dan mulai mencari beberapa pakaian di lemarinya.


"Aku lupa. Maaf, hehehe ..." kini Zen sudah bertanjang dada dan mulai mengenakan sebuah blouse lengan panjang dan berkerah berwarna kombinasi hitam putih bergaris. Lalu memadukannya dengan celana jeans berwarna biru navy.


Kali ini Zen terlihat begitu fresh, santai namun tetap begitu menawan dan bersinar bagaikan bintang. ( Haduh thor, dia kan memang bintang nomor 1! )

__ADS_1


"Mengapa kakak tidak mengajak Amee? Amee pasti akan senang jika kakak mengajaknya." celutuk Zen sambil merapikan lengan bajunya yang sedikit miring.


"Sebenarnya kakak mengajaknya kok. Dan dia baru saja sampai dan menunggu kita di bawah." sahut kak Kai sambil melihat benda pipih yang masih berada pada genggamannya.


"Benarkah? Kalau begitu turunlah dan temani dia dulu! Aku akan segera menyusul kalian."


Belum sempat kak Kai menjawab ucapan dari Zen, kini ponselnya mulai berdering. Kak Kai segera menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo, Kakek Li Feng." sapa kak Kai yang terlihat begitu bahagia.


Yeap, senyumannya begitu mengembang setelah menerima panggilan dari kakek Li Feng. Terlihat seperti seseorang yang sedang mendapat panggilan dari sang pujaan hati saja. Zen yang menyadarinya tersenyum dengan sangat gemas.


"Kai, kakek sudah menunggu di bawah bersama Amee. Kalian cepatlah turun ... mengapa kedua cucuku begitu lama merias diri?" ucap kakek Li Feng menggoda kak Kai.


"Ahaha ... kakek hanya sedang menggoda kalian saja. Tidak usah terburu-buru. Kakek bersama Amee kok." sahut kakek Li Feng dengan tawa kecil.


"Baik, Kakek."


"Hhm. Ya sudah."


Kak Kai mulai mengakhiri panggilan itu dan menyimpan ponselnya kembali di dalam saku pakaiannya.


"Apa kakek juga sudah datang, Kak?" tanya Zen yang kini mulai memakai sebuah coat berwarna coklat muda.

__ADS_1


"Hhm. Ayo kita turun, Zen!" ajak kak Kai sambil meraih sebuah tas kecil berwarna hitam.


"Okay!" Zen mulai meraih ranselnya dan melenggang bersama kak Kai.


Setelah sampai di lantai dasar, Zen dan kak Kai segera menghampiri kakek Li Feng yang sedang duduk di ruangan di dekat resepsionis bersama seorang gadis cantik dan anggun dengan busana casual, memakai blazer berwarna cream dipadankan dengan celana jeans putih dan mengenakan sebuah coat berwarna kecoklatan.


"Wah, kedua cucuku yang tampan sudah datang!" sambut kakek Li Feng dengan senyum lebar menyambut kak Kai dan Zen.


Kakek Li Feng dengan senyum lebar mulai merangkul keduanya dan melenggang bersama, sementara Amee mulai mengikuti di belakangnya.


Mereka berempat mulai menaiki sebuah ferrary merah menyala. Dan kali ini kak Kai yang mengemudikannya, sementara kakek Li Feng duduk di depan di samping kak Kai. Zen dan Amee duduk di kursi belakang bersama.


Sepanjang perjalanan, mereka saling berbincang dengan obrolan ringan dan terlihat begitu berbahagia. Sesekali mereka tertawa bersama. Terlebih kakek Li Feng, kak Kai dan Amee terlihat begitu bahagia.


Sedangkan Zen? Ya, tentu saja dia juga bahagia dan lega karena melihat masalah terbesar di dalam hidup Zen, raga yang ditempatinya saat ini sudah berhasil diselesaikan dengan baik dan malah semakin mempersatukan mereka semua.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dan penuh warna, kini mereka sampai di pantai Repulse Bay. Repulse Bay Area biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan dan warga lokal saat musim panas dan musim dingin karena di area ini para pengunjung akan merasakan musim panas yang dingin dan musim dingin yang hangat.


Hal ini dipengaruhi oleh iklim laut di Repulse Bay. Tempat wisata ini akan sangat bersahabat dan cocok untuk menjadikan area ini sebagai tujuan wisata.


Pantai Repulse Bay merupakan area tempat tinggal kelas atas ini menjadi tempat berlibur yang santai. Dengan pantainya yang luas menjadikan pantai ini populer bagi warga lokal ataupun wisatawan untuk sekedar berjalan-jalan santai di pagi hari, berjemur dan bersantai dengan keluarga di sore hari.


Bentangan pasir berbentuk bulan sabit ini menjadikannya salah satu pantai terindah di China. Terdapat toko-toko dengan merk terkenal dan restoran-restoran yang memenangkan penghargaan, dan hotel mewah yang berada di sekitar pantai tersebut. Keren sekali!!

__ADS_1


__ADS_2