Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pengujian?


__ADS_3

Zen mulai menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Ada rasa bersalah karena sudah mengecewakan Kagami Jiro dan juga Christal. Namun Zen tak tau lagi bagaimana untuk menebus semua itu selain dengan pasrah menerima hukuman yang akan diberikan oleh Kagami Jiro.


"Sekali lagi aku minta maaf, Kak. Jika kak Jiro dan paman Yukimura ingin menghukumku, aku akan menerima hukuman itu. Karena aku juga menyadarinya, jika aku memang bersalah ..." ucap Zen kembali dengan begitu lirih.


"Apa kau yakin apapun hukuman dariku kamu akan menerima dan menjalankannya, Bocah Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro dari seberang line.


"Iya, Kak. Aku akan menerima hukuman dari kak Jiro. Hukuman apapun itu ..." ucap Zen pelan namun penuh dengan keyakinan.


"Bagaimana jika hukumannya adalah kamu harus menjauhi Christal? Apa kamu akan memenuhinya?" ucap Kagami Jiro tiba-tiba.


Dan tentu saja ucapan dari Kagami Jiro sungguh membuat Zen terkejut bukan main hingga membuat sepasang mata bak okavango blue diamond itu sedikit membulat dengan sempurna.


Sulit untuk dipercaya! Bagaimana mungkin Zen bisa menjauhi Christal begitu saja? Apakah Kagami Jiro yakin dengan keputusannya itu? Dan mengapa hukumannya harus seperti itu. Sementara Zen dan Christal sudah merasa saling nyaman satu sama lain. Apakah saat ini Kagami Jiro hanya sedang menguji Zen? Entahlah ...


Setelah berdiam diri cukup lama dan mempertimbangkan semuanya, akhirnya Zen mulai mencoba untuk mengatakan sesuatu.


"Kak Jiro. Jika boleh jujur, sebenarnya hukuman dari kak Jiro adalah sangat berat untuk aku lakukan. Karena selama ini aku sudah begitu nyaman saat bersama dengan Christal. Bahkan karena Christal aku telah memiliki semangat baru, untuk tetap hidup menjadi lebih baik dan tetap melangkah. Bahkan beberapa kali saat aku terpuruk saat itu ..." ucap Zen mulai menghentikan ucapannya karena Zen mulai teringat saat dirinya menempati raga seorang Kagami Jiro.


"Namun jika memang kak Jiro menginginkan aku untuk melakukan semua ini, maka aku akan melakukannya. Salah satu restu adalah dari pihak keluarga. Jika aku nekat dan membangkang, sementara kakak tidak merestuinya ... maka kebahagiaan tak akan pernah kita dapatkan. Yang terpenting aku bisa melihat Christal bahagia saja ... meskipun aku harua pergi jauh darinya, aku akan melakukannya." ucap Zen yang sungguh diluar dugaan dari yang dibayangkan oleh Kagami Jiro.


Begitu dewasa dan memikirkannya dengan sangat tenang dan matang. Namun tidak untuk Christal yang mendengarkan semua itu, rasanya sedikit kecewa dan sakit. Karena tiba-tiba saja kakak sulungnya meminta Zen untuk menjauhi Christal begitu saja hanya karena Zen yang tidak berhasil mematahkan serangan si gadis psikopat itu.

__ADS_1


Bahkan Christal segera merebut ponsel itu dari Zen begitu saja untuk segera berbicara dengan sang kakak. Karena Christal masih tak terima mengapa tiba-tiba saja Kagami Jiro memberikan hukuman yang menurut Christal cukup aneh itu.


Padahal selama ini Kagami Jiro -lah yang paling nomor satu saat mendukung hubungan Zen dan Christal. Bahkan Kagami Jiro-lah yang malah pertama kali meminta kepada Christal untuk keseriusan hubungan itu.


Dan tiba-tiba saja sekarang Kagami Jiro malah meminta Zen untuk menjauhi Christal. Sungguh, Christal merasa hal ini sangat tidak adil. Seolah-olah sang kakak malah mempermainkan perasaan antara Zen dan juga Christal begitu saja.


"Kak Jiro!! Apa maksud kakak melakukan semua ini kepada kami?! Mengapa kakal begitu menyebalkan?! Li Zeyan sudah melindungiku dan mempertaruhkan nyawanya sendiri! Li Zeyan menyelamatkanku tanpa mempedulikan dirinya sendiri! Tapi mengapa kakak malah melakukan semua ini?! Mengapa kakak malah meminta Li Zeyan untuk menjauhiku?! Mengapa kakak tidak bisa melihat ketulusan orang lain?! Mengapa?!" ucap Christal yang sudah begitu emosi karena merasa kesal dengan Kagami Jiro


"Christal dengarkan kakak dulu ..." sela Kagami Jiro dari seberang.


"Apa lagi?! Aku sungguh tidak mengerti dengan maksud dan tujuan kakak. Aku ... aku ..."


"Christal tenangkan dirimu dan dengarkan kakak dulu. Biarkan kakakmu ini berbicara dulu." ucap Kagami Jiro lagi berusaha untuk menenangkan sang adik yang sudah mulai kalang kabut.


"Loud speaker agar Li Zeyan juga mendengarkannya, Christal!" titah Kagami Jiro lagi.


Lagi-lagi Christal hanyamenurut saja dan mulai mengaktifkan loud speaker pada ponselnya.


"Jadi begini ..." ucap Kagami Jiro mulai mengambil nafas lalu mengeluarkannya perlahan. "Sebenarnya kakak tidak serius dengan ucapan kakak. Dan kakak hanya ingin menguji Li Zeyan saja. Apakah Li Zeyan adalah pemuda yang akan selalu bertanggung jawab dengan apa yang sudah diperbuatnya ataukah Li Zeyan adalah seorang pemuda yang keras dan egois dengan memilih bertahan untuk tetap bersama denganmu, Christal." ucap Kagami Jiro yang seketika membuat Zen dan Christal terdiam selama beberapa saat dan masih menunggu Kagami Jiro untuk melanjutkan ucapannya.


"Dan rupanya Li Zeyan memang adalah seorang pemuda yang baik dan selalu bertanggung jawab dengan apapun yang sudah dilakukannya. Sekalipun dia harus sedang dihadapkan dengan pilihan yang sulit, namun dia selalu berusaha untuk mempertanggung jawabkan apapun yang sudah diperbuat. Kakak merasa cukup lega. Karena kakak bukan menginginkan seorang adik ipar yang tampan dan terkenal luar biasa. Namun kakak menginginkan memiliki seorang adik ipar yang baik, jujur, bertanggung jawab dan juga kuat seperti Li Zeyan." ucap Kagami Jiro panjang lebar.

__ADS_1


Ucapan dan pujian dari Kagami Jiro secara tiba-tiba sebenarnya cukup membuat Zen merasa tersipu malu. Dan ucapan dari Kagami Jiro juga membuat Christal yang awalnya sudah kalang kabut, kini menjadi berbunga-bunga begitu saja. Dan semua itu sangat terlihat dari raut wajahnya.


"Ya sudah, kalian lanjutkan saja dulu. Kakak harus menghadiri sebuah pertemuan dengn beberapa klan Doragonshadou dan juga Ley Bixing." ucap Kagami Jiro yang sudah berniat untuk mengakhiri panggilan itu.


Namun dengan cepat Zen menahannya kembali, dan itu dilakukannya dengan tanpa sadar karena Zen merasa sedikit terkejut saat Kagami Jiro menyebutkan nama Ley Bixing yang duduga pernah mengkhianati Doragonshadou dan malah mendirikan Wolf shadow.


"Ley Bixing? Jadi dia memang terbukti tidak bersalah dan tidak berkhianat? ucap Zen tanpa sadar karena rasa keingintahuannya sudah terlalu menggelitikinya dan tak sabar ingin menanyakannya langsung kepada Kagami Jiro.


Christal yang hanya mengerti sedikit hanya bisa diam saja dan mendengarkan sedikit pembicaraan itu.


"Ahh ... iya, Bocah Li Zeyan. Ley Bixing tidak bersalah. Dan semua klan dari Wolf shadow yang dipimpin oleh Ley Bixing sudah kembali bergabung menjadi Doragonshadou lagi. Karena yang bersalah dan dalang dari semua masalah adalah Kin Izumi." jelas Kagami Jiro. "Ya sudah. Aku pergi dulu. Kalian baik-baiklah disana dan ingat selalu pesanku, Bocah Li Zeyan!!" imbuh Kagami Jiro kembali mengingatkan Zen.


"Eh ... i-iya, Kak. Aku akan selalu mengingatnya." sahut Zen sedikit gelagapan karena mengingat pesan khusus itu.


Setelah itu panggilan itu mulai berakhir dan Christal mulai menatap curiga Zen.


"Pesan apa, Li Zeyan? Ada rahasia apa lagi diantara kamu dan kak Jiro? Mengapa kalian menyembunyukan sesuatu dariku?" selidik Christal menatap Zen penuh dengan rasa curiga.


"Ahaha ... tidak ada rahasia apapun di antara kami, Christal. Itu hanya pesan biasa yang disampaikan kak Jiro untuk selalu menjagamu saja kok." ucap Zen dengan tawa kecil.


"Oh, begitu ya." sahut Christal yang begitu mudah untuk mempercayai Zen dan mulai tersenyum lebar kembali.

__ADS_1


Perbincangan ringan di antara mereka berdua terus saja berlanjut dan sesekali mereka tertawa bersama menghabiskan sisa waktu senja ini dengan hangat di dalam kamar rawat itu.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2