
Rui yang melihat sosok Kagami Jiro langsung berlari ke arahnya dan tersenyum begitu lebar dan manis. Tak bisa dibayangkan, betapa bahagianya Kagami Jiro menyaksikan ini semua. Padahal ini adalah pertama kalinya Rui bertemu dengan dirinya ( setelah jiwanya kembali ke dalam raganya).
"Paman Jiro tumben main kesini?" ucap gadis kecil itu dengan wajahnya yang terlihat begitu ceria dan polos.
Putriku ternyata sangat cantik dan manis. Ah ... Amane ... mengapa kau tak pernah memberitahukan semua ini padaku selama 7 tahun ini? Mengapa kau tak pernah memberitahukan jika kau hamil saat itu? Mengapa kau tak pernah memberitahuku jika Rui adalah putriku saat itu? Selama ini kau selalu menyimpan beban yang begitu berat sendirian. Bahkan aku belum sempat meminta maaf kepadamu. Dan sekarang kau sudah pergi meninggalkan kita semua. Kau bahkan pergi karena menyelamatkan ragaku saat itu. Aku sungguh merasa seperti pria yang paling jahat di dunia ini! Kejam dan tak memiliki hati!
Batin Kagami Jiro yang tak pernah terlepas memandang Rui dan kembali teringat dengan seorang gadis peracik parfum itu.
Kagami Jiro tersenyum hangat dan sedikit membungkuk lalu mengusap lembut kepala Rui, "Karena paman kangen dengan Rui. Rui mau jalan-jalan bersama ayah ... uhm ... maksudnya ..."
"Karena ayah Rui sedang bekerja jauh untuk saat ini, maka paman Jiro lah yang akan menjadi papa Rui untuk saat ini. Papa Jiro akan menjaga dan menyayangi Rui seperti ayah Rui. Rui mau kan jalan-jalan bersama kami?" kini Yuna yang berbicara dengan begitu hangat kepada Rui.
"Aku akan pergi bersama dengan kalian jika kakek mengijinkan aku pergi." jawab Rui yang kini beralih menatap kakeknya.
"Oh, Rui ... kamu boleh pergi berjalan-jalan bersama mereka." jawab tuan Kin Makoto dengan seulas senyum.
"Kakek serius? Wah asyik!! Apa Light juga boleh ikut?" gadis kecil itu terlihat begitu bahagia saat ini hingga dia berjingkrak.
"Tidak, Rui. Light sedang tidur saat ini. Biarkan saja dia istirahat dulu. Kamu boleh pergi, tapi jangan nakal ya."
"Hore ..." Rui kembali berjingkrak.
Akhirnya Yuna mulai menggandeng Rui untuk segera keluar dari rumah ini dan diikuti oleh beberapa pengawal Kagami.
Sementara Kagami Jiro terlihat berbincang sebentar dengan Kin makoto.
"Hari ini aku hanya akan membawa Rui untuk berjalan-jalan saja. Namun esok aku akan datang kembali dan benar-benar menjemput putriku, karena aku adalah ayah biologisnya. Tolong pengertiannya, Tuan Kin Makoto." ucap Kagami Jiro dengan sopan dan berharap Kin makoto akan menerima permintaan dari Kagami Jiro.
"Sebenarnya aku tidak keberatan soal ini, Jiro. Aku paham bagaimana perasaanmu saat ini. Kau pasti begitu merindukan putrimu." Kin Makoto berkata dengan bijak dan mengusap pelan bahu Kagami Jiro. "Asal Rui bersedia untuk tinggal bersama kalian, maka aku akan memberikan ijin."
__ADS_1
Perasaan lega kini dirasakan oleh Kagami Jiro, karena kin Makoto tidak menentang niat Kagami Jiro untuk membawa Rui ke dalam keluarga besar Kagami.
"Terima kasih, Tuan Kin Makoto. Aku akan mempersiapkan kamar dan perlengkapan lainnya terlebih dahulu untuk Rui. Setelah itu aku akan segera kembali lagi untuk menjemputnya." ucap Kagami Jiro terlihat begitu bersemangat.
"Hhm. Semoga kalian semua berbahagia." senyuman hangat itu kini menghiasi wajah yang sudah cukup berkeriput itu. "Hhm. Sampaikan salamku juga untuk papamu, Jiro!"
"Baik, Tuan. Kalau begitu aku pamit. Aku akan mengantarkan Rui sebelum malam tiba."
"Iya. Hati-hati ..."
Kagami Jiro mulai melenggang meninggalkan kediaman keluarga Kin dan segera menyusul Yuna dan Rui yang saat ini sudah berada di dalam mobil.
Hari ini mereka mengajak Rui berjalan-jalan ke taman bermain. Terlihat begitu dekat seperti sebuah keluarga yang sesungguhnya saja.
"Rui. Mau es krim?" kini Kagami Jiro datang kembali dan membawakan dua buah es krim coklat dan menyodorkan salah satunya untuk Rui.
"Sama-sama, Sayang. Ini untukmu, Sayang." ucapnya yang kini beralih menatap Yuna dan memberikan es krim satunya untuk Yuna.
"Terima kasih, Sayang." ucap Yuna dengan tulus.
"Rui ..." Kagami Jiro mulai jongkok di hadapan Rui yang sedang duduk di sebuah bangku kayu sambil menikmati ek krimnya. "Apa kamu mau tinggal bersama dengan kami, Sayang?"
"Hhm?" Rui mulai mebghentikkan aktifitasnya dan menatap Kagami Jiro dan Yuna secara bergantian dengan matanya yang begitu bening dan indah.
"Iya, Rui sayang. Paman Jiro akan sangat senang jika kamu mau tinggal bersama dengan kami. Paman dan bibi akan menyayangimu seperti ayah dan mamamu menyayangimu, Sayang." Yuna mengusap lembut kepala gadis kecil itu dan sangat berharap Rui akan menerima permintaan ini. "Kamu mau kan tinggal bersama kami, Sayang ?"
"Lalu bagaimana dengan kakek dan adikku Light? Mereka pasti akan bersedih jika aku meninggalkan mereka? Lalu ... pasti aku juga akan merindukan mereka." gadis kecil itu kini mulai terlihat sedikit cemberut karena mengingat kakek dan adiknya.
"Tenang saja. Nanti kita akan mengunjungi mereka setiap akhir pekan. Bagaimana?" kini Kagami Jiro mulai membujuk Rui kembali. "Di rumah paman dan bibi juga akan ada teman baru nanti, dan si kembar juga bisa menjadi adikmu nanti, Rui sayang."
__ADS_1
"Apa? Adik kembar? Pasti sangat lucu!!" ucap Rui kembali bersemangat.
"Iya. Ini foto mereka. Nama mereka adalah Kenzi dan Kenzou." kini Yuna memperlihatkan sebuah foto bersama Kenzi dan kenzou.
"Wah, lucu sekali mereka!" ucap Rui begitu menggemaskan.
"Baiklah. Paman dan bibi akan siapkan kamar dan semua perlengkapan untukmu dulu. Dan jika semuanya sudah siap, maka kami akan menjemputmu kembali. Bagaimana?" ucap Kagami Jiro lagi.
"Okay! Aku mau! Aku mau!!" ucap Rui dengan antusias.
Karena pada dasarnya Rui memang sudah menyukai Kagami Jiro dari pertama kali bertemu, dan mungkin Rui juga merasa nyaman saat bersama Kagami Jiro dan Yuna maka Rui dengan mudahnya menerima tawaran untuk tinggal bersama dengan mereka.
Tak bisa dipungkiri, Kagami Jiro terlihat sangat bahagia saat ini, hingga akhirnya dia mulai memeluk Yuna dan gadis kecil itu sekaligus. Kebahagiaannya seakan menjadi begitu lengkap saat ini.
Tak akan ada suatu kejadian tanpa ada sebuah hikmah. Karena semua yang terjadi adalah sudah digariskan, dan semua itu adalah yang terbaik. Semua masalah akan datang lengkap satu paket dengan solusi. Jadi semua akan indah pada waktunya ketika kita menjalani kehidupan dengan ikhlas dan lapang dada.
Langit sudah mulai menjadi sedikit gelap, kini mereka memutuskan untuk mengantar Rui kembali. Namun sebelum itu mereka juga mengambil foto bersama, untuk sebuah kenangan.
Dan siapa sangka itu adalah menjadi kenangan dan kehangatan terakhir untuk kebersamaan mereka. Karena suatu kejadian tak terduga yang tiba-tiba saja terjadi, mengakibatkan mereka terpisah dan tak bertemu kembali.
Sebuah rencana indah hanya bisa kita rencanakan, namun takdir dari Sang Kuasa, kita tak pernah tau.
Jangan lupa selalu ikuti kisah mereka dalam karya receh Never Say Good Bye, dan inshaaAllah akan segera rilis karya baru yang akan mengisahkan kisah Rui dan si kembar Kenzi Kenzou. Doakan author-nya nggak bad mood dan tetap semangat nulis ya, biar jadi launching. Hehe ...
Jangan lupa selalu dukung dengan like, comment, vote, rate, and gift. Salam hangat dari Anezaki. Love you my beloved reader.
Bocoran novel baru kisah Rui dan si Kembar Kenzi dan Kenzou. Ayoo ayoo siapa yang mau cepet-cepet ini novel publish angkat tangan ... hehe ...
__ADS_1