Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Like A Dream


__ADS_3

"Rui adalah gadis kecil yang begitu manis dan cerdas. Bahkan saat itu dia bisa menjelaskan permainan dart dengan sangat baik." imbuh Zen begitu takjub dan kembali teringat kejadian malam itu di rumah besar Kin.


Christal yang mendengarkan ucapan Zen, mulai mengkerutkan keningnya karena sedikit kebingungan. Karena setahu Christal adalah Zen belum pernah bertemu dengan Rui sebelumnya. Yang pernah bertemu dengan Rui adalah Kagami Jiro, Yukimura dan Yuna.


"Li Zeyan ... tapi kapan kamu pernah bertemu dengan Rui sebelumnya? Dan kapan dia menjelaskan permainan dart kepadamu?" tanya Christal begitu kebingungan.


"Di malam saat Rui sedang berulang tahun, sepupunya bermain dart dengan sembarangan. Dan gadis kecil Rui terlihat begitu lucu saat mengkritik permainan dari Sasaki saat itu." Zen tertawa kecil mengingat Rui saat itu.


Dan kini Zen melupakan sesuatu, jika saat itu Zen sedang berada di dalam tubuh Kagami Jiro!


"Li Zeyan ... bukankah saat itu kamu masih berada di Beijing?" ucap Christal memicingkan sepasang matanya menatap Zen.


Dan seketika ucapan dari Christal sukses membuat Zen membeku seketika seperti terkena skak mat dan tak bisa berkutik lagi. Dan sebenarnya Zen merasa cukup bingung saat ini harus menjawab pertanyaan dari Christal seperti apa?


"Li Zeyan ..." Christal melambaikan telapak tangannya di hadapan wajah Zen, karena Zen malah terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.


"Uhm, Christal ... maksudku adalah ... saat itu aku melihat Rui melalui video call. Yah ... saat itu tuan Kagami Jiro sedang video call denganku. Ahaha ..." kilah Zen dengan tawa kecilnya yang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Kak Jiro melakukan video call denganmu?" Christal semakin mengkerutkan keningnya.


Dan tampaknya jawaban dari Zen malah membuat Christal semakin curiga dan merasakan ada sesuatu yang janggal yang sedang terjadi saat ini. Gadis berwajah mungil itu semakin menatap lekat Zen.


"Hhm ... ya, Christal. Kami melakukan video call saat itu. Tapi, hanya sebentar saja kok. Karena aku juga yang harus segera pemotretan kembali, dan tuan Kagami Jiro yang harus segera berbaur kembali dengan para tamu lainnya." jawab Zen berusaha untuk mencari alasan.


"Li Zeyan, apa kau yakin itu? Kak Jiro adalah orang yang paling anti melakukan panggilan melalui video call. Dia akan lebih suka mengirimkan pesan melalui aplikasi, surel, atau panggilan biasa. Dan dia tak pernah melakukan video call seperti itu. Sekalipun pernah, itu adalah jika aku atau yang lainnya sedang melakukannya dan kebetulan sedang ada kak Jiro disaat itu." jawab Christal yang semakin membuat Zen tak berkutik lagi.


Ekspresi wajah tampan Zen saat ini terlihat begitu lucu dan seketika berubah menjadi seperti orang yang sedang kikuk tingkat dewa. Rasanya begitu kebingungan untuk berkata-kata dan mencari alasan lainnya lagi.

__ADS_1


"Li Zeyan ..." ucap Christal membuyarkan angan Christal karena sedari tadi Zen hanya menatap Christal dengan ekspresi itu.


"Uhm ... begini Christal ... sebenarnya aku salah bicara ... maksudku adalah ... uhm paman Yukimura yang sedang melakukan panggilan melalui video call saat itu bersamaku." Zen berusaha untuk menjawab lagi, dan dia berharap kali ini jawabannya akan membuat Christal merasa puas.


"Oh ... begitu ya." jawab Christal mengangguk-anggukkan kepalanya. "Aku baru tau kalau ternyata seorang Li Zeyan begitu pelupa ..." tiba-tiba Christal tertawa kecil dan malah mengira jika Zen memang sedikit pelupa.


"Ahaha ... tapi aku tak akan melupakanmu kok saat di Beijing. Aku akan selalu mengingat dan merindukanmu nanti. Apalagi saat kita bermain console game berama." ucap Zen yang mulai terlihat begitu murung.


Bukan hanya Zen, kini senyuman dan tawa Christal juga mulai memudar kembali karena mengingat lusa mereka akan segera berpisah.


"Namun, percayalah. Suatu saat pasti kita akan bertemu kembali! Aku akan mengunjungimu saat aku tak ada schedule." ucap Zen begitu manis.


"Terima kasih, Li Zeyan." ucap Christal kembali tersipu.


"Ya sudah, aku harus segera kembali ke hotel atau kak Kai akan mengomeliku jika pulang terlambat." ucap Zen sembari bangkit dari tempat duduknya dan berdiri dengan tegap.


Yeap, Christal yang hanya memiliki tinggi badan sekitar 163 cm harus mendongak menatap pemuda yang pernah mendapatkan julukan sebagai bocah tiang listrik yang memiliki tinggi sekitar 185 cm.


Christal tersenyum dan menatap pemuda tampan bermata indah itu dan terbuai dengan angan konyolnya.


Sungguhkan ini bukan mimpi? Di hadapanku ini adalah bintang besar Li Zeyan? Dan saat ini dia adalah kekasihku? Wah ... aku hampir gila karena hal ini!! Sungguh ini seperti mimpi saja!!


Batin Christal yang masih tersenyum memandangi Zen.


"Christal, aku pulang ya ... besok aku akan datang lebih awal untuk menemui tuan Kagami Jiro." ucap Zen kembali berpamitan.


"Oh ... iya ... hati-hati di jalan ya."

__ADS_1


"Hhm ... bye ..."


"Bye ..." Christal mengangkat tangannya di atas pundaknya dan melambaikan tangannya.


Zen mengangguk dan tersenyum dan hanya mengelus kepala Christal saja. Setelah itu pemuda berdarah China itu segera berbalik dan mulai melenggang untuk meninggalkan rumah besar Kagami.


Tidak ada ciuman walau hanya sekedar cium pipi? Jangan tanyakan hal ini ya ... karena Zen sungguh tak akan berani melakukan hal itu. Mengingat Christal adalah seperti seorang tuan putri yang paling disayangi oleh keluarga besarnya.


Terlebih Christal adalah adik kesayangan dari Kagami Jiro. Jika Zen berani menyentuh Christal, mungkin Kagami Jiro akan langsung mematahkan tulang-tulangnya dalam hitungan detik saja. Menyeramkan!


Vann dan Yunxi sudah bersiap di dalam Lamborghini putih bersinar itu untuk menyambut Zen. Lalu mereka mulai meninggalkan kediaman rumah besar Kagami dan segera menuju ke Richmond hotel.


"Vann ... apa kak Kai dan Amee sudah pulang dari Tokyo Disney Land? " tanya Zen yang mulai menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi di dalam mobil mewah itu.


"Sudah, Tuan." jawab Vann yang sedang duduk di samping kursi kemudi. Sedangkan Yunxi yang mengemudikan mobil.saat ini.


"Lalu bagaimana dengan Xia Feii?" tanya Zen lagi.


"Nona Xia Feii akan segera menikah dengan tuan Yukimura secepatnya. Mungkin dalam bulan depan mereka akan menikah, setelah mereka mengurus semua berkas suratnya, Tuan." jawab Vann lagi.


"Syukurlah. Akhirnya kak Kai dan Amee akan segera menikah. Begitu juga Xia Feii dan paman Yukimura ... semoga mereka akan menemukan kebahagiaan mereka." ucap Zen begitu tulus dan ikut merasakan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan.


TRIINNG ...


Sebuah pesan mulai masuk di ponsel Zen, dan pesan itu sukses membuat Zen tersenyum-senyum sendiri dan terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta. Hal itu membuat Vann dan Yunxi tersenyum melihat tingkah tuannya.


Rasanya sungguh masih seperti mimpi saja untuk bisa bertemu, berbicara, meraihmu ... bahkan untuk menjadi kekasihmu. Terima kasih karena sudah membuat warna yang indah di dalam kehidupanku, Li Zeyan. Christal.

__ADS_1


__ADS_2