
Kagami Jiro menatap tajam sebuah pintu berukuran raksasa yang berdiri dengan kokoh di hadapannya itu dan akhirnya mulai memutuskan untuk segera memasuki tempat khusus itu.
Kagami Jiro melangkahkan kakinya yang lebar dengan cukup tegas. Tangan kanannya yang kuat dan besar mulai mendorong pintu raksasa itu yang cukup berat dan kebetulan sedang tidak dijaga oleh siapapun.
Kagami Jiro mulai memasuki lokasi khusus itu. Tempat ini terlihat sedikit sepi. Hanya ada beberapa kru film, dan para pemain film dengan tema drama kolosal China itu.
Di tempat ini ada beberapa replika rumah, kantor pengadilan, penjara, sampai gazebo tempat para bangsawan menghabiskan hari-harinya. Dan tentunya semua replika itu dengan desain jama kuno.
Tak hanya replika bangunan saja, tempat ini juga menyajikan berbagai atraksi di zaman kuno, misalnya dinasti Ming. Atraksi-atraksi itu adalah seperti berkuda dan memanah, penampilan musik dengan alat musik tradisional, upacara pernikahan tradisional, sampai penampilan break dance dengan nuansa zaman dinasti Ming.
Semuanya atraksi itu ditampilkan hampir setiap hari dengan jadwal jam yang teratur. Dan sebenarnya para pengunjung Beijing huaibei ski resort, diperbolehkan untuk memasuki lokasi khusus ini jika sudah mendapatkan ijin dari beberapa penjaga.
Namun sayangnya, langkah wisatawan tidak bisa leluasa bergerak dengan bebas lantaran di lokasi itu memang selalu digunakan untuk kegiatan syuting film. Bicara pun juga harus pelan agar tidak mengganggu jalannya syuting.
Namun, wisatawan dan warga setempat sangat mungkin untuk mendapatkan sebuah keberuntungan dan mendapatkan sebuah pengalaman unik untuk bertemu dengan bintang film pujaan hatinya.
Bahkan, tidak sedikit di antara warga setempat dan wisatawan yang mendapatkan pengalaman berharga karena secara kebetulan dilibatkan dalam film tersebut meskipun dalam peran yang sangat minim atau sekelas figuran.
Kini Kagami Jiro menyusuri temlat itu dan pria dewasa itu mulai melihat beberapa kru film mulai memasang rambu-rambu tertentu saat ada proses pengambilan gambar.
Kagami Jiro sempat dibuat terpana dengan para pekerja di tempat ini. Sebab, mereka seperti menyelami peran bekerja di zaman dinasti Ming. Dan seolah-olah membawa Kagami Jiro ke zaman dinasti kuno itu.
Mereka semua bekerja dengan penggunaan pakaian tradisional, sampai menggunakan alat bantu untuk mengangkat barang yang masih tradisional untuk bekerja, yaitu gerobak terbuka. Wow!! Benar-benar seperti sedang berada di jaman dinasti kuno yang sedang mengalami musim salju!
__ADS_1
Sebenarnya tempat ini tidak hanya menampilkan seperti zaman dinasti Ming saja. Namun juga ada yang lainnya. Di bagian Amusement Village, disediakan restoran, wahana bermain, dan juga hostel yang bernuansa modern.
Sejauh mata memandang terdapat bangunan beraneka gaya arsitektur, baik yang dikembangkan oleh pemerintah maupun pemilik tempat wisata ini.
Semua mata akan dibuat terbelalak saat berada di dalam kompleks Studio ini. Karena juga ada beberapa bangunan bergaya China kuno yang didominasi dengan ukiran dan pahatan naga sama persis dengan bangunan aslinya di Kota Terlarang, Beijing. Sungguh mirip sekali!
Namun sebenarnya pahatan itu ada bedanya jika diperhatikan lebih teliti lagi. Jika di Kota Terlarang batu pahatnya utuh, maka di sini ada sambungannya meskipun tidak terlaly kentara.
"Wah, seperti sedang berada di zaman kuno saja. Desain tempat ini sukses memberikan aura yang sedikit berbeda. Keren sekali!" gumam Kagami Jiro sangat takjub dan sempat melupakan tujuan utama Kagami Jiro untuk datang ke tempat ini.
Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro mendengar suara dua orang anak kecil yang begitu familiar untuknya. Suara kedua anak itu sedang tertawa renyah dan terdengar begitu bahagia.
Kagami Jiro mulai berjalan kembali menyisiri lokasi syuting itu untuk mencari asal suara dari kedua anak kecil itu yang memenuhi tempat itu. Selebihnya hanya terdengar suara beberapa orang dewasa yang sedang mengeluh dan menggerutu.
"Anak siapa ini di sini?! Dan dimana kedua orang tua dari anak ini? Cepat ajak mereka berdua untuk bermain di tempat lain dulu agar syuting bisa segera dilanjutkan!" terdengar suara seorang pria begitu menggelegar dan sudah terdengar begitu kesal.
Beberapa kru film terlihat sedang berusaha untuk membujuk kedua anak laki-laki itu untuk mengajaknya bermain di tempat bermain lainnya agar tidak menggaggu proses syuting. Namun kedua anak laki-laki itu bersikeras tidak mau meninggalkan tempat itu.
Saat beberapa kru film itu mencoba untuk menggendong kedua anak laki-laki yang memiliki paras yang sangat mirip itu secara paksa, kedua anak laki-laki itu malah menangis meraung-raung dan membuat telinga semua orang yang sedang berada di lokasi syuting kesakitan.
Sehingga para kru film itu tak ada yang bisa memaksa kedua anak laki-laki itu, dan kedua anak laki-laki itu masih begitu lengket dan menempel di pangkuan sang aktor utama yang saat ini sedang mengenakan kostum layaknya seorang kesatria jaman dinasti kuno.
Aktor tampan itu memakai hanfu berwarna merah terang dengan kombinasi hitam dan putih. Rambutnya panjang berwarna hitam dan sedikit diikat ke belakang, layaknya kesatria jaman kuno. Aktor tampan ini memakai sebuah penutup mata sesuai dengan jalan cerita yang sedang dia perankan saat ini.
__ADS_1
Bahkan sang aktor ini juga mengenakan sebuah softlense berwarna kecoklatan, agar terlihat lebih natural, masuk dan mendalami untuk peran yang saat ini sedang dia perankan saat ini.
"Haisshh ... anak siapa ini?! Mengganggu syuting saja!!" keluh seorang produser film yang kebetulan sedang ikut menangani syuting hari ini.
"Ayo kita bermain bersama kakak yuk. Kakak akan membelikan coklat dan ea krim." kali ini manager pengganti dari sang aktor utama mulai membujuk kedua anak laki-laki yang memiliki paras begitu identik itu.
"Tidak mau! Kita mau bermain pedang bersama kakak tampan!!" kedua anak laki-laki itu menolaknya dengan tegas dan sangat kompak.
Semua orang terlihat begitu kebingungan dan pusing saat ini karena tak ada satupun yang bisa menangani kedua anak laki-laki kembar itu.
"Kyaa ... aku tidak menyangka akan bertemu dengan kakak tampan di tempat ini!!" celutuk salah satu anak laki-laki itu sambil memainkan aksesoris kalung logam yang sedang dikenakan oleh sang aktor.
"Kakak tampan sangat keren sekali dengan penampilan ini!! Aku suka sekali! Ayo ayo kita bermain pedang bersama!" sahut salah satu dari mereka merengek-rengek dan menarik pakaian hanfu merah kombinasi putih dan hitam itu.
"Kenzi, Kenzou. Kali ini kakak sedang bekerja. Kalian ikut bersama dengan kakak Vann dulu ya. Kakak janji deh setelah pekerjaan kakak selesai, kakak akan mengajak kalian bermain bersama." bujuk sang aktor utama yang tak lain adalah Zen dengan begitu ramah dan mengusap lembut kepala kedua anak kembar itu.
Bravo!!
Kedua anak kembar itu langsung menyetujuinya dan segera berlari ke arah Vann begitu saja.
__ADS_1