
Dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di depan dada bidangnya dan salah satu kakinya ditumpangkannya di atas kaki yang lainnya, Zen tersenyum menatap CEO Jiang Lei.
Masih dengan sebuah senyuman hangat dan ramah seperti biasanya. Dan tidak tergambarkan suatu dendam apapun di dalamnya. Karena pada dasarnya Zen memangkah bukan seorang pendendam.
Namun jangan salah, meskipun Zen sangat baik dan ramah, namun kali ini Zen tak akan membiarkan seseorang berusaha untuk menindas dan memonopolinya. Karena Zen yang sekarang bukanlah Zen yang lemah dan mudah untuk ditindas!
"Kabar kami sangat baik, Tuan Jiang Lei." sahut Zen terlihat begitu santai dan sangat baik-baik saja. "Bagaimana kabar tuan Jiang Lei sendiri? Aku melihat sepertinya tuang Jiang Lei sangat baik saat ini. Bukan begitu, Tuan Jiang Lei?" ucap Zen menjawab pertanyaan dari Jiang Lei dengan sebuah pertanyaan juga. Dan Zen juga terlihat sangat baik-baik saja.
Padahal beberapa hari yang lalu Zen sempat terpuruk dan mengalami masa yang cukup berat. Namun tidak untuk hari ini. Hari ini pemuda tampan ini terlihat begitu kuat dan percaya diri saat mendatangi agensi yang sudah membesarkan namanya selama ini.
CEO Jiang Lei masih tersenyum, namun perlahan senyum itu terlihat mulai memudar kembali. Terlihat seakan dirinya memyimpan sesuatu atau sudah berbuat salah kepada Zen yang merupakan salah satu idol yang selama ini tumbuh di bawah naungannya.
"Hhm. Sebenarnya kabarku tidak terlalu baik, Zen. Apalagi jika mengingat kamu. Aku secara pribadi sangat meminta maaf kepadamu. Karena kamu harus menanggung semua ini. Padahal kamu sama sekali tak pernah melakukan semua hal itu. Aku sungguh minta maaf kepadamu. Aku akan memberikan uang kompensasi kepadamu, Zen. Dan aku akan segera mentransfernya ke rekeningmu." ucap CEO sekaligus pemilik dari agensi Star Enrertaiment ini sambil beralih menatap sebuah layar di hadapannya dan bersiap untul mengirimkan sejumlah uang untuk Zen.
"Tidak perlu, Tuan Jiang Lei!" ucap Zen menandaskan dengan cepat dan sukses menghentikkan CEO Jiang Lei yang berniat untuk mengirimkan sejumlah uang untuk Zen. "Aku datang bukan untuk meminta uang, Tuan Jiang Lei!" imbuh Zen lagi dan masih dengan kata-kata yang terdengar begitu ramah.
"Lalu? Apa yang kau inginkan, Zen? Aku hanya ingin sedikit membayar rasa bersalahku padamu." sahut CEO Jiang Lei mulai menatap Zen dengan serius.
__ADS_1
"Sebelumnya aku ingin mengatakan beberapa hal kepada tuan Jiang Lei. Bolehkah aku melakukannya?" tanya Zen masih dengan sikap ramahnya.
Sebenarnya tidak cukup aneh bagi CEO Jiang Lei, karena Zen memang selalu bersikap ramah sebelum-sebelumnya. Namun entah mengapa CEO Jiang Lei mulai memiliki sebuah perasaan atau pertanda buruk setelah beberapa saat nanti.
Kali ini CEO Jiang Lei mulai beralih menatap Li Kai yang masih duduk di samping Zen dan juga terlihat santai sama seperti Zen.
Sebenarnya ada apa? Mengapa mereka berdua terlihat sedikit aneh? Apa yang sudah terjadi? Apakah Zen dan Kai sudah mengetahui semuanya? Tidak mungkin! Itu semua tidak mungkin! Bahkan aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri saat penghancuran semua rekam jejak pengalihan dan pengiriman uang pajak penghasilan Li Zeyan. Seharusnya bukan soal ini! Seharusnya mereka tak akan pernah mengetahui semua itu.
Batin CEO Jiang Lei masih sedikit kebingungan dan tidak memahami keadaan saat ini. Dan menurutnya Zen dan Li Kai tak akan pernah mengetahui kemana uang itu menghilang.
Seperti terkejut saat mendengarkan ucapan dari Li Kai, CEO Jiang Lei mulai tersenyum kembali dan segera menjawab ucapan dari Li Kai.
"Tentu saja. Tentu saja kalian boleh bertanya apapun itu. Kalian sudah aku anggap seperti seorang anak sendiri. Katakan saja." ucap CEO Jiang Lei dengan sangat ramah.
Li Kai terlihat menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai merubah posisi duduknya menjadi sedikit lebih tegap.
"Begini, Tuan Jiang Lei. Kemarin aku mengikuti permintaan dari tuan Jiang Lei karena saat itu memang uang pajak penghasilan Zen hilang dan tidak diketahui siapa pelakunya. Saat itu juga tidak ditemukan bukti apapun, rekam jejak juga tidak ada. Maka dari itu aku menuruti permintaan dari tuan Jiang Lei untuk melindungi Star Entertaiment, meskipun aku harus meminta Zen mengakui kesalahan yang sama sekali tak pernah diperbuat oleh Zen." ucap Li Kai masih dengan begitu tenang dan menatap lurus-lurus CEO Jiang Lei.
__ADS_1
"Namun pada kemudian hari, aku mulai menyadari jika perbuatanku adalah salah. Dan aku juga menyesalinya. Adikku tak akan aku biarkan terpuruk kembali seperti masa lalu. Aku tidak bisa mengorbankan Zen. Kali ini aku akan selalu ada untuknya! Maafkan aku, Tuan Jiang Lei ..." ucap Li Kai dengan penuh keyakinan.
Sepasang mata beningnya terlihat cukup tegas menatap CEO Jiang Lei dibalik lensa bening itu. Ucapannya tak ada keraguan sama sekali. Sesekali Li Kai menatap Zen dan menepuk bahu Zen.
"Adikku Zen tidak bersalah! Dan aku akan mengungkap kebenaran ini bersama dengannya!" Li Kai tersenyum hangat menatap Zen. "Dan tolong persiapakan diri anda dan juga putra sulung anda, Tuan Jiang Lei. Karena tak lama lagi Jiang Wushuang akan menjadi incaran publik dan juga seluruh media." imbuh Li Kai dengan tegas dan menatap CEO Jiang Lei dengan senyuman tipis.
Mendengar ucapan dari Li Kai, tentu saja membuat CEO Jiang Lei membulatkan matanya dengan sempuran karena begitu terkejut dan masih tak memercayai semua ini.
"Kai ... apa maksud dari semua perkataanmu? Aku tidak mengerti, Li Kai. Jangan mengada-ada ..." sahut CEO Jiang Lei dengan nada jenakan karena masih menyangkal ucapan dai Li Kai dan masih berusaha untuk menutupi kebenaran.
"Kami tidak sedang mengada-ada, Tuan Jiang Lei." potong Zen dengan nada yang begitu ramah dan disertai senyuman khasnya yang begitu ramah. "Kami sedang membicarakan kebenaran."
"Zen, Kai ... aku sungguh tidak mengerti dengan maksud dari ucapan kalian." ucap CEO Jiang Lei lagi yang masih berpura-pura tidak mengetahui semua itu.
Zen mulai memberikan sebuah amplop kecoklatan yang berukuran cukup besar untuk CEO Jiang Lei, "Periksalah sendiri, Tuan Jiang Lei. Semua sudah ada di dalam berkas ini." ucap Zen masih dengan nada yang begitu bersahabat.
CEO Jiang Lei mengkerutkan keningnya dan membuat kerutan halus itu terlihat semakin nyata. Lalu pria paruh baya itu mulai menerima amplop kecoklatan itu masih dengan ekspresi wajah yang sulit untuk digambarkan.
__ADS_1