Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Balas Dendam Keluarga Luo


__ADS_3

Di sebuah ruang kunjungan di sebuah kantor polisi di Beijing, terlihat seorang nara pidana berkacamata yang masih cukup muda sedang mendapat kunjungan dari seorang pria dewasa yang berpakaian dengan cukup rapi.


"Kau ini bodoh apa idiot, Luo Kai? Jelas-jelas kau datang ke Beijing dengan tujuan untuk menghancurkan keluarga Li! Namun lihat apa yang sudah kau lakukan sekarang? Kau bodoh!" tandas pria dewasa itu memaki nara pidana muda itu. "Kau malah melindungi bocah dari wanita jaalang itu hingga kau terluka seperti ini. Dan sekarang kau malah menyerahkan diri seperti ini kepada polisi?! Apa kau melupakan janjimu sendiri? Apa kau tidak akan menyesal melakukan semua ini, Luo Kai? Apa kau sudah tidak mempedulikan perasaan ibumu Yixue?! Meskipun Yixue sudah tiada bukan berarti kau menghentikan semua balas dendam ini! Dengar aku baik-baik, Luo Kai! Kau adalah anak yang sudah dibuang oleh Li Zhi, ayahmu sendiri! Dia dengan tidak berperasaan membuangmu dan Yixue begitu saja saat itu! Dimana pikiranmu saat ini, Luo Kai?!" seorang pria berwajah sangar dan berbadan cukup besar dengan mengenakan setelan yang begitu rapi terlihat begitu emosi ketika sedang berbicara dengan seorang nara pidana yang baru saja menyerahkan diri di kantor polisi Bejing.


Nara pidana itu terlihat begitu terpukul dan tidak bisa berkata-kata untuk menjawab semua perkataan yang pria dewasa lontarkan padanya. Hati nuraninya kini sudah tidak bisa melanjutkan dendam itu lagi, meskipun sebelumnya memang sebagian sudah dilakukannya dengan begitu mulus.


Bahkan Zen juga sudah hampir tiada karena melakukan aksi bunuh diri saat itu karena benar-benar mendapatkan serangan mental sekaligus saat itu. Dan balas dendam itu akan menjadi sempurna dan berhasil jika tidak ada keajaiban saat itu, keajaiban yang membuat Zen dan Kagami Jiro hidup kembali meskipun keduanya malah bertukar tubuh.


"Aku benar-benar kecewa padamu, Luo Kai!" tandas pria dewasa itu sambil menggebrak meja di hadapannya.


BBRAAKK ...


"Maafkan aku, Paman Yan. Aku tidak bisa melakukannya lagi ... aku tidak sanggup ..." ucap nara pidana berkacamata itu begitu lirih dan terdengar begitu memilukan.


Paman Yan adalah kakak angkat dari Luo Yixue, ibu kak Kai. Namun mereka tinggal di tempat yang berbeda saat di Shanghai. Perencanaan dendam itu direncanakan oleh keduanya, dan pelaksananya adalah kak Kai, dengan pergi ke Beijing dan mendekati Zen. Bahkan kak Kai juga mengajukan proposal kerja untuk menjadi manager Zen saat itu.


Kak Kai yang terlihat begitu cerdas, dewasa, disiplin, baik, dan selalu memperhatikan Zen dalam hal sekecil apapun, dalam sekejap bisa meluluhkan dan mengambil hati kakek Li Feng dan juga Zen dan akhirnya merekrutnya untuk menjadi manager untuk Zen saat itu.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu dan kak Kai sukses dan mendapatkan kepercayaan penuh dari keluarga Li. Bahkan dia juga disediakan beberapa fasilitas mewah seperti appartemen, mobil, dan masih banyak lagi.


Kak Kai melakukan pembalasan dengan mulus dan tak kentara. Dia yang menyadari antara Zen dan Amee yang saling menyimpan rasa dan saling menyukai ... dan tentu dia yang menyadari jika Amee-lah salah satu kekuatan Zen saat itu, kekuatan untuk Zen tetap melangkah dan selalu tegar dalam menghadapi hidupnya yang begitu berat.


Kak Kai memanfaatkan keadaan itu dengan baik untuk perlahan merusak mental Zen yang memang sangat rapuh. Dia mulai memisahkan keduanya. Yeap, kak Kai mendekati Amee dan meminta Amee untuk menjauhi Zen dengan alasan tetap menjaga pamor Zen saat itu. Bahkan kak Kai juga mengencani Amee saat itu dengan alasan yang sama.


Disaat itu kehidupan Zen masih berlangsung dengan baik, hanya saja saat itu Zen menjadi lebih sedikit pendiam dan pemurung. Bahkan semua pekerjaannya seringkali tidak dia lakukan dengan maksimal kerena dia yang sering melamun dan blank.


Tak lama kemudian, kak Kai mulai menjalankan rencana pembalasan dendam berikutnya. Dia menemui seorang hacker profesional yang masih sangat muda bernama Hwang Jeon di daerah distrik Xuanwu. Dan dia meminta Hwang Jeon untuk menyebarkan sebuah video skandal masa lalu Zen dengan mulus tanpa jejak agar tidak bisa dilacak oleh kepolisian.


Dan semua itu memang bisa dilakukan oleh Hwang Jeon dengan baik, hingga polisi tidak bisa melacaknya. Namun setelah 4 bulan akhirnya jiwa seorang Kagami Jiro yang sedang memakai cangkang Li Zeyan akhirnya bisa mengungkap semua misteri itu. Bahkan Kagami Jiro bisa menemukan keberadaan Hwang Jeon.


"Baiklah! Kali ini aku yang akan melanjutkannya! Aku akan membuat Li Feng dan Li Zeyan benar-benar terpuruk! Kakek dan cucu itu akan aku buat menderita seperti kau dan ibumu yang sangat menderita selama ini karena perbuatan Li Zhi!" ucap Luo Yan begitu tegas.


Dia mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Kak Kai yang mendengar ucapan dari paman Yan seketika mendongak menatapnya begitu tak percaya dan hatinya menjadi begitu bergejolak sehingga dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan pelan.


"Tidak, Paman. Jangan lakukan semua itu ... selama ini Zen sudah sangat menderita karena perbuatanku. Aku mohon hentikan semua ini, dan aku yang akan membayar semua ini. Paman segeralah pergi dan tinggalkan Beijing!" ucap kak Kai berharap paman Yan akan memenuhinya.

__ADS_1


"Tidak, Kai! Aku tidak akan berhenti! Kau lihat saja, mereka akan menderita. Atau mereka akan kubuat lenyap." ucapan paman Yan begitu pelan namun terdengar begitu menyeramkan.


"Paman hentikan sekarang juga! Atau aku akan memberitahu polisi sekarang juga, jika paman adalah komplotanku!" ancam kak Kai, dan sebenarnya ini hanyalah sebuah gertakan agar paman Yan menghentikkan rencana dan niatnya untuk mencelakai Zen dan kakek Li Feng.


Mendengar ucapan ancaman dari keponakannya, membuat paman Yan menyeringai begitu menakutkan.


"Ckk ... beritahu saja! Ayo beritahu saja polisi-polisi disini agar mereka juga menangkapku!" tantang paman Yan.


Kak Kai hanya menatap nanar paman Yan dan tentu saja dia tak bisa melakukan semua itu.


Beberapa saat seorang polisi mulai mendatangi mereka berdua untuk mengingatkan waktu kunjungan yang telah berakhir.


"Maaf, Tuan. Tapi waktu kunjungan anda sudah berakhir." ucap polisi itu dengan pelan namun begitu tegas.


Paman Luo Yan melemparkan sebuah senyuman misterius untuk kak Kai sebelum dia benar-benar meninggalkan ruangan itu dan akhirnya meninggalkan kantor polisi.


Sementara kak Kai masih terlihat begitu khawatir. Kak Kai begitu khawatir jika paman Yan akan benar-benar nekat untuk mencelakai Zen dan kakek Li Feng.

__ADS_1


Perlahan polisi itu mengawal kak Kai untuk menuju sel-nya kembali.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2