Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Misteri Pembunuhan Di Masa Lalu


__ADS_3

PPLLUUKK ...


Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Zen. Kini Zen mendongak dan sudah melihat seorang gadis dengan gaya rambut diikat cepol sudah berdiri di belakangnya. Perlahan Zen segera bangkit dan berdiri.


"Zen. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya gadis berambut cepol itu terlihat begitu terkejut.


"Li Lian ... tentu saja aku mencarimu! Aku melihat kamu memasuki hutan ini. Jadi aku mengikutimu!" ucap Zen terlihat sedikit kesal. "Kau sendiri apa yang sedang kau lakukan disini?"


"Ah ... maaf. Aku hanya mengejar seekor kelinci piaraan penjaga kampus kita. Lihatlah!" Ucap Li Lian yang sudah menggendong seekor kelinci.


"Li Lian!"


"Hmm. Ada apa?"


"Apa selama ini tidak pernah ada orang yang memasuki hutan ini?" Selidik Zen.


"Hhm. Setahuku tidak ada. Hutan ini ditutup 2 tahun yang lalu. Setelah peristiwa hilangnya seorang mahasiswi Wan Chai University, mereka tidak ada yang berani memasuki hutan ini."


"Lalu mengapa kau memasuki hutan ini begitu saja? Apa kamu tidak takut?" Tanya Zen mengkerutkan keningnya.


"Aku hanya ingin menolong kelinci ini saja, paman penjaga kampus pasti akan sedih jika kehilangan hewan kesayangannya ..." ucap Li Lian sedikit cemberut dan kembali mengusap kelinci itu.


"Baiklah. Sekarang kembalilah ke kampus! Ajak kepala kampus, wakil, dan juga beberapa dosen atau keamanan kampus untuk kembali kesini!" Perintah Zen dengan tegas.


"Memang ada apa?" tanya Li Lian sangat kebingungan.


"Lihatlah ..." kini Zen sedikit minggir dan membuka semak-semak di belakangnya.


Li Lian membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Dia terlihat begitu terkejut hingga mundur dua langkah.


"Cepat lakukan! Sebelum hari semakin gelap! Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku! Aku akan menunggu disini!" ucap Zen memerintah.


"Ba-baiklah ... aku akan segera memberitahu mereka ..." ucap Li Lian lalu segera berbalik dan mulai berlari kecil menyusuri jalan setapak itu.


Zen meraih ponselnya dan berniat untuk menghubungi kak Kai, namun ternyata tidak ada signal sama sekali.


"Haish ... bagaimana ini? Semoga saja bukan masalah besar jika aku sedikit terlambat." gumam Zen sedikit kesal.

__ADS_1


"Hhm ... apakah ini adalah mahasiawi yang dikabarkan telah menghilang itu? Jika memang iya ... berarti sebenarnya dia bukan menghilang tapi dia dibunuh. Dan yang membunuh adalah pria itu. Dan kasus ini tidak terungkap sama sekali. Bahkan tidak ada yang berani menjamah dan memeriksa tempat ini hanya karena mendengar mitos dari hutan ini? Sungguh ini konyol sekali!" gumam Zen begitu kesal.


"Seharusnya mereka memeriksa hutan ini! Mengapa menutup kasusnya begitu saja?! Dan mengapa pihak keluarga dari gadis ini juga diam saja? Lalu ... bocah bernama Li Zeyan sebenarnya juga menyaksikan semua itu. Mengapa dia juga bungkam diri? Haisshhh ..." begitu banyak pertanyaan dari Zen yang dia sendiri tidak mengetahui jawabannya.


Kini Zen merogoh sebuah kotak dari saku pakaiannya dan mulai mengambil satu diantaranya. Yeap, rokok itu mulai dijepit di antara bibirnya dan mulai menghidupkannya dengan lighter. Zen mulai menikmati rokoknya dan duduk di bawah sebuah pohon yang begitu besar. Beberapa saat dia membuat kepulan asap dari hidungnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mulai terdengar beberapa deraplangkah kaki mulai mendekat. Dan akhirnya mulai terlihat beberapa orang mulai mendatangi Zen.


Kini Zen segera bangkit dan berdiri menyambut mereka. Ada 5 orang yang datang termasuk Li Lian.


Ada kepala kampus, wakil kepala kampus dan dua orang keamanan kampus.


"Dimana kamu melihat kerangka itu, Zen?" tanya seorang pria berkacamata paruh baya.


"Di balik semak-semak ini!" Ucap Zen sambil menunjuk sebuah semak-semak di sisi kirinya.


Pria itu segera melenggang bersama ketiga pria lainnya untuk memeriksa semak-semak itu.


"Xiumin! Periksa!" Perintah pria berkacamata itu yang tak lain adalah Prof. Wu, pimpinan dari Wan Chai University.


"Baik, Profesor!" Jawab pria berseragam keamanan yang dipanngil Xiumin itu.


"Bagaimana?" tanya Prof. Wu lagi.


"Ada kerangka manusia di balik semak-semak, Profesor." jawab Xiumin sedikit memelankan suaranya.


"Periksa kembali dengan hati-hati!" perintah Prof. Wu lagi.


"Haruskah aku menghubungi polisi, Profesor?" tanya seorang pria.


"Jika berurusan dengan polisi, akan membuat nama Wan Chai University turun dan jelek. Sebaiknya kita selesaikan secara internal saja! Panggil saja Bin, detective keponakanmu itu!" perintah Profesor Wu.


"Baiklah, Profesor. Aku akan segera menghubunginya!" kini pria itu mulai merogoh ponselnya dan berusaha menghubungi seseorang.


Hal itu membuat Zen membulatkan matanya melihat wakil pimpinan kampus terlihat begitu lancar menghubungi seseorang.


Bukankah signal menghilang di sini? Lalu kenapa bisa melakukan sebuah panggilan?

__ADS_1


Batin Zen kebingungan lalu merogoh ponselnya. Dan ternyata signal sudah kembali ada. Dan tepat saat Zen merogoh ponselnya, ponselnya berdering. Terlihat nama si pemanggil kak Kai.


Mati! Pasti dia mau ngomel-ngomel deh ...


Batin Zen sedikit mengkerutkan keningnya, lalu mengangkat panggilan itu.


"Halo ..." sapa Zen.


"Zen! Kamu dimana? Daritadi kakak menunggumu di luar kampusmu, dan ponselmu juga tidak bisa dihubungi! Sehari tanpa dikawal pengawal saja kau sudah bikin masalah ya!" kak Kai terus saja mengoceh karena begitu kesal.


"Sekarang cepat kesini! Kita sudah terlambat!" imbuh kak Kai yang terdengar begitu kesal.


"Baiklah. Aku akan segera kesana!" sungut Zen sangat kesal lalu mematikan ponselnya.


Yeap, tentu saja dia merasa sangat kesal. Seorang Kagami Jiro, pemimpin dari Doragonshadou yang begitu legendaris diomel-omeli begitu saja seperti anak kecil.


"Profesor. Aku harus segera pergi. Managerku sudah menungguku. Lakukan saja penyelidikan dan tes forensik terlebih dahulu. Aku akan membantu mengungkap pelaku yang sebenarnya!" ucap Zen kepada Profesor Wu.


"Baiklah. Terima kasih sudah melaporkannya. Pergilah ..." ucap profesor Wu dengan ramah.


"Hhm ..." setelah itu Zen segera berbalik dan melenggang meninggalkan tempat itu.


...⚜⚜⚜...


"Alasan apa lagi kali ini? Tidak bisakah kau tidak membuat masalah sehari saja?" ucap kak Kai dengan wajah kesal, sementara kedua tangannya masih sibuk menyetir mobilnya.


Zen bersandar dan terlihat begitu santai, dia menatap lurus ke depan dan terdiam beberapa saat.


"Kenapa diam saja? Nyonya Yang pasti akan sangat marah!" Ucap kak Kai lagi sesekali melirik Zen.


"Sudahlah! Akan aku atasi semuanya nanti! Jangan ngomel-ngomel seperti ini! Aku tidak suka diomelin!" jawab Zen dengan dingin dengan wajah masam.


Kak Kai hanya mendengus kesal dan kembali fokos mengemudikan Ferrary merah menyala itu.


...⚜⚜⚜...


Saatnya kita lihat visual si kembar Kenzi dan Kenzou yuk. Soalnya ada yang nanyain visual mereka juga. Hehe ... jadi biar nggak penasaran lagi kali ini Author juga akan insert mereka juga deh.

__ADS_1


Check this out ...



__ADS_2